image vape
Login / Sign Up

Perang Dagang AS dan China Bukan Semata-mata Soal Perdagangan

Andi Syafriadi

Perang Dagang

Image

Donald Trump dan Xi Jinping bertemu di pertemuan G20 | REUTERS

AKURAT.CO Menurut mantan Ekonom Bank Dunia Perang dagang antara Amerika Serikat dan China saat ini bukanlah semata-mata hanya tentang perdagangan saja.

Dr.Yukon Huang selaku rekanan senior di Carnegie Endowment for International Peace menyebutkan bahwa ketegangan antar kedua negara gajah tersebut disebabkan oleh perbedaan karakteristik negara tersebut. Baik dari sistim politik, ekonomi hingga cara pendekatannya yang sangat berbeda.

"Pada dasarnya Amerika Serikat merupakan negara dengan ekonomi maju yang sangat kuat yang saat ini sedang berurusan dengan negara China dimana menurut definisi negaranya adalah negara dengan ekonomi yang berkembang," ujar Yukon melalui laman Straits Time (13/6/2019).

baca juga:

Ia pun menambahkan, "jika kalian meminta solusi yang cocok untuk kedua negara tersebut maka akan sangat susah ditemukan dapat dilihat dari karakteristik tersebut, ini bagaikan minyak dan air."

Disebut-sebut saat ini AS dan China terkunci dalam perang dagang yang kian menegangkan. Dimana kedua negara saling melibatkan aksi balas tarif terhadap barang masing-masing, yang pada akhirnya hanya akan mengguncang pasar dan merusak pertumbuhan ekonomi global.

Berkat aksi perang dagang tersebutlah, banyak para masyarakat internasional menaruh perhatian kepada kedua kepala negara tersebut. Apakah Presiden AS Donald Trump akan benar-benar bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada saat KTT Kelompok 20 di Osaka akhir bulan ini untuk merundingkan kembali jalan keluar atau tidak ?

Namun dibalik itu semua, Huang percaya bahwa perbedaan antar dua ekonomi terbesar tersebut hanya dapat diselesaikan dengan sistem peraturan dan institusi global dari waktu ke waktu.

Dalam kesempatan yang sama, Huang juga menekankan bahwa defisit perdagangan bukanlah inti dari permasalahan terebut. Bisa jadi kemungkinan AS memiliki defisit perdagangan yang lebih besar, terutama karena ekonominya yang berjalan baik serta memaksimalkan impor yang lebih banyak.

Sedangkan untuk alasan kedua kenapa bisa terjadinya perang dagang ini adalah karena, reformasi pajak utama baru-baru ini yang meningkatkan defisit anggaran negara. Yang pada akhirnya akan mengarah kepada defisit perdagangan yang lebih besar.

"Sejatinya perdagangan perlu dilihat secara multilateral, harus lihat total saldo keseluruhan Anda di seluruh negara, bukan dengan negara tertentu, itu yang penting," tambahnya.

Mengacu kepada kritikan negara barat mengenai China, Huang menegaskan bahwa dirinya sangat setuju akan hal itu. Dimana China perlu berbuat lebih banyak untuk meningkatkan environmentnya untuk investasi asing, melindungi hak kekayaan intelektual hingga mendorong lebih banyak perusahaan untuk memasuki pasar internasional.

Namun balik lagi, Huang menyebutkan masalah ini akan membutuhkan cukup banyak waktu untuk benar-benar diselesaikan.

Sedangkan mengenai masalah pencurian teknologi, Huang berpendapat bahwa masalahnya terletak pada kasus di mana aturan dan pedomannya tidak jelas. Maka dengan itu negosiasi sangatlah diperlukan.

"Akan tetapi anda tidak dapat menegosiasikannya secara bilateral karena itu benar-benar memengaruhi setiap orang, intinya adalah, sebuah peraturan akan bergantung kepada sifat sistem ekonomi yang berbeda," ujar Huang.

Dalam masalah ini kedua negara memerlukan pihak ketiga seperti Organisasi Perdagangan Dunia, atau Perjanjian Investasi Bilateral, di mana mereka memiliki proses untuk dapat bernegosiasi dan menyesuaikan diri dari waktu ke waktu.

"Dalam mencari solusi anda tidak dapat menyelesaikan ini besok, atau bahkan bulan depan, melainkan haru melewati beberapa proses di mana kedua negara perlahan-lahan akan menyesuaikan dan penerapannya tidak lagi dengan tarif dan sanksi," ujar mantan ekonom WB tersebut. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Trump Sebut Eropa Manipulasi Mata Uang Agar Menang Lawan AS

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Setelah Batalkan Tarif Meksiko, Trump Akan Usir 12 Juta Imigran Ilegal di Negaranya

Image

Ekonomi

UMKM Minta Pembebasan Pajak ke Jokowi

Image

Ekonomi

Jokowi Dengarkan UMKM untuk Membuat Kerangka Kebijakan Mikro

Image

Ekonomi

Indonesia Dinilai Belum Optimal Manfaatkan Peluang Perang Dagang

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Indonesia Bisa Curi Pangsa Pasar Teh dari Cina

Image

Ekonomi

Perang Dagang

BKPM: Hikmah Perang Dagang, Akan Banyak Relokasi Pabrik dari Cina ke RI

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Perusahaan AS: Memindahkan Produksi ke Luar China 'Tidak Bagus' dan Merugikan

Image

Ekonomi

Kemenhub Nilai Denda Pembatalan Order Ojol Adalah Pencurian

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Trump Sebut Eropa Manipulasi Mata Uang Agar Menang Lawan AS

Trump telah berulangkali mengecam manipulasi mata uang oleh negara lain.

Image
Ekonomi

Pemerintah Serap Dana Lelang SUN Sentuh Rp24 Triliun

Pemerintah menyerap dana Rp24 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN).

Image
Ekonomi

7 Perusahaan Terkaya dan Terbesar Sepanjang Sejarah, Capai Ribuan Triliun Rupiah

Perusahaan Apple yang bergerak di bidang teknologi memiliki kekayaan hingga USD 1 triliun (Rp14,3 kuadriliun)

Image
Ekonomi
Opini

Jalan Terjal Rezim Bunga Murah

Image
Ekonomi

Dosen UI Sebut Ma'ruf Amin Tak Langgar Aturan Meski Jadi Dewan Pengawas Syariah

LM FEB UI menegaskan Ma'ruf Amin tidak melanggar aturan meskipun menjabat sebagai dewan pengawas di kedua bank syariah.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Setelah Batalkan Tarif Meksiko, Trump Akan Usir 12 Juta Imigran Ilegal di Negaranya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin berani, mengusir imigran ilegal dari negaranya, setelah AS dan Meksiko sepakat.

Image
Ekonomi

Mandiri Promosikan Startup Tekfin ke 50 Investor Potensial

Mandiri Capital Indonesia (MCI) mempertemukan 50 potensial investor dengan startup telfon binaan.

Image
Ekonomi

AMPHURI Gandeng Citilink Buka Rute Penerbangan Haji Semarang - Jeddah

AMPHURI dan Citilink Indonesia membuka rute penerbangan bagi calon jemaah Haji dan Umroh dari Bandara Internasional Ahmad Yani menuju Jeddah

Image
Ekonomi

UMKM Minta Pembebasan Pajak ke Jokowi

“Pajak yang sudah diturunkan 1 persen menjadi 0,5 persen tapi dari sisi omzet terasa masih terlalu berat bagi kami."

Image
Ekonomi

Jokowi Dengarkan UMKM untuk Membuat Kerangka Kebijakan Mikro

Jokowi meminta masukan-masukan dalam rangka mendisain kebijakan tentang ekonomi mikro.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. 8 Potret Terbaru Mantan Kepala Bareskrim Susno Duadji, Tanam Padi hingga Kopi

  2. Kivlan Zen Akui Terima Uang 4000 SGD Sebelum Kerusuhan

  3. Begini Candaan Agung Hercules Kepada Daus Mini Saat Besuk di Rumah Sakit

  4. Soal Reklamasi Teluk Jakarta, WALHI Nilai Anies Sama Saja dengan Ahok

  5. Begal Sadis yang Patahkan Kaki Ibu-ibu Akhirnya Diseret ke Kantor Polisi

  6. Gilang Dirga Sebut Agung Hercules akan Dipindah ke Rumah Sakit di Bandung

  7. Waketum PAN Apresiasi Video Faldo Maldini Berjudul Prabowo Tidak Akan Menang

  8. CEO Huawei: Akibat Remehkan Sanksi AS, Pendapatan Perusahaan Menurun

  9. Isak Tangis Iringi Kedatangan Dua Jenazah Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali di Rumah Duka

  10. Napi Vonis Mati Provokator Kerusuhan Rutan Lhoksukon Sudah Lama Rencanakan Aksi

Available

fokus

Sampahmu
Demam Vapor
Jalan Pulang
Available

kolom

Image
M. Rifki Fadilah

Jalan Terjal Rezim Bunga Murah

Image
Achmad Fachrudin

Menguak Tabir Kerusuhan 21-22 Mei

Image
Hasan Aoni

Turun Ranjang

Image
Achmad Fachrudin

Memelototi Persidangan Mahkamah Konstitusi

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

5 Momen Baby Gaia Hibur dan Temani 'Pepo' di Rumah

Image
Sosok

FOTO Saifudin, Sudah 24 Tahun Melakoni Pekerjaan Perahu Eretan

Image
News

7 Potret Kompak Ganjar Pranowo dan Gus Yasin saat Jalankan Tugas sebagai Kepala Daerah