image banner ramadan
Login / Sign Up

Sejumlah Pemikiran Ibnu Khaldun, 'Bapak Ekonomi Islam' Sebelum Adam Smith

Rizal Mahmuddhin

Roda Ekonomi Ramadan

Image

Ilustrasi | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Mendengar nama Ibnu Khaldun boleh jadi banyak orang akan mengenalnya sebagai Bapak Sosiologi. Namun demikian, tahukah Anda bahwa ulama sekaligus pemikir yang sering disebut sebagai raksasa intelektual terkemuka di dunia ini juga merupakan seorang ekonom mumpuni hingga dijuluki sebagai Bapak Ekonomi Islam?

Bukan tanpa alasan. Julukan tersebut disematkan padanya lantaran ia telah banyak menelurkan teori ekonomi islam yang jauh mendahului Adam Smith dan Richardo. Tinta emas sejarah bahkan mencatat, dalam mencetuskan sejumlah teori ekonominya, Ibnu Khaldun sudah lebih dari tiga abad mendahului para pemikir Barat modern tersebut.

Bernama lengkap Wali Ad-Din’ Abd Al-Rahman Ibn Muhammad Ibn Al-Hasan Ibnu Al-Jabir Ibn Muhammad Ibn Ibrahim Ibn Al-Rahman Ibn Khaldun, Ibnu Khaldun  dilahirkan di Tunisia pada tanggal 1 Ramadan 732 Hijriah atau 27 Mei 1332 Masehi. Dan meninggal di Mesir tahun 808 Hijriah atau 1406 Masehi. Leluhurnya berasal dari Hadramaut, Yaman. Mereka hijrah ke Spanyol pada abad ke delapan bersamaan gelombang penaklukan Islam di Semenanjung Andalusia.

baca juga:

Sebelum Ibnu Khaldun, kajian-kajian ekonomi barat masih bersifat normatif. Adakalanya dikaji dari perspektif hukum, moral dan ada pula dari perspektif filsafat. Karya-kaya tentang ekonomi oleh para ilmuan barat, seperti ilmuan yunani dan zaman Scholastic bercorak tidak ilmiah, karena pemikiran zaman pertengahan tersebut memasukkan kajian ekonomi dalam kajian moral dan hukum. Sedangkan Ibnu Khaldun mengkaji problem ekonomi masyarakat dan negara-negara secara empiris, ia menjelaskan fenomena ekonomi secara aktual.

Ibnu Khaldun menemukan keutamaan dan kebutuhan suatu pembagian kerja sebelum ditemukan Smith dan prinsip tentang nilai kerja sebelum Richardo. Ia telah telah mengolah teori tentang sebelum Maltuis dan mendesak peran negara di dalam perekonomian sebelum Keynes. Bahkan lebih dari itu, Ibnu Khaldun telah menggunakan konsepsi-konsepsi ini untuk membangun suatu sistem dinamis yang mudah dipahami dimana mekanisme ekonomi telah mengarahkan kegiatan ekonomi Fluktuasi jangka panjang.

Berikut sejumlah teori ekonomi Ibnu Khaldun yang Akurat.co rangkum dari berbagai sumber:

Teori tentang harga

1. Tingkat keuntungan yang wajar akan mendorong tumbuhnya perdagangan. Tingkat keuntungan yang rendah jika berlanjut bakal membuat perniagaan macet, dan pasar menjadi hancur serta modal tidak kembali.

2. Kemerosotan harga dari produk pertanian akan membawa kegoncangan petani, jika berlanjut petani akan jatuh pada kemiskinan modal mereka tidak kembali.

3. Kerendahan harga yang melampaui batas, serta kemahalan harga yang ekstrim akan merugikan kaum pedagang.

4. Emas dan perak merupakan logam mulia yang menjadi ukuran harga dan akumulasi modal/kapital, serta menjadi simpanan dan kekayaan bagi penduduk.

Teori sektor pertanian

Pertanian pada dasarnya merupakan sektor penghidupan yang dapat mendorong pertumbuhan sektor lain.

Teori sektor industri

Industri akan berkembang, jika permintaan konsumen meningkat dan industri akan bangkrut jika permintaan konsumen merosot.

Teori tentang mata uang

1. Mata uang sebagai alat pengukur harga barang

2. Fungsi uang yang pertama sebagai alat penukaran dan kedua sebagai nilai kekayaan.

3. Kekayaan suatu negara tidak ditentukan oleh banyaknya uang disuatu negara melainkan ditentukan oleh tingkat produksi suatu negara.

Uang menurut Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun menegaskan bahwa kekayaan suatu negara tidak ditentukan banyaknya uang di negara tersebut, tetapi ditentukan oleh tingkat produksi negara tersebut dalam neraca pembayaran yang positif.

Bisa saja suatu negara mencetak uang sebanyak-banyaknya akan tetapi bila hal itu bukan merupakan refleksi, --misalnya-- pertumbuhan sektor produksi, maka uang yang melimpah itu tidak ada nilainya.

Dengan kata lain, sektor produksilah yang menjadi motor pembangunan, menyerap tenaga, meningkatkan pendapatan pekerja dan menimbulkan permintaan atas faktor produksi lainnya.

Pendapat ini menunjukkan pula bahwa perdagangan internasional telah menjadi bahasan utama para ulama ketika itu. Negara yang telah mengekspor berarti mempunyai kemampuan berproduksi lebih besar dari kebutuhan domestiknya. Sekaligus menunjukkan bahwa negara tersebut lebih efisien dalam produksinya.

Sejalan dengan pendapat Al-Ghazali, Ibnu Khaldun juga mengatakan bahwa uang tidak perlu mengandung emas dan perak untuk menjadi standar nilai uang. Uang tidak mengandung emas dan perak merupakan jaminan pemerintah menetapkan nilainya. Karena itu, pemerintah tidak boleh mengubahnya.

Ibnu khaldun selain menyarankan digunakannya uang standar emas/perak, ia juga menyarankan konstannya harga emas dan perak. Harga-harga lain boleh berfluktuasi, tetapi tidak untuk harga emas perak.

Dalam keadaan uang yang tidak berubah, kenaikan harga atau penurunan harga semata-mata ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Setiap barang akan mempunyai harga keseimbangan bila lebih banyak makanan dan yang diperlukan disatu kota, harga makanan menjadi murah demikian sebaliknya.

Terkait keseimbangan harga, di dalam bukunya berjudul "muqaddimah", Ibnu Khaldun menulis secara khusus satu Bab tentang “harga-harga di kota-kota”. Ia membagi jenis barang menjadi barang kebutuhan pokok dan barang mewah.

Nah, menurut dia bila suatu kota berkembang dan selanjutnya populasinya bertambah banyak, harga-harga barang kebutuhan pokok akan mendapat prioritas pengadaannya. Akibatnya, penawaran meningkat dan ini berarti turunnya harga. Adapun untuk barang-barang mewah, permintaan akan meningkat sejalan dengan berkembangnya kota dan berubahnya gaya hidup. Akibatnya, harga barang mewah meningkat.

Ibnu Khaldun juga menjelaskan mekanisme, penawaran dan permintaan dalam menentukan harga keseimbangan. Secara rinci, ia menjabarkan pengaruh persaingan diantara konsumen untuk mendapatkan barang pada sisi permintaan.

Setelah itu, ia menjelaskan pula pengaruh meningkatnya biaya produksi karena pajak dan pungutan-pungutan lain di kota tersebut, pada sisi penawaran.

Ibnu Khaldun menjelaskan secara rinci, bahwa keuntungan yang wajar akan mendorong tumbuhnya perdagangan sedangkan keuntungan yang sangat rendah akan membuat lesu perdagangan karena pedagang akan kehilangan motivasi. Sebaliknya bila pedagang mengambil keuntungan sangat tinggi, juga akan membuat lesu perdagangan karena lemahnya permintaan konsumen.

Teori korelasi pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi

Bertambahnya penduduk akan menciptakan kreatifitas kerja, dan menambah kebutuhan kerja di masyarakat. Ibnu Khaldun mengaitkan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, seperti halnya Ibnu Taimiyah. Ibnu Khaldun dalam pemikiran ekonominya tidak bisa dilepaskan pula dengan pemikiran politiknya, menurutnya manusia itu pada dasarnya adalah:

1. Makhluk Politik (Zoon Politicon)

Artinya manusia itu harus hidup bermasyarakat

2. Manusia tidak bisa hidup sendiri secara individual dia membutuhkan orang lain.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ramadan

Uskup Bogor: Saya Berterimakasih Saudara-saudari Beragama Islam Menerima Undangan Kami Buka Puasa di Tempat Ini

Image

Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Sejumlah Fakta Imam Malik dan Pemikirannya Menyoal Pajak

Image

Ramadan

7 Fakta Allama Iqbal, Penyair Muslim Paling Termasyhur di Abad Modern

Image

Ramadan

5 Strategi agar THR Tidak Sekadar Numpang Lewat

Image

Ekonomi

5 Bisnis Unik yang Mampu Memikat Pembeli, Coba Kuy !!!

Image

News

Kasus Pencucian Uang, Bos Narkotika dan Saudaranya Ditangkap

Image

Ramadan

5 Momen Buka Puasa Bersama Tokoh RI, Ada yang Khusus Bareng Keluarga Tercinta

Image

Iptek

Aplikasi ini Bantu Muslim Temukan Makanan Halal di Luar Negeri

Image

Gaya Hidup

Liburan ke Cilegon, Jangan Lupa Cicip 3 Kuliner Khasnya

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

jadi punya moticasi belajar yang tinggi kalo liat orang-orang hebat kaya gini tuh

terkini

Image
Ekonomi

Milenial Harus Tahu! 3 Alasan Investasi Reksa Dana ala Tasya Kamila

Tidak hanya bebas ribet, dana investasi di reksa dana dikelola oleh manajer investasi sehingga dana tersebut dapat dikelola dengan baik

Image
Ekonomi

Pabrik yang Tua serta Kualitas Tebu Pengaruhi Produksi Gula

Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyarankan pemerintah serius berfokus dalam merevitalisasi

Image
Ekonomi

Efek Perang Dagang Indonesia Dorong Penguatan Sistem Perdagangan WTO

Indonesia mendorong penguatan sistem perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang disampaikan melalui Pertemuan Menteri Perdagangan A

Image
Ekonomi

Kemenhub Diminta Atur Besaran Tarif Promo Ojek Online

Kementerian Perhubungan diminta untuk melarang aplikator transportasi ojek daring (ojol) menerapkan tarif promo yang berlebihan.

Image
Ekonomi

Pemerintah Bakal Hidupkan Kembali Industri Galangan Kapal di Batam

Pemerintah Kota Batam ingin menghidupkan kembali industri galangan kapal.

Image
Ekonomi

RISED: Mayoritas Masyarakat Tolak Kenaikan Tarif Baru Ojol

Sebanyak 75 persen konsumen menolak penerapan tarif baru ojek daring berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019.

Image
Ekonomi

Kapolri Ingatkan Pelaku Industri RI agar Taat Hukum Jalankan Bisnis

Kapolri Tito Karnavian mengingatkan para pelaku industri agar tidak melanggar hukum dalam menjalankan bisnisnya.

Image
Ekonomi

MIAP Ungkap Sebab Beredarnya Barang Palsu di Situs e-Dagang

Ratusan portal e-Dagang bermasalah yang merugikan pemilik merek dagang hingga pengguna akhir atau konsumen.

Image
Ekonomi

Persiapan Mudik Astra Infra Siapkan 4 Fasilitas Cegah Kemacetan, Apa Saja?

Astra Infra akan kembali menyiapkan fasilitas layanan mudik untuk tahun ini.

Image
Ekonomi

Unika Atma Jaya Dukung Ketahanan Pangan Indonesia dengan Gelar Festival

Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam menjamin ketersediaan dan pemerataan bahan pangan Indonesia.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Ratna Ungkap Konferensi Pers Inisiatif Prabowo, Guntur Romli: Memanfaatkan sebagai Kampanye Politik

  2. Bela SBY dan Ani Yudhoyono, Jansen: Teruslah Serang Kami jika Kalian Meyakini Prabowo Bisa Menang!

  3. Tolak Undangan Stasiun TV Tanggapi Terorisme, Mustofa: Sorry, Saya Nggak Mau Ikuti Gendang Mereka

  4. Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2019, Sandiaga Pilih Bekerja untuk Masyarakat

  5. Kondisi Terbaru, Ani Yudhoyono Diizinkan Pulang ke Apartemen di Singapura

  6. Anak Buah Anies Baswedan Instruksikan RSUD Siaga Tampung Korban Unjuk Rasa 22 Mei

  7. Prabowo-Sandi Menang Telak Atas Jokowi-Ma’ruf di Riau

  8. Demi Tegaknya NKRI, Kematian Ratusan Petugas KPPS Diminta Diusut Tuntas

  9. Kisah Robert F. Smith, Konglomerat Negro yang Lunasi Ratusan Miliar Rupiah Utang Para Mahasiswa

  10. Di Sela 'Ketegangan' Menunggu Pengumuman KPU, Sandiaga Uno Membedah Buku Sastra 'Hikayat Suara-Suara'

Available

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Available

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Sejumlah Fakta Imam Malik dan Pemikirannya Menyoal Pajak

Image
News

Bak Pasangan Muda, 5 Potret Romantis Gubernur Sulses Nurdin Abdullah dan Istri

Image
News

5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!