image
Login / Sign Up
Image

Siswanto Rusdi

Direktur The National Maritime Institute (Namarin)

Geger Bisnis Tanker Dunia

Image

Kapal Tanker Minyak |

AKURAT.CO Kokuka Courageous, sebuah tanker berbendera Panama, yang terbakar setelah meledak di perairan Teluk Oman beberapa waktu lalu menjadi penanda bahwa bisnis tanker dunia tengah geger dan tidak diketahui sampai kapan terus bergolak. Beruntung kebakaran bisa diatasi sehingga perairan sibuk tersebut tidak membara. Apa yang menimpa Kokuka Courageous menambah panjang daftar kapal tanker yang menjadi korban perseteruan politik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu belakangan ini.

Sebelumnya, dua pengangkut minyak jumbo (very large crude carrier/VLCC) milik pelayaran Arab Saudi, Amjad dan Al Marzoqah, disabotase di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab, dalam pelayaran menuju Teluk Arab. Lagi, beruntung tidak terjadi kebakaran hebat maupun tumpahan minyak akibat sabotase yang dijalankan oleh pihak yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

baca juga:

Petaka juga menyerang Sea Shark, sebuah tanker berkebangsaan Panama yang mengangkut 1,1 juta barel minyak mentah (crude oil) yang bernilai US$75 juta dari terminal BBM di Pulau Kharg, Iran, kendati sedikit berbeda dengan tiga kapal yang disebut sebelumnya. Dilaporkan oleh Maritime Bulletin, portal berita kemaritiman berbasis di Krimea, kapal yang dimiliki oleh Al Safeena Al Bahria Shipping, Uni Emirat Arab itu ditahan oleh AL Mesir –sejak akhir November 2018– karena memasuki perairannya secara ilegal. Untuk bisa berlayar kembali, pemilik harus membayar uang denda sebesar US$56 juta.

Tiga puluh satu kru kapal dari berbagai negara mulai resah karena tak jelas kapan bisa pulang. Mereka inilah yang kini menjadi pusat perhatian media menyusul aksi mereka mengirim kabar ke kantor berita Rusia TASS dan meminta pertolongan atas nasib pahit yang sedang mendera. Kendati demikian, sedikit keberuntungan masih berpihak kepada mereka. Pasalnya, perusahaan masih membayar gaji yang menjadi hak mereka. Biasanya, dalam setiap kasus penahanan kapal, ABK merupakan korban; sudahlah badan terkungkung di atas kapal (sering dengan pasokan makanan yang minim), gaji pun tidak dibayar.

Menguntungkan vs Berbahaya

Bisnis pelayaran tanker terhitung unik dibanding yang lainnya. Angeliki Frangou, chairman, CEO dan Direktur Navios Maritime Holdings, Yunani mengungkapkan, “What’s bad for the world is good for the tanker market”. Salah satu keunikan bisnis tanker adalah ia begitu lekat terkait dengan situasi politik di negara penghasil minyak. Sehingga, pergolakan politik yang terjadi di sana dapat dipastikan akan mempengaruhi pengapalan BBM dan pada gilirannya berdampak pada pengangkut atau transporter-nya.

Keterkaitan antara politik bisnis tanker ini pernah dimunculkan oleh penulis buku Maritime Economics, Martin Stopford. Ia mempelajari kasus penutupan Terusan Suez pada 1950an dan 1960an di mana banyak perusahaan pelayaran yang meraup untung besar dari peristiwa itu. Persis seperti yang diungkap oleh Angeliki Frangou di muka. Operator tanker meraup untung besar dari setiap pergolakan politik Timur Tengah, menurut Stopford, karena ongkos sewa/charter tanker dipastikan akan menggelembung. Ongkos sewa naik disebabkan operator kapal harus mencari rute alternatif sehingga perjalanan yang tempuh kapal lebih panjang.

Bila tanker biasanya melintasi Terusan Suez dan, katakanlah, terjadi konflik di Mesir, mereka biasanya mengalihkan jalur melalui Tanjung Harapan, di bagian selatan Benua Afrika. Kalau pun tanker tetap harus melintasi kawasan yang rawan, operatornya akan mengenakan berbagai biaya tambahan (surchage) semisal war risk surcharge. Lagi, cuan bagi pemilik tanker. Last but not least, keuntungan operator tanker juga didongkrak oleh saham mereka yang bullish di bursa saham. Ini sisi keuntungan yang didapat oleh pelayaran tanker di tengah gejolak politik di Timur Tengah. Namun, bisnis ini juga rawan.

Salah satunya, kapal tanker rawan terhadap serangan perompakan. Menurut data International Maritime Bureau (IMB), sepanjang Januari-Desember 2018, 50 tanker menjadi korban serangan lanun di berbagai belahan dunia. Angka ini merupakan kedua tertinggi setelah bulk carrier, yang mencapai 59 serangan. Sementara, kapal peti kemas 18 serangan dan kapal tipe lainnya sebanyak 74 serangan. Ada hal menarik yang bisa dicatat dari kasus perompakan terhadap armada tanker. Yaitu, perlakuan gerombolan perompak terhadap obyek yang mereka kuasai.

Pertama, sebut saja model Afrika. Kapal ditahan, perompak meminta tebusan kepada pemilik kapal. Begitu ransom (tebusan) didapat kapal, kru dan muatan dilepas tanpa lecet sedikit pun. Kedua, model Asia. Para perompak menguasai kapal dan ABK disandera. Muatan dialih-muat/siphoning ke tanker lain yang sudah disiapkan terlebih. Ketika semua proses selesai, kapal berikut kru dilepas. Menariknya, kapal penampung BBM hasil perompakan tak pernah terdeteksi padahal sudah berulang kali terjadi perompakan dan siphoning.

Posisi Indonesia

Posisi Indonesia dalam percaturan bisnis tanker global lumayan unik. Uniknya begini. Dari sisi armada, sangat sedikit, jika tidak mau disebut tidak ada, kapal pengangkut BBM berbendera Indonesia yang wara-wiri di perairan laut lepas (high seas). Kebanyakan armada tanker nasional beroperasi di dalam negeri sehingga keamanannya relatif terjamin. Hanya satu kasus yang menimpa kapal tanker, yakni raibnya MT Namse Bangdzod yang dilaporkan hilang pada 27 Desember 2018.

Jawa Pos memberitakan, pada hari ke-50 hilangnya tanker tersebut (10 Februari 2019), muncul titik terang. MT Namse Bangdzod dikabarkan terlihat di radar pada posisi di Kepulauan Riau. Tiga hari kemudian (13 Februari 2019) kapal berada di Jakarta. Sayangnya, hingga kini tak jelas apakah kapal tersebut betul-betul telah ditemukan. Media terpantau tidak meng-update perkembangan terbaru setelah tanggal-tanggal tersebut.

Sebagai eksportir dan net importer BBM sekaligus, penjualan dan pembelian BBM dan produk BBM oleh Indonesia pengapalannya 90% dilakukan oleh tanker berbendera asing. Dan, ini sudah berlangsung lama dan menyedot jutaan dollar AS devisa nasional setiap tahunnya. Ada upaya pemerintah untuk memperkecil jurang ini –kendati baru dibatasi untuk pengangkutan batu baru, CPO dan beberapa komoditas lainnya– dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 82/2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu.

Tetapi, pemberlakuannya terpaksa diundur hingga 2020 karena ketiadaan armada dengan tonase besar. Naga-naganya, batas waktu tersebut akan kembali diperpanjang karena sampai saat ini belum terlihat upaya pengusaha pelayaran lokal membeli bulker dan tanker berkapasitas jumbo.

Jika untuk mengangkut batu bara dan CPO saja pelayaran dalam negeri masih keteteran, apatah lagi melayani pengapalan BBM. Itu berarti, kita akan tetap bergantung kepada VLCC asing untuk batas waktu yang tidak diketahui. Hanya saja, karena bisnis tanker tengah bergejolak, kita harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk penjualan dan pembelian BBM. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Kemendes Dorong Desa Ekspor Produk Unggulan

Image

Ekonomi

Indonesia Bisa Menangkan Perang Dagang, Jika...

Image

Ekonomi

Kemendag Dorong Pengolahan Sarang Burung Walet untuk Genjot Ekspor

Image

Ekonomi

6 Tahun Lagi, Ekspor Mobil Produksi RI Ditargetkan Capai 1 Juta Unit

Image

Ekonomi

Gencarkan Ekspor Sarang Burung Walet ke China, Ini Langkah Kemendag

Image

Ekonomi

Indonesia-Singapura Tingkatkan Perdagangan Hortikuktura Lewat Forum Kerjasama Agribisnis

Image

Ekonomi

Jokowi Bebaskan PPN Impor Kapal dan Pesawat

Image

Ekonomi

GAPKI Sebut Ekspor CPO Meningkatk 18 Persen

Image

Ekonomi

Asosiasi E-commerce Tegaskan Selalu Tertib Berikan Data Impor ke Pemerintah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Indepth

Pro Kontra Investasi Dalam Pidato Jokowi

Secara lantang Jokowi mengatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang menghambat jalan masuknya investasi.

Image
Ekonomi

Kemendes Dorong Desa Ekspor Produk Unggulan

Kemendes PDTT mendorong pemerintah desa menjual produk unggulannya bukan hanya di lokal daerah

Image
Ekonomi

Indonesia Bisa Menangkan Perang Dagang, Jika...

Fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat China dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Indonesia.

Image
Ekonomi

Kemendag Dorong Pengolahan Sarang Burung Walet untuk Genjot Ekspor

Kemendag mendorong pengusaha nasional untuk mengolah sarang burung walet dari barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

Image
Ekonomi

Kementan Launching BUN500 untuk Tingkatkan Sektor Perkebunan

Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan BUN500, program distribusi benih unggul perkebunan 500 juta batang 2019-2024 secara gratis

Image
Ekonomi

Akses Mudah Modal Murah, ini 3 Investasi yang Ramah pada Milenial

Dalam reksa dana, ada manajer investasi yang bertugas mengatur segala bentuk pengelolaan dana yang telah diinvestasikan

Image
Ekonomi

Faceapp Berbahaya? Ini Perspektif Bisnisnya

Ketenaran aplikasi Faceapp ternyata menjadi kekhawatiran di beberapa kalangan ahli forensik.

Image
Ekonomi

6 Tahun Lagi, Ekspor Mobil Produksi RI Ditargetkan Capai 1 Juta Unit

Kementerian Perindustrian optimistis jumlah ekspor mobil produksi Indonesia akan mencapai 1 juta unit pada tahun 2025.

Image
Ekonomi

Menteri PUPR: Masyarakat Perlu Adaptif Antisipasi Risiko Bencana Alam

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, masyarakat perlu terus berperilaku adaptif dalam mengantisipasi risiko bencana alam.

Image
Ekonomi

Pertamina Gandeng PTN Perkuat Pengembangan Operasional Kilang Nasional 

Saat ini Pertamina sedang memperkuat kinerja pengolahan dengan terus mengembangkan operasional 6 kilang eksisting.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. 5 Kisah Pembunuhan Kejam Sepanjang Sejarah, Ada Mayat yang Dijadikan Hidangan

  2. BPBD Jawa Tengah Peringatkan Warga Soal Bahaya Tsunami di Empat Wilayah Ini

  3. Nikita Mirzani Ditetapkan Sebagai Tersangka, Tessa Mariska: Selamat Ya Kamu

  4. Di Luar Negeri, Anies Bisa Kendalikan Sistem Pemerintahan Jakarta Lewat Aplikasi Chatting

  5. Gugatan Ditolak, Seorang Pengacara Sabet Kepala Hakim Pakai Ikat Pinggang

  6. Meski Diremehkan, Timnas Indonesia Berpeluang Lolos dari Grup G

  7. Jika Garbi Jadi Parpol, Pengamat: Bakal Menambah Perpecahan di PKS

  8. 7 Potret Aksa Uyun, Anak Sulung Soimah yang Baru Beranjak SMA

  9. Rupiah Bersorak Akhirnya BI Pangkas Suku Bunga

  10. Viral Lagi, Aplikasi FaceApp Ternyata Berbahaya

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik