image sungai 3
Login / Sign Up

Permasalahan Neraca Perdagangan yang Tak Kunjung Kelar

Siti Nurfaizah

Indepth

Image

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor dan impor pada Juli 2018. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia tembus US$ 16,24 miliar atau tumbuh 19,33% secara tahunan. Sementara impor naik 31,56% tahunan menjadi US$18,27 miliar. Sehingga defisit neraca perdagangan bulan lalu mencapai US$2,03 miliar. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu telah merilis Neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 mengalami defisit USD2,5 miliar atau setara Rp36 triliun. Angka ini berasal dari ekspor pada April 2019 sebesar USD12,6 miliar dan impor sebesar USD15,1 miliar.

Angka tersebut juga merupakan defisit terdalam sepanjang sejarah Indonesia. Sebelumnya, defisit paling dalam tercatat USD2,3 miliar terjadi pada Juli 2013. Penyebab defisit tersebut dipicu oleh neraca migas yang tercatat sebesar USD1,49 miliar, sementara neraca nonmigas USD1,00 miliar.
 
"Posisi neraca perdagangan bulan per bulan dapat dilihat defisit sebesar USD2,5 miliar berasal dari defisit migas sebesar USD1,49 miliar dengan catatan (hasil) migasnya positif dan non migas USD1,01 miliar. Kami berharap neraca persagangan ke depan akan membaik," ujar Kepala BPS Suhariyanto. 

baca juga:

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memberi tanggapan bahwa defisit neraca perdagangan memang merupakan persoalan besar. Dia menyebutkan, kunci utama untuk memangkas defisit tersebut ialah penguatan ekspor.

"Tapi rumusnya, kalau ekspornya tidak meningkat, substitusi impornya tidak diproduksi sendiri di dalam negeri, sampai kapanpun enggak akan rampung mulu," katanya beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, bahwa neraca perdagangan sangat erat kaitannya dengan transaksi berjalan. Transaksi berjalan, sederhananya merupakan gambaran arus uang yang keluar masuk melalui sektor-sektor riil. Sementara transaksi pada sektor riil ini lebih bertahan lama, tidak mudah keluar dan masuk dengan cepat.

Saat neraca transaksi berjalan mengalami defisit (Current Account Deficit/CAD), akan lebih banyak uang yang keluar dari Indonesia daripada yang masuk. Apalagi jika jumlahnya sangat besar, artinya banyak sekali uang yang berhamburan ke luar negeri.

Oleh karena itu, transaksi berjalan menjadi hal yang sangat penting bagi stabilitas nilai tukar mata uang rupiah. Jika rupiah kekurangan pasokan modal di dalam negeri, maka akan sulit untuk menahan tekanan mata uang lain. Dampaknya adalah depresiasi atau melemahnya nilai mata uang rupiah.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo mengatakan, defisit yang besar dan dalam ini disebabkan oleh tekanan eksternal. Memanasnya Amerika Serikat (AS) dan Cina mengurangi volume perdagangan dunia yang tentunya mempengaruhi ekspor Indonesia. Bahkan, kondisi global ini sangat menekan bagi pasar keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang tidak sesuai harapan BI.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpendapat, neraca perdagangan April 2019, yang kembali defisit USD2,50 miliar diakibatkan dalamnya pelemahan ekspor. Sehingga pemerintah akan terus mewaspadai kondisi tersebut.

"Kalau kita lihat dari komposisinya tentu ini suatu yang perlu kita perhatikan. Walaupun impornya kontraksi tapi ekspornya juga kontraksinya lebih dalam lagi jadi ini faktor dari ekspor yang sebetulnya mengalami pelemahan. Kita juga harus waspada," ujarnya ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/5/2019).  

Menurut Ekonom Insititute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, defisitnya neraca perdagangan ini akan mengakibatkan keluarnya aliran modal. "Dampak rilis neraca perdagangan yang defisit, investor mulai keluar dari pasar modal," katanya kepada Akurat.co.

Bhima juga mengatakan, efek larinya modal asing juga akan menurunkan permintaan rupiah.

Pemerintah Akan Tempuh Sejumlah Strategi

Salah satu penyebab terbesar dalamnya defisit neraca perdagangan yakni dari sektor migas. Oleh karena itu, pemerintah mengambil sejumlah langkah kebijakan terkait pencatatan impor minyak hasil ekplorasi PT Pertamina (Persero) Tbk yang masuk Indonesia. 

Tujuannya, untuk mengantisipasi agar defisit neraca perdagangan migas bisa makin ditekan. Hal ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Untuk itu, dalam rapat koordinasi tentang Neraca Perdagangan Migas ini, Pemerintah merumuskan sejumlah bauran kebijakan antara lain: 

1. Kebijakan ESDM per Mei 2019, terkait dengan pemanfaatan crude oil hasil eksplorasi di dalam negeri yang biasanya diekspor, sekarang sebagian diolah di dalam negeri untuk pasar dalam negeri. 

a. Crude oil hasil eksplorasi bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di dalam negeri yang selama ini diekspor, sebagian diolah di kilang Pertamina di dalam negeri. Hal ini akan mengurangi impor crude oil yang dibutuhkan oleh Pertamina untuk memproduksi BBM, seperti solar dan avtur.

2. Pencatatan impor atas importasi crude oil hasil eksplorasi dari investasi Pertamina di luar negeri tetap dicatat 

a. Pencatatan atas importasi crude oil hasil investasi dari Pertamina di luar negeri tetap dicatat di Neraca Perdagangan, di samping itu hasil investasi dari Pertamina di luar negeri juga akan di catat sebagai pendapatan primer di neraca pembayaran. Kedua pencatatan tersebut sesuai dengan standar International Merchandise Trade Statistic (IMTS) dan standar Balance of Payment Manual IMF

b. Dengan pencatatan hasil investasi Pertamina tersebut, maka pendapatan primer di Neraca pembayaran akan meningkat sehingga dapat mengurangi defisit neraca transaksi berjalan.[]

Editor: Ade Miranti

berita terkait

Image

Ekonomi

Desainer Pemenang GDI Besutan Kemendag, Siap Bersaing di Jepang

Image

Ekonomi

Pembangunan Rumah DP Nol Rupiah Bakal Rampung Akhir Juli 2019

Image

Ekonomi

Kemenkeu Usulkan Defisit Anggaran 2020 Dikisaran 1,52 - 1,75 Persen

Image

Ekonomi

Menko Darmin Desak Maskapai Turunkan Harga Tiket Paling Lambat 1 Juli Mendatang!

Image

Ekonomi

Legislator Minta Menko Darmin Perhatikan Harga Pangan, Khususnya Ayam!

Image

Ekonomi

Anggaran Kemenko Perekonomian 2020 Turun Tipis Jadi Rp409,35 Miliar

Image

Ekonomi

Menko Darmin Akui Minta Bulog Perpanjang Operasi Pasar

Image

Ekonomi

Dihadapan DPR, Darmin Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Baik di Tengah Gejolak Global

Image

Ekonomi

Hari Ini, Empat Menteri Jokowi Merapat Ke Badan Anggaran DPR

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Akhir Tahun, MRT Targetkan 100 Ribu Penumpang Per Hari

MRT targetkan penumpang mencapai 100 ribu per hari.

Image
Ekonomi

DDTC: Penerimaan Pajak Rendah Akibat Tantangan Eksternal

Bawono Kristiaji pertumbuhan penerimaan pajak Mei 2019 lebih banyak diakibatkan oleh tantangan eskternal terutama perang dagang.

Image
Ekonomi
Hari Bank Indonesia

Mengenal Sosok Gubernur Bank Indonesia Pertama Penjaga Stabilitas Moneter

Sjafruddin merupakan sosok yang merintis pembentukan Bank Indonesia pada tahun 1953.

Image
Ekonomi
Indepth

Facebook Masuk ke Zona 'Berbahaya' dengan Meluncurkan Libra

Facebook dan 27 mitra menggemparkan dunia dengan mengumumkan rencana merilis mata uang digital global disebut Libra.

Image
Ekonomi

Gojek Beri Pelatihan Keuangan Bagi Para Mitra Pengemudinya

Pelatihan pengelolaan keuangan ini merupakan bagian dari program Bengkel Belajar Mitra (BBM).

Image
Ekonomi

BEI Yakin Pasar Modal RI Bakal Terus Tumbuh Positif

Pada 2018, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 387 ribu transaksi per hari, lebih unggul dari Thailand yakni 342 ribu transaksi per hari

Image
Ekonomi
Hari Bank Indonesia

Mengenal Kebijakan Moneter Gubernur Pertama BI, 'Gunting Syafruddin'

Gunting Syafrudin adalah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Syafrudin Prawiranegara

Image
Ekonomi

Land Freeze Bisa Cegah Spekulan Tanah Nakal di Ibu Kota Baru

Tak ayal, dari sisi harga disebut-sebut juga ikut meningkat secara drastis.

Image
Ekonomi

Menperin Sebut Manufaktur RI Telah Bertransformasi Berkat Belajar dari Korsel

Indonesia juga sudah mulai bertranformasi dari ekonomi berbasis komoditas menjadi manufaktur bernilai tambah tinggi seperti Korea Selatan.

Image
Ekonomi

Usai Pemilu dan Lebaran, Ciputra Yakin Marketing Sales Ngebut

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan marketing sales sebesar Rp1,1 triliun selama kuartal I-2019.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Amnesty Internasional Surati Jokowi Minta Kasus Penyiksaan Terhadap Peserta Aksi 22 Mei Polisi Diselidiki

  2. Gaya Perming Rambut Seperti Apa yang Hits di Korea?

  3. Didorong Sampai Tujuan, Aksi Driver Grab dan Gojek Saling Bantu Mengantar Pelanggan

  4. Bakal Gelar Tedhak Siten, Ardina Rasti Belanja di Toko MR.DIY

  5. Nadirsyah: Ada Netizen Ngomel Saya Ikut Bahas Soal MK, Nyinyir Sejak Kapan Saya Jadi Ahli Hukum

  6. Mengapa Rajin Diet tapi Tetap Gemuk?

  7. Huawei Rilis EMUI 9.1 untuk Android Pie Indonesia, Apa Saja Fiturnya?

  8. Gaya Rambut Perming ala Korea Makin Diminati Wanita Indonesia

  9. Kejagung Usut Keterlibatan Wali Kota Manado Kasus Dana Hibah Banjir

  10. KPK Ingatkan Lukman dan Khofifah Hormati Proses Persidangan

Available

fokus

Hari Bank Indonesia
Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai
Available

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude