image
Login / Sign Up

Menanti Indonesia 'Menang' dalam Perang Dagang

Anggi Dwifiani

Indepth

Image

Petugas beraktifitas di pelabuhan peti kemas Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/6). Aktivitas bongkar muat di kawasan tersebut masih sepi dan belum pulih pasca libur lebaran. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Perang dagang Amerika Serikat dengan China telah berlangsung hampir satu tahun, sejak Washington menerapkan tarif impor tambahan pada Agustus 2018. Hal tersebut karena menurut Presiden AS Donald Trump, defisit perdagangannya dengan Beijing perlu diperbaiki dengan penerapan tarif.

Sejauh ini, AS telah menambah 25 persen pada USD300 miliar barang impor Cina. Negeri Tirai Bambu sendiri telah menerapkan tarif baru pada impor AS senilai USD60 miliar.

baca juga:

Dampak langsung adalah untuk kedua negara, seperti terjadi penurunan sebanyak 8,5 persen untuk impor China di AS pada Mei 2019, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor China, terutama ke AS, diperkirakan mengalami penurunan serupa.

Dampak tidak langsung adalah pertumbuhan global. Diperkirakan, akan melemah sekitar 0,5 persen pada 2020 menjadi 2,6 persen, terlemah sejak krisis keuangan global 2008.

Indonesia kalah start manfaatkan perang dagang dengan Vietnam dan Meksiko

Sementara, Sino-AS terus berunding untuk menyelesaikan perang dagang. Hal ini membuat proyeksi pertumbuhan global pun tidak pasti. Ketidakpastian mendorong perubahan dilematis dalam ekonomi global.

Namun, hal inilah yang akan menentukan pemenang dan pecundang dari perang dagang, dan Indonesia harus mengambil keuntungan alias memenangkan pertempuran global. Sementara, telah ada dua negara yang telah diuntungkan dalam perang dagang, yaitu Vietnam dan Meksiko.

Vietnam diuntungkan karena perusahaan, seperti Apple, memindahkan pabriknya dari Cina ke negara itu. Hanoi telah menerima sistem fasilitas preferensi generalisasi atau kemudahan ekspor ke AS. Hal ini yang membuat Vietnam menjadi pasar menguntungkan.

Di lain pihak, Meksiko, lokasinya cenderung dekat dengan Amerika dan memiliki hubungan perdagangan bilateral baik dengan Washington.

Namun, Indonesia masih belum merasakan keuntungan seperti Vietnam dan Meksiko. Untuk itu, Indonesia harus melakukan cara terbaik dalam merespon dan beradaptasi. Sejumlah keputusan kebijakan inovatif dan cenderung ke luar negeri pun diperlukan.

Hal ini berlandaskan sejumlah hal. Pertama, investor tidak mencari negara Asia berkembang, seperti Indonesia, untuk menggantikan penurunan produksi China. Fakta menunjukan, tiga bulan pertama 2019 terjadi penurunan tajam dalam investasi asing langsung Indonesia, dari USD10,5 miliar pada akhir Desember 2018 menjadi USD5,4 miliar pada akhir Maret.

Kedua, perlambatan China sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia dan salah satu mitra dagang utama Indonesia hanya semakin mengurangi investasi asing dan berdampak buruk pada ekspor barang mentah seperti minyak kelapa sawit, kayu, karet dan batubara.

Dan terakhir, ikatan perdagangan Indonesia dengan AS hanya ekspor barang komoditas, bukan manufaktur. Hal ini berarti belum memanfaatkan tarif AS, yang mayoritasnya pada manufaktur.

Oleh karena itu, untuk mengambil keuntungan, Indonesia perlu memikirkan kembali daya tawarnya dalam pasar internasional.

Cara agar Indonesia ikut menjadi pemenang

Ada beberapa strategi yang bisa diambil pemerintah untuk keluar sebagai pemenang dari perang dagang, yaitu, Indonesia harus mengejar perjanjian kerja sama perdagangan regional dengan negara lain untuk mengamankan volume ekspor-impor.

Keuntungan kerjasama ini dapat terlihat dari  kesepakatan Uni Eropa dengan Meksiko dan Jepang. Perjanjian ini telah mengurangi bahkan menghapus tarif untuk hampir semua barang.

Kemudian, Indonesia harus terus mempertahankan aliran masuk modal asing dan menjaga nilai tukarnya stabil. Bank Indonesia memperkirakan neraca pembayaran negara akan terus menguat selama didukung oleh peningkatan aliran masuk modal asing dan pengurangan defisit neraca berjalan, saat ini sekitar 2,5 hingga 3 persen dari PDB. Pada Februari, sejatinya Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD0,33 miliar.

Terakhir, pemerintah perlu mendorong lebih banyak industri manufaktur berbasis ekspor. Pasalnya, perusahaan multinasional membutuhkan basis produksi yang cukup untuk mengisi kekosongan bahan dari produk China.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Hiburan

Angel Lelga Optimis Putus Rantai Penipuan Vicky Prasetyo

Image

Hiburan

Kerap Dibandingkan dengan Agnez Mo, Begini Kata Cinta Laura

Image

News

Arab Saudi Terima Pengiriman Pasukan AS Demi Tingkatkan Keamanan Kawasan

Image

News

Gelombang Panas Berbahaya Mulai Hampiri AS dan Kanada

Image

Ekonomi

Pasar Modal Tunjukkan Kinerja Positif di Pekan Ketiga

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia U-19

Hadapi Deltras Sidoarjo, Fakhri Kembali Lakukan Rotasi

Image

Olahraga

Liga 2 Indonesia 2019

Petik Kemenangan Atas Persita, Persiraja Duduki Puncak Klasemen Sementara

Image

Ekonomi

Mirza Tekankan Pentingnya Pengelolaan Utang Luar Negeri dengan Baik

Image

News

Coba-coba Kritik Utang Negara, Rustam Ceramahi Tengku Zulkarnain

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Saldo Nasabah Tiba-tiba Berubah, Ini Jawaban Bank Mandiri

Bank Mandiri memastikan tidak ada dana yang berkurang.

Image
Ekonomi

Bank Mandiri Error! Saldo Nasabah Berubah Drastis dan Ada yang Rp0,-

Nasabah Bank Mandiri panik dan kebingungan lantaran saldo di rekening mereka mendadak berubah drastis.

Image
Ekonomi

Pasar Modal Tunjukkan Kinerja Positif di Pekan Ketiga

IHSG pekan ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,31 persen

Image
Ekonomi

Menko Darmin Pastikan Kebijakan Pajak Super Mampu Kembangkan Vokasi

Darmin memastikan pemberian insentif pengurangan pajak penghasilan bruto di atas 100 persen dapat mengembangkan vokasi.

Image
Ekonomi

Mirza Tekankan Pentingnya Pengelolaan Utang Luar Negeri dengan Baik

Mirza Adityaswara menyampaikan pentingnya pengelolaan utang luar negeri secara baik untuk mendukung perekonomian Indonesia.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Jadi Alat Trump, Ketidakpastian Perang Dagang Akan Berlanjut Hingga 2020

Dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China diperkirakan berlanjut setidaknya hingga 2020.

Image
Ekonomi

Penurunan Suku Bunga Bisa Memacu Ekspor dan Perbaiki Neraca Indonesia

Pertumbuhan ekspor penting untuk menjaga Neraca Perdagangan yang termasuk Neraca Pembayaran Indonesia, agar stabilitas eksternal terjaga.

Image
Ekonomi
Indepth

Pro Kontra Investasi Dalam Pidato Jokowi

Secara lantang Jokowi mengatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang menghambat jalan masuknya investasi.

Image
Ekonomi

Kemendes Dorong Desa Ekspor Produk Unggulan

Kemendes PDTT mendorong pemerintah desa menjual produk unggulannya bukan hanya di lokal daerah

Image
Ekonomi

Indonesia Bisa Menangkan Perang Dagang, Jika...

Fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat China dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Indonesia.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. 10 Pesona Minati Atmanegara, Awet Muda di Usia 60 Tahun

  2. Kesal, Regi Datau Harus Bayar Makan Sampai Rp64 Juta Karena Ayu Dewi

  3. Netter Sebut Jokowi 'Bloon', Gibran: Ya Pak, Maaf Pak

  4. Taruh Modal Rp600 Juta, Arie Untung Ngaku Gak Dapat Untung Bisnis Sama Pablo Benua

  5. Sekilas Mirip Kawasaki Ninja, Kendaraan Pria Ini Bikin Geger Warganet

  6. Tuai Pujian, Kisah Aiptu Rukur Sidabutar Berhasil Mengantarkan Tiga Putranya Lulus Akademi Militer

  7. Pembuat Anyaman Getih Getah di Bundaran HI Sebut Anggaran Produksi Karyanya Tak Sampai Rp 300 Juta

  8. Ternyata Salmafina Didesak Wawancara Khusus Hingga Pakai Kalung Salib di Acara Rumpi

  9. Seorang Pria Tewas Di Dalam Mobil Berplat TNI Di Ciracas

  10. Gerindra Minta Masyarakat Tak Salahkan Anies Soal Pembongkaran Getih Getah di HI

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik