image sungai 3
Login / Sign Up

Masyarakat Keberatan Atas Rencana Pemerintah yang Mau Hapus Diskon Ojol

Andi Syafriadi

Image

Pejalan kaki melintas di sekitar pengemudi ojek daring yang menunggu penumpang di depan Stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Keberadaan mereka yang banyak jumlahnya membuat kemacetan di jalan sekitar. Padahal, kawasan ini berdekatan dengan venue Asian Games yang digelar di Gelora Bung Karno. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Masyarakat yang sehari-hari menggunakan transportasi ojek online (Ojol) merasa khawatir dan keberatan atas rencana pemerintah melarang diskon tarif ojek online yang dinilai dapat menimbulkan persaingan tidak sehat.

"Enggak setuju, merugikan penumpang," kata Rizky Fahira, saat dimintai pendapatnya mengenai hal tersebut, Rabu (12/6/2019).

Rizky saat ini masih kuliah di tingkat awal, jika tidak membawa kendaraan bermotor pribadi dia akan naik ojek online. Meski pun tidak setiap hari naik ojek online, dia merasa keberatan dengan rencana penghapusan diskon.

"Kebanyakan orang pindah ke ojek online karena ada diskon dan jadi lebih murah," kata dia.

Diskon tarif yang diberikan penyedia jasa pemesanan ojek online menurut dia cukup berarti untuk ongkos jalan sehari-hari, tarif yang dia berikan lebih murah sehingga dia dapat menabung dari sisa ongkos hariannya.

Bernhart Farras (23), akan berpikir dua kali untuk naik transportasi online jika potongan harga tarif benar-benar dihilangkan karena dia merasa ada kenaikan yang signifikan setelah pemberlakuan tarif baru.

Bernhart semula menggunakan kendaraan pribadi untuk pergi bekerja, namun, saat ini dia setiap hari naik ojek online minimal untuk perjalanan pergi dan pulang ke kantor.

Dia menganggarkan Rp30.000 hingga Rp40.000 per hari untuk naik ojek online. Jika nanti larangan diskon tarif transportasi online berlaku dan dia perlu transportasi online, maka dia memilih menggunakan ojek ketimbang taksi online karena perbedaan tarif yang signifikan setelah tarif batas atas dan batas bawah berlaku.

Keberatan yang sama juga dirasakan Marsya (26) karena diskon ojek online membantu meringankan pengeluarannya sehari-hari.

"Sedih karena sebagai orang yang sering kesana kemari, ongkos transportasi itu esensial sekali," kata dia.

Dalam sehari Marsya bisa menggunakan ojek online hingga empat kali untuk menunjang aktivitasnya.

Jika diskon ojek online dihapus, dia akan mengurangi frekuensi naik ojek dan lebih banyak menggunakan transportasi online lainnya seperti bus dan angkutan kota atau angkot.

Lain lagi pengalaman Lufthi Anggraeni, dia akan tetap menggunakan ojek online meski pun tidak ada diskon karena alasan waktu. Bagi dia, transportasi umum lainnya memakan lebih banyak waktu perjalanan.

Dia berpendapat ada atau tidak ada diskon tidak berpengaruh banyak karena umumnya dia mendapatkan selisih Rp1.000 antara tarif normal dengan tarif diskon.

Sehari-hari, dia mengeluarkan Rp60.000 hingga Rp100.000 untuk ongkos ojek online.

"Jadi buat saya, dihapus atau nggak, tidak terlalu terasa," kata dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta tidak ada lagi diskon tarif ojek online karena hanya memberikan keuntungan untuk sementara.

"Diskon ini memang memberikan keuntungan sesaat, untuk jangka panjang itu membunuh. Itu yang kami tidak ingin terjadi," kata Budi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi pada Selasa (11/6/2019) lalu menilai diskon tarif ojek online saat ini sudah bukan lagi di jalur pemasaran, namun, predatory pricing.

Diskon tersebut mengubah skema tarif batas atas dan batas bawah ojek online.

Gojek tidak ingin berkomentar lebih jauh karena larangan diskon online ini masih berbentuk rencana, mereka tidak ingin berkomentar sebelum melihat isi atau revisi peraturan tersebut.

"Harapan kami, apa pun keputusannya bisa dipertimbangkan secara holistik dari sisi pendapatan mitra, dari sisi konsumen dan keberlangsungan industri," kata VP Corporate Affairs Gojek, Michael Say.

Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno menyatakan mereka yakin bahwa setiap kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah atas hasil diskusi dan pertimbangan secara matang yang akan memberikan keuntungan bagi semua pihak".

Grab berkomitmen untuk mematuhi peraturan pemerintah yang telah ditetapkan. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Dibuka Menguat, IHSG Masih Berpotensi Bergerak Variatif Hari Ini

Image

Hiburan

Didorong Sampai Tujuan, Aksi Driver Grab dan Gojek Saling Bantu Mengantar Pelanggan

Image

Video

VIDEO Giant Tutup, Semua Barang Diskon Besar

Image

Iptek

Soal Denda Pembatalan, Grab Klaim Tak Ambil Komisi

Image

Iptek

Uji Coba Fitur Denda Pembatalan, Grab Sarankan Pemesan Lebih Aktif Chat Pengemudi

Image

Iptek

Gandeng Penyedia Keyboard, Go-Send Luncurkan Komunitas Penjual Online

Image

Iptek

Kecelakaan Fatal Tewaskan Seorang Pengguna, Nashville Larang Skuter Listrik

Image

News

Videonya Soal Prabowo Kalah di MK Viral, Emrus Sihombing: Saya Terus Terang Kagum dengan Faldo

Image

Ekonomi

Karyawan Duga Penutupan Giant Karena Tingginya Tarif Sewa dan Pajak

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Perguruan Tinggi Mampu Hidupkan Ekosistem Koperasi

Perguruan tinggi dianggap berperan penting dalam menghidupkan ekosistem koperasi agar lebih kondusif melalui penciptaan inovasi baru dan din

Image
Ekonomi

Menko Luhut Bakal Fokus Selesaikan Batas Wilayah Maritim di 2020

Menko Luhut mengatakan bakal fokus menyelesaikan batas wilayah maritim pada 2020 mendatang.

Image
Ekonomi

Bamsoet Harap Semakin Banyak Perusahaan Melantai di Bursa Saham

Bambang Soesatyo menginginkan lebih banyak lagi perusahaan yang melantai atau mencatatkan diri di bursa saham.

Image
Ekonomi

Pemerintah Akui Sulit Awasi Pendistribusian Elpiji Bersubsidi

Pemerintah mengaku sulit awasi pendistribusian elpiji 3 kilogram bersubsidi sehingga 10 persen orang kaya masih bisa membelinya.

Image
Ekonomi

Kemenkop Gandeng Moka, Edukasi UMKM soal Teknologi dan Data

Moka mengedukasi UMKM untuk menganalisa semua data tentang bisnis mereka.

Image
Ekonomi

Golden Flower Gunakan Dana IPO untuk Memperkuat Teknologi Produksi

PT Golden Flower Tbk ("GF" atau "Perseroan") berencana menggunakan seluruh dana hasil IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menambah modal

Image
Ekonomi

Menko Luhut: Masalah Kelautan Mendesak Untuk Segera Diselesaikan

Menko Luhut juga memaparkan mengenai verifikasi dan pembakuan jumlah pulau di Indonesia.

Image
Ekonomi

IHSG Makin Subur Jelang Siang

Indeks LQ45 naik 0,64 poin atau 0,1 persen menjadi 1.004.

Image
Ekonomi

Dibuka Menguat, IHSG Masih Berpotensi Bergerak Variatif Hari Ini

Sentimen pasar yang variatif mendorong IHSG untuk bergerak bervariasi (mixed) dalam perdagangan saham hari ini.

Image
Ekonomi

Rupiah Lesu Seiring Pelemahan Mata Uang Asia Lainnya

Pasar menunggu hasil dari rapat G20. Proses negosiasi AS-China

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Denny Siregar ke BW: Dek Mbambang Sekarang Punya Sekretaris Baru yang Bisa Disuruh-suruh Melengkapi Barang Bukti? Sakti Juga Doi!

  2. Videonya Soal Prabowo Kalah di MK Viral, Emrus Sihombing: Saya Terus Terang Kagum dengan Faldo

  3. Beda dari Sinetron, 10 Potret Harmonis Rionaldo Stokhorst dan Keluarga

  4. Massa Tetap Gelar Aksi Depan Gedung MK, Kapolri: Kita akan Bubarkan

  5. Betapa Kaget, Ibu Rumah Tangga Ini Temukan Koper Berisi 30 Ribu Butir Ekstasi

  6. Mantan Suami Denada, Jerry Aurum Ditangkap Karena Narkoba

  7. Motto Skripsi dari Mahasiswa UGM Yogyakarta Ini Unik Banget

  8. Tanggapi Imbauan Rizieq Shihab, TKN: Tidak Perlu Ada Pengerahan Massa, MK Sudah Transparan

  9. Aparat Ketuk Satu Per Satu Kamar Kos Eksklusif Buat Cari Narkoba

  10. Sedih Betul, Arisan Ratusan Juta Rupiah, Tetapi Uang Tak Kembali

Available

fokus

Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai
Sampahmu
Available

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude