image
Login / Sign Up

OJK Revisi Target Pertumbuhan Kredit Perbankan Jadi 9 - 11 Persen

Siti Nurfaizah

Image

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memberikan keterangan mengenai cuti bersama 2018 di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta Pusat, Senin (7/5). Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri telah diputuskan cuti bersama sebanyak tujuh hari sehingga total libur Lebaran menjadi 10 hari pada 11-20 Juni 2018. Pemerintah telah mendengarkan sejumlah aspek mulai dari sosial, ekonomi dan lain-lain untuk mengeluarkan keputusan tersebut | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan merevisi ke bawah target pertumbuhan kredit perbankan menjadi 9 persen - 11 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2019 karena dampak perang dagang di pasar global yang berimbas ke daya ekspor dan juga kebutuhan pembiayaan dunia usaha.

"Ada beberapa bank yang tertunda (penyaluran kredit). Faktornya beragam. Ada juga karena imbas perang dagang," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin malam (17/6/2019).

Berdasarkan paparan Wimboh di depan Komisi XI DPR, OJK merevisi pertumbuhan kredit 2019 dari sebelumnya sebesar 10 persen - 12 persen (yang disusun Oktober 2018) menjadi 9 persen - 11 persen pada tahun ini. Jika dinominalkan pertumbuhan kredit 9 persen - 11 persen berarti terjadi penambahan kredit Rp538 triliun.

Wimboh mengatakan perang tarif antara AS dan China telah mengurangi optimisme dunia usaha mengenai kapasitas permintaan ekspor dari negara-negara yang terimbas perang dagang.

"Otomatis, kalau ekspornya dikenakan tarif jadi eksportir tidak bisa produksi banyak. Kalau produksi terganggu yang mulai berdampak," ujarnya dilansir dari Antara. 

Meskipun turun, Wimboh masih optimistis pertumbuhan kredit perbankan tahun ini akan berada di bias atas rentang pertumbuhan kredit atau 11 persen.

"Jadi kalaupun turun itu akan kena batas atasnya. Sekarang saja masih dua digit, pertumbuhan kredit di sekitar 11 persen," ujar dia.

Wimboh menekankan koreksi pertumbuhan kredit itu karena murni faktor ekonomi eksternal, bukan lemahnya permintaan kredit dari domestik.

Selain pertumbuhan kredit, OJK juga merevisi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan menjadi 7 persen - 9 persen dari sebelumya 8 persen - 10 persen.

Menurut Wimboh, penurunan DPK ini karena tekanan yang menimbulkan dana keluar. Dia tidak merinci penyebab tekanan itu.

"Tapi nanti akan kembali lagi, kalau 'inflow'-nya sudah banyak. Cadangan devisa kita juga saat ini masih baik yakni 124 miliar dolar AS per Mei 2019," ujar dia.

Untuk 2020, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit di 12 persen - 16 persen dan DPK di 10 persen hingga 13 persen.[] 

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Perry Tegaskan Peluang Penurunan Suku Bunga Masih Terbuka Lebar

Image

Ekonomi

OJK Tegaskan Terbuka Bagi Perbankan ASEAN Untuk Berbisnis di Indonesia

Image

News

Rapat Pimpinan Gagal Terus, Paripurna Tata Tertib Pengganti Sandiaga Diundur Entah Sampai Kapan

Image

News

KPK Periksa Anggota DPR RI Sukiman Terkait Kasus Suap APBN-P Pegunungan Arfak

Image

News

Rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI Jakarta Kembali Diundur

Image

Ekonomi

OJK Terus Memonitor Bank Mandiri dalam Memitigasi Kekacauan Sistem IT

Image

News

Sufmi Dasco: Gerindra Belum Bahas Kursi Pimpinan di Legislatif

Image

News

Hinca Harap Kader PSI yang Lolos Jadi Anggota Dewan Dapat Bantu Kerja Anies Baswedan

Image

News

60 Persen Anggaran Pendidikan Tercecer ke-16 Kementerian Tidak Diawasi DPR

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Perry Tegaskan Peluang Penurunan Suku Bunga Masih Terbuka Lebar

Perry Warjiyo mengatakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, peluang BI untuk kembali menurunkan suku bunga terbuka lebar.

Image
Ekonomi

Wah, Bos Lion Air Setuju Soal Laporan INACA Ke Ombudsman

Bos Lion Air Rusdi Kirana setuju dengan laporan INACA ke Ombudsman.

Image
Ekonomi

Menteri PUPR: Renovasi Masjid Istiqlal Rampung Maret 2020

Renovasi Masjid Istiqlal merupakan tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo

Image
Ekonomi

Rezim Pertama Jokowi, Menko Darmin Akui Pertumbuhan Ekonomi Belum Cukup Tinggi

Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi ke depan diperlukan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

China Akan Longgarkan Regulasi untuk Tarik Investasi Asing

Pemerintah China memutuskan akan mencabut sejumlah pembatasan investasi asing di sektor keuangan.

Image
Ekonomi

Akhirnya, Pos Indonesia Buka Suara Soal Isu Bangkrut

Pos Indonesia buka suara terkait isu bangkrut dan meminjam bank untuk pembayaran gaji karyawan.

Image
Ekonomi

Menko Darmin Tegaskan Sangat Fokus Pengembangan Vokasi

Menko Darmin mengatakan telah diputuskan bahwa pemerintah akan sangat fokus terhadap pendidikan dan pelatihan vokasi.

Image
Ekonomi

BPJS Kesehatan dan SGK Turki Jajaki Kerja Sama Sistem Jaminan

SGK juga memiliki kesamaan dengan BPJS Kesehatan, yakni menyediakan jaminan kesehatan bagi WNA yang sudah tinggal di Turki.

Image
Ekonomi

Menko Darmin Klaim Pemerintah Bakal Fokus Pada Kualitas SDM

Untuk menyiapkan suplai industri ke depan maka dibutuhkan tenaga kerja terampil dan memiliki skill mumpuni

Image
Ekonomi

Kemenkop Dorong Standarisasi Produk UKM Melalui S-PIRT

Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya meningkatkan daya saing produk UMKM khususnya yang bergerak di sektor makanan dan minuman.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Nunung Ditangkap Narkoba, Indro Warkop: Buat Gua yang Seperti Itu Banci

  2. Cibiran Teddy Gusnaidi ke Anies: Prestasinya ketika Dia Tidak Melakukan Apa-apa

  3. Kritik Ridwan Kamil, Tengku: Jika Banyak Pengangguran, Perbaiki Mutu dan Ciptakan Pekerjaan, Kok Malah SMK Mau Dibubarkan?

  4. Syamsuddin Haris: Amien Rais Tidak Pernah Konsisten dengan Ucapannya, Ujungnya Minta Bagi Kekuasaan

  5. Balas Donald Trump, Michelle Obama: Negara Kita Besar berkat Keberagamannya

  6. Dihadiri Presiden Jokowi, 7 Potret Momen Pernikahan Anak Sudjiwo Tejo

  7. Polemik Baru Setelah Anies Bongkar Instalasi Bambu Setengah Miliar Rupiah

  8. Lima Pernyataan Kontroversial Amien Rais, Mulai Perang Badar hingga Pembagian 55-54

  9. Bela Anies Baswedan, Habiburokhman: Soal Bambu Saja Diserang, Berarti Gak Ada Bahan Lagi Buat Diserang

  10. Rustam: Bagi-bagi Kekuasaan 55 : 45? Mungkin Amien Rais Lupa Sistem Pileg Beda dengan Pilpres

Available

fokus

Menuju Negara Ketiga
Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude