image
Login / Sign Up

Motor Baru Penggerak Perekonomian Indonesia Itu Bernama 'UMKM'

Andi Syafriadi

Indepth

Image

Perajin menyelesaikan pembuatan beduk di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat (10/5/2019). Beduk yang dijajakan di seberang pusat perbelanjaan Thamrin City tersebut dijual dengan harga Rp150 ribu hingga Rp4 juta, tergantung dari kulit hingga ukuran beduk. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Dalam rangka peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah terkait ekonomi kerakyatan bisa diimplementasikan dengan pembentukan kluster ekonomi, terutama koperasi, seperti kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM.

"Dengan membentuk kluster ekonomi atau koperasi, maka transformasi ekonomi akan lebih mudah untuk dilaksanakan", ujar Darmin pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 Tahun 2019 di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (12/7/2019) lalu.

Darmin menyebutkan, alokasi KUR dengan bunga murah 7% akan mudah tersalurkan untuk membantu pembiayaan KUMKM. "Dengan membentuk koperasi, kita juga akan lebih mudah mengorganisasikannya. Begitu juga dengan perbaikan di sisi budidaya lewat teknologi", ujar Darmin.

baca juga:

Darmin menambahkan, penerima KUR memang individu-individu. Namun, koperasi bisa memberikan daftar nama siapa-siapa UKM yang menjadi anggota koperasi yang layak mendapatkan KUR.

"Saya mencontohkan, dengan transformasi ekonomi, petani tetap melakukan kegiatan menanam. Tapi, dengan perkuatan modal, petani menanam tanaman yang lebih menguntungkan", ucap Darmin.

Peran strategis UMKM

Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) menyatakan apabila omzet Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) didorong untuk naik sebesar 30 persen saja, maka pertumbuhan ekonomi bisa mencapai tujuh persen.

"Jangan main-main dengan UMKM. Kalau kemudian kita bisa meningkatkan omzet 30 persen saja maka pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat melebihi tujuh persen," ujar Wakil Ketua KEIN Arif Budimantadi Jakarta, Senin (15/7/2019).

Arif mengatakan pelaku usaha mikro dan kecil saat ini berkisar 63 juta unit usaha, yang terbagi atas 62 juta pelaku mikro dan 750 ribu orang pelaku usaha kecil. Apabila unit usaha itu didorong untuk naik kelas, maka Indonesia akan terlepas dari stagnasi lima persen.

"UMKM memberikan kontribusi terhadap PDB 60 persen, tapi akses perbankan hanya 20 persen. Kalau diberikan akses yang lebih besar lagi maka mereka akan naik kelas," kata dia.

Upaya peningkatan omzet itu dibutuhkan akses permodalan serta akses pasar. Cara lainnya yakni dengan melibatkan UMKM dalam aktivitas investasi dan ekspor, hingga melarang masuknya perusahan besar untuk sektor usaha yang layak digarap UMKM.

"UMKM ini merupakan market yang sangat besar. Ada dua persoalan utama yang dihadapi, pertama akses pasar, kedua akses permodalan. Apabila kita dorong maka ekonomi akan tumbuh di angka tujuh persen," kata dia.

Arif mengatakan peningkatan kapasitas UMKM secara signifikan juga mendorong tingkat pendapatan rumah tangga golongan kelas menengah ke bawah yang pada akhirnya mengurangi tingkat kemiskinan dan mempersempit kesenjangan. 

Bukti UMKM, bisa gerakkan perekonomian.

Teuku Dhahrul Bawadi atau yang biasa dipanggil Bawadi merupakan pelaku UMKM lulusan SMA yang mampu menembus pasar Internasional, melalui produk unggulan bisnisnya yakni Kopi Aceh dengan merek Bawadi Coffe.

Mengaku hanya hanya lulusan SMA sebenarnya Bawadi pernah mengenyam bangku kuliah, namun dirinya tidak menyelesaikan pendidikannya sampai tuntas dan memilih untuk keluar untuk membuka usahanya sendiri. Dan akhirnya dirinya menjadi pelaku UMKM yang bisa mempengaruhi perekonomian bangsa.

"Saya termasuk lulusan SMA walau sebelumnya saya pernah kuliah hanya sampai semester 6, disitu saya melihat teman-teman saya bercita-cita untuk menjadi PNS sedangkan saya sendiri bertolak belakang dengan mereka. Justru saya berfikir bagaimana menciptakan sebuah lapangan pekerjaan yang pada akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari kuliah saya dan mencoba membuat perusahaan yang bernama Bawadi Cofee," ujar Bawadi ketika ditemui di JCC, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

"Saya pertama kali mengawali usaha melalui bijih kopi dengan spesialis Kopi Arabika Gayo yang diproduksi di awal tahun 2014 silam saya langsung menargetkan penjualan ke beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura. Kenapa target penjualannya harus ke sana? karena memang sudah menjadi target saya menjual ke pasar luar negeri biar kopi Aceh dikenal," kata dia.

Untuk saat ini Produksi kopi Bawadi sudah merambah 8 pasar Internasional antara lainnya Malaysia, Kanada, Australia, Thailand, Singapura, Brunei, China dan India dan untuk kedepannya Bawadim Akui akan merambah ke Wilayah Timur Tengah, Rusia dan Swiss.

Berbicara mengenai modal awal Bawadi akui memulai bisnisnya dengan modal sekitar Rp30 Juta yang berasal dari tabungannya sendiri, sedangkan untuk omzet dirinya akui saat ini melalui Bawadi Cofee sudah mampu mengantongi sekitar Rp400 hingga Rp600 juta/bulan. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Jokowi: Lokasi Pemindahan Ibu Kota Masih Tunggu Kajian

Image

News

Faktor Usia Jadi Alasan Pergantian Mobil Dinas Presiden dan Menteri

Image

Ekonomi

Pemerintah Perlu Berikan Insentif untuk Mendorong Kreativitas Pelaku Ekonomi di Era Industri 4.0

Image

Ekonomi

Kaltim Benar-benar Jadi Ibu Kota? Jokowi: Masih Tunggu 1-2 Kajian

Image

Ekonomi

Pengamat: Kaltim Penuhi Semua Aspek Jadi Ibu Kota Baru Indonesia

Image

News

Roy Suryo Sarankan Menteri Jokowi Pakai Mobil Rental

Image

Ekonomi

Menimbang Keunggulan dan Kelemahan Kaltim Sebagai Ibu Kota Baru RI

Image

Ekonomi

Kritik-kritik Pedas Sherly Annavita ke Jokowi Soal Ekonomi

Image

News

Tak Undang Karding dan Lukman Edi di Mukhtamar PKB, Pengamat: Cak Imin Bikin Kesalahan Fatal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pembangunan Underpass Bandara NYIA Capai 74,3 Persen

Hingga pertengahan Agustus 2019, progres konstruksi underpass sepanjang 1,3 km yang dibangun di bawah bandara tersebut mencapai 74,3 persen.

Image
Ekonomi

Australia Kebanjiran Pengungsi 'Kaya' dari Hongkong

Australia melihat ada minat tinggi dalam program visa khusus millionaire dari penduduk kaya Hong Kong

Image
Ekonomi

Kemarau Panjang, Perry Optimis Inflasi Tepat Sasaran Hingga Akhir Tahun

Inflasi hingga akhir tahun 2019 tetep dalam sasaran yakni titik tengah di bawah 3,5 persen.

Image
Ekonomi

Pengusaha Bakal Rugi Rp50 Triliun Jika Pemerintah Kekeuh Segerakan Larangan Ekspor Bijih Nikel

Hal itu berpengaruh terhadap progres pembangunan fasilitas smelter dan dipastikan akan menjadi mangrak.

Image
Ekonomi

FKSPI Sebut Pengawas Intern Mampu Dukung Pencegahan Korupsi di BUMN

FKSPI dukung upaya pencegahan berbagai bentuk tindak pidana korupsi di lingkungan BUMN dengan mengembangkan whistleblowing system.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

China Peringatkan AS Tak Tambahkan Tarif Bulan Depan

Kementerian Perdagangan China memperingatkan Amerika Serikat agar tidak meningkatkan perang perdagangan lebih lanjut.

Image
Ekonomi

Gelar Pertemuan Bilateral, Menko Luhut Tawarkan Peralatan Militer Hingga Sawit

Kedua pemimpin juga berbagi pengalaman dalam menghadapi diskriminasi sawit dari Uni Eropa.

Image
Ekonomi

Pemerintah Perlu Berikan Insentif untuk Mendorong Kreativitas Pelaku Ekonomi di Era Industri 4.0

Pemerintah dinilai perlu mendorong kreativitas pelaku ekonomi agar menghasilkan produk yang bersaing

Image
Ekonomi

BlueScope Gandeng Yayasan Nurani Dunia Bangun Kampung Ilmu di Purwakarta

Tak hanya membangun gedung-gedung sekolah, beragam infrastruktur desa juga dibangun dan melibatkan warga di Tegalwaru Purwakarta.

Image
Ekonomi

Pengamat: Kaltim Penuhi Semua Aspek Jadi Ibu Kota Baru Indonesia

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan pemerintah salah satunya soal pengamanan tanah bahwa yang akan digunakan untuk ibu kota baru.

Available
Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Kemenkominfo Blokir Internet di Papua, Kecurigaan Aparat Bertindak Represif Akan Semakin Besar

  2. Lagi di Singapura, Uya Kuya Sedih Blackpink Meninggal Dunia

  3. Punya Duit Rp2 Jutaan, Dua Smartphone Ini Paling Worthed Dibeli

  4. Hari Minggu Jam 9 Pagi, Waktu Terbaik Berhubungan Seks

  5. Hati-hati, Jangan Sampai Bayimu Mengonsumsi Ini

  6. Video Vulgar Tersebar, Duo Semangka Jelaskan Kronologinya

  7. Lukas Enembe Kritik Jokowi, Faizal: Kepala Daerah Tidak Etis 'Menghujat' Presiden

  8. 2 Jam Besuk Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Cuma Bahas Soal Lagu

  9. Terlibat Korupsi, Penangkapan Mantan Menteri Keuangan India Berlangsung Dramatis

  10. Alasan Simon McMenemy Panggil Bomber Timnas U-19

Available

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Available

kolom

Image
Andre

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Adek Berry, Memahami Kehidupan saat di Daerah Konflik

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Sosok

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya