image vape
Login / Sign Up

DPR Minta Pemerintah Lakukan Relaksasi Fiskal Untuk Dorong Ekspor

Siti Nurfaizah

Image

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor dan impor pada Juli 2018. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia tembus US$ 16,24 miliar atau tumbuh 19,33% secara tahunan. Sementara impor naik 31,56% tahunan menjadi US$18,27 miliar. Sehingga defisit neraca perdagangan bulan lalu mencapai US$2,03 miliar. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI Johnny G Plate meminta pemerintah melaksanakan berbagai langkah kebijakan dalam bentuk relaksasi fiskal guna mendorong peningkatan aktivitas ekspor nasional.

"Di samping inovasi dan penguatan SDM, tolong lakukan juga relaksasi fiskal. Sebab, kami ingin mendorong agar kegiatan ekspor dan subsitusi impor kita bisa menguat," kata Johnny G Plate dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Untuk itu, ujar politikus Partai Nasdem tersebut, diusulkan agar tema besar dalam APBN 2020 ditambahkan kata-kata "relaksasi fiskal" guna memperkuat fokus dan gagasan agar produk ekspor Indonesia memiliki tingkat daya saing yang kuat di tingkat mancanegara.

Dilansir dari Antara, ke depan, Johnny yang juga Anggota Badan Anggaran DPR itu, ingin fokus kepada pendalaman Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2020.

Dengan demikian, lanjutnya, maka juga akan menghasilkan RAPBN 2020 yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi tidak menentunya kondisi global, seperti perang dagang AS-China.

Sebelumnya, Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2019 menjadi di bawah 5,2 persen menyusul penurunan ekonomi global dan juga melemahnya pertumbuhan ekspor yang dikhawatirkan mempengaruhi sumber-sumber lain pertumbuhan seperti konsumsi dan investasi.

Sebelumnya bank sentral memperkirakan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 akan tumbuh di kisaran 5,0-5,4 persen, setelah pada 2018 ekonomi Tanah Air meningkat 5,17 persen.

"BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 cenderung berada di bawah titik tengah 5-5,4 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, 16 Mei 2019.

Hal tersebut adalah kali pertama di tahun 2019 ini Otoritas Moneter merevisi sasaran pertumbuhan ekonominya. Salah satu penyebab perubahan pandangan BI adalah laju perekonomian di kuartal I 2019 yang hanya 5,07 persen atau jauh di bawah ekspektasi BI yang sebesar 5,2 persen.

Perry Warjiyo menyebutkan capaian perekonomian di paruh pertama tahun 2019 ini sangat terkendala oleh perlambatan ekonomi global. Khusus untuk sumber pertumbuhan dari ekspor, BI memandang laju ekspor sulit diandalkan untuk memacu signifikan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data terbaru ekspor-impor di periode April Indonesia 2019, ekspor Indonesia turun tajam hingga 13,10 persen menjadi 12,6 miliar dolar AS dibandingkan April 2018. Jika dibandingkan Maret 2019, eskpor terkoreksi 10,80 persen.

Gubernur BI menyebut ekspor Indonesia tertekan karena penurunan harga komoditas. Dengan ekspor yang tertekan, bukan tidak mungkin terjadi perlambatan pada konsumsi rumah tangga dan investasi.[] 

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Pemilu 2019

KPK: Amplop Serangan Fajar Bowo Pangarso untuk Pileg Bukan Pilpres

Image

Ekonomi

Legislator Ini Sayangkan Adanya Backlog Anggaran BMKG

Image

Ekonomi

Legislator Apresiasi Langkah Pemerintah Naikkan Tax Ratio

Image

Ekonomi

Menkeu Turunkan Jumlah TKA, DPR Sebut Rationya Terendah di Dunia

Image

Ekonomi

Kisah Warga Sumatera, ke Jakarta Lewat Singapura Imbas Tiket Pesawat Mahal

Image

Ekonomi

Menkeu Pastikan Pembiayaan Defisit Tahun Depan Tetap Untuk Belanja Produktif

Image

Ekonomi

Sidang Sengketa Pemilu

Ini Tudingan Bambang Widjojanto, Sebut Jokowi Curang Karena Gunakan APBN untuk Pilpres

Image

News

KPK Buka Peluang Jerat Korporasi di Kasus Suap Bowo Pangarso

Image

Ekonomi

Sidang Sengketa Pemilu

Tudingan Penyalahgunaan APBN Jadi Kecurangan Pemilu Jokowi, Legislator: Hanya Penghias Dokumen

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kementan Ajak Pelaku Perunggasan Stabilkan Harga Unggas Hidup

Rendahnya harga unggas hidup/livebird (LB) di tingkat produsen di beberapa daerah yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Image
Ekonomi

KTT G20, Indonesia Jelaskan Strategi Energi Pro Lingkungan

Ministerial Meeting tersebut akan menyepakati Komitmen Energi G20 dalam Dokumen Lengkap Ministerial Communique.

Image
Ekonomi

Ekspor Non Migas Dari Hasil Kayu Olahan Solusi Defisit Neraca Perdagangan

Potensi ekspor produk kayu olahan dari Indonesia ke Vietnam senilai USD2,4 miliar berupa moulding.

Image
Ekonomi

KKP-Kemenlu Pulangkan Empat Nelayan Dari Australia

Keempat nelayan tersebut segera dipulangkan ke Indonesia dengan pertimbangan masih di bawah umur.

Image
Ekonomi

Perang Dagang AS-India, Delhi Lempar Tarif Balasan

India mengumumkan rencananya untuk menerapkan tarif balasan ke Amerika Serikat dengan lebih tinggi.

Image
Ekonomi

31 Perwakilan CHINCA Bertemu Pengusaha Lokal

Indonesia masih terfokus pada pulau Jawa, pemerintah berharap khususnya dibidang pembangunan infrastruktur agar lebih merata ke wilayah lain

Image
Ekonomi

Gandeng CNI, PTPP Mulai Groundbreaking Proyek Smelter di Kolaka

PTPP mulai groundbreaking proyek pembangunan Pabrik Smelter bersama PLN dan beberapa perusahaan yang terlibat, Sabtu (15/6/2019).

Image
Ekonomi

KKP Tangkap Kapal Ikan Asing Berbendera Malaysia

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap 1 (satu) Kapal Perikanan Asing (KIA) berbendera Malaysia.

Image
Ekonomi

Indonesia Prihatin Buruknya Nasib Pekerja Palestina

Indonesia sangat prihatin pada para pekerja Palestina yang terus menghadapi kesulitan dalam memperoleh pekerjaan.

Image
Ekonomi

Harga Cabai dan Bawang di Ambon Masih Melonjak

Harga cabai dan bawang yang ditawarkan pedagang di Ambon masih tergolong mahal, walaupun stok terlihat banyak.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Andi: Kabarnya Orang Paling Taat Hukum Karni Ilyas, Saya Nantikan Dia Bersaksi di MK, Apa benar ILC Ditutup dan Dibungkam Pemerintah

  2. Peristiwa Haru di Musala MK Jelang Sidang, Andre Rosiade: Allah SWT Maha Pembolak-balik Hati

  3. Hadapi Lawyer Prabowo di MK, Rustam: Tim Hukum 01, Jangan Hanya Sajikan Fakta dan Data, Tapi Bangun Narasi untuk Membalikkan Opini Publik

  4. Faizal Assegaf: BW Semakin Terbukti Bukan Pengacara Profesional, Tapi Lebih Tepatnya 'Juru Dongeng'

  5. Kuasa Hukum Prabowo Rilis Perolehan Suara Terbaru, Yunarto: Apa Tuips Yakin?

  6. Tengku: KPU Sulit Jawab Gugatan Pilpres atau Tak Mampu Jawab? Mari Kita Tunggu Jawabannya, Mantap atau Ngawur?

  7. Soal Sidang Sengketa Pilpres, Ruhut Sitompul: Aku Mohon Jangan Ada yang Tertawa Dulu

  8. Sengketa Pilpres, Refly: Ibarat Sepakbola, 02 sedang Kejar Defisit Gol Agar Dapat Samakan Kedudukan dan Bahkan Berusaha Unggul

  9. Gara-gara Tuduhan Mirip Iluminati, Permadi: yang Oke dari Negara Tetangga Tidak Ada Orang Kayak Rahmat Baequni

  10. Ketua PPK Cilincing Jadi Tersangka Perubahan Hasil Rekapitulasi Pemilu 2019

Available

fokus

Demam Vapor
Jalan Pulang
Lebaran 2019
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Memelototi Persidangan Mahkamah Konstitusi

Image
UJANG KOMARUDIN

Mencari Pimpinan KPK yang Ideal

Image
Hasan Aoni

Impian Negeri Tuhan dari Teras Saidah

Image
Keith Johnson dan Elias Groll (Foreign Policy)

Tak Terduga, Bagaimana Huawei Tiba-tiba Mampu Dominasi Dunia

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi

Keynes, Pencipta Arus Ekonomi Modern Pengganti Pemikiran Neoklasik

Image
News

Ajak Jan Ethes, 10 Potret Kunjungan Jokowi ke Bali Ini Curi Perhatian

Image
News

Bikin Haru, 5 Potret SBY saat Ziarah ke Makam Ani Yudhoyono