image sungai 3
Login / Sign Up

Perusahaan Media Punya Masalah Besar, 'Siapa yang Membayar Beritanya?'

Andi Syafriadi

Image

Pendongeng membacakan cerita novel atau berita dari koran untuk karyawan di pabrik tembakau cerutu, di Havana, Kuba | REUTERS

AKURAT.CO Berkembangnya internet dan Smartphone yang sangat pesat, nyatanya telah menjadi revolusi tersendiri bagi pengiriman hingga model bisnis berita yang sudah berlangsung selama 20 tahun lamanya (Cetak).

Dimana berkat revolusi tersebut menyebabkan turunnya pendapatan, PHK hingga pengambil alihan suatu perusahaan kantor berita.

baca juga:

Sebagai contoh, di Amerika Serikat sendiri, saat ini perusahaan iklan lebih memanfaatkan teknologi media massa seperti Facebook, Google maupun Amazon yang sekiranya menurut perusahaan lebih mendatangkan penghasilan yang menjanjikan.

Menurut hasil laporan Reuters Intitute yang dilansir Rabu (12/6/2019), Perusahaan Media saat ini sedang mengalami berbagai rintangan diantaranya adalah semakin berkembangnya teknologi hingga kurangnya rasa percaya masyarakat terhadap berita tersebut.

Namun salah satu yang menjadi bahan perhatian hasil laporan tersebut adalah kenapa kebanyakan orang saat ini tak ingin membayar atau sekedar berlanggan untuk media yang berbasis online ?

Lembaga studi Jurnalisme Reuters menyebutkan dalam laporan tersebut bahwasanya sebagian besar orang tidak akan membayar untuk jenis berita online, dihitung hitung menurut laporan tersebut hanya ada sedikit peningkatan dalam proporsi orang yang bersedia membayar dalam enam tahun terakhir ini.

Bahkan dalam laporan tersebut, sebagian masyarakat menyebutkan lebih baik berlangganan film atau musik dibandingkan berlangganan di beberapa media online, yang pada akhirnya membuat perusahaan media online tersebut sedikit sekali mendapat keuntungan.

Menurut Nic Newman selaku salah satu peneliti senior di Reuters Intitute menyebutkan bahwasanya informasi yang acap kali diberitakan di Internet sering sekali membingungkan dan rancu. Maka dari itu mayoritas masyarakat lebih memilih untuk tidak membayar atau berlangganan dengan media online.

Nic melalui surveinya memaparkan hanya ada 7% dari masyarakat dibawah umur 45 tahun yang akan berlangganan berita, sedangkan 37% akan memilih untuk video online dan 15% lainnya untuk musik online.

"Terkadang informasi yang dimuat di dalam berita online tersebut suka membingungkan yang membuat banyak para masyarakat lebih memilih membayar musik/film ketimbang berlangganan dengan media online," ujar Nic melalui laman Reuters.

Namun tak semuanya seperti itu, lanjut Nic, ada beberapa media online besar yang sudah membuktikan bahwa mereka mampu menarik sejumlah besar pelanggan yang membayar akan tetapi pertanyaannya adalah sampai kapan dan tantangan apa yang akan dihadapi bagi para penerbit lainnya.

Di Amerika Serikat sendiri hanya ada beberapa media Online yang menjadi pilihan masyarakat, dimana mereka memutuskan untuk bersedia membayar atau berlangganan diantara lainnya adalah; The New York Times, Wall Street Journal (WSJ) serta Washington Post.

Namun dibalik ancaman yang menyertai para organisasi pemberitaan akibat kurangnya pendapatan oleh pelanggan, justru beberapa teknologi raksasa memanfaatkan hal tersebut.

Seperti halnya para penyedia hiburan terbesar di dunua, Netflix, Spotify, Apple Music dan Amazon Prime dikabarkan mendapatkan keuntungan besar saat ini.

Menurut Nic, Animo malasnya masyarakat untuk berlangganan berita online dan lebih menghabiskan uangnya terhadap hiburan nyatanya tak hanya terjadi di Amerika saja, bahkan di beberapa negara hal tersebut juga terjadi.

"Munculnya masyarakat yang lebih ingin menghabiskan duitnya kepada hiburan dibandingkan berita tak hanya terjadi di Amerika saja melainkan terjadi di beberapa negara," ujar Nic Newman.

Jadi tidak mengherankan apabila berita masuk ke dalam peringkat terendah jika dibandingkan dengan layanan lainnya seperti Netflix dan Spotify. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Reuters

berita terkait

Image

News

Berita Populer Tanggapan Ferdinand Soal Seruan Habib Rizieq hingga Habib Novel Sebut Seruan Turun ke Jalan Demi Keadilan

Image

Iptek

Duh, Google Play Store Rumah Bagi Ribuan Aplikasi Palsu Terjangkit Malware

Image

Iptek

Ajari Anak-anak Deteksi Hoaks, Google Tambah Kurikulum Baru

Image

Iptek

Bill Gates Akui Kesalahan Terbesarnya Adalah 'Kehilangan' Android

Image

Iptek

Microsoft Larang Karyawannya Gunakan Slack dan Google Documents, Ini Alasannya

Image

Iptek

Netflix Uji Coba Fitur Pop-up Player, Bisa Nonton Sambil Buka Aplikasi Lain

Image

Iptek

Mode Gelap Mulai Hadir di Gmail, Begini Tampilannya

Image

Iptek

Untuk Pengawasan Barang dan Kerja Karyawan, Amazon Gunakan Drone

Image

Gaya Hidup

Ikan dari Sungai Amazon Ada di Puncak Bogor

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Akhir Tahun, MRT Targetkan 100 Ribu Penumpang Per Hari

MRT targetkan penumpang mencapai 100 ribu per hari.

Image
Ekonomi

DDTC: Penerimaan Pajak Rendah Akibat Tantangan Eksternal

Bawono Kristiaji pertumbuhan penerimaan pajak Mei 2019 lebih banyak diakibatkan oleh tantangan eskternal terutama perang dagang.

Image
Ekonomi
Hari Bank Indonesia

Mengenal Sosok Gubernur Bank Indonesia Pertama Penjaga Stabilitas Moneter

Sjafruddin merupakan sosok yang merintis pembentukan Bank Indonesia pada tahun 1953.

Image
Ekonomi
Indepth

Facebook Masuk ke Zona 'Berbahaya' dengan Meluncurkan Libra

Facebook dan 27 mitra menggemparkan dunia dengan mengumumkan rencana merilis mata uang digital global disebut Libra.

Image
Ekonomi

Gojek Beri Pelatihan Keuangan Bagi Para Mitra Pengemudinya

Pelatihan pengelolaan keuangan ini merupakan bagian dari program Bengkel Belajar Mitra (BBM).

Image
Ekonomi

BEI Yakin Pasar Modal RI Bakal Terus Tumbuh Positif

Pada 2018, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 387 ribu transaksi per hari, lebih unggul dari Thailand yakni 342 ribu transaksi per hari

Image
Ekonomi
Hari Bank Indonesia

Mengenal Kebijakan Moneter Gubernur Pertama BI, 'Gunting Syafruddin'

Gunting Syafrudin adalah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Syafrudin Prawiranegara

Image
Ekonomi

Land Freeze Bisa Cegah Spekulan Tanah Nakal di Ibu Kota Baru

Tak ayal, dari sisi harga disebut-sebut juga ikut meningkat secara drastis.

Image
Ekonomi

Menperin Sebut Manufaktur RI Telah Bertransformasi Berkat Belajar dari Korsel

Indonesia juga sudah mulai bertranformasi dari ekonomi berbasis komoditas menjadi manufaktur bernilai tambah tinggi seperti Korea Selatan.

Image
Ekonomi

Usai Pemilu dan Lebaran, Ciputra Yakin Marketing Sales Ngebut

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan marketing sales sebesar Rp1,1 triliun selama kuartal I-2019.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Gaya Perming Rambut Seperti Apa yang Hits di Korea?

  2. Bakal Gelar Tedhak Siten, Ardina Rasti Belanja di Toko MR.DIY

  3. Mengapa Rajin Diet tapi Tetap Gemuk?

  4. Kejagung Usut Keterlibatan Wali Kota Manado Kasus Dana Hibah Banjir

  5. Huawei Rilis EMUI 9.1 untuk Android Pie Indonesia, Apa Saja Fiturnya?

  6. Komnas HAM: Perlu Kebijakan Khusus Untuk Perekrutan Polri dari Unsur Putra Daerah

  7. Peneliti Pusako Universitas Andalas Sebut Kubu 02 Gagal Fokus Terkait Gugatannya di MK

  8. KPK Ingatkan Lukman dan Khofifah Hormati Proses Persidangan

  9. Vietnam dan India Kebanjiran Aliran Investasi Relokasi Pabrik, Indonesia Kapan?

  10. Terungkap, Rupanya Jerry Aurum Sudah Pakai Narkoba Sejak 2016

Available

fokus

Hari Bank Indonesia
Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai
Available

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude