image sungai 3
Login / Sign Up

Menakar Mata Pencaharian dari Kaca Mata Al-Muhasibi

Rizal Mahmuddhin

Roda Ekonomi Ramadan

Image

Ilustrasi | ISTIMEWA

AKURAT.CO Nama besar Al-Ghazali barangkali tak asing di telinga banyak orang. Namun tahukah Anda bahwa salah seorang yang memengaruhi pemikiran ulama sekaliber Al-Ghazali justru samar terdengar? Ia tak lain adalah Harits bin Asad Al-Muhasibi.

Tokoh muslim klasik ini telah menyumbangkan banyak pemikiran bagi peradaban. Sumbangsih pengetahuannya telah menjadi dasar bagi sejumlah konsep ilmu, tak terkecuali di lini ekonomi. Seolah tak lekang oleh waktu, buah pemikirannya  terus menjadi referensi bagi akademisi setelahnya bahkan hingga kini.

Lantas siapa sebenarnya Harits bin Asad Al-Muhasibi? Berikut sejumlah hal terkait kehidupan dan pemikiran ulama zuhud tersebut, yang Akurat.co himpun dari berbagai sumber:

baca juga:

1. Ulama Serbabisa


Al-Muhasibi dikenal sebagai sosok ulama yang alim dan serbabisa. Lahir di Basrah pada tahun 165 Hijriah atau 781 Masehi, ia merupakan pemuka sufi yang tutup usia pada umur 78 tahun. Tepatnya pada 242 Hijriah atau 895 Masehi di kota tempat dia bersinggah, Baghdad.

Figur yang mempunyai nama lengkap Abu Abdullah al-Harits bin Asad bin Ma’qil al-Hamdani al-Muhasibi tersebut selain dikenal sebagai seorang sufi, juga terkenal dengan kepakarannya di bidang ilmu fikih dan hadis.

2. Berguru Pada Banyak Tokoh Terkemuka

Tentu tak begitu saja keluasan ilmu yang di dapatkan Al-Muhasibi. Sebab, kepiawaiannya akan berbagai hal tak terlepas dari banyaknya sederet tokoh terkemuka yang ia jadikan guru setelah hijrah ke Kota Baghdad.

Di bidang fikih, misalnya, ia berguru kepada Imam Syafi’i, Abu Ubaid al-Qasimi bin Salam, dan Qadli Yusuf Abu Yusuf. Sementara untuk ilmu hadis dipelajarinya dari Syuraih bin Yunus, Yazid bin Haran, Abu an-Nadar, dan Suwaid bin Daud.

3. Resah dan Menemukan Titik Balik

Al-Muhasibi sempat resah melihat dinamika politik dan sosial yang berkembang pada masanya. Ragam pendapat yang dilontarkan oleh pendapat Mutazilah, Syiah, Khawarij, Jabariyah, dan Qadariyah mengundang rasa keprihatinannya.

Apa pasal? Berdasarkan pengamatannya atas kelompok itu, ia berkesimpulan, latar belakang yang mendasari sebagian besar kalangan itu bukan akhirat, melainkan kesombongan dan motivasi keduniaan. 

Berangkat dari titik tolak ini, al-Muhasibi memutuskan terjun ke dunia tasawuf dan memilih beruzlah dari keprofanan (keduniaan). Berbagai konsep dan teori dalam kajian dan praktik tasawuf banyak ditawarkan oleh al-Muhasibi.

Salah satunya adalah takut (al-khauf) dan pengharapan (raja’). Kedua teori itu merupakan pangkal penting untuk instropeksi. Dan, keduanya dapat dilakukan dengan sempurna bila berpegang teguh kepada Alquran dan sunah, terutama memaknai dan meresapi ayat-ayat yang menegaskan janji dan ancaman.

Konsep khauf dan raja’-lah yang kemudian menjadikan al-Muhasibi banyak dikenal oleh para tokoh sufi di masanya, bahkan menjadi inspirasi berharga bagi para pencari hikmah yang hidup di masa berikutnya sebagai peninggalan tak ternilai dari seorang Al-Muhasibi.

4. Memilih Hidup Zuhud

Kezuhudan Al-Muhasibi mulai tercium sedari kecil. Konon bapaknya adalah seorang kaya-raya yang menganut aliran muktazilah. Ayahnya bukan hanya penganut aliran muktazilah yang pasif, bahkan termasuk salah seorang yang gigih mengkampanyekan pemikiran yang dikembangkan oleh muktazilah.

Namun, al-Muhasibi ternyata tidak seperti ayahnya, baik dalam masalah teologi maupun dalam sikapnya terhadap harta. Singkat kata, al-Muhasibi boleh dibilang terpisah jauh dari kehidupan sang ayah.

5. Pemikiran Ekonomi Al-Muhasibi

Al-Muhasibi menulis bahwa penarikan diri dari kegiatan ekonomi tidak sesuai dengan ajaran Islam yang benar. Yang harus dihindari adalah memperoleh laba dan upah dari perbuatan yang tidak dikehendaki Allah Swt.

Sebaliknya, seseorang  harus ikhlas dan terlibat dalam usaha dengan maksud membantu muslim lainnya. Ia mengecam orang yang tidak percaya pada hari Pengadilan dan bertentangan dengan syariah dalam kegiatan ekonominya.

Dalam bukunya, Al-Muhasibi membahas cara-cara memperoleh pendapatan sebagai mata pencaharian melalui perdagangan, industri dan kegiatan ekonomi produktif lainnya.

Ia menekankan sikap kejujuran pada setiap aktivitas ekonomi. Penekanan tentang perlunya kejujuran ini merupakan prinsip kegiatan-kegiatan ekonomi.

Dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup, seorang muslim dilarang melakukannya dengan cara yang dilarang atau bathil. Al-Muhasibi juga menekankan pentingnya kerjasama antar sesama muslim. []

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

Abdullah Hehamahua Singgung Tak Perlu Meminta Izin Soal Aksi Halal Bihalal PA 212

Image

News

Di Tengah Massa Aksi 266, Jawara Banten Unjuk Kebolehan Main Debus dengan Siksa Ayam

Image

News

Pemilu 2019

Dalam Orasi, Abdullah Hehamahua Minta KPK Audit Kecurangan Pemilu 2019 di KPU

Image

News

Massa Aksi 266 Ini Meminta Bebaskan Habib Bahar dan Pulangkan Habib Rizieq

Image

News

Massa Aksi Sempat Bersitegang dengan Polisi Gara-gara Mobil Komando

Image

News

Jelang Siang, Massa Aksi Kawal MK Tertahan di Depan Kementerian Pariwisata

Image

News

Gelar Aksi Halal Bihalal di Depan Gedung MK, Massa: Habisi Penghianat Bangsa!

Image

Ekonomi

IHSG Makin Subur Jelang Siang

Image

News

Jelang Putusan Sidang Sengketa PHPU, Polisi Tutup Arus Lalu Lintas Jalan Medan Merdeka Barat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Akhir Tahun, MRT Targetkan 100 Ribu Penumpang Per Hari

MRT targetkan penumpang mencapai 100 ribu per hari.

Image
Ekonomi

DDTC: Penerimaan Pajak Rendah Akibat Tantangan Eksternal

Bawono Kristiaji pertumbuhan penerimaan pajak Mei 2019 lebih banyak diakibatkan oleh tantangan eskternal terutama perang dagang.

Image
Ekonomi
Hari Bank Indonesia

Mengenal Sosok Gubernur Bank Indonesia Pertama Penjaga Stabilitas Moneter

Sjafruddin merupakan sosok yang merintis pembentukan Bank Indonesia pada tahun 1953.

Image
Ekonomi
Indepth

Facebook Masuk ke Zona 'Berbahaya' dengan Meluncurkan Libra

Facebook dan 27 mitra menggemparkan dunia dengan mengumumkan rencana merilis mata uang digital global disebut Libra.

Image
Ekonomi

Gojek Beri Pelatihan Keuangan Bagi Para Mitra Pengemudinya

Pelatihan pengelolaan keuangan ini merupakan bagian dari program Bengkel Belajar Mitra (BBM).

Image
Ekonomi

BEI Yakin Pasar Modal RI Bakal Terus Tumbuh Positif

Pada 2018, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 387 ribu transaksi per hari, lebih unggul dari Thailand yakni 342 ribu transaksi per hari

Image
Ekonomi
Hari Bank Indonesia

Mengenal Kebijakan Moneter Gubernur Pertama BI, 'Gunting Syafruddin'

Gunting Syafrudin adalah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Syafrudin Prawiranegara

Image
Ekonomi

Land Freeze Bisa Cegah Spekulan Tanah Nakal di Ibu Kota Baru

Tak ayal, dari sisi harga disebut-sebut juga ikut meningkat secara drastis.

Image
Ekonomi

Menperin Sebut Manufaktur RI Telah Bertransformasi Berkat Belajar dari Korsel

Indonesia juga sudah mulai bertranformasi dari ekonomi berbasis komoditas menjadi manufaktur bernilai tambah tinggi seperti Korea Selatan.

Image
Ekonomi

Usai Pemilu dan Lebaran, Ciputra Yakin Marketing Sales Ngebut

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan marketing sales sebesar Rp1,1 triliun selama kuartal I-2019.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Amnesty Internasional Surati Jokowi Minta Kasus Penyiksaan Terhadap Peserta Aksi 22 Mei Polisi Diselidiki

  2. Gaya Perming Rambut Seperti Apa yang Hits di Korea?

  3. Didorong Sampai Tujuan, Aksi Driver Grab dan Gojek Saling Bantu Mengantar Pelanggan

  4. Bakal Gelar Tedhak Siten, Ardina Rasti Belanja di Toko MR.DIY

  5. Nadirsyah: Ada Netizen Ngomel Saya Ikut Bahas Soal MK, Nyinyir Sejak Kapan Saya Jadi Ahli Hukum

  6. Mengapa Rajin Diet tapi Tetap Gemuk?

  7. Huawei Rilis EMUI 9.1 untuk Android Pie Indonesia, Apa Saja Fiturnya?

  8. Gaya Rambut Perming ala Korea Makin Diminati Wanita Indonesia

  9. Kejagung Usut Keterlibatan Wali Kota Manado Kasus Dana Hibah Banjir

  10. KPK Ingatkan Lukman dan Khofifah Hormati Proses Persidangan

Available

fokus

Hari Bank Indonesia
Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai
Available

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude