image
Login / Sign Up

Beda Nasib, Wall Street Justru Terjungkal Jelang Pertemuan The Fed

Denny Iswanto

Image

Bursa Saham Amerika Serikat | ANTARA

AKURAT.CO Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu pagi WIB (15/6/2019), karena investor berhati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve (Fed) minggu depan.

Sementara peringatan dari Broadcom tentang melemahnya permintaan global membebani para pembuat chip dan menambah kekhawatiran perdagangan Amerika Serikat dan China.

Saham Broadcom Inc jatuh 5,6 persen setelah memangkas proyeksi pendapatan setahun penuh sebesar dua miliar dolar AS, menyalahkan konflik perdagangan AS dan China dan pembatasan ekspor pada Huawei Technologies Co Ltd.

Perusahaan-perusahaan chip lainnya, yang merupakan sumber produk dan menjual banyak di China, turun tajam. Indeks Philadelphia Semiconductor jatuh 2,6 persen.

Investor bersiap untuk pertemuan The Fed minggu depan mengingat ekspektasi pasar baru-baru ini bahwa bank sentral AS itu dapat memangkas suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini.

Beberapa ahli strategi mengatakan saham-saham diprioritaskan untuk aksi jual jika The Fed gagal mengambil kemiringan yang lebih dovish.

Indeks S&P 500 sejauh ini telah naik 4,9 persen pada Juni dan mencatatkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut pada Jumat (14/6/2016), sebagian besar karena harapan penurunan suku bunga.

"Kami akan berada dalam ketegangan sampai kami mendapatkan beberapa indikasi dari The Fed," kata Direktur perdagangan di Performance Trust Capital Partners, Brian Battle, di Chicago.

"Itu yang penting. Semua orang bertaruh bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya, mungkin tidak pada Juni tetapi segera. Itu adalah perdagangan yang sangat ramai. "

Perang dagang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China juga memberi investor alasan untuk bermain aman menjelang akhir pekan.

“Ini semacam mode menunggu dan melihat. Orang-orang tetap sangat dekat dengan tolok ukur mereka,” kata Direktur Per Stirling Capital Management, Robert Phipps, di Austin, Texas.

KTT Kelompok 20 di akhir bulan dapat menghasilkan kemajuan dalam suatu kesepakatan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 17,16 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir di 26.089,61 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 4,66 poin atau 0,16 persen, menjadi ditutup di 2.886,98 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 40,47 poin atau 0,52 persen lebih rendah, menjadi 7.796,66 poin.

Ketiga indeks utama membukukan keuntungan untuk minggu ini: Dow naik 0,4 persen S&P 500 naik 0,5 persen dan Nasdaq bertambah 0,7 persen.

Selama sesi, saham Apple Inc tergelincir 0,7 persen, dengan Broadcom pemasok utama untuk pembuat iPhone.

Menambah kekhawatiran permintaan global, data China menunjukkan perlambatan pertumbuhan industri terburuk dalam 17 tahun. Pertumbuhan output industri China pada Mei melambat di bawah ekspektasi dan menunjukkan tanda-tanda melemahnya permintaan.

Dalam titik terang, data menunjukkan penjualan ritel AS meningkat pada Mei dan penjualan untuk bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi, menunjukkan kenaikan dalam belanja konsumen yang dapat meredakan kekhawatiran ekonomi melambat tajam pada kuartal kedua.

Pengecer produk hewan peliharaan dalam jaringan Chewy Inc berakhir naik 59 persen dalam debut pasarnya, bergabung dengan sejumlah nama terkenal, seperti Lyft Inc dan Uber Technologies Inc, yang terdaftar di bursa saham AS tahun ini.

Jumlah saham menurun melebihi yang naik di New York Stock Exchange (NYSE) dengan rasio 1,53 banding satu, dan di Nasdaq dengan rasio 1,79 banding satu.

S&P 500 membukukan 37 tertinggi baru dalam 52 minggu dan 3 terendah barudan  Komposit Nasdaq mencatat 47 tertinggi baru dan 82 terendah baru.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 5,85 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,83 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Pasar Modal Tunjukkan Kinerja Positif di Pekan Ketiga

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Jadi Alat Trump, Ketidakpastian Perang Dagang Akan Berlanjut Hingga 2020

Image

Ekonomi

Penurunan Suku Bunga Bisa Memacu Ekspor dan Perbaiki Neraca Indonesia

Image

Ekonomi

Blak-blakan Deputi Gubernur BI Soal Alasan Pangkas Suku Bunga

Image

Ekonomi

BTN Sesuaikan Rencana Bisnis Bank Karena Makin Dinamisnya Perekonomian

Image

Ekonomi

Stabilnya Perekonomian Buat IHSG Semringah di Akhir Pekan

Image

Ekonomi

Rupiah Terangkat Berkat Pelonggaran Moneter Bank-bank Sentral Dunia

Image

Ekonomi

Jababeka Tegaskan Pengangkatan Sugiharto dan Aries Liman Tidak Bersyarat!

Image

Ekonomi

Makin Panas! Jababeka Tak Mau Ubah Hasil RUPST Meski Ada Kontraktor yang Menolak

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menteri Susi Ingin Tenggelamkan Pembuang Sampah Plastik di Lautan

71 persen wilayah Indonesia adalah laut dan 70 persen sampah plastik yang dibuang warga akan berakhir di laut.

Image
Ekonomi

Kemenperin Klaim Indonesia Bisa Jadi Hub Industri Elektronika Taiwan

Realisasi investasi dari Pegatron selaku perusahaan teknologi asal Taiwan, yang secara resmi telah mengoperasikan pabriknya di Batam.

Image
Ekonomi

Mendag Sebut Sarang Burung Walet Primadona Produk Ekspor ke China

Sarang burung walet dari Indonesia ke China memiliki nilai yang sangat tinggi.

Image
Ekonomi

Pasok Air Baku Kota Batam, Bendungan Sei Gong Resmi 'Mengalir'

Pembangunan bendungan dapat diselesaikan selama tiga tahun dari akhir 2015 hingga akhir 2018.

Image
Ekonomi

Hati-hati, Mahar Pernikahan Dari Uang Kertas Bisa Ditindak Pidana Loh!

Image
Ekonomi

Temui Inacham, Mendag Bahas Hambatan Ekspor Ke China

Mendag gelar pertemuan dengan Inacham guna melerai berbagai hambatan ekspor produk Indonesia ke China.

Image
Ekonomi

PTPP Menangkan Tender Proyek Investasi Tol Semarang-Demak

PTPP berhasil menangkan tender proyek investasi Tol Semarang-Demak.

Image
Ekonomi

Imbas Perang Dagang, Produsen iPad dan iWatch Minat Investasi di Indonesia

Compal sedang mencari lokasi baru untuk basis produksinya.

Image
Ekonomi

Menilik Insiden 'Saldo Nasabah', Bank Mandiri Layak Dapat Hukuman dan Denda?

BPKN memperkirakan insiden PK terkait e-commerce akan meningkat pesat di tahun mendatang .

Image
Ekonomi

Pertamina Kirim Tim Ahli untuk Tangani Gelembung Gas Anjungan Jawa

Tim-tim tersebut dilengkapi dengan lebih dari 20 kapal dan berbagai peralatan yang mendukung.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Mandiri Akan Paksa Nasabah yang Saldonya Bertambah untuk Kembalikan Uang

  2. Gempa Kuat Goncang Athena, Gedung-gedung Roboh

  3. Guntur Romli: Sekarang Prabowo-Sandi Tahu Rasa Berkoalisi dengan Kelompok Radikal

  4. Buwas dan Syafruddin Kabarnya Masuk Bursa Ketum PPP, Suharso: Itu Hanya Isu, sebagai Gadis Cantik yang Jadi Rebutan

  5. Soal Pemulangan Habib Rizieq, Ruhut Sitompul: Enggak Capek Ribut Terus

  6. Nasabah Bank Mandiri Semaput, Tabungan Rp2 Miliar Jadi Rp0

  7. Jika Saldo Tak Kembali, Mandiri Sarankan Nasabah ke Kantor Cabang

  8. Lukman Beri Sinyal Tolak Dijadikan Menag Lagi: Tidak, Tidak, Saya Sudah Merasa Lebih dari Cukup

  9. Anies Baswedan 'Diserang' Empat Politisi PSI di Twitter

  10. Habib Novel: Saya Tidak Ikuti Komando Prabowo, Saya Bukan Orang Gerindra

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude