image banner ramadan
Login / Sign Up

Ekspor RI April 2019 Turun Tajam 10,80 Persen

Atikah Umiyani

Image

Bps | AKURAT. CO/Atikah Umiyani

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada April 2019 sebesar USD12,60 miliar atau turun tajam 10,80 persen dibandingkan Maret 2019.

"Kalau dibandingkan total nilai ekspor April ke Maret ada penurunan 10,80 persen. Bisa dilihat kalau yoy turun 13,10 persen. Hal ini itu karena ekspor migas turun 34,95 persen dan ekspor non migas 8,68 persen" ujar Kepala BPS Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Ia menambahkan ekspor pada April 2019 mengalami penurunan karena sektor migas dan non migas turun cukup signifikan. Adapun untuk sektor migas turun sebesar 34,95 persen, sedangkan non migas turun sebesar 8,68 persen.

baca juga:

"Ekspor migas pada April sebesar USD 0,74 miliar dan non migas sebesar USD 11,86 miliar," imbuhnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Kecuk ini menambahkan menurut sektor ekspor seluruh komponen penyusun mengalami penurunan. Sektor non migas, pertanian mengalami penurunan sebesar 6,74 persen secara month to month (mtm) dengan nilai ekspor sebesar USD 0,25 miliar.

Sementara itu, pada sektor industri pengolahan turun tajam sebesar 9,04 persen secara mtm dengan nilai ekspor sebesar USD9,42 miliar. Lalu pertambangan lainnya mengalami penurunan sebesar 7,31 persen dengan nilai ekspor sebesar USD2,19 miliar.

Adapun secara kumulatif, ekspor Januari sampai April 2019 mencapai USD53,20 miliar atau menurun 9,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2018.

"Sementara menurut Provinsi bahwa ekspor kita mayoritas berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimangan Timu dengan komoditas yang hampir sama bulan ke bulan," jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada April 2019 sebesar USD12,60 miliar atau turun 10,80 persen dibandingkan Maret 2019.

"Kalau dibandingkan total nilai ekspor April ke Maret ada penurunan 10,80 persen. Bisa dilihat kalau yoy turun 13,10 persen. Turun karena ekspor migas turun 34,95 persen dan ekspor non migas 8,68 persen" ujar Kepala BPS Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Ia menambahkan ekspor pada April 2019 mengalami penurunan karena sektor migas dan non migas turun cukup signifikan. Adapun untuk sektor migas turun sebesar 34,95 persen sedangkan non migas turun sebesar 8,68 persen.

"Ekspor migas pada April sebesar USD 0,74 miliar dan non migas sebesar USD 11,86 miliar," imbuhnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Kecuk ini menambahkan menurut sektor, ekspor seluruh komponen penyusun mengalami penurunan. Sektor non migas, pertanian mengalami penurunan sebesar 6,74 persen secara month to month (mtm) dengan nilai ekspor sebesar USD 0,25 miliar.

Sedangkan, pada sektor industri pengolahan pengolahan turun tajam sebesar 9,04 persen secara mtm dengab nilai ekspor sebesar USD 9,42 miliar. Lalu pertambangan lainnya mengalami penurunan sebesar 7,31 persen dengan nilai ekspor sebesar USD 2,19 miliar.

Adapun secara kumulatif, ekspor Januari sampai April 2019 mencapai USD53,20 miliar atau menurun 9,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2018.

"Sementara menurut provinsi bahwa ekspor kita mayoritas berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimangan Timu dengan komoditas yang hampir sama bulan ke bulan," pungkasnya.[] 

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Mitra Dagang Cina Buat Neraca Perdagangan Indonesia Terpuruk Lagi

Image

Ekonomi

Pemerintah Sebut Tiga Faktor Membuat Indonesia Melirik Kerja Sama dengan Rusia

Image

Ekonomi

Indepth

Permasalahan Neraca Perdagangan yang Tak Kunjung Kelar

Image

Ekonomi

Tingkatkan Nilai Ekspor, Indonesia Gandeng Belanda

Image

Ekonomi

Pemerintah Siapkan Dua Jurus Jitu Tekan Defisit Neraca Perdagangan

Image

Ekonomi

Kemenperin Klaim Kinerja Manufaktur Tumbuh Positif

Image

Ekonomi

Indef Sebut Tiga Indikator Penghapusan Bea Cukai di Area Perdagangan Bebas

Image

Ekonomi

Chevron Bakal Bantu Pertamina Soal Transisi Alih Kelola Blok Rokan

Image

Ekonomi

Indef Sarankan Penghapusan Bea Cukai di Area Trade Zone Perlu Dicabut, Alasannya?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Roda Ekonomi Ramadan

Terkena Panic Buying Usai THR, Bagaimana Mengantisipasinya?

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Selain hari raya Lebaran, ada hal lain yang sangat dina

Image
Ekonomi

AP I Serahkan Bantuan Sosial Rp910 Juta di Jawa Tengah

AP I berikan bantuan sosial dengan total nilai Rp910 juta kepada sejumlah masjid dan warga yang membutuhkan di lima lokasi di Jawa Tengah.

Image
Ekonomi

Jelang Mudik dan Lebaran, Konsumen Cenderung Lakukan Panic Buying

Perilaku konsumen saat berbelanja menjelang lebaran dimana menjelang hari H biasanya konsumen akan melakukan panic buying.

Image
Ekonomi

Kemenkop dan UKM Genjot Sosialisasi Pembiayaan Wirausaha Pemula

Seluruh komponen termasuk Gerakan Koperasi untuk intens menyosialisasikan adanya skim pembiayaan bagi UMKM dan wirausaha pemula.

Image
Ekonomi

Pengamat Dorong Peran Swasta di Sektor Pertanian

Penting pula untuk membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk ikut memasok dan mempercepat rantai distribusi pangan.

Image
Ekonomi
Roda Ekonomi Ramadan

Kadin Beberkan Beberapa Faktor Perekonomian Indonesia Justru Lesu Jelang Lebaran

"Di sini ada peristiwa, pertama peristiwa budaya, ada juga peristiwa keagamaan. Tapi ingat, di sisi lain ada switching (perpindahan) ekonomi

Image
Ekonomi

Terminal Giwangan Jadi Tujuan Akhir Peserta Mudik Gratis

Program mudik gratis dari Jakarta dengan tujuan akhir Terminal Giwangan di antaranya berasal dari Kementerian Perhubungan dengan 60 bus

Image
Ekonomi

DPR Ingatkan Untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Merak

Menurut Teguh, antisipasi tersebut antara lain adalah dengan menyiapkan slot yang lebih besar.

Image
Ekonomi
Roda Ekonomi Ramadan

Merajalela, Jelang Lebaran Kemenkop UKM Imbau Masyarakat Waspada Rentenir Berkedok Koperasi

Jangan asal butuh karena menjelang lebaran sampai mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Image
Ekonomi
Roda Ekonomi Ramadan

Jelang Lebaran Tarif DAMRI Naik 40 Persen

Kenaikan tarif tersebut akan berlaku dari tanggal 26 Mei sampai 16 Juni 2019 atau H+ 10 lebaran

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. IMF: Tarif Trump untuk China Malah Rugikan Importir AS

  2. Trump: Penyelesaian Kasus Huawei Harus Tertulis di Kesepakatan Dagang AS-China

  3. Preview: Bedah Peluang Indonesia Lawan Jepang

  4. Kasus Persekusi yang Pernah Menimpa Jurnalis saat Sedang Meliput

  5. Didukung Bukti dan Saksi, BW Optimistis Hadapi Sidang Gugatan di MK

  6. Kapolrestabes Medan: Saya Tidak Mungkin Menyakiti Kalian, Tidak Mungkin!

  7. 5 Momen Kekompakan Rossa dan Ibunya, Manis Banget!

  8. Israel Dilanda Kebakaran Hebat akibat Gelombang Panas, 3.500 Warga Dievakuasi

  9. Menangkan Sepatu Emas UEFA, Messi Tambah Catatan Rekornya

  10. Luna Maya - Syahrini Tampil dalam Satu Acara, Melanie Ricardo: Saya Emosi Melihatnya

Available

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Indonesia Terluka

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Ketika Suara Azan Merubah Roger Danuarta

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Sosok

Image
Gaya Hidup

Selalu Gagal dalam Berwirausaha? Begini Tipsnya Agar Sukses

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Menakar Mata Uang Ala Ibnu Miskawaih

Image
News

5 Potret Rupawan Anggota Brimob Asli Manado yang Dikira Polisi China