image
Login / Sign Up

Viral Video Bule India Keluhkan Sampah Plastik, KPPL-I: Sudah Saatnya Gunakan Plastik Ramah Lingkungan

Aji Nurmansyah

Image

Pemulung memilah sampah plastik di kawasan Rawamangun, Jakarta, Kamis (21/2/2019). Pada peringatan Hari Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari, Pemerintah menghimbau agar melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dengan baik. | AKURAT.CO/Dharma WIjayanto

AKURAT.CO, Viral video seorang bule dari India bernama Srishti yang tengah melakukan perjalanan travelingnya selama 3 minggu di tanah Borneo.  Selama perjalanan dirinya mengaku menemukan banyak sampah plastik yang dibuang sembarangan hampir disetiap tempat yang disinggahinya. Penasaran dengan itu, Srishti lantas mengunjungi TPA di Singkawang, Kalimantan Barat.

Dalam video yang diunggahnya, Srishti menemukan lautan sampah dan didominasi sampah plastik ditempat tersebut. Srishti pun mengeluhkan lautan sampah plastik yang tidak termanajemen dengan baik. Bahkan ia meminta Presiden Indonesia untuk menghasilkan lebih banyak produk hukum untuk mengatasi masalah plastik tersebut.

Merespon hal itu, Ketua Umum Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia (KPPL-I), Puput TD Putra mengatakan dari semua sampah yang akhirnya sampai ke TPA, 70 persen merupakan sampah organik yang bisa terurai. Akan tetapi, 15-20 persen sampah plastik yang sulit terurai bahkan perlu waktu 500-1000 tahun untuk bisa kembali terurai.

baca juga:

Hal ini menurutnya menjadi perhatian serius pemerintah sebab bagaimanapun peristiwa memalukan seperti diunggah dalam akun video  seorang pelancong dari India tersebut merupakan kesalahan bersama. Dimana masyarakat belum memiliki kesadaran yang baik dalam penggunaan sampah plastik dan pemerintah belum sungguh-sungguh membuat sebuah sistem kebijakan yang mampu menyelesaikan atau paling tidak mengurangi pemakaian sampah plastik.

Sampah plastik sebenarnya banyak disumbang dari sampah rumah tangga. Sementara disisi lain, penggunaan sampah plastik juga tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya karena masih diperlukan sebagau sarana pembungkus. Bahkan Puput menilai melarang sepenuhnya justru tidak bijak karena akan menimbulkan masalah lainnya.

"Pertanyaan sederhananya apa bisa kita menghilangkan pembungkus dari plastik waktu beli sayur-sayuran, buah-buahan, jajanan basah dan lain sebagainya? Tapi menghilangkan akan susah dan tidak bijak karena akan timbul problem lebih besar, karena hygienic issue karena plastik-plastik itu kan untuk proteksi makanan dan shelf life makanan akan sangat pendek kalau tidak ada plastik packaging yang memadai,"katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Sampah plastik yang banyak dihasikan dari sampah rumah tangga harus dicarikan solusinya, sehingga sampah plastik yang tidak terurai ini menjadi masalah untuk diselesaikan secara holistik.

"Maka penting semua sampah plastik ke TPA harus bisa terurai," tambahnya.

Oleh karena itu, Pemerintah tidak boleh abai terhadap pembuangan sampah plastik di TPA. Adapun untuk meminimalisir 15-20 persen sampah plastik tidak terurai itu, maka Pemerintah harus menekankan pentingnya penggunaan sampah plastik yang ramah lingkungan.

Agar ketika sampah plastik sampai ke TPA maka sampah bisa terurai.

"UU Sampah tahun 2008 kita juga mengharuskan semua sampah yang ke TPA harus terurai di alam termasuk 15-20 persen sampah plastik,"pungkasnya. []

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

Berita Populer Faizal Kritik Lukas Enembe hingga Mahasiswa Papua Gelar Demonstrasi

Image

News

Nepal Larang Penggunaan Plastik di Kawasan Everest

Image

News

Terlibat Korupsi, Penangkapan Mantan Menteri Keuangan India Berlangsung Dramatis

Image

Iptek

Amazon Bangun Markas Baru dan Terbesar di India

Image

News

5 Negara Paling Doyan Makan Mi Instan, Indonesia Jadi Runner Up

Image

News

Dua Orang Tewas dalam Baku Tembak Pertama Sejak Blokade India

Image

Iptek

FUREC, Standarisasi Plastik yang Bisa Didaur Ulang

Image

Ekonomi

Santer Kabar WhatsApp Dekati Mandiri, Sudah Ada 'Deal' Sistem Pembayaran?

Image

Ekonomi

Sampai Saat Ini, WhatsApp Belum Minta Izin BI Soal Digital Payment

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pengusaha Keluhkan Hambatan Distribusi BBM Satu Harga

Jika harus membeli BBM langsung dari pengecer masyarakat dipaksa merogoh kocek lebih dalam.

Image
Ekonomi

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Perdagangan Bebas RCEP Karena Rugikan Rakyat

Koalisi masyarakat sipil untuk keadilan ekonomi melakukan aksi penolakan terhadap perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership.

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Blak-blakan Soal Harapannya untuk Perekonomian Indonesia

Destry Damayanti berharap agar BI bersama-sama pemerintah bisa mengoptimalkan sumber-sumber di ekonomi domestik.

Image
Ekonomi

Konsultan Ungkap Sektor Pariwisata dan Perhotelan Masih Tertekan

Hotel di sepanjang Asia Pasifik terus mengalami kondisi yang sulit pada kuartal II-2019.

Image
Ekonomi

JCI Batavia Perkenalkan Pesona Pulau Seribu

Lokasi Pulau Seribu sangat strategis bagi warga Jakarta.

Image
Ekonomi

Rini: Pegawai Milenial Garda Terdepan Jadikan BUMN Perusahaan Terbaik di Dunia

Pegawai milenial jadi ujung tombak dan garda terdepan dalam mendorong BUMN jadi perusahaan terbaik kelas dunia.

Image
Ekonomi

Eksklusif Defisit Transaksi Berjalan Melebar Tak Masalah, Asal...

Bank Indonesia (BI) melaporkan transaksi berjalan (current account) kuartal II 2019 mengalami defisit USD8,44 miliar.

Image
Ekonomi
Ekonomi Indonesia, Merdeka?

Literasi Rendah, Masyarakat Belum Merdeka dalam Merencanakan Keuangan

Perencana Keuangan One Shield Consulting, Budi Rahardjo menilai masyarakat belum merdeka dalam hal merencanakan keuangan.

Image
Ekonomi

5 Hewan Ternak 'Anti Mainstream' Ini Laku Keras Diekspor ke Mancanegara

Ada banyak sekali hewan yang bisa kita jadikan sebagai peluang usaha untuk beternak dan menghasilkan omzet besar.

Image
Ekonomi

DPR Desak Pemerintah Mempermudah Perizinan Hak Cipta Ekonomi Kreatif

Pemerintah dinilai perlu untuk mempermudah proses perizinan dari hak cipta ekonomi kreatif.

Available
Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Lukas Enembe Kritik Jokowi, Faizal: Kepala Daerah Tidak Etis 'Menghujat' Presiden

  2. Video Vulgar Tersebar, Duo Semangka Jelaskan Kronologinya

  3. 2 Jam Besuk Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Cuma Bahas Soal Lagu

  4. Soal Cuitan 'Pabrik Susu', Aura Kasih Belum Tentukan Sikap Ke Jalur Hukum

  5. Jadi Ibu Baru, 10 Potret Memesona Aura Kasih Dua Bulan setelah Melahirkan

  6. Kehadiran Batu Bronjong, Guntur Romli: Selera 'Seni' Anies Makin Sulit Dicerna Selera Umum

  7. Bisnis Ternak Hewan 'Nyeleneh' yang Menghasilkan Banyak Uang

  8. Tunda Bulan Madu, Roger Danuarta-Cut Meyriska Pilih Hadiri Pengajian Gus Anom

  9. Terlibat Korupsi, Penangkapan Mantan Menteri Keuangan India Berlangsung Dramatis

  10. Lebih Sering Mager, 5 Zodiak Ini Dikenal Hobi Bermalas-malasan

Available

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Available

kolom

Image
Andre Purwanto

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Image
Video

VIDEO Jurus Optimalkan Perekonomian Domestik ala Destry Damayanti

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Sosok

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya