image
Login / Sign Up

Dinamika Teknologi Finansial Menjawab Tantangan Pelaku UMKM di Pedesaan

Aji Nurmansyah

Indepth

Image

Ilustrasi Financial Technology (Fintech) | AKURAT.CO

AKURAT.CO, Usai melakukan liputan biasanya sejumlah jurnalis akan segera mencari tempat yang aman, nyaman dan tentu saja murah untuk sekedar bersantai dan menuliskan reportasenya. Kali ini, kami dan beberapa rekan reporter lebih memilih mojok di Warung Indomie milik Uda Roni, tak jauh dari Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Bilangan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan.

Kami pun segera memesan makanan yang dijual di warung tersebut. Adapun salah seorang teman memesan dua kotak martabak manis via ojol untuk semakin melengkapi momen kebersamaan.

Sementara seorang teman lainnya sebut saja Saiful terlihat sibuk dengan smartphonenya. Ternyata dia sedang asik mengisi data untuk membeli sebuah kamera digital melalui salah satu layanan digital fintech lending. Prosesnya pun tidak lama, hari itu juga, sepulang kerja bang Iful bisa mampir ke toko kamera dan berburu kamera kesayangannya.

baca juga:

Jika diamati secara mendalam, dewasa ini melalui kemajuan teknologi digital semua menjadi lebih mudah tinggal pesan barang datang. Tapi bukannya selama ini untuk meminjam sejumlah dana perlu administrasi cukup njlimet dan terkadang harus menyediakan jaminan.

Nyatanya sekarang sudah tidak lagi sebab seiring dengan berkembangnya teknologi yang kemudian mulai dikawinkan dengan industri finansial membawa dampak yang sangat luar biasa terutama terhadap industri keuangan.

Pasalnya melalui inovasi teknologi dapat mengubah berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali di bidang keuangan. Bila selama ini untuk meminjam sejumlah dana dalam gambaran kita cenderung kaku dan sedikit rumit, sekarang dengan keberadaan fintech hal itu menjadi terpatahkan.

Sebenarnya fenomena industri fintech mulai populer di Indonesia pada medio tahun 2016, kemudian semakin populer sehingga bermunculan ribuan fintech yang terdaftar di OJK. Fintech seperti sebuah fenomena sosial yang membalikkan paradigma industri finansial yang selama ini terkesan kaku dan njlimet menjadi lebih mudah dan efisien.

Membaca Peluang Pertumbuhan Industri Fintech

Teknologi yang berkembang sangat pesat kemudian dikawinkan dengan industri finansial sukses mengubah pola perilaku konsumen di perkotaan. Bagi masyarakat diperkotaan tidak sulit untuk mengakses fintech, bahkan fintech sudah mewarnai aktivitas keseharian baik dalam layanan pembayaran hingga pembiayaan.

Sehingga uang tunai sebagai instrumen pembayaran pun terkadang jarang digunakan. Bahkan untuk keperluan mendesak tak jarang fntech menjadi solusi.

Director of Corporate Affair and Public Realitons Akulaku Indonesia, Anggie Setia Ariningsih mengatakan berdasarkan survey Fintech News Singapore yang merilis data bahwa masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan fintech berbasis pembayaran sebesar 38 persen dan 31 persen untuk layanan pinjaman pada tahun 2018.

Mengutip pendapat Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira dimana Bhima menjelaskan potensi fintech masih sangat besar mengingat sektor yang tak tersentuh perbankan masih juga sangat besar. Sebab menurutnya hanya setengah dari penduduk Indonesia usia dewasa yang memiliki rekening di Bank.

"Potensi fintech untuk sektor unbankable masih sangat besar. Hal ini ditunjukkan oleh rasio penyaluran kredit terhadap PDB yang masih berada di angka 39,1 persen (World Bank, 2015),"katanya di hubungi di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Adrian Gunadi selaku CO-Founder dan CEO Investree sepakat bahwa pada realitanya potensi fintech masih terbuka peluang untuk terus berkembang, dalam rangka mengisi kekosongan terutama terhadap permintaan modal dari UMKM yang belum tersentuh perbankan. Khususnya Peer to Peer lending (P2P) dimana Adrian menjelaskan dalam sebuah wawancara di Kompas TV (12/4/2017) bahwa melihat momentum pertumbuhannya P2P lending bakal tumbuh 20-30 persen dari potensi yang ada.

Sementara jika merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ada yang lebih menarik lagi hingga Maret 2019 akumulasi jumlah pinjaman daring mencapai Rp33,2 triliun dengan jumlah outstanding senilai Rp7,79 triliun. Artinya potensi fintech sangat menjanjikan jika diramu dengan benar. Terlebih keberadaan fintech saat ini sudah di cover dengan Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 dan Peraturan OJK Nomor 13/POJK.02/2018 yang diyakini mampu memayungi industri fintech ke depan.

Menjawab Tantangan Fintech Terhadap UMKM di Pedesaan

Lantas, bagaimana dengan dampak industri fintech terhadap masyarakat dan pelaku usaha di pedesaan? Utamanya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di pedesaan, dimana mereka sangat membutuhkan modal namun belum tersentuh layanan perbankan karena tidak punya jaminan atau karena lain hal. 

Sebab kendati memiliki potensi yang besar dan telah dirasakan oleh masyarakat perkotaan. Akan tetapi,  fintech harus menjawab tantangan cukup sulit dalam memperkenalkan fintech untuk masyarakat kelas rendah di pedesaan.

Lantaran aplikasi teknologi harus terus dikembangkan supaya nantinya mudah dipahami dan bisa diadopsi oleh masyarakat pedesaan yang notabene belum sepenuhnya melek teknologi.

Kemudahan dan teknologi harus dibuat sesederhana mungkin, sehingga mampu melayani kebutuhan permintaan modal bagi masyarakat pelaku UMKM. Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan sejatinya perkembangan UMKM di daerah masih rendah lantaran terkendala modal dan ruang inilah yang harus diisi oleh fintech.

Sebab menurutnya porsi kredit UMKM terhadap total kredit stagnan dikisaran angka 20-22 persen. Selain itu, hanya setengah penduduk dewasa yang memiliki rekening di bank. Angka-angka tersebut menunjukkan pelayanan perbankan, terutama di segmen pelayanan kredit masih sangat rendah tingkat penetrasinya.

Masyarakat desa dan pelaku UMKM yang belum terlalu mengenal teknologi finansial. Karena itu membutuhkan waktu untuk diberikan pemahaman mendalam baik dari sisi inklusi keuangan, maupun dari sisi pengenalan sistem teknologi digital.

Kendala lain seperti jaringan internet yang menjadi penunjang utama tumbuhnya industri fintech juga belum terdistribusi secara merata di berbagai daerah. 

"Yang menjadi tantangan adalah teknologi fintech untuk menyasar kelas bawah perlu dibedakan dengan fintech di perkotaan. Kita lihat contoh yang sukses di Afrika, dengan M-Pesa handphone tanpa internet sudah bisa lakukan transfer, dan menyimpan uang. Jadi kalau fintechnya berbasis smartphone yang belum tentu terjangkau kelas bawah, ya susah juga penetrasinya,"pungkasnya. []

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Kesiapan Kalimantan Tengah Jadi Calon Pemindahan Ibu Kota Negara

Image

Ekonomi

OJK Sebut Berhasil Cekal 900 Fintech Ilegal

Image

News

Nenek Jumantan Gosok Gigi di Pinggir Sungai, Tiba-tiba Tangannya Disambar Buaya

Image

News

Sempat Hentikan Pelayanan Publik, Kemendagri Tak Jatuhkan Sanksi pada Wali Kota Tangerang

Image

Ekonomi

Indepth

Motor Baru Penggerak Perekonomian Indonesia Itu Bernama 'UMKM'

Image

Ekonomi

Toma Tomi Sulap Tomat Menjadi Manisan Ramai Dilirik Pengunjung

Image

Ekonomi

Serapan Anggaran Kemenkop Tahun 2018 Capai 90,89 Persen, untuk Apa Saja?

Image

News

Depok akan Terapkan Kebijakan Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Image

News

Tangis Keluarga Pelajar Korban Pembacokan di Depok

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pilih Jadi Mediator Antara Sekarga dan Rius, Hotman Paris: Jangan Bayar Saya!

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea memilih jadi mediator dalam kasus perseteruan antara Sekarga dan youtuber Rius Vernandez.

Image
Ekonomi

Pemerintah Laporkan Penyaluran KUR Pariwisata Capai Rp279 Miliar

Penyaluran KUR Pariwisata sebesar Rp279 Miliar dan akan disalurkan kepada 6.911 debitur di Banyuwangi-Jawa Timur untuk tahun 2019.

Image
Ekonomi

Rhenald Kasali: KPPU Harusnya Belajar, Garuda dan Sriwijaya Beda Market!

Sejatinya KPPU harus belajar karena meskipun sesama airlines namun market Garuda Indonesia dan Sriwijaya berbeda.

Image
Ekonomi

Kesiapan Kalimantan Tengah Jadi Calon Pemindahan Ibu Kota Negara

Kalimantan Tengah merupakan provinsi terluas kedua setelah Papua.

Image
Ekonomi

Aliran Modal Asing yang Masuk Per 18 Juli 2019 Sebesar Rp192,5 Triliun

Aliran modal asing yang masuk atau capitap inflow hingga 18 Juli 2019 mencapai Rp192,5 triliun.

Image
Ekonomi

Trump Curigai Qatar Airways Main Curang dan Rugikan Maskapai AS

AS menduga Qatar Airways dan Uni Emirat Arab mendapat subisidi dari negara asalnya yang dinilai merugikan.

Image
Ekonomi
Indepth

Menilik Urgensi Gonta-Ganti Direksi Versi Rini Soemarno

Kementerian BUMN meminta HIMBARA dan PGN menggelar RUPSLB, hal itu untuk melihat kinerja laporan keuangan selama Semester I-2019.

Image
Ekonomi

Bos BI Perkirakan Inflasi Juni 2019 Sebesar 0,2 Persen

Perry Warjiyo memperkirakan inflasi pada Juli 2019 sebesar 0,2 persen secara month to month dan 3,2 persen secara year to year.

Image
Ekonomi

Ingin Beli Mobil Baru di GIIAS? Kuy Simak Tipsnya Agar Dapat Harga Murah

Beberapa tips mendapatkan mobil baru dengan harga murah yang bisa dipertimbangkan.

Image
Ekonomi

Gembar-Gembor Waste To Energy, Proyek PLTSa Justru Beri Kerugian?

Proyek PLTSa pada tahapan perencanaannya diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis sampah menjadi pendapatan asli daerah.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Bikin Merinding, Bocah 4 Tahun Asal Australia Ini Mengaku Reinkarnasi Putri Diana

  2. Soal Bambu Getah Getih Anies, Komut Adhi Karya: Benda Paling Menganggu Akhirnya Dibongkar

  3. Cerita Kakek 94 Tahun Asal Indonesia Diundang Raja Salman ke Tanah Suci

  4. Perobohan Bambu Getah Getih, Tsamara: Setengah Miliar Dikeluarkan dan Kini Hancur

  5. Anyaman Bambu Seharga Rp550 Juta Dibongkar Karena Rusak, PDIP: Dulu Katanya Tahan Lama!

  6. BPBD Jawa Tengah Peringatkan Warga Soal Bahaya Tsunami di Empat Wilayah Ini

  7. 5 Kisah Pembunuhan Kejam Sepanjang Sejarah, Ada Mayat yang Dijadikan Hidangan

  8. 13 Korban Tewas Akibat Bentrokan di Mesuji Akan Dimakamkan oleh Pihak Keluarga

  9. Syamsuddin: Bagaimana Kita Percaya Jenderal Polisi Bisa Pimpin KPK Jika Kasus Novel Saja Gagal Diungkap

  10. Bambu Getah Getih Dibongkar, Begini Respons Sang Seniman

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik