image sungai 3
Login / Sign Up

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Aji Nurmansyah

Roda Ekonomi Ramadan

Image

Direktur Keuangan dan Operasional Dompet Dhuafa, Anna Rahmawati, saat wawancara khusus di Gedung Dompet Dhuafa Philanthropy, Jakarta Selatan, Selasa (21/05/2019). Ia membahas beberapa agenda di bulan ramadan yang akan dilakukan oleh Dompet Dhuafa. AKURAT.CO/Sopian | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Zakat dan pajak merupakan dua hal yang berbeda, kendati memiliki kesamaan. Khususnya dana yang terkumpul, nantinya akan kembali dimanfaatkan oleh pengelolanya untuk program-program pemberdayaan masyarakat.

Meski zakat dan pajak memiliki tujuan pemberdayaan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, ternyata mekanismenya sedikit berbeda. Jika zakat khusus diperuntukkan untuk delapan golongan yang berhak menerimanya, maka pajak tidak ada batasan golongan.

baca juga:

Zakat menurut ajaran Islam memang memiliki dampak yang sangat signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya, delapan golongan penerima zakat, meliputi: Fakir, Miskin, Riqab (Hamba Sahaya), Gharim (orang berhutang), Mualaf (baru masuk islam), Fisabilillah (pejuang di jalan Allah), Ibnu Sabil (Musyafir) dan Amil Zakat (pengelola zakat).

Berbeda dengan zakat yang kriteria penerimanya sudah ditentukan dalam Alquran, Pajak lebih fleksibel karena dikelola langsung oleh pemerintah dibawah Direktorat Jenderal Pajak. Dan dana hasil pajak nantinya akan dimanfaatkan untuk mengeksekusi program prioritas pemerintah seperti pembangunan infrastruktur untuk pemerataan, hingga program pemberdayaan hingga belanja negara. 

Namun sayangnya, zakat dan pajak masih menjadi polemik, yang mengusik pemikiran, lantaran zakat yang diharapkan bisa menjadi solusi mengurangi pajak namun toh belum efektif. Padahal bagi sebagian pembayar zakat terutama masyarakat yang pajaknya cukup besar semisal Rp1 miliar ke atas, mereka sejatinya berharap membayar zakat bisa menggurangi persentase membayar pajak.

Direktur Keuangan dan Operasional Dompet Dhuafa Filantropi, Anna Rahmawati mengatakan pihak lembaga amil zakat (LAZ) saat ini tengah memperjuangkan zakat nantinya bisa menjadi kredit pajak. "Betul ini yang kita sedang perjuangkan, setelah dihitung-hitung zakat sebetul bisa dijadikan sebagai objek pengurang pajak," ujarnya saat berbincang dengan Akurat.co di kantornya, Jakarta, belum lama ini.

Direktur Keuangan dan Operasional Dompet Dhuafa, A. AKURAT.CO/Sopian

Menurutnya zakat berlaku sebagai objek pengurang pajak, hanya akan relevan mengurangi jumlah zakat seseorang yang bekerja pada dua pemberi kerja atau lebih. Akan tetapi kalau hanya dari satu pemberi kerja saja zakat tidak berpengaruh dalam mengurangi objek pajak. Ke depan Anna berharap zakat bisa menjadi kredit pengurang pajak yang efektif.

Berikut hasil perbincangan kami dengan Anna Rahmawati soal pajak dan zakat ini:

Konsep zakat kan bisa mengurangi pajak?

Betul ini yang kita sedang memperjuangkan, setelah dihitung-hitung zakat betul bisa dijadikan sebagai objek pengurang pajak. Tapi ternyata hanya akan relevan mengurangi jumlah zakat seseorang pada dua pemberi kerja atau lebih, tapi kalau hanya dari satu pemberi kerja itu tidak ngaruh.

Nah sekarang ini kita ingin mendorong zakat itu jadi kredit pajak, bukan sekedar pengurang pajak. Nah jika pajaknya misalnya Rp 1 juta, nah misalnya zakatnya Rp600 ribu nanti tinggal bayar pajaknya Rp400 ribu. Kalau di Malaysia kan memang sudah seperti itu jadi masyarakat termotivasi untuk membayar zakatnya.

Kalau melihat potensinya apa perlu dibuat perundang-undangan?

Ada dua mazhab dalam memperlakukan zakat, ada satu aliran satu aliran itu menginginkan zakat itu bisa dikelola oleh negara, jadi masuk ke dalam struktur APBN. Nah yang satu lagi, ini zakat itu harus tetap dikelola independen oleh badan entah itu melalui baznas tetapi ada badan khusus atau independen dalam artian ada baznas dan ada (LAZ) yang swasta nah ini mengarah kemana ini. Masih belum kelihatan. 

Nah bagaimana respon pemerintah sendiri?

Nah ini mau ngarah kemana masih belum, kalau undang-udangnya No 11 tahun 1988, dia terpisah dari APBN dana zakatnya dan dikelola oleh badan khusus seperti baznas tadi. Semua lembaga amil zakat akan dijadikan unitnya baznas jadi tidak ada laz-laz tadi.

Sebetulnya agak berat diimpelementasikan saat ini karena masyarakat itu. Belum sepenuhnya percaya dengan transparansi terutama yang ada dipemerintah.

Direktur Keuangan dan Operasional Dompet Dhuafa, A. AKURAT.CO/Sopian

Idealnya seperti apa mengelola zakat?

Kalau untuk saat ini biarkanlah laz-laz itu berkreasi dengan inovasinya masing-masing untuk mengelola dana-dana zakat tersebut. Nanti kalau misalnya pemerintah memang sudah siap secara sistem nggak apa-apa kalau mau ke baznas atau mau disingkronkan dengan APBN.

Karena kalau dengan APBN proses singkronisasinya bisa lebih bagus dan tepat sasaran. Karenakan tujuan kita sama, dengan laz-laz lainnya. Lembaga zakat itukan NGO yanh mirip dengan pemerintah yang ingin masyarakat sejahtera.

Bagaimana Koordinasi dengan regulator?

Saat ini koordinasi kan terus dilakukam koordinasi dengan kemensos dengan depnaker dan depag. Intinya kalu ada pembicaraan kita selalu dilibatkan tapi karena masing-masing dana itu terpisah, kordinasinya dijadikan satu dengan APBN atau satu dengan APBN tadi. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Dorong Optimalisasi Penerimaan Pajak, Pemerintah Saling Sinergi

Image

Ekonomi

Bamsoet Harap Semakin Banyak Perusahaan Melantai di Bursa Saham

Image

Ekonomi

Ini 5 Paket Kebijakan dari Pemerintah Gairahkan Sektor Properti

Image

Ekonomi

Pajak Properti dan Kendaraan Mewah Turun hingga 1 Persen

Image

Ekonomi

Kemenkeu Lapor Jumlah Tarif PNBP Dari K/L Capai 71 Ribu

Image

Ekonomi

Kas Negara Memprihatinkan, Legislator: Terlalu Terpatok Pada Pendapatan Pajak!

Image

Ekonomi

Karyawan Duga Penutupan Giant Karena Tingginya Tarif Sewa dan Pajak

Image

Ekonomi

Pemerintah Keluarkan 5 Poin Paket Kebijakan Untuk Dorong Investasi Properti

Image

Ekonomi

Berikut Rincian Batasan Harga Jual Rumah Sederhana Bebas PPN Berdasarkan Zona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Dorong Optimalisasi Penerimaan Pajak, Pemerintah Saling Sinergi

Mardiasmo menekankan bahwa program sinergi reformasi antara DJP, DJBC, dan DJA memiliki delapan program bentuk sinergi.

Image
Ekonomi

Perguruan Tinggi Mampu Hidupkan Ekosistem Koperasi

Perguruan tinggi dianggap berperan penting dalam menghidupkan ekosistem koperasi agar lebih kondusif melalui penciptaan inovasi baru dan din

Image
Ekonomi

Menko Luhut Bakal Fokus Selesaikan Batas Wilayah Maritim di 2020

Menko Luhut mengatakan bakal fokus menyelesaikan batas wilayah maritim pada 2020 mendatang.

Image
Ekonomi

Bamsoet Harap Semakin Banyak Perusahaan Melantai di Bursa Saham

Bambang Soesatyo menginginkan lebih banyak lagi perusahaan yang melantai atau mencatatkan diri di bursa saham.

Image
Ekonomi

Pemerintah Akui Sulit Awasi Pendistribusian Elpiji Bersubsidi

Pemerintah mengaku sulit awasi pendistribusian elpiji 3 kilogram bersubsidi sehingga 10 persen orang kaya masih bisa membelinya.

Image
Ekonomi

Kemenkop Gandeng Moka, Edukasi UMKM soal Teknologi dan Data

Moka mengedukasi UMKM untuk menganalisa semua data tentang bisnis mereka.

Image
Ekonomi

Golden Flower Gunakan Dana IPO untuk Memperkuat Teknologi Produksi

PT Golden Flower Tbk ("GF" atau "Perseroan") berencana menggunakan seluruh dana hasil IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menambah modal

Image
Ekonomi

Menko Luhut: Masalah Kelautan Mendesak Untuk Segera Diselesaikan

Menko Luhut juga memaparkan mengenai verifikasi dan pembakuan jumlah pulau di Indonesia.

Image
Ekonomi

IHSG Makin Subur Jelang Siang

Indeks LQ45 naik 0,64 poin atau 0,1 persen menjadi 1.004.

Image
Ekonomi

Dibuka Menguat, IHSG Masih Berpotensi Bergerak Variatif Hari Ini

Sentimen pasar yang variatif mendorong IHSG untuk bergerak bervariasi (mixed) dalam perdagangan saham hari ini.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Denny Siregar ke BW: Dek Mbambang Sekarang Punya Sekretaris Baru yang Bisa Disuruh-suruh Melengkapi Barang Bukti? Sakti Juga Doi!

  2. Videonya Soal Prabowo Kalah di MK Viral, Emrus Sihombing: Saya Terus Terang Kagum dengan Faldo

  3. Beda dari Sinetron, 10 Potret Harmonis Rionaldo Stokhorst dan Keluarga

  4. Betapa Kaget, Ibu Rumah Tangga Ini Temukan Koper Berisi 30 Ribu Butir Ekstasi

  5. Massa Tetap Gelar Aksi Depan Gedung MK, Kapolri: Kita akan Bubarkan

  6. Mantan Suami Denada, Jerry Aurum Ditangkap Karena Narkoba

  7. Motto Skripsi dari Mahasiswa UGM Yogyakarta Ini Unik Banget

  8. Tanggapi Imbauan Rizieq Shihab, TKN: Tidak Perlu Ada Pengerahan Massa, MK Sudah Transparan

  9. Sedih Betul, Arisan Ratusan Juta Rupiah, Tetapi Uang Tak Kembali

  10. Pasukan Brimob Dikirim ke Papua, Kapolda: Waspada dan Mawas Diri, Perlu Juga Hilangkan Sifat-sifat Arogan

Available

fokus

Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai
Sampahmu
Available

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude