image vape
Login / Sign Up

Tekanan AS terhadap Industri Petrokimia Iran Akan Sia-sia

Andi Syafriadi

Perang Dagang

Image

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani | EPA

AKURAT.CO Dengan tujuan untuk menekan Iran ke meja negosiasi dalam kesepakatan terbaru mengenai program nuklir, Amerika Serikat (AS) kembali menjatuhkan sanksi. Langkah itu menyasar ekspor minyak Iran yang merupakan salah satu sumber utama pemasukan negara tersebut, pada bulan November tahun lalu.

Kini, Washington berencana kembali untuk menambah tekanan terhadap Iran, melalui pembatasan sumber pemasukan utama lainnya yakni sektor petrokimia negara tersebut.

Sebagai langkah awal, Kementerian Keuangan AS mengumumkan pada 7 Juni lalu bahwasanya Amerika Serikat sudah memberlakukan sanksi ekonomi terhadap salah satu perusahaan petrokimia asal Iran, Persian Gulf Petrochemical Industries Company (PGPIC).

baca juga:

Kementerian tersebut menyebut sanksi terhadap PGPIC berawal dari adanya indikasi hubungan dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran yang baru-baru ini telah ditetapkan sebagai "organisasi teroris asing" oleh Amerika Serikat.

Disebutkan melalui laman Xinhua (13/6/2019), PGPIC bertanggung jawab atas 50% ekspor petrokimia milik Iran. Berkat itulah Kementerian AS memperingatkan bahwa perusahaan internasional yang terus menjalin kemitraan dengan PGPIC baik anak perusaaan maupun agen penjualan, maka mau tidak mau akan dikenakan sanksi berat oleh AS.

Berdasarkan laporan harian Financial Tribune, Iran menyebutkan bahwa PGPIC merupakan salah satu perusahaan petrokimia terbesar di Iran dengan 60 anak perusahaan. Jafar Rabiei selaku direktur utama PGPIC, menyatakan bahwa perusahaannya mewakili 37% dari total produksi petrokimia nasional, atau hampir setara senilai 60 juta ton produksi per tahunnya

Melalui sanksi yang dikenakan oleh AS, Pakar Petrokimia Iran menyebutkan bahwa sektor petrokimia Iran sudah kebal akan sanski AS.

"Menurut pandangan kami, sektor petrokimia Iran sudah 'kebal sanksi, petrokimia itu dijual dengan kondisi yang berbeda dibandingkan dengan penjualan minyak. Dan juga berbeda dengan ekspor minyak dan basis pemuataan kapal tanker yang bersarnya bisa dilacak, ekspor petro kimia jelas tak bisa di lacak," ujar Behzad Mohammadi selaku pakar petrokimia Iran

Selain itu, lanjut Mohammadi, industri petrokimia Iran memproduksi sekitar 350 produk yang dijual kepada ratusan konsumen di puluhan destinasi global mengacu pada hal tersebut, Iran sudah mampu meningkatkan kemampuan kemudinya.

Sedangkan menurut Fariborz Karimaee selaku pakar petrokimia Iran lainnya, berpendapat bahwa menjatuhkan sanksi terhadap sektor petrokimia Iran nyatanya bukan hal yang dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Sebaliknya, ini adalah proses yang sangat kompleks dan membutuhkan waktu yang sangat lama jangka.

Sebagai Informasi, dalam peranannya, Iran menjual beraneka jenis produk petrokimia pada tingkat yang berbeda ke konsumen global yang luas dan beragam. Dimana ini akan menjadi alasan utama ketidakmampuan Amerika Serikat untuk menjatuhkan embargo terhadap Iran di sektor petrokimia.

Sementara itu, lanjut Karimaee, teknologi yang sedang berkembang dan kebutuhan-kebutuhan selanjutnya di dunia nyatanya sudah membuka pasar baru bagi produk-produk petrokimia asal Iran sebagai bagian dari perkembangan sektor Iran tersebut.

"Oleh karena itu, menjatuhkan sanksi terhadap industri petrokimia dan pengelolaan sanksi tersebut di pasar yang berkembang saat ini nyatanya bukanlah hal yang mudah," tutupnya. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Trump Sebut Eropa Manipulasi Mata Uang Agar Menang Lawan AS

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Setelah Batalkan Tarif Meksiko, Trump Akan Usir 12 Juta Imigran Ilegal di Negaranya

Image

Ekonomi

Indonesia Dinilai Belum Optimal Manfaatkan Peluang Perang Dagang

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Indonesia Bisa Curi Pangsa Pasar Teh dari Cina

Image

Ekonomi

Perang Dagang

BKPM: Hikmah Perang Dagang, Akan Banyak Relokasi Pabrik dari Cina ke RI

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Perusahaan AS: Memindahkan Produksi ke Luar China 'Tidak Bagus' dan Merugikan

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Bos BKPM Sebut Perang Dagang Tak Berdampak pada Iklim Investasi

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Tak Terpengaruh Perang Dagang, Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,1 Persen

Image

Ekonomi

Hary Tanoe, Rumah Mewah Trump dan Amblasnya Saham MNC

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Trump Sebut Eropa Manipulasi Mata Uang Agar Menang Lawan AS

Trump telah berulangkali mengecam manipulasi mata uang oleh negara lain.

Image
Ekonomi

Pemerintah Serap Dana Lelang SUN Sentuh Rp24 Triliun

Pemerintah menyerap dana Rp24 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN).

Image
Ekonomi

7 Perusahaan Terkaya dan Terbesar Sepanjang Sejarah, Capai Ribuan Triliun Rupiah

Perusahaan Apple yang bergerak di bidang teknologi memiliki kekayaan hingga USD 1 triliun (Rp14,3 kuadriliun)

Image
Ekonomi
Opini

Jalan Terjal Rezim Bunga Murah

Image
Ekonomi

Dosen UI Sebut Ma'ruf Amin Tak Langgar Aturan Meski Jadi Dewan Pengawas Syariah

LM FEB UI menegaskan Ma'ruf Amin tidak melanggar aturan meskipun menjabat sebagai dewan pengawas di kedua bank syariah.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Setelah Batalkan Tarif Meksiko, Trump Akan Usir 12 Juta Imigran Ilegal di Negaranya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin berani, mengusir imigran ilegal dari negaranya, setelah AS dan Meksiko sepakat.

Image
Ekonomi

Mandiri Promosikan Startup Tekfin ke 50 Investor Potensial

Mandiri Capital Indonesia (MCI) mempertemukan 50 potensial investor dengan startup telfon binaan.

Image
Ekonomi

AMPHURI Gandeng Citilink Buka Rute Penerbangan Haji Semarang - Jeddah

AMPHURI dan Citilink Indonesia membuka rute penerbangan bagi calon jemaah Haji dan Umroh dari Bandara Internasional Ahmad Yani menuju Jeddah

Image
Ekonomi

UMKM Minta Pembebasan Pajak ke Jokowi

“Pajak yang sudah diturunkan 1 persen menjadi 0,5 persen tapi dari sisi omzet terasa masih terlalu berat bagi kami."

Image
Ekonomi

Jokowi Dengarkan UMKM untuk Membuat Kerangka Kebijakan Mikro

Jokowi meminta masukan-masukan dalam rangka mendisain kebijakan tentang ekonomi mikro.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. 8 Potret Terbaru Mantan Kepala Bareskrim Susno Duadji, Tanam Padi hingga Kopi

  2. Kivlan Zen Akui Terima Uang 4000 SGD Sebelum Kerusuhan

  3. Begini Candaan Agung Hercules Kepada Daus Mini Saat Besuk di Rumah Sakit

  4. Soal Reklamasi Teluk Jakarta, WALHI Nilai Anies Sama Saja dengan Ahok

  5. Begal Sadis yang Patahkan Kaki Ibu-ibu Akhirnya Diseret ke Kantor Polisi

  6. Gilang Dirga Sebut Agung Hercules akan Dipindah ke Rumah Sakit di Bandung

  7. Waketum PAN Apresiasi Video Faldo Maldini Berjudul Prabowo Tidak Akan Menang

  8. CEO Huawei: Akibat Remehkan Sanksi AS, Pendapatan Perusahaan Menurun

  9. Isak Tangis Iringi Kedatangan Dua Jenazah Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali di Rumah Duka

  10. Napi Vonis Mati Provokator Kerusuhan Rutan Lhoksukon Sudah Lama Rencanakan Aksi

Available

fokus

Sampahmu
Demam Vapor
Jalan Pulang
Available

kolom

Image
M. Rifki Fadilah

Jalan Terjal Rezim Bunga Murah

Image
Achmad Fachrudin

Menguak Tabir Kerusuhan 21-22 Mei

Image
Hasan Aoni

Turun Ranjang

Image
Achmad Fachrudin

Memelototi Persidangan Mahkamah Konstitusi

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

5 Momen Baby Gaia Hibur dan Temani 'Pepo' di Rumah

Image
Sosok

FOTO Saifudin, Sudah 24 Tahun Melakoni Pekerjaan Perahu Eretan

Image
News

7 Potret Kompak Ganjar Pranowo dan Gus Yasin saat Jalankan Tugas sebagai Kepala Daerah