image sungai 3
Login / Sign Up

Strategi Proteksionisme Bergaya 'Old Style' Amerika Bakal Jadi Bumerang

Andi Syafriadi

Perang Dagang

Image

Ilustrasi Perang Dagang China-AS | YICAIGLOBAL.COM

AKURAT.CO Praktik proteksionisme gaya lama tampaknya kembali menjadi strategi yang dipakai oleh Amerika Serikat (AS) baru-baru ini. Dimana praktik tersebut memberikan peningkatan eskalasai perang dagang dengan China.

Namun, praktik berat sebelah tersebut yang biasa digunakan oleh AS nyatanya akan menjadi bumerang, melukai dirinya sendiri dan menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian global.

Sebelumnya, Washington menaikkan tarif tambahan untuk produk asal China senilai USD 200 miliar dari 10% menjadi 25% pada 10 Mei lalu. Langkah tersebut memperparah gesekan perdagangan yang telah berlangsung sepanjang tahun antara dua negara gajah tersebut, meskipun sudah ada 11 putaran diskusi perdagangan bilateral.

baca juga:

Akibatnya China membalasnya dengan mengenakan tarif tambahan terhadap AS yang akan berlaku 1 Juni mendatang.

Strategi proteksionisme yang dipakai AS menunjukkan pola pikir zero-sum (menang-kalah) yang bertentangan dengan realitas globalisasi ekonomi. Padahal perdagangan global, sebagian besar merupakan hasil dari keunggulan komparatif berbagai negara yang berbeda yang mendorong pertumbuhan ekonomi bersama dan meningkatkan standar hidup bagi orang-orang di berbagai penjuru dunia.

Suatu hal yang normal bagi suatu negara untuk memiliki defisit dan surplus perdagangan terhadap beberapa negara lain. Karena sejatinya suatu negara tidak dapat memiliki keunggulan komparatif di semua sektor.

Melalui perkembangan globalisasi pun saat ini juga terjadi peningkatan spesialisasi industri dan teknologi, saling ketergantungan dan saling melengkapi merupakan karakteristik ekonomi internasional.

Rantai pasokan produk teknologi tinggi sering kali melibatkan banyak negara. Memakai tarif sebagai senjata demi mewujudkan permintaan yang tidak masuk akal hanya akan membahayakan rantai pasokan global. Yang juga menjadi tempat bergantung bagi banyak perusahaan AS dan mengikis vitalitas yang dibutuhkan perekonomian Negeri Paman Sam untuk bertumbuh.

Pemerintahan Trump juga telah memberlakukan tarif dimana mereka mengancam akan memberlakukannya terhadap produk-produk baja dengan mitra dagang lainnya, termasuk Uni Eropa.

Sudah lazim bahwa tarif akan dibayar oleh importir negara yang memberlakukan tarif dan akhirnya dibebankan kepada konsumen, hal ini tidak akan dapat menyelesaikan defisit perdagangan barang antara China dan AS.

Proteksionisme berpikiran sempit tersebut tidak akan membawa kemakmuran bahkan kekuatan dalam jangka panjang, justru sebaliknya malah dapat membuat perekonomian Amerika itu sendiri lesu.

Dengan tindakan balasan dari China, banyak petani dan perusahaan AS berisiko kehilangan pasar dimana negara China merupakan salah satu pasar terbesar untuk menjual komoditas pertanian Amerika.

Bulan lalu, menurut laman Reuters, perang dagang antara dua gajah tersebut telah meningkatkan risiko resesi AS dimana sebagian besar ekonom hasil survei Reuters menyatakan peluang resesi terjadi dalam dua tahun ke depan adalah 40%.

"Kita sudah berada dalam situasi yang mengkhawatirkan, ketika tingkat tarif yang diberlakukan terealisasi maka selama beberapa pekan ke depan benar-benar akan merugikan, karna pada dasarnya langkah untuk menerapkan tarif 25% terhadap semua yang kita impor dari China merupakan hambatan yang sangat nyata dalam perekonomian," ujar Michael Hanson selaku kepala strategi makro global TD Securities.

Bagi China, dengan pertumbuhan sebesar 6,4% pada kuartal pertama, perekonomian negara tersebut tetap solid dan kuat, hal ini berkat keterbukaan, inovasi dan potensi besar konsumsi domestiknya, serta upaya untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi dua arah.

Sedangkan menurut kementrian perdagangan China menyatakan bahwasanya, Investasi langsung asing ke China meningkat 6,4% year-on-year senilai Rp638 triliun pada periode Januari-April.

Sedangkan sektor manufaktur berteknologi tinggi mencatatkan pertumbuhan 12,3% year-on-year dalam penggunaan aktual investasi asing, menunjukkan kepercayaan perusahaan-perusahaan asing yang solid terhadap perekonomian China.

Maka dengan itu, sejatinya semakin berlanjutnya perang dagang maka pada akhirnya tidak akan melahirkan pemenang, bahkan sang inisiator lebih mungkin menderita.

Salah satu solusinya adalah kedepankan kepentingan semua pihak untuk menjunjung tinggi kerja sama yang positif dan multilateralisme, membangun ekonomi global yang terbuka serta berjuang untuk terus tumbuh bersama dan inklusif. Kebijakan egois dan autarkis sungguh tidak realistis dan tidak menuju ke mana pun.

Gesekan perdagangan AS-China harus diselesaikan melalui konsultasi dan dialog di bawah prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, bukannya proteksionisme dan berbalas tarif.

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Reuters, Xinhua

berita terkait

Image

Olahraga

Piala Dunia Wanita Prancis 2019

Italia Menuju Perempat Final Usai Depak China

Image

Ekonomi

Jokowi Minta Pengusaha Berbondong-bodong Bangun Hotel di Mandalika

Image

Ekonomi

Pajak Properti dan Kendaraan Mewah Turun hingga 1 Persen

Image

News

5 Pantai Paling Kotor di Dunia, Ada dari Indonesia

Image

News

Aktivis Hong Kong Galang Dana Rp9 Miliar Suarakan Tolak RUU Ekstradisi di G20

Image

Gaya Hidup

Hebat! Anak Perempuan 10 Tahun Taklukan Gunung El Capitan di California

Image

News

Tertarik Jadi Astronot NASA? Ini 4 Syarat yang Harus Kamu Penuhi

Image

News

Culik dan Penggal Kepala Mahasiswa China, Warga AS Ini Terancam Hukuman Mati

Image

Ekonomi

Milenial RI Lebih Percaya Investasi Arab Saudi Lebih Menguntungkan dibandingkan China

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Batasan Harga Jual Rumah Subsidi di 5 Zona

Kementerian Keuangan merinci batasan insentif fiskal untuk mendorong investasi di sektor properti.

Image
Ekonomi

Ini 5 Paket Kebijakan dari Pemerintah Gairahkan Sektor Properti

Langkah ini guna mendorong investasi di sektor properti.

Image
Ekonomi

Jokowi Minta Pengusaha Berbondong-bodong Bangun Hotel di Mandalika

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para pengusaha properti ikut membantu membangun hotel di Mandalika.

Image
Ekonomi

Pajak Properti dan Kendaraan Mewah Turun hingga 1 Persen

Hal ini menjadi pertimbangan guna mendorong pertumbuhan sektor properti di Tanah Air.

Image
Ekonomi

Pembangunan Rumah DP Nol Rupiah Bakal Rampung Akhir Juli 2019

Realisasi perkembangan pembangunan hunian DP 0 rupiah per tanggal 15 Juni 2019 sudah mencapai 87 persen.

Image
Ekonomi

Kena PHK? Ikuti 7 Cara Ini Agar Keuanganmu Terjaga

Akibat semakin pesatnya perubahan, masuknya tren asing ke Indonesia tidak dapat dibendung.

Image
Ekonomi

Terima Gelar Doktor di Korsel, Menperin Sekaligus Temui Investor

Gelar tersebut diterima Menperin atas kiprahnya mendorong pertumbuhan sektor industri di Indonesia.

Image
Ekonomi

Ingin Kerja Program SSW ke Jepang, Begini Cara Daftarnya

Pemerintah Indonesia menargetkan tenaga kerja Indonesia yang dapat memenuhi memenuhi kebutuhan tenaga kerja berketerampilan spesifik.

Image
Ekonomi

5 Tips Lancar dan Sukses Presentasi di Depan Klien

Jangan khawatir presentasi di depan klien

Image
Ekonomi

Realisasi Subsidi Solar Diperkirakan Bengkak Hingga Akhir Tahun

Hingga April 2019, subsidi solar yang sudah disalurkan mencapai 5,1 juta kl.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Nembak Cewek dan Ditanya Punya Apa, Cowok Pamer Punya Tanaman Ini

  2. Filmnya Laris di Pasaran, 8 Potret Reuni Salman Khan dan Katrina Kaif

  3. Poltekpar Makassar dan UNM Gelar Program Pendidikan Profesi Guru Perhotelan

  4. Beda dari Sinetron, 10 Potret Harmonis Rionaldo Stokhorst dan Keluarga

  5. Denny Siregar ke BW: Dek Mbambang Sekarang Punya Sekretaris Baru yang Bisa Disuruh-suruh Melengkapi Barang Bukti? Sakti Juga Doi!

  6. Videonya Soal Prabowo Kalah di MK Viral, Emrus Sihombing: Saya Terus Terang Kagum dengan Faldo

  7. Pembunuh Wanita di Tangerang Ternyata Tunangannya, Motifnya Karena Cemburu

  8. Mantan Suami Denada, Jerry Aurum Ditangkap Karena Narkoba

  9. Dukung Komunitas Teknologi, Facebook Indonesia Luncuran Lab Innovation Hub

  10. Massa Tetap Gelar Aksi Depan Gedung MK, Kapolri: Kita akan Bubarkan

Available

fokus

Masalah Sungai
Sampahmu
Demam Vapor
Available

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

7 Potret Frederik Kiran, Cucu Tampan Presiden Soekarno yang Jarang Tersorot

Image
News

6 Fakta Pimpinan Muhammadiyah KH Mas Mansur, Salah Satu dari Empat Serangkai

Image
News

5 Fakta Politisi PAN Taufik Kurniawan yang Dituntut 8 Tahun Penjara Kasus Dana Alokasi Khusus