image banner ramadan
Login / Sign Up

Tingkatkan Produksi Pangan Pengamat Sarankan Kementan Beri Insentif Kepada Petani

Wayan Adhi Mahardika

Image

Petani menaburkan pupuk di sawah padi, pinggiran kota Ahmedabad, India, 1 Februari 2017. | REUTERS

AKURAT.CO Pengamat Ekonomi mengatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) harus bisa memberikan insentif ekonomi lebih kepada kalangan petani baik dari kalangan produksi hingga distribusinya sehingga bisa benar-benar menyejahterakan petani dan anggota keluarganya.

"Pangan dalam arti luas mengalami kemunduran, baik dari efektivitas dan efisiensi, jangan hanya bicara besaran importasi pangan, tapi kesejahteraan petani ini sangat menjauh," kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati, seperti dilansir dari Antara, Rabu (15/5/2019).

Terkait dengan adanya wacana mengenai perombakan kabinet, menurut dia, pemilihan menteri dibidang ekonomi, seperti posisi menteri pertanian, bukan masalah berasal dari orang partai atau nonpartai.

baca juga:

Enny berpendapat, bahwa sosok menteri pertanian haruslah orang yang betul-betul mengerti seluk-beluk sektor pertanian mulai dari produksi hingga distribusi. Dengan demikian, diharapkan bisa menyejahterakan petani.

"Masyarakat semakin enggan jadi petani, jangankan masalah prestise, insentif ekonomi saja tidak ada. Kalau sektor pertanian ditingggalkan, lalu masyarakat Indonesia mau makan apa," ucapnya.

Enny berpendapat, bahwa pada Kabinet Kerja 2014-2019, sektor produktif di Indonesia dapat dikatakan menurun terus, sehingga dampaknya antara lain ketersediaan pangan menjadi terus menerus dilanda masalah.

Menurut dia, Kabinet Kerja sangat lemah di titik koordinasi. Sebagai negara agraris, lanjut Enny, seharusnya masalah pangan sudah teratasi dengan baik.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komaruddin, menilai Indonesia membutuhkan menteri-menteri yang ahli di bidangnya masing-masing, sehingga pemerintah perlu untuk merombak kabinet dan mengisi dengan tokoh mengerti di bidangnya.

"Terutama menteri di bidang ekonomi. Selama lima tahun pemerintahan Presiden Jokowi yang bermasalah dengan ekonomi. Nah, ke depan menteri ekonomi ditempati oleh orang-orang yang layak," kata Ujang.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memilih tokoh yang paham betul dengan pangan karena ke depannya Indonesia dinilai akan bermasalah dengan sektor pangan.

Pada kesempatan lain, Ketua Serikat Petani Indonesia Henry Saragih, menilai pengembangan sumber daya manusia petani serta pembangunan kelembagaan bagi petani belum menjadi titik perhatian serius pemerintah.

Selama ini, kata Henry, Kementan belum menyentuh soal SDM petani dan kelembagaan. "Masih kurang, belum menjadi titik perhatian," katanya.

Pengembangan SDM yang dimaksud Henry ialah bagaimana meningkatkan kapasitas dan keterampilan petani, misalnya dengan mendorong petani mengembangkan benih lokal.

Kemudian meningkatkan pupuk organik secara mandiri, serta pengembangan penguasaan teknologi-teknologi pedesaan. Menurut Henry, sudah ada insiatif-inisiatif dari kelompok-kelompok tani untuk pembangunan SDM.

"Tetapi, harus juga pemerintah ikut mendorong, untuk ikut meningkatkan pengetahuan petani," katanya.[]

Editor: Ade Miranti

berita terkait

Image

Ekonomi

Indepth

Kebijakan Ekonomi Makro 2020, Tantangan dan Solusi

Image

Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Pengamat Nilai THR Tak Mendongkrak Pertumbuhan Konsumsi Secara Signifikan

Image

Gaya Hidup

Jawa Barat Berpotensi Jadi Destinasi Terbaik Indonesia

Image

Ekonomi

Demi Kurangi Biaya Logistik, Kebijakan Infrastruktur Harus Dilanjutkan

Image

Ekonomi

PTPN III Gelar 'Pangan Murah' di Kelurahan Gunung Sahari

Image

Ekonomi

Pemerintah Fokus SDM, Indef: Sudah Saatnya Pekerja Lokal Naik Kelas

Image

Ekonomi

Alami Kekeringan, 1,7 Juta Orang Somalia Alami Kerentanan Pangan

Image

Ekonomi

Tarik Minat Investor Korea, BKPM Tawarkan Fasilitas Kemudahan Berinvestasi

Image

Ekonomi

Gelar Safari Ramadan, Semen Indonesia Beri Bantuan Pangan Murah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Roda Ekonomi Ramadan

Terkena Panic Buying Usai THR, Bagaimana Mengantisipasinya?

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Selain hari raya Lebaran, ada hal lain yang sangat dina

Image
Ekonomi

AP I Serahkan Bantuan Sosial Rp910 Juta di Jawa Tengah

AP I berikan bantuan sosial dengan total nilai Rp910 juta kepada sejumlah masjid dan warga yang membutuhkan di lima lokasi di Jawa Tengah.

Image
Ekonomi

Jelang Mudik dan Lebaran, Konsumen Cenderung Lakukan Panic Buying

Perilaku konsumen saat berbelanja menjelang lebaran dimana menjelang hari H biasanya konsumen akan melakukan panic buying.

Image
Ekonomi

Kemenkop dan UKM Genjot Sosialisasi Pembiayaan Wirausaha Pemula

Seluruh komponen termasuk Gerakan Koperasi untuk intens menyosialisasikan adanya skim pembiayaan bagi UMKM dan wirausaha pemula.

Image
Ekonomi

Pengamat Dorong Peran Swasta di Sektor Pertanian

Penting pula untuk membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk ikut memasok dan mempercepat rantai distribusi pangan.

Image
Ekonomi
Roda Ekonomi Ramadan

Kadin Beberkan Beberapa Faktor Perekonomian Indonesia Justru Lesu Jelang Lebaran

"Di sini ada peristiwa, pertama peristiwa budaya, ada juga peristiwa keagamaan. Tapi ingat, di sisi lain ada switching (perpindahan) ekonomi

Image
Ekonomi

Terminal Giwangan Jadi Tujuan Akhir Peserta Mudik Gratis

Program mudik gratis dari Jakarta dengan tujuan akhir Terminal Giwangan di antaranya berasal dari Kementerian Perhubungan dengan 60 bus

Image
Ekonomi

DPR Ingatkan Untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Merak

Menurut Teguh, antisipasi tersebut antara lain adalah dengan menyiapkan slot yang lebih besar.

Image
Ekonomi
Roda Ekonomi Ramadan

Merajalela, Jelang Lebaran Kemenkop UKM Imbau Masyarakat Waspada Rentenir Berkedok Koperasi

Jangan asal butuh karena menjelang lebaran sampai mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Image
Ekonomi
Roda Ekonomi Ramadan

Jelang Lebaran Tarif DAMRI Naik 40 Persen

Kenaikan tarif tersebut akan berlaku dari tanggal 26 Mei sampai 16 Juni 2019 atau H+ 10 lebaran

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. HUT ke-54, Ade Komarudin Didoakan Sembuh dari Penyakitnya

  2. 5 Presiden Amerika Serikat yang Pernah Cicipi Ganja, Ada yang Sampai Punya Lahan Pertanian

  3. IMF: Tarif Trump untuk China Malah Rugikan Importir AS

  4. Trump: Penyelesaian Kasus Huawei Harus Tertulis di Kesepakatan Dagang AS-China

  5. Preview: Bedah Peluang Indonesia Lawan Jepang

  6. Terjerat Politik Uang, Caleg PPP Ini Berpeluang Duduk di DPRD DKI

  7. Kasus Persekusi yang Pernah Menimpa Jurnalis saat Sedang Meliput

  8. Didukung Bukti dan Saksi, BW Optimistis Hadapi Sidang Gugatan di MK

  9. Kapolrestabes Medan: Saya Tidak Mungkin Menyakiti Kalian, Tidak Mungkin!

  10. 5 Momen Kekompakan Rossa dan Ibunya, Manis Banget!

Available

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Indonesia Terluka

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Ketika Suara Azan Merubah Roger Danuarta

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Sosok

Image
Gaya Hidup

Selalu Gagal dalam Berwirausaha? Begini Tipsnya Agar Sukses

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Menakar Mata Uang Ala Ibnu Miskawaih

Image
News

5 Potret Rupawan Anggota Brimob Asli Manado yang Dikira Polisi China