image vape
Login / Sign Up

75 Persen Konsumen Tolak Penerapan Tarif Baru Ojol

Rizal Mahmuddhin

Image

Pejalan kaki melintas di sekitar pengemudi ojek daring yang menunggu penumpang di depan Stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Keberadaan mereka yang banyak jumlahnya membuat kemacetan di jalan sekitar. Padahal, kawasan ini berdekatan dengan venue Asian Games yang digelar di Gelora Bung Karno. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Hasil riset dari Rised menunjukkan sebanyak 75 persen konsumen menolak penerapan tarif baru ojek online (ojol) berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019 terkait Pedoman Biaya Jasa Ojek Online.

“47,6 persen kelompok konsumen hanya mau mengalokasikan pengeluaran tambahan untuk ojek online maksimal Rp4.000-Rp 5.000/hari. Selain itu, 27,4 persen kelompok konsumen yang tidak mau menambah pengeluaran sama sekali,” ujar Ketua Tim Peneliti Rised Rumayya Batubara dalam diskusi publik berjudul “Aturan Main Industri Ojol: Harus Cegah Perang Tarif” di Jakarta, Senin.

Ekonom Universitas Airlangga itu menjelaskan dengan skema tarif yang berpedoman pada Keputusan Menteri Perhubungan tarif ojek online dan rata-rata jarak tempuh konsumen berarti pengeluaran konsumen akan bertambah sebesar Rp 4.000-Rp 11.000/hari di Zona I, Rp 6.000-Rp 15.000/hari di Zona II, dan Rp 5.000-Rp 12.000/hari di Zona III.

“Kenaikan tarif ini justru bisa menggerus permintaan ojek online yang akhirnya bisa berdampak negatif pada pendapatan pengemudi. Apalagi, 75,2 persen konsumen berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah di mana faktor tarif menjadi pertimbangan utama bagi keputusan konsumen untuk menggunakan moda ojek online,” katanya.

Terkait promo yang masih berlangsung saat masa uji coba tarif baru, Rumayya mengatakan yang ada di lapangan tidak sepenuhnya mencerminkan penerapan tarif baru yang ditetapkan.

Karena itu, ia menyarankan pemerintah agar tidak membaca animo yang salah karena tidak terjadi perubahan tarif yang dirasakan masyarakat karena tertahan oleh praktik promo.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Muslich Zainal Asikin menilai Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah sangat bijaksana mengatur dan memperhatikan keberlangsungan usaha transportasi online di Indonesia.

Pemerintah cukup memahami ada  kebutuhan regulasi untuk menjaga agar manfaat positif tersebut dapat dinikmati terus menerus.

Namun demikian, Kemenhub bisa menerapkan pengaturan transportasi konvensional dan transportasi roda-empat online yang melarang promo di bawah batas bawah ke pengaturan ojek daring.

“Contohnya di industri transportasi konvensional, Blue Bird dan Express tidak bermain di ranah harga, atau promosi jor-joran tetapi di layanan dan produk yang solutif. Ini persaingan yang lebih sehat. Kemenhub harusnya bisa menerapkan beleid pembatasan promo di aturan ojek online, seperti yang diterapkan di Permenhub soal taksi online,” kata Muslich.

Menurut dia, pengaturan tarif saja tanpa pengaturan promo atau subsidi tidak cukup.

Ia menilai diperlukan penyempurnaan pengaturan yang jelas dan tegas untuk menghentikan perang harga, promosi dan diskon yang agresif.

“Harus ada koordinasi Kemenhub, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan KPPU, untuk menetapkan mekanisme sanksi terhadap upaya-upaya predatory pricing yang mengarah ke monopoli dan mengancam keberlangsungan industri transportasi online,” ucapnya.

Dia menambahkan, ekosistem transportasi online terdiri dari pengemudi, aplikator, dan konsumen. Dalam menentukan tarif ojek online, pemerintah perlu mempertimbangkan perspektif seluruh pihak yang terlibat di dalam ekosistem ini, termasuk konsumen.

“Melihat besarnya jumlah masyarakat yang sudah menjadi konsumen tetap transportasi online, sudah selayaknya konsumen memiliki peran penting dalam mempengaruhi kebijakan,” kata Muslich.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Perang Dagang

China Kekeuh Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan Melawan AS

Image

Ekonomi

Perang Dagang

China Sebut Tidak Ada 'Sang Pemenang' dalam Perang Dagang

Image

Ekonomi

Jelang Tarif USD300 Miliar, AS Adakan Jajak Pendapat Dengan Pebisnis

Image

Ekonomi

Perang Dagang AS-India, Delhi Lempar Tarif Balasan

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Makin Dapat Tekanan AS, Ekonomi China Malah Makin Kuat

Image

Ekonomi

Perang Dagang

'Gertak Sambal' China dalam Perang Dagang

Image

Ekonomi

Kemenhub Tidak Jadi Revisi Tarif dan Tak Perbolehkan Diskon Ojol

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Mantan PM Hungaria Sentil AS dan Peringatkan Dampak Buruk Perang Dagang

Image

Ekonomi

Perang Dagang

AS-Meksiko Pertimbangkan Strategi Regional untuk Bendung Arus Imigran

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

BI Gelar RDG, Ekonom: Kalau Mau Sektor Riil Tumbuh Turunkan Suku Bunga

Mendongkrak pertumbuhan sektor riil BI harus mengupayakan untuk menurunkan tingkat suku bunga.

Image
Ekonomi

BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Naik 8,7 Persen

Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir April 2019 tercatat sebesar USD389,3 miliar.

Image
Ekonomi

Pelaku Industri dan Para Ahli Spanyol Dukung Vodafone Kolaborasi dengan Huawei

Para ahli dan orang dalam industri di Spanyol, mengatakan teknologi akan merevolusi cara hidup.

Image
Ekonomi

Goldman Sachs Masih Skeptis The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga

Goldman Sachs masih skeptis terhadap "jaminan" penurunan suku bunga AS dari Federal Reserve.

Image
Ekonomi

Cerita Merek Smartphone Tak Terkenal Asal China yang Kuasai Pasar Afrika

Afrika ternyata mempunyai ceritanya sendiri, kalau berbicara industri smartphone

Image
Ekonomi
Perang Dagang

China Kekeuh Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan Melawan AS

China tidak akan mundur mengenai masalah prinsip selama perundingan ekonomi dan perdagangan bilateral.

Image
Ekonomi

Rupiah Masih Terpental Ke Zona Merah

Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.336 per USD – Rp14.353 per USD.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Zero Sum Game Perang Dagang Beri Peluang Indonesia Berkat 'Zona Aman'

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia memiliki peluang di tengah bergulirnya perang dagang AS-Cina.

Image
Ekonomi

IHSG Mengawali Pagi Dengan Bertenaga

Indeks LQ45 turun 1,13 poin atau 0,1 persen menjadi 989.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

China Sebut Tidak Ada 'Sang Pemenang' dalam Perang Dagang

Penurunan perdagangan membuktikan bahwa tidak adanya 'sang' pemenang dalam perang dagang.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Nadirsyah: Saya Sih Gak Heran Kalau Ada Pendukung HTI yang Pengen Nyongkel Mata Saya

  2. Pengamat: KLB Berpotensi Gagalkan SBY Mewariskan Demokrat ke AHY

  3. Andre: Pernyataan Ketua MK Menggetarkan Hati dan Menambah Optimisme

  4. Refly Harun: Malaikat Tidak Tanya di Alam Kubur Siapa yang Didukung Dalam Pilpres

  5. Bertahun-tahun Menanti, Suami Kaget Shandy Aulia Hamil

  6. Rustam: Lawyer Jokowi Penting Memasukkan Kasus Hoax seperti Isu 7 Kontainer, Hoax Ratna Sarumpaet

  7. Kasus Murid Berhubungan Intim di Kelas Bukti Lemahnya Kontrol Sekolah

  8. Pegawai Bank Mandiri Syariah Meninggal di Kamar Mandi, Keluarga: Mudah-mudahan iPhone-nya yang Hilang Dapat Dilacak Polisi

  9. Komentari Pernyataan Lawyer Prabowo, Ruhut: Tertawa Aku Termehek-mehek, Apanya yang Sudah Selesai

  10. Sakit, 5 Foto Terkini Agung Hercules Bikin Kaget

Available

fokus

Sampahmu
Demam Vapor
Jalan Pulang
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Memelototi Persidangan Mahkamah Konstitusi

Image
UJANG KOMARUDIN

Mencari Pimpinan KPK yang Ideal

Image
Hasan Aoni

Impian Negeri Tuhan dari Teras Saidah

Image
Keith Johnson dan Elias Groll (Foreign Policy)

Tak Terduga, Bagaimana Huawei Tiba-tiba Mampu Dominasi Dunia

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
Hiburan

7 Potret Seru Presiden Jokowi Hadiri Pawai Pesta Kesenian di Bali

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi

Keynes, Pencipta Arus Ekonomi Modern Pengganti Pemikiran Neoklasik

Image
News

Ajak Jan Ethes, 10 Potret Kunjungan Jokowi ke Bali Ini Curi Perhatian