image
Login / Sign Up

Tekan Inflasi Pangan Kala Ramadan

Rizal Mahmuddhin

Indepth

Image

Pedagang memilah bawang merah yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa, (4/12/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan November 2018 terjadi inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,56 yang disebabkan kenaikan harga kelompok bahan makanan sebesar 0,24 persen. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (mendag) Enggartiasto Lukita mengklaim harga-harga kebutuhan pangan telah terkendali dan stabil pada periode Ramadan dan Lebaran 2019.

"Secara keseluruhan harga terkendali dan stoknya cukup," ujarnya beberapa waktu lalu.

Mendag menjelaskan, upaya menjaga ketersediaan pasokan menjadi salah satu kunci dalam menyiasati kestabilan harga-harga pada periode ini, meski terdapat peningkatan permintaan.

baca juga:

Kendati demikian Mendag tak menapik jika sejumlah harga bahan kebutuhan pokok memang sempat mengalami kenaikan, namun hal itu masih dalam tataran normal, sehingga tak perlu terlalu dikhawatirkan.

"Daging ayam sempat naik, tapi kita tidak bereaksi, karena harganya memang sempat jatuh, kita lihat ada keseimbangan. Harga cabai merah besar sempat ada kenaikan, tapi cabai rawit turun," ujarnya.

Untuk itu, ia mengharapkan penyebab terjadinya laju inflasi dalam periode Ramadan dan Lebaran 2019 tidak berasal dari kelompok bahan makanan.

Dirinya juga memastikan ketersediaan pasokan untuk menjaga kestabilan harga bahan makanan akan terus terjadi sepanjang 2019.

"Ketersediaan dan pengendalian harga akan terus berlangsung sampai sepanjang tahun. Kita betul-betul membuat keseimbangan suppy and demand," katanya.

Berdasarkan data historis, umumnya terjadi kenaikan harga pada beberapa jenis komoditas pangan seiring dengan meningkatnya permintaan pada Ramadan dan Lebaran.

Hal tersebut terlihat dari periode Ramadan dan Lebaran 2018 yang mempengaruhi inflasi Mei dan Juni masing-masing sebesar 0,21 persen dan 0,59 persen. Inflasi tersebut disebabkan oleh tingginya tarif angkutan udara sebesar 0,15 persen, ikan segar 0,08 persen, daging ayam ras 0,07 persen dan telur ayam ras 0,06 persen.

Situasi serupa juga menyebabkan terjadinya tingkat inflasi Mei dan Juni 2017 yang masing-masing tercatat sebesar 0,39 persen dan 0,69 persen. Penyebab inflasi pada Ramadan dan Lebaran 2017 adalah tarif listrik 0,17 persen, tarif angkutan udara 0,12 persen, tarif angkutan antar kota 0,08 persen dan bawang putih 0,08 persen.

Senada, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga mengklaim bahwa pihaknya berhasil menekan inflasi pangan. Hal ini disampaikan di sela-sela Halalbihalal di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

"Kami menjaga produksi, dengan mengukur berapa kebutuhan dan berapa yang harus diproduksi dalam menghadapi Ramadan," ujarnya.

Amran menjelaskan, pihaknya menargetkan kebutuhan pangan sebesar 10-20 persen lebih tinggi dibandingkan kebutuhan normal. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam megantisipasi momen Pilpres dan Lebaran.

"Januari kita (inflasi) naik sedikit. Februari dan Maret deflasi. April (inflasi) sedikit. Mei inflasi naik," ujar Amran menyampaikan data inflasi bahan makanan.

Lebih lanjut ia menuturkan, gejolak harga bawang putih yang terjadi saat Ramadan kini kembali stabil. Menurutnya, usaha yang sudah dilakukan berhasil menekan harga komoditas tersebut.

"Kita panggil 16 impotir bawang putih untuk bertanggung jawab menurunkan harga sampai ke ujung," katanya.

Rilis data BPS

Menoleh data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada bulan Mei 2019 dalam kondisi terkendali, bahkan jauh lebih baik dibandingkan periode di tahun-tahun sebelumnya, karena catatan inflasi mencapai 0,68 persen pada bulan Mei tidak langsung menunjukkan kondisi harga yang bergejolak tinggi.

"Sebetulnya cenderung terkendali, ya agak mendingan lah," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Yunita menilai, harga pangan selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri justru relatif membaik. Menurutnya, kondisi indeks harga yang stabil didapati pada harga bahan pangan sepanjang Ramadan.

Walaupun terlihat mengalami inflasi 2,02 persen, patut diingat kenaikan indeks harga tersebut dikarenakan minggu awal dan akhir Ramadan seluruhnya terjadi pada bulan Mei 2019.

Apresiasi sejumlah pihak

Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai pemerintah telah berhasil menjaga harga pangan selama Ramadan 2019. Hal tersebut tercermin dari tingkat inflasi yang dinilai relatif stabil.

Pengamat Indef Rusli Abdullah berpendapat, inflasi Ramadan tahun ini relatif lebih terjaga, hal tersebut antara lain karena stabilnya harga beras.

"(Stabilnya harga beras) tidak lepas dari kondisi adanya panen raya padi pada Maret-April 2019 sehingga membuat stok beras di tanah air relatif aman," katanya dalam ketetangan resmi, Senin(10/6/2019).

Menurut Rusli, baik sumbangan inflasi dari bahan pangan karbohidrat maupun dari produk hortikultura cukup mempengaruhi laju inflasi. Untuk itu, ia menyarankan ada tata kelola manajemen pangan mengingat Inflasi pangan di bulan Ramadan dan Idulfitri terus berulang.

Namun begitu, Rusli mencatat ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah ke depan terkait dengan inflasi Ramadan.

Salah satunya, pemerintah harus mengoptimalkan manajemen logistik pangan baik pangan yang harus impor maupun pangan yang bisa dipenuhi dari dalam negeri, seperti bawang putih.

Adapun untuk pangan yang bisa dipenuhi dari dalam negeri seperti daging ayam, pemerintah harus memastikan distribusinya lancar.

Sementara itu, Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil mengapresiasi langkah pemerintah, dalam hal ini Kementan yang telah berhasil menjaga stabilitas harga pangan.

"Kementan berhasil dalam pengadaan bahan pangan terutama menjelang hingga sesudah Lebaran, sehingga tidak terjadi gejolak harga pangan," pungkasnya.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Jatuh, Meski AS dan Iran Turunkan Tensi Seteru

Image

News

Sejumlah Daerah Alami Kekeringan, Kemendagri Anggarkan Bantuan Lewat APBD

Image

Ekonomi

Kementan Kembangkan Pertanian Berbasis Ekspor di Daerah Pinggiran

Image

Ekonomi

Kementan Akan Bangun 13 Titik Lumbung Pangan di Daerah Perbatasan

Image

Ekonomi

Kadin BeriĀ 6 Rekomendasi Jaga Ketahanan Pangan di Daerah Perbatasan

Image

Ekonomi

Manfaatkan Data Kependudukan, Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Bisa Lebih Akurat

Image

Ekonomi

Tingkat Ketimpangan Turun, Darmin: Itu Prestasi!

Image

Ekonomi

Harga Minyak Merosot Karena Dua Hal Ini

Image

Ekonomi

BPS: Tingkat Ketimpangan Maret 2019 Sentuh 0,382

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Maskapai Ryanair Masih Percaya Penuh dengan Boeing 737 Max

Ryanair tetap yakin dengan Boeing 737 MAX dan percaya bahwa pesawat itu akan "disambut baik"

Image
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Jatuh, Meski AS dan Iran Turunkan Tensi Seteru

Harga jatuh lebih dari tiga persen setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kemajuan telah dibuat dengan Iran.

Image
Ekonomi

Harga Emas Jatuh Kena Sikat Dolar AS

Tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya.

Image
Ekonomi

Libra Dicecar Ketidakpercayaan, Harga Bitcoin Langsung Terjun Bebas

Ini setelah anggota parlemen AS memeriksa Facebook secara terus-menurus tentang rencana mata uang kriptonya.

Image
Ekonomi

Menkeu Laporkan Rupiah Menguat Rp14.197 per Dolar AS Selama Semester I 2019

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai tukar rupiah mengalami penguatan sebesar 2,3 persen selama semester I 2019.

Image
Ekonomi

Wall Street Lemas Tertekan Laporan Emiten dan Pernyataan Bos Fed

Ini karena investor mempertimbangkan laporan laba terbaru sejumlah perusahaan dan pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Image
Ekonomi
Kolom

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Setiap kota dituntut untuk serius memikirkan preventive program untuk menangani bencana.

Image
Ekonomi

Lagarde Resmi Resign Jadi Bos IMF dan Bersiap Pimpin ECB

Dua minggu lalu, Lagarde dinominasikan sebagai presiden Bank Sentral Eropa (ECB).

Image
Ekonomi

Dolar AS Perkasa Hari Ini

Karena para pelaku pasar menyambut data penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan.

Image
Ekonomi

Penerimaan Pajak Tahun 2019 Diperkirakan Shortfall Hingga Rp140 Triliun

Pemerintah memperkirakan tahun ini terjadi shortfall atau kekurangan target pada penerimaan pajak.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Bak Kakak Beradik, 10 Potret Manis Natalie Sarah dan Putrinya yang Beranjak Remaja

  2. 5 Potret Seru Liburan Raul Lemos dan Krisdayanti ke Markas Juventus, Juventini Sejati

  3. Dua Pegawai JGC Tewas Setelah Tenggak Minuman Energi Campur Hemaviton

  4. Coba Gaya Lusty Lean, Keperkasaan Lelaki Lebih Greget

  5. Selain Iriawan, TGP Kasus Novel Juga Periksa Jenderal Polisi dan Beberapa Penyidik di Polda Metro

  6. Beri Kesempatan Jokowi-Ma'ruf 5 Tahun, Mahfud MD: Hormat Pak Amien, Mari Rajut Keindonesiaan Kita!

  7. Wali Kota Tangerang Batalkan Pemberhentian Pelayanan di Perumahan Milik Kemenkumham

  8. Pejalan Kaki Dikeroyok Sekelompok Orang Tak Dikenal di Jalan Kebon Sirih

  9. Presiden Teken Perpres 47/2019, Kepala BNN Kini Dapat Fasilitas Setingkat Menteri

  10. Dugaan Politik Uang Pemilihan Wagub DKI, M Taufik: Tangkap, Bunyiin Siapa

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik