image sungai 3
Login / Sign Up

Mencari Peluang di Tengah Makin Panasnya Perang Dagang

Siti Nurfaizah

Indepth

Image

Ilustrasi perang dagang | REUTERS/Stringer

AKURAT.CO Gejolak perang dagang antara Amerika Serikat dan China semakin lama bukan mereda, tetapi malah semakin memanas.

Hal ini tercermin dari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump usai pertemuan G20 di Jepang beberapa waktu lalu, yang mengatakan bahwa ia siap untuk memberlakukan tarif tambahan baru atas barang-barang impor dari China setidaknya 300 miliar dolar AS.

baca juga:

Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga hadir dalam pertemuan G20 di Jepang itu mengakui demikian. Bahwa tidak ada tanda-tanda melunaknya perang dagang, justru pertemuan G20 semakin memperkeras hubungan kedua negara adidaya tersebut.

"Harus saya akui pertemuan kemaren bukannya makin memperlunak malah makin memperkeras. Posisi itu sama sekali tidak ada tanda-tanda untuk makin melunak," katanya dalam Rapat Kerja di Gedung DPR RI, Selasa (11/6/2019).

Perang dagang ini telah mengguncang ekonomi dunia terutama di wilayah negara-negara berkembang seperti Asia. Bahkan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Asia Tenggara diperkirakan akan menurun menjadi 4,8 persen tahun ini. Angka ini lebih rendah bila dibandingkan pada 2018 yang mencapai 5,3 persen.

Pertumbuhan PDB di seluruh wilayah Asia Tenggara melambat menjadi 4,6 persen dari tahun ke tahun pada kuartal I-2019 atau turun dari 5,3 persen yang tercatat di semester I-2018.

Ini dikarenakan menurunnya pertumbuhan ekspor di seluruh perekonomian Asia Tenggara sehubungan dengan melemahnya permintaan impor China, melambatnya siklus ICT global, dan meningkatnya proteksionisme selama setahun terakhir ini.

Tak terkecuali Indonesia, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2019 hanya tumbuh 5,07 persen secara tahunan. Salah satu penyebabnya yakni pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang yang melambat akibat perang dagang menjadi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Di sisi lain, neraca perdagangan April 2019 mengalami defisit terdalam sepanjang sejarah sebesar 2,5 miliar dolar AS.

Pemerintah tentu tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Sejumlah langkah atau strategi tengah disiapkan untuk mengantisipasi dampak perang dagang terhadap ekonomi dalam negeri.

Empat jurus Pemerintah

Pertama, menyiapkan kebijakan preventif. Untuk menekan pengaruh global yang menghambat pertumbuhan, maka diperlukan kebijakan yang dirancang agar mampu menjaga permintaan domestik tetap positif.

Caranya yakni dengan menjaga dari sisi konsumsi seperti daya beli, inflasi, dan kestabilan harga. Oleh karena itu, pemerintah sudah memiliki berbagai instrumen untuk meningkatkan belanja sosial yang akan mempengaruhi masyarakat, terutama di kalangan bawah. K

Kedua, menjaga iklim investasi. Investasi merupakan salah satu aspek yang menunjang pertumbuhan ekonomi. Karena itulah pemerintah begitu peduli untuk mendongkrak angka investasi di Indonesia dengan menjaga iklim investasi.

Ketiga, yakni menjaga APBN sebagai acuan. Sri Mulyani mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga akan menjaga APBN sebagai instrumen acuan. Artinya, pemerintah siap mendesign dalam kerangka antisipasi terhadap kondisi yang bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia.

Selanjutnya pemerintah akan menerapkan kebijakan fiskal ekspansif yang terarah dan terukur untuk menghadapi perlemahan global dan menjaga momentum pembangunan serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Kebijakan fiskal juga diarahkan untuk perbaikan neraca pemerintah yang ditandai dengan peningkatan nilai dan kualitas aset, terkendalinya kewajiban, dan peningkatan ekuitas. Dengan demikian, dampak dari ekspor dan impor yang berasal dari global bisa diminimalisir.

Strategi keempat yaitu dengan mendongkrak produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pemerintah tak hanya berkutat dari sisi permintaan saja, tapi juga sisi penyediaannya juga harus diperhatikan. Dalam hal ini, yang harus dipacu adalah produktivitas.

Untuk mewujudkannya, pemerintah mendorong pengembangan pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga terampil dari sektor industri.

Indonesia miliki keuntungan

Meski berdampak negatif, namun, pemerintah menilai Indonesia memiliki peluang untuk meraih keuntungan dari dampak perang dagang, yakni peluang ekspor seperti yang sudah dilakukan Vietnam dan Malaysia.

Hal ini karena, perang dagang sejatinya akan berpengaruh terhadap ekspor Indonesia ke China. Sebab, selama ini ekspor Indonesia ke China berupa komoditas, yang sedianya akan diolah lagi oleh industri China.

Jika China kehilangan daya ekspornya, ada kemungkinan permintaan impor dari Indonesia akan berkurang, sehingga kinerja ekspor Indonesia bisa tertekan.

Sehingga, pemerintah saat ini sedang menempuh langkah untuk melakukan evaluasi terhadap produk-produk sejenis yang biasa diekspor Cina ke Amerika Serikat agar menjadi peluang ekspor bagi Tanah Air.

"Maka kita sudah melakukan langkah-langkah terkait ekspor produk China yang sejenis ke AS. Kira-kira produk apa saja yang selama ini di jual China ke AS. Kita kan ga kena peningkatan tarif. Ini akan kita evaluasi mana produk-produk kita yang memiliki keunggulan komparatif dan harus kita dorong. Salah satu meningkatkan ekspor seperti itu," ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir beberapa waktu lalu.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Trump Ancam Tambahkan Tarif Jika Negosiasi dengan China Kembali Gagal

Image

Ekonomi

Banggar Sarankan Pemerintah Tambah PKH 10 Persen, Ini Jawaban Kemenkeu

Image

Ekonomi

Peringatkan Boeing, FAA: Ada Masalah Baru pada 737 MAX, Segera Perbaiki!

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Jelang KTT G20, China Siap 'Hajar' Konsep Proteksionisme

Image

Ekonomi

Kemenkeu Ajukan Pagu Indikatif K/L Rp854 Triliun Ke Banggar DPR

Image

News

Temuan Puluhan Ribu Dollar AS di Laci Menteri Agama Bakal Diusut KPK

Image

News

Venezuela Sebut Berhasil Gagalkan Upaya Pembunuhan Nicolas Maduro

Image

Ekonomi

Penerimaan Pajak Rendah Hingga Kas Negara Disebut Kosong, Benarkah?

Image

Olahraga

Piala Emas 2019

Amerika Serikat dan Panama Lolos ke Perempat Final

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

IHSG Menghijau Sepanjang Hari dan Naik 14,2 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (27/6/219) naik 0,67 persen atau 42,2 poin ke posisi 6.352,710.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Trump Ancam Tambahkan Tarif Jika Negosiasi dengan China Kembali Gagal

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebutkan bahwasanya ia akan memberlakukan lebih banyak tarif terhadap China.

Image
Ekonomi

Banggar Sarankan Pemerintah Tambah PKH 10 Persen, Ini Jawaban Kemenkeu

Kementerian Keuangan untuk menambah belanja modal untuk PKH sebesar 10 persen.

Image
Ekonomi

Kemenkop Dukung Wirausaha Pemula Bentuk New Entrepreneurs Society

Kemenkop dan UKM Dukung Wirausaha Pemula Bentuk New Entrepreneurs Society

Image
Ekonomi

Peringatkan Boeing, FAA: Ada Masalah Baru pada 737 MAX, Segera Perbaiki!

Otoritas Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) pada Kamis (27/6/2019) mengumumkan, ada masalah baru pada pesawat Boeing 737 MAX.

Image
Ekonomi

Ganjilnya Polemik Harga Ayam di Antara Peternak dan Pasar

Polemik harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di beberapa daerah kembali terjadi.

Image
Ekonomi
Hari Bank Indonesia

Yuk Kenali Tujuan dan Fungsi Bank Indonesia!

Pada tahun 1953 Undang-Undang Pokok Bank Indonesia menetapkan Bank Indonesia untuk menggantikan fungsi De Javasche Bank sebagai bank sentral

Image
Ekonomi

5 Hobi Ini Bisa Menghasilkan Uang Loh, Mau Tahu?

Berikut ini hobi yang anda bisa coba yang juga berpeluang menghasilkan uang;

Image
Ekonomi

Susah Mandiri, 3 Zodiak Ini Butuh Supervisor untuk Selesaikan Pekerjaan

Ada zodiakmu nggak nih?

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Jelang KTT G20, China Siap 'Hajar' Konsep Proteksionisme

China dikabarkan siap bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menjunjung tinggi multilateralisme.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Gelar Aksi Halal Bihalal di Depan Gedung MK, Massa: Habisi Penghianat Bangsa!

  2. Dalam Orasi, Abdullah Hehamahua Minta KPK Audit Kecurangan Pemilu 2019 di KPU

  3. Bela Felix Siauw, Anies: Kami Tak Langgar Aturan

  4. Kapolres Jakpus: Jika Ditemukan Perusuh, TNI akan Turun Tangan

  5. Sebelum Bubarkan Diri, Massa Aksi di Depan MK Bacakan Petisi, Begini Isinya

  6. Usai Umumkan Putusan PHPU Pilrpes, MK Lanjut Proses Gugatan Hasil Pileg

  7. Din Syamsuddin: Tidak Benar Melarang Masyarakat Unjuk Rasa, Itu Hak Konstitusional

  8. Jordi Anggap Anak Kedua Ruben Onsu - Sarwedah Kado Termahal di Hari Ultah

  9. Digoda Habis-habisan Soal Hubungan dengan Faisal Nasimuddin, Luna Maya Salah Tingkah

  10. Ciuman dengan Rio Dewanto, Jessica Mila: Terjadi Secara Natural Aja

Available

fokus

Hari Bank Indonesia
Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Potret DPR 2019-2024

Image
UJANG KOMARUDIN

Mari Kita Bersatu

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude