image
Login / Sign Up

Boikot Trump terhadap Huawei Bisa Jadi 'Senjata Makan Tuan'

Andi Syafriadi

Perang Dagang

Image

Seorang perempuan berjalan di depan toko Huawei di China | REUTERS/Jason Lee

AKURAT.CO Permasalahan Amerika Serikat terhadap Perusahaan teknologi asal China, Huawei, disebut-sebut bermula dari proyek infrastruktur jaringan 5G, hingga akhirnya merembet kepada masalah ancaman keamanan negara.

Dalam menangani persoalan tersebut, AS meyakinkan agar semua sekutu Baratnya bersama-sama menjatuhkan perusahaan tersebut dari pengembangan Jaringan 5G milik Huawei karena akan mengganggu keamanan tiap negara.

baca juga:

Namun lambat laun pertarungan tersebut berubah menjadi aksi saling melarang bisnis yang kian meluas, yang membuat hampir mustahil bagi perusahaan AS maupun perusahaan lainnya yang memiliki kepentingan melakukan bisnis dengan Huawei.

Berkat hal tersebut, bagi Huawei, langkah AS tersebut merupakan 'pukulan telak' ke badan perusahaan tersebut. Bagaimana tidak, berkat pelarangan yang dibuat oleh Amerika tersebut banyak perusahaan teknologi seperti halnya Qualcomm dan Arm dikabarkan harus berhenti memasok barang ke perusahaan tersebut.

Secara tidak langsung langkah proteksionis ini akan mendorong Huawei dan kelompok perusahaan China lainnya untuk mengembangkan teknologi mereka sendiri. Ini mengingat seberapa jauh Huawei telah berkembang yang akan memungkinkan Huawei mengambil alih dominasi AS terhadap pasar telekomunikasi.

Kendati demikian kebanyakan dari para produsen teknologi merupakan bagian dari ekosistem, seperti halnya platform Android milik Google yang berhubungan langsung dengan aplikasi Netflix, Whatsapp, dan Youtube.

Faktanya ekosistem besar tersebut sebagian besar dikelola oleh perusahaan-perusahaan asal Amerika, bahkan saat ini otoritas AS dikabarkan telah melarang Google bersama dengan pengembang Android lainnya yang berbasis di AS untuk bekerja sama dengan perusahaan produsen teknologi asal China tersebut.

Dengan kata lain, Presiden Donald Trump akan segera menyingkirkan Huawei dari ekosistem Google.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Google dikabarkan akan membatasi penggunaan sistem operasi Android di smartphone buatan perusahaan Huawei, melalui langkah tersebut digadang-gadang Huawei akan kehilangan akses untuk update software dan keamanan yang dirilis langsung oleh Google untuk Android di masa depan.

Pembatasan tersebut dikatakan juga mampu menghilangan akses ke beberapa aplikasi Google seperti YouTube, Gmail dan Play Store, akan tetapi, bagi para pengguna smartphone Huawei saat ini. Dimana perangkatnya sudah terinstal aplikasi milik Google, masih akan terus bisa menggunakan dan mendapatkan update aplikasi yang dirilis oleh perusahaan tersebut.

Walaupun pada awalnya, kehilangan mitra ekosistem Google dapat merugikan Huawei, namun dalam jangka pendek dan menengah diharapkan Huawei mampu memulai membangun ekosistem saingannya sendiri, sambil melindungi posisinya di China dan pasar nasional lainnya.

Ekosistem baru yang dimiliki Huawei ini mungkin tidak mampu menyalip Android milik Google, akan tetapi Huawei akan sangat bodoh jika mereka tidak mencobanya.

Jika saja pemboikotan yang dilakukan oleh AS terjadi pada empat tahun yang lalu, maka sudah jelas kesenjangan teknologi mungkin akan terlalu melebar untuk dijembatani oleh kelompok produsen teknologi asal China tersebut, namun akan berbeda cerita lagi jika melihat perkembangan Huawei saat ini, dimana diyakini perusahaan tersebut dapat mampu merubah wajah Telekomunikasi di pasar Internasional. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Financial Times

berita terkait

Image

News

Arab Saudi Terima Pengiriman Pasukan AS Demi Tingkatkan Keamanan Kawasan

Image

News

Gelombang Panas Berbahaya Mulai Hampiri AS dan Kanada

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Jadi Alat Trump, Ketidakpastian Perang Dagang Akan Berlanjut Hingga 2020

Image

Ekonomi

Penurunan Suku Bunga Bisa Memacu Ekspor dan Perbaiki Neraca Indonesia

Image

Ekonomi

Indonesia Bisa Menangkan Perang Dagang, Jika...

Image

Ekonomi

Kemendag Dorong Pengolahan Sarang Burung Walet untuk Genjot Ekspor

Image

Ekonomi

Faceapp Berbahaya? Ini Perspektif Bisnisnya

Image

Ekonomi

Blak-blakan Deputi Gubernur BI Soal Alasan Pangkas Suku Bunga

Image

Gaya Hidup

Unik! 5 Penginapan Berdesain Roket dan Ufo, Terasa Menginap di Luar Angkasa

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

SKK Migas: Akibat Bocornya Sumur Blok ONWJ, Target Produksi Molor

SKK memproyeksikan jadwal onstream akan mundur dari rencana semula.

Image
Ekonomi
Indepth

Menunggu Keseriusan Pemerintah Soal Sinkronisasi RUU Minerba

RUU MInerba dalam waktu begitu singkat dan hanya menyisakan 3 minggu sebelum reses

Image
Ekonomi

Kementan Klaim Kemudahan Perizinan Tingaktan Ekspor Bunga Hias

Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya memacu dan meningkatkan volume ekspor pertanian, termasuk ekspor tanaman hias ke 29 negara

Image
Ekonomi

Perhatian! Jangan Gunakan Mobile Banking Mandiri Dulu

Apabila nasabah melakukan pengecekan saldo secara masif dalam waktu yang sama, akan berdampak pada lambatnya sistem perbaikan.

Image
Ekonomi

Mandiri Akan Paksa Nasabah yang Saldonya Bertambah untuk Kembalikan Uang

Bank Mandiri akan menghubungi nasabah yang mendapat tambahan saldo secara drastis.

Image
Ekonomi

Jika Saldo Tak Kembali, Mandiri Sarankan Nasabah ke Kantor Cabang

"Di kantor cabang akan ditampung keluhan, memastikan uang aman dan dicek kembali"

Image
Ekonomi

Bank Mandiri Jamin Saldo Nasabah Pulih dalam 2-3 Jam

"Kami memohon maaf dan kami pastikan rekening nasabah, aman," ujar Rohan.

Image
Ekonomi

Warga Panik dan Langsung Cek ke Mesin ATM Mandiri

"Panik, apalagi baca berita banyak yang saldonya tiba-tiba nol," kata warga.

Image
Ekonomi

Ramai Saldo Nasabah Bank Mandiri Amblas, Ini Respon BI

Bisnis sistem pembayaran yang melibatkan banyak nasabah harus memiliki ketahanan sistem operasinya.

Image
Ekonomi

Perubahan Core System ke Back Up System, Alasan Mandiri Error Pagi Ini

Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Kesal, Regi Datau Harus Bayar Makan Sampai Rp64 Juta Karena Ayu Dewi

  2. 10 Pesona Minati Atmanegara, Awet Muda di Usia 60 Tahun

  3. Netter Sebut Jokowi 'Bloon', Gibran: Ya Pak, Maaf Pak

  4. Tuai Pujian, Kisah Aiptu Rukur Sidabutar Berhasil Mengantarkan Tiga Putranya Lulus Akademi Militer

  5. Taruh Modal Rp600 Juta, Arie Untung Ngaku Gak Dapat Untung Bisnis Sama Pablo Benua

  6. Ternyata Salmafina Didesak Wawancara Khusus Hingga Pakai Kalung Salib di Acara Rumpi

  7. Pembuat Anyaman Getih Getah di Bundaran HI Sebut Anggaran Produksi Karyanya Tak Sampai Rp 300 Juta

  8. Sekilas Mirip Kawasaki Ninja, Kendaraan Pria Ini Bikin Geger Warganet

  9. Seorang Pria Tewas Di Dalam Mobil Berplat TNI Di Ciracas

  10. Sindir Galih Ginanjar, Pablo Benua - Rey Utami, Sonny Septian: Khilaf Sebagai Jurus Terakhir

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik