image
Login / Sign Up

Kemungkinan Hasil Pertemuan Xi Jinping dan Trump: Gencatan Perang Dagang?

Anggi Dwifiani

Indepth

Image

Ilustrasi | ISTIMEWA

AKURAT.CO Amerika Serikat berharap ada pembicaraan lanjutan setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Jepang pada Sabtu (29/8/2019).

Namun, Washington tidak dapat menerima perubahan apapun terkait penggunaan tarifnya dalam perang dagangnya. Hal itu diungkapkan oleh pejabat senior administrasi Presiden AS Donald Trump yang tidak ingin disebut namanya.

"Kedua pihak dapat setuju untuk tidak menerapkan tarif baru karena terlihat ada tanda-tanda ingin lancarnya negosiasi dagang. Tetapi saya tidak bisa memastikan," kata pejabat itu, yang dilansir dari Japan Times, Rabu (27/6/2019).

baca juga:

"AS tidak berharap pertemuannya dengan Xi Jinping mencapai kesepakatan baru. Hal ini karena Washington ingin Beijing kembali menyetujui kesepakatan yang telah hancur," kata pejabat itu.

Sementara Trump telah mengancam jika kesepakatan gagal tercapai dalam pertemuan tersebut, ia akan mengenakan tarif impor untuk USD325 miliar atau sisa barang China yang belum dikenakan tarif, termasuk ponsel, komputer dan pakaian.

Sementara China tidak melunakan posisinya dan mengatakan pada Senin (24/6/2019), AS dan China harus membuat perjanjian yang menguntungkan kedua pihak.

Harapan China pada kemajuan dan AS kemunduran perjanjian itu membuat pertemuan yang rumit antara Trump dan Xi pada pertemuan puncak Kelompok 20 di Osaka. Pertemuan ini merupakan yang pertama sejak AS menuduh China mengingkari janji reformasi yang dibuatnya.

Meksipun, pertemuan pertama, sejak AS menuduh China mengingkari janji reformasinya, dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri China Liu He, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang mahir dalam membantu terbukanya jalan pembicaraan,  harapan baik untuk pertemuan itu sejauh ini tampaknya rendah.

Memang telah ada skenario kasus terbaik, yaitu dimulainya kembali perundingan resmi, sehingga menurunkan kekhawatiran pasar terhadap merosotnya ekonomi global. Namun, penasehat Trump menilai, tidak ada kesepakatan dagang yang diharapkan AS pada pertemuan tersebut. Yang ada hanyalah tahap awal untuk bernegosiasi lebih lanjut, hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Permulaan negosiasi ini hanya dapat menghentikan sementara penerapan tarif.

Namun, yang lebih buruk, jika Trump tidak melihat kemajuan dan memutuskan untuk menaikkan tarif, hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia akan semakin memburuk.

“Saya pikir jika kedua negara mulai menerapkan tarif tambahan, tidak akan ada pembicaraan," kata penasehat itu.

Hal ini mengingat AS ingin China kembali ke rancangan kesepakatan yang hampir rampung, terutama terkait perubahan undang - undang yang menjadi masalah utama perang dagang. Beijing sendiri ingin Washington menghapus tarif.

Namun, Trump optimis ada peluang tercapainya perjanjian dagang.

Sementara, penasehat Trump optimis akan ada pertemuan lanjutan antara pejabat perdagangan utama kedua negara, setelah KTT G-20 ini. Hal ini karena terdapat nama - nama negosiator baru untuk pertemuan KTT G-20 yang kemungkinan sangat kuat pendiriannya.

Ia juga mengatakan, Trump dan Xi tidak akan merampungkan banyak hal dalam perjanjian, namun kasus dilarangnya Huawei untuk berbisnis dengan perusahaan AS pasti dibicarakan dalam perundingan.

Terkait perang dagang, Washington telah menerapkan tarif impor 25% untuk USD250 miliar barang-barang Cina, mulai dari semi-konduktor hingga furnitur.

AS juga menekan Huawei pada beberapa hari terakhir karena dianggap sebagai ancaman keamanan.

Penekanan itu membuat sekitar selusin operator telekomunikasi AS di pedesaan yang bergantung pada peralatan jaringan Huawei tengah melobi saingan terbesar Huawei, Ericsson dan Nokia, untuk mengganti peralatan China di pedesaan itu, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Selain itu, grup riset Huawei Futurewei Technologies Inc., telah memindahkan operasinya dari induk perusahaannya di AS sejak pemerintah Trump pada Mei menempatkan Huawei pada daftar hitam perdagangan, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Trump sendiri sebenarnya bersedia untuk memasukkan masalah Huawei dalam kesepakatan perdagangan, meskipun ungkap penasihatnya, ada dampak buruk pada keamanan nasional.

Sementara itu, perusahaan pengiriman paket AS FedEx Corp. pada Senin menggugat pemerintah AS karena seharusnya tidak ikut campur ketika FedEx secara tidak sengaja mengirimkan produk yang melanggar aturan Trump terkait barang ekspor ke beberapa perusahaan Cina.[]

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Japan Times

berita terkait

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Bank Sentral Korsel Pangkas Suku Bunga di Tengah Ketegangan dengan Jepang

Image

Ekonomi

Perang Dagang

IMF Dorong Setiap Negara Hindari Kebijakan yang Mendistorsi Perdagangan

Image

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Merosot Tajam Karena AS

Image

News

Australia Desak China Izinkan Seorang Ibu Uighur dan Anaknya Tinggalkan Xinjiang

Image

Ekonomi

Kalut Isu Global, Rupiah Terdampar ke Zona Merah

Image

Olahraga

FOTO Della/Rizki Menang Dengan Tiga Gim Dari Pemain China

Image

News

Seret Nama Indonesia, Ini 4 Fakta Kasus 'Ratu Penipu Hollywood' yang Menghebohkan

Image

Ekonomi

Perang Dagang

China Tolak Tudingan Donald Trump Soal Pelambatan Ekonomi Negaranya

Image

News

Kasus Pembantaian Rohingya, AS Sanksi Berat Panglima Militer Myanmar

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Bank Sentral Korsel Pangkas Suku Bunga di Tengah Ketegangan dengan Jepang

Ini menandai penurunan suku bunga pertama dalam sekitar tiga tahun sejak Juni 2016.

Image
Ekonomi

Teknologi Trenchless Bisa Kebut Pembangunan Industri Jasa Konstruksi

Salah satu teknologi konstruksi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi pada percepatan pembangunan adalah teknologi trenchless.

Image
Ekonomi

Jelang RDG, BI Disarankan Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Bps

Kepala Penelitian Makroekonomi dan Finansial LPEM UI Febrio Kacaribu mengatakan BI perlu menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Image
Ekonomi

Kementerian BUMN Benarkan Soal Pergantian Direksi Himbara

Kementerian BUMN membernarkan pergantian direksi dan/komisaris beberapa Himbara.

Image
Ekonomi

Pemerintah Akan Evaluasi Layanan dan Fasilitas Rest Area di Seluruh Ruas Jalan Tol

Kementerian PUPR mendorong BUJT untuk dapat memenuhi dan meningkatkan pelayanan di rest area.

Image
Ekonomi

Asosiasi E-commerce Tegaskan Selalu Tertib Berikan Data Impor ke Pemerintah

Bima berharap DJBC dapat menjelaskan lebih spesifik terkait detail data transaksi yang diminta.

Image
Ekonomi

Pemerintah Siapkan Regulasi 'Bendung' Barang Impor dari E-commerce

Pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk membendung masuknya impor barang konsumsi melalui sektor perdagangan berbasis elektronik.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

IMF Dorong Setiap Negara Hindari Kebijakan yang Mendistorsi Perdagangan

Ketegangan perdagangan sejauh ini tidak secara signifikan mempengaruhi ketidakseimbangan neraca berjalan global, tetapi membebani investasi

Image
Ekonomi

Menteri Keuangan Negara-negara G7 Tolak Libra Facebook

Rencana besar-besaran perusahaan media sosial untuk meluncurkan koin digital telah bertemu dengan suara sumbang dari bank, regulator dll.

Image
Ekonomi

Soal Pelarangan Ambil Foto, Ombudsman: Manajemen Krisis dan Komunikasi Publik Garuda Lemah

Ombudsman sempat meminta penjelasan mengenai kebenaran adanya menu tulisan tangan untuk kelas bisnis.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Visi Indonesia Jokowi Bertolak Belakangan dengan Visi dan Misi Kampanye Pilpres

  2. YouTuber Rius Vernandes Dipanggil Polisi Usai Beberkan Menu Makanan Garuda Indonesia Ditulis Tangan

  3. AFC Sebut Indonesia Bisa Sulitkan Raksasa Asia

  4. Sindiran Pedas Abdillah Toha kepada Pendukung Prabowo yang Kecewa: Merasa Kuda Tunggangan Mereka Telah Hilang

  5. Viral Larangan Foto di Pesawat, Pesan Warganet untuk Garuda Indonesia: Gak Usah Aneh-aneh, Teruskan Tingkatkan Layanan Saja

  6. 'Ga Pulang-pulang', Biaya Per Bulan Habib Rizieq di Saudi Lebihi Rp36 Juta

  7. Pertemuan Jokowi-Prabowo Dinilai Telah Menyudutkan Kelompok Radikal

  8. Tak Mau Ajukan Banding, Ratna Sarumpaet Mengaku Lelah Hadapi Proses Sidang yang Panjang

  9. Posting Foto Mesra, Tanda Nagita Slavina Hamil Anak Kedua Makin Kuat

  10. Ke Amien Rais, Dedek: Saya Sarankan Mbah Pensiun Saja, Punten, Sudah Tak Compatible dengan Zaman

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik