image
Login / Sign Up

Indef Nilai Pemerintah Berhasil Jaga Harga Pangan Saat Ramadan

Rizal Mahmuddhin

Roda Ekonomi Ramadan

Image

Tim satgas pangan polda metro jaya bersama bulog memantau harga beras medium di pasar tomang barat, jakarta, Rabu (21/11/2018). Kegiatan tersebut dalam rangka memantau stabilitas harga beras medium yang dijual dipasaran. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai pemerintah telah berhasil menjaga harga pangan selama Ramadan 2019. Hal tersebut tercermin dari tingkat inflasi yang dinilai relatif stabil.

Pengamat Indef Rusli Abdullah berpendapat, inflasi Ramadan tahun ini relatif lebih terjaga, hal tersebut antara lain karena stabilnya harga beras.

"(Stabilnya harga beras) tidak lepas dari kondisi adanya panen raya padi pada Maret-April 2019 sehingga membuat stok beras di tanah air relatif aman," katanya dalam ketetangan resmi, Senin(10/6/2019).

Rusli menilai baik sumbangan inflasi dari bahan pangan karbohidrat maupun dari produk hortikultura cukup mempengaruhi laju inflasi.

Untuk itu, ia menyarankan ada tata kelola manajemen pangan mengingat Inflasi pangan di bulan Ramadan dan Idul Fitri terus berulang.

Rusli mencatat ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah ke depan terkait dengan inflasi Ramadan.

Pertama, pemerintah harus mengoptimalkan manajemen logistik pangan baik pangan yang harus impor maupun pangan yang bisa dipenuhi dari dalam negeri, seperti bawang putih. Sementara untuk pangan yang bisa dipenuhi dari dalam negeri seperti daging ayam, pemerintah harus memastikan distribusinya lancar.

Seperti disampikan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada bulan Mei 2019 dalam kondisi terkendali, bahkan jauh lebih baik dibandingkan periode di tahun-tahun sebelumnya, karena catatan inflasi mencapai 0,68 persen pada bulan Mei tidak langsung menunjukkan kondisi harga yang bergejolak tinggi.

"Sebetulnya cenderung terkendali, ya agak mendingan lah," ucap Yunita Rusanti kepada wartawan di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Menurut Yunita Rusanti, harga pangan selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri justru relatif membaik.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, kondisi indeks harga yang stabil didapati pada harga bahan pangan sepanjang Ramadan. Walaupun terlihat mengalami inflasi 2,02 persen, patut diingat kenaikan indeks harga tersebut dikarenakan minggu awal dan akhir Ramadan seluruhnya terjadi pada bulan Mei 2019.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan harga-harga kebutuhan pangan telah terkendali dan stabil pada periode Ramadhan dan Lebaran 2019.

Mendag mengatakan, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan menjadi salah satu alasan kestabilan harga-harga pada periode ini, meski terdapat peningkatan permintaan.

"Ketersediaan dan pengendalian harga akan terus berlangsung sampai sepanjang tahun. Kita betul-betul membuat keseimbangan supply and demand," kata Menteri Enggar di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri G20 mengenai Perdagangan dan Ekonomi Digital di Tsukuba, Jepang, akhir pekan lalu.

Ia mengakui beberapa harga bahan kebutuhan pokok sempat mengalami kenaikan, namun masih dalam tataran normal. Enggar juga memastikan ketersediaan pasokan untuk menjaga kestabilan harga bahan makanan akan terus terjadi sepanjang 2019.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Jelang Keputusan Suku Bunga BI, IHSG Lemas

Image

News

Pemerintah Diminta Tegas Berantas Gerakan Radikal

Image

News

Harga Cabai Tak Stabil di Lumbung Terbesar Kedua Negeri Ini

Image

News

Mendagri: Cepat Atau Lambat Pemilihan Cawagub Tergantung Political Will Partai Pengusung

Image

Ekonomi

IHSG Masih Lesu, Tertekan Perundingan Dagang AS-China dan Defisit APBN

Image

Ekonomi

Libra Dicecar Ketidakpercayaan, Harga Bitcoin Langsung Terjun Bebas

Image

Ekonomi

Kementan Kembangkan Pertanian Berbasis Ekspor di Daerah Pinggiran

Image

Ekonomi

Kementan Akan Bangun 13 Titik Lumbung Pangan di Daerah Perbatasan

Image

Video

VIDEO Mahasiswa Lakukan Aksi '16 Juli Berdarah'

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Teknologi Trenchless Bisa Kebut Pembangunan Industri Jasa Konstruksi

Salah satu teknologi konstruksi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi pada percepatan pembangunan adalah teknologi trenchless.

Image
Ekonomi

Jelang RDG, BI Disarankan Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Bps

Kepala Penelitian Makroekonomi dan Finansial LPEM UI Febrio Kacaribu mengatakan BI perlu menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Image
Ekonomi

Kementerian BUMN Benarkan Soal Pergantian Direksi Himbara

Kementerian BUMN membernarkan pergantian direksi dan/komisaris beberapa Himbara.

Image
Ekonomi

Pemerintah Akan Evaluasi Layanan dan Fasilitas Rest Area di Seluruh Ruas Jalan Tol

Kementerian PUPR mendorong BUJT untuk dapat memenuhi dan meningkatkan pelayanan di rest area.

Image
Ekonomi

Asosiasi E-commerce Tegaskan Selalu Tertib Berikan Data Impor ke Pemerintah

Bima berharap DJBC dapat menjelaskan lebih spesifik terkait detail data transaksi yang diminta.

Image
Ekonomi

Pemerintah Siapkan Regulasi 'Bendung' Barang Impor dari E-commerce

Pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk membendung masuknya impor barang konsumsi melalui sektor perdagangan berbasis elektronik.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

IMF Dorong Setiap Negara Hindari Kebijakan yang Mendistorsi Perdagangan

Ketegangan perdagangan sejauh ini tidak secara signifikan mempengaruhi ketidakseimbangan neraca berjalan global, tetapi membebani investasi

Image
Ekonomi

Menteri Keuangan Negara-negara G7 Tolak Libra Facebook

Rencana besar-besaran perusahaan media sosial untuk meluncurkan koin digital telah bertemu dengan suara sumbang dari bank, regulator dll.

Image
Ekonomi

Soal Pelarangan Ambil Foto, Ombudsman: Manajemen Krisis dan Komunikasi Publik Garuda Lemah

Ombudsman sempat meminta penjelasan mengenai kebenaran adanya menu tulisan tangan untuk kelas bisnis.

Image
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Merosot Tajam Karena AS

Setelah data menunjukkan persediaan produk-produk minyak Amerika Serikat (AS) meningkat.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Visi Indonesia Jokowi Bertolak Belakangan dengan Visi dan Misi Kampanye Pilpres

  2. YouTuber Rius Vernandes Dipanggil Polisi Usai Beberkan Menu Makanan Garuda Indonesia Ditulis Tangan

  3. AFC Sebut Indonesia Bisa Sulitkan Raksasa Asia

  4. Sindiran Pedas Abdillah Toha kepada Pendukung Prabowo yang Kecewa: Merasa Kuda Tunggangan Mereka Telah Hilang

  5. Viral Larangan Foto di Pesawat, Pesan Warganet untuk Garuda Indonesia: Gak Usah Aneh-aneh, Teruskan Tingkatkan Layanan Saja

  6. 'Ga Pulang-pulang', Biaya Per Bulan Habib Rizieq di Saudi Lebihi Rp36 Juta

  7. Pertemuan Jokowi-Prabowo Dinilai Telah Menyudutkan Kelompok Radikal

  8. Tak Mau Ajukan Banding, Ratna Sarumpaet Mengaku Lelah Hadapi Proses Sidang yang Panjang

  9. Posting Foto Mesra, Tanda Nagita Slavina Hamil Anak Kedua Makin Kuat

  10. Garuda Laporkan Youtuber, Netizen Ramai Tantang Laporkan Hotman Paris

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik