image
Login / Sign Up

Pro Kontra Investasi Dalam Pidato Jokowi

Siti Nurfaizah

Indepth

Image

Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Presiden RI ke-3 BJ Habibie di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). Pertemuan Jokowi dengan BJ Habibie dilakukan secara tertutup di salah satu ruang Istana Merdeka. Usai pertemuan Presiden RI ke-3 BJ Habibie hanya memberikan penjelasan mengenai ucapan selamat kepada Jokowi telah memenangi pemilu presiden 2019.  | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode kedua pemerintahannya sangat serius dan fokus untuk membuka peluang investasi seluas-luasnya di Indonesia. Hal ini tercermin dari visi yang akan dilakukannya bersama Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin untuk membuat Indonesia lebih produktif serta memiliki daya saing dan fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan di dunia.

Jokowi mengutarakan apa yang akan dilakukan pada periode kedua pemerintahannya untuk lima tahun ke depan, diantaranya, yakni meneruskan pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya alam, membuka pintu investasi selebar-lebarnya, reformasi birokrasi, dan pengaturan anggaran pada APBN. 

Untuk investasi, bahkan, secara lantang Jokowi mengatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang menghambat jalan masuknya investasi.

baca juga:

"Perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi yang ada punglinya. Hati-hati, hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, akan saya cek, dan akan saya hajar," kata Jokowi dalam pidatonya beberapa waktu lalu di Sentul, Bogor.

Namun rupanya pernyataan ini mendapat respon dari berbagai pihak dari respon positif hingga respon negatif.

Industri Respon Positif, Sebut Investasi Perlu Ditingkatkan

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menanggapi hal tersebut, menurutnya, investasi memang perlu ditingkatkan. Pasalnya, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai cukup besar.

"Investasi memang harus ditingkatkan semaksimal mungkin ya, kontribusi pertumbuhan (ekonomi) itu 33-35 persen dari investasi," papar Rosan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Secara nyata investasi sepanjang tahun 2018 memang mengalami perlambatan bahkan anjlok. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi pertumbuhan investasi mendadak anjlok hanya sebesar 4,1 persen. Total investasi yang tercatat mencapai Rp721,3 triliun. 

Akibat melambatnya realisasi investasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu juga hanya mampu mencapai 5,17 persen atau di bawah target pemerintah sebesar 5,4 persen. 

Sementara hingga kuartal I 2019, realisasi investasi tercatat hanya meningkat 5,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp195,1 triliun. Penanaman modal asing bahkan turun 0,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp108,9 triliun. 

Adapun dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pemerintahan Jokowi 2015-2019, investasi (Pembentuk Modal Tetap Bruto) diproyeksi tumbuh 8,1 persen pada 2015, 9,3 persen pada 2016, dan 10,4 persen pada 2017. Lalu 11,2 persen pada 2018 dan 12,1 persen pada 2019. 

Dengan proyeksi tersebut rata-rata pertumbuhan ekonomi 2015-2019, menurut target RPJMN, mencapai 7 persen. Namun, realisasinya, rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir masih di kisaran 5 persen.

WALHI Nilai Pidato Jokowi Soal Investasi Bisa Ancam Keberlangsungan Lingkungan Hidup

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menilai pidato Visi Indonesia yang disampaikan Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo di Sentul, Bogor pada tanggal 14 Juli 2019 lalu memperlihatkan proyeksi buruk bagi masa depan lingkungan hidup dan kemanusiaan.

Direktur Eksekutif WALHI, Nur Hidayati mengatakan, pernyataan Jokowi sebagai Presiden terpilih pada teks lengkap pidato Visi Indonesia secara umum tidak sejalan dengan komitmen politiknya yang tertuang dalam Nawacita II yakni; Meneruskan Jalan Perubahan Untuk Indonesia Maju: Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.

Ia juga menyebut, lima tahapan Visi Indonesia ala Jokowi memperlihatkan dominasi keberpihakannya pada kepentingan bisnis atau investasi. Bukan mengabdi pada kepentingan rakyat.

“Narasi yang diucap Jokowi, khususnya pada tahapan keempat lebih tepat disebut sebagai visi mundur untuk mewujudkan keadilan sosial ekologis dan semangat melahirkan ‘negara hadir’ sebagai otoritas yang memberikan perlidungan sekaligus pelayan kesejahteraan dan keselamatan bagi rakyatnya,” ujar Nur Hidayati melalui keterangan tertulisnya.

Bahkan, menurut Manajer Kajian Eksekutif Nasional Walhi, Boy Even Sembiring, upaya menggenjot investasi untuk membuka keran lapangan pekerjaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan sebuah pandangan yang usang dan sudah waktunya ditinggalkan. 

Menurutnya, rakyat semestinya ditempatkan sebagai subjek yang mampu mengelola kekayaan alamnya lewat kebijakan yang memberikan perlindungan terhadap wilayah kelola rakyat. 

"Genjot investasi seperti itu tidak lebih dilihat hanya sebagai trickle down effect," ungkapnya.

WALHI menilai penggunakan diksi ancaman bagi siapa saja yang menghambat investasi dikhawatirkan justru meningkatkan kerentanan terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup dan sumber daya alam/agraria.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

Soal Jatah Menteri, Sekjen PPP: Pokoknya Lebih dari Satu

Image

Ekonomi

Viral Spanduk 'Ibu Kota di Kaltim', Ini Penjelasan Wali Kota Balikpapan

Image

News

AHY Setuju Program SDM Unggul Menjadi Prioritas Jokowi ke Depan

Image

News

Pakai Sepatu Gucci, Tagar Jan Ethes Suka Barang Impor Terpopuler Pertama di Twitter

Image

Ekonomi

Pelindo III Kirim Karyawan Ikuti Pelatihan di Pelabuhan Johor Malaysia

Image

News

Soal Menteri Jokowi, Gerindra Sodorkan Kriteria Ini

Image

News

Diisukan Jadi Calon Menteri Jokowi, Politisi Gerindra Ini Tunggu Perintah Prabowo

Image

News

Wacana Pemindahan Ibu Kota, Gubernur: Kalbar akan Jadi Daerah yang Paling Diuntungkan

Image

News

HUT ke-74 RI

Jokowi Berikan Sepatu pada Siswa Asal Sulsel: Ini Produksi Dalam Negeri, dari Bandung

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

5.000 Warga Kaltara Ramaikan Jalan Sehat BUMN

Jalan Sehat ini merupakan rangkaian Program BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan RI.

Image
Ekonomi

Sri Mulyani Dukung Penerapan Teknologi Digital untuk Jaga Akuntabilitas Pemerintah

"Karena sebetulnya digital economy adalah you try to connect dan menurunkan transaction cost," kata Sri Mulyani.

Image
Ekonomi

Soal Kontroversi Ceramah 'Salib' UAS, Pengamat Pajak: Menabrak Toleransi

Ekonom Yustinus Prastowo turut buka suara terkait pemberitaan Ustad Abdul Somas yang dinilai sudah menghina simbol agama Kristiani.

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

Bank BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu dengan Ragam Cara Ini

Pembangunan Bengkulu yang masih tertinggal dengan daerah lainnya, disebabkan berjauhan dengan infrastruktur.

Image
Ekonomi

Pesan JK kepada Startup: Berusahalah Supaya Untung!

JK : Startup harus untung dan berkontribusi dalam pembayaran pajak ke pemerintah sehingga dapat meningkatkan perekonomian.

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

AP I Ajak Siswa Kenali Indonesia Melalui Program SMN

AP I ajak sejumlah siswa mengenali daerah-daerah di Indonesia melalui Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019.

Image
Ekonomi

Menkeu Sarankan Pelaku Startup Baca Nota Keuangan 2020

Menkeu sarankan pelaku startup yang sedang cari ide membuat aplikasi di bidang tekfin untuk membaca nota keuangan 2020.

Image
Ekonomi

Sad! Bioskop XXI TIM Berhenti Beroperasi Mulai Besok

Bioskop XXI di kawasan TIM, Jakarta Pusat akan berhenti beroperasi pada Senin (19/8/2019) besok.

Image
Ekonomi
Ekonomi Indonesia, Merdeka?

Pemerintah Terus Lanjutkan Semangat Bung Hatta, Wujudkan Perumahan Rakyat

Bapak Perumahan Indonesia menegaskan rakyat berhak mendapatkan penghidupan yang layak berupa hak untuk mendapatkan rumah.

Image
Ekonomi

Rusunawa ASN di Teluk Ambon Siap Huni

Kementerian PUPR meresmikan rusunawa ASN di Desa Nania, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku.

Available
Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. 10 Potret Transformasi Roger Danuarta, dari Rambut Belah Tengah hingga Menikah

  2. Dari MU hingga Juventus Ucapkan Dirgahayu untuk Indonesia

  3. Satpol PP Usir Nelayan di Pulau Reklamasi, Anies: Yang Berani Ngusir Nanti Diusir

  4. Din Syamsuddin Sepakat dengan Surya Paloh Indonesia Anut Paham Kapitalis-Liberal

  5. Apa Kabar Angelina Sondakh di Sel? Dia Banyak Anak Buah dan Bikin Tim Sapu Jagat

  6. Fakta-fakta Menarik Putin, Bikin Rusia Miskin sampai Dijuluki Sultan oleh Media

  7. Empat Pertanyaan Said Didu Kepada Mahfud MD Terkait Kelompok Radikal Arab Saudi

  8. STT Setia: Sebenarnya Pdt Matheus Tidak Bisa Dijerat Hukum

  9. 5 Artis Berambut Gondrong Ini Bikin Penggemar Cewek pada Histeris

  10. Dukung Boikot Israel, Anggota Kongres Perempuan AS Dilarang ke Tebi Barat

Available

fokus

HUT Ke-74 RI
Ekonomi Indonesia, Merdeka?
Kemarau Dahsyat
Available

kolom

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Image
Naila Fitria

Merdeka Sejak Dalam Pikiran

Available

Wawancara

Image
Iptek

Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia

Image
Iptek

GIIAS 2019

Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Sosok

Image
News

4 Fakta Laksamana Muda Maeda Tadashi, Perwira Jepang yang Bantu Kemerdekaan Indonesia

Image
News

Diduga Korupsi, 7 Fakta Sepak Terjang Karier Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Image
News

Potret Keren Susi Pudjiastuti dan Srikandi Indonesia Saat Hadiri Sidang Tahunan MPR RI