image
Login / Sign Up

Ekonom UI Sebut Naiknya Tarif Ojol Jelang Ramadan, Tidak Tepat

Andi Syafriadi

Image

Fithra Faisal selaku Ekonom Universitas Indonesia dalam acara peluncuran hasil survei berjudul " Persepsi konsumen terhadap kenaikan tarif ojek online di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Research Institute of Socio Economic Development (RISED) di Jakarta | Andoy

AKURAT.CO Momentum naiknya tarif Ojek Onlie (Ojol) yang terjadi sesaat sebelum bulan Ramadan dinilai tidak tepat dan sangat disayangkan.

Penilaian tersebut dilakukan oleh Ekonom asal Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal ketika ditemui dalam acara peluncuran hasil survei berjudul "Persepsi konsumen terhadap kenaikan tarif ojek online di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Research Institute of Socio Economic Development (RISED), di Jakarta, Senin (6/5/2019).

baca juga:

Menurut Fithra, Inflasi cenderung meningkat saat bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri, apalagi menyusul tingginya permintaan masyarakat bagi sejumlah komoditas seperti makanan, minuman dan sandang.

"Dengan naiknya tarif ojol yang cukup tinggi tentunya akan berkonstribusi bagi semakin tingginya tingkat inflasi, apalagi berdasarkan hasil survei RISED, biaya pengeluaran transportasi sehari-hari berkontribusi sekitar 20 persen bagi pengeluaran konsumen per bulannya," ujar Fithra.

Ia menambahkan, bahwasanya kehematan waktu bagi para konsumen adalah nomor kesekian jika dibandingkan dengan kenaikan tarif. Fithra melihat saat ini konsumen lebih mempertimbangkan harga, karena pada dasarnya masyarakat kalau murah ya mereka akan pakai moda transportasi tersebut.

"Sedangkan untuk masalah waktu masyarakat bisa mengakali bangun lebih pagi lagi untuk berangkat ke kantor, sekolah, kampus misalnya," tuturnya.

Sependapat dengan Fithra, Rumayya Batubara selaku ketua tim RISED dan Ekonom universitas Airlangga menyatakan bahwasanya hasil Survei menunjukan sekitar 75 persen konsumen menolak kenaikan tarif ojol. Apalagi sebagian besar masyarakat Jabodetabek sebagai pengguna utama ojol juga menolak kenaikan tarif ini.

"Berdasarkan hasil riset yang melibatkan 3.000 pengguna ojol, 67 persen masyarakat menolak dalam zona I (non-Jabo, Bali dan Sumatera), 82 persen masyarakat menolak dalam zona II (Jabodetabek), dan 66 persen masyarakat menolak di zona III (wilayah sisanya)," ujar Rumayya ketika ditemui di Jakarta.

Menurut Rumayya, penolakan ini terjadi karena 72 persen pengguna ojek online berpendapatan menengah ke bawah, terutama yang berdomisili di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

"Kenapa ada penolakan? Kita melihat data pengguna ojol rata-rata menengah ke bawah, jadi uangnya hanya habis untuk transportasi yang mengalami kenaikan. Padahal konsumen sensitif dengan kenaikan harga," Pungkas Rumayya.

Sementara itu, Rumayya menyebut sejak awal alasan utama 52,4 persen konsumen memilih ojol karena keterjangkauan tarifnya, disusul 32,4 persen bisa pesan kapan saja, 4,3 persen layanan door-to-door, dan 10, 9 persen alasan lainnya.

Sebagai Informasi, Kenaikan tarif ojek online (ojol) berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 telah resmi berlaku tanggal 1 mei lalu. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Bos BI Perkirakan Inflasi Juni 2019 Sebesar 0,2 Persen

Image

Ekonomi

Rupiah Terangkat Berkat Pelonggaran Moneter Bank-bank Sentral Dunia

Image

News

Aksi Heroik Driver Ojol Beri Jaket ke Orang Gangguan Jiwa

Image

News

Driver Ojol Tewas Ditabrak Truk Sampah DKI Jakarta di Bekasi

Image

Ekonomi

Kalut Isu Global, Rupiah Terdampar ke Zona Merah

Image

News

Manajemen Mall Puri Indah: Penyediaan Toilet Untuk Ojol atas Permintaan Pengunjung, Kini Sudah Dicabut

Image

Ekonomi

Perang Dagang

China Tolak Tudingan Donald Trump Soal Pelambatan Ekonomi Negaranya

Image

Ekonomi

Respon Aduan INACA Ke Ombudsman, Darmin: Ya Laporkan Saja!

Image

Ekonomi

Terimakasih Pak Jokowi! Hari Ini Rupiah Menguat Seharian

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Indepth

Pro Kontra Investasi Dalam Pidato Jokowi

Secara lantang Jokowi mengatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang menghambat jalan masuknya investasi.

Image
Ekonomi

Kemendes Dorong Desa Ekspor Produk Unggulan

Kemendes PDTT mendorong pemerintah desa menjual produk unggulannya bukan hanya di lokal daerah

Image
Ekonomi

Indonesia Bisa Menangkan Perang Dagang, Jika...

Fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat China dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Indonesia.

Image
Ekonomi

Kemendag Dorong Pengolahan Sarang Burung Walet untuk Genjot Ekspor

Kemendag mendorong pengusaha nasional untuk mengolah sarang burung walet dari barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

Image
Ekonomi

Kementan Launching BUN500 untuk Tingkatkan Sektor Perkebunan

Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan BUN500, program distribusi benih unggul perkebunan 500 juta batang 2019-2024 secara gratis

Image
Ekonomi

Akses Mudah Modal Murah, ini 3 Investasi yang Ramah pada Milenial

Dalam reksa dana, ada manajer investasi yang bertugas mengatur segala bentuk pengelolaan dana yang telah diinvestasikan

Image
Ekonomi

Faceapp Berbahaya? Ini Perspektif Bisnisnya

Ketenaran aplikasi Faceapp ternyata menjadi kekhawatiran di beberapa kalangan ahli forensik.

Image
Ekonomi

6 Tahun Lagi, Ekspor Mobil Produksi RI Ditargetkan Capai 1 Juta Unit

Kementerian Perindustrian optimistis jumlah ekspor mobil produksi Indonesia akan mencapai 1 juta unit pada tahun 2025.

Image
Ekonomi

Menteri PUPR: Masyarakat Perlu Adaptif Antisipasi Risiko Bencana Alam

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, masyarakat perlu terus berperilaku adaptif dalam mengantisipasi risiko bencana alam.

Image
Ekonomi

Pertamina Gandeng PTN Perkuat Pengembangan Operasional Kilang Nasional 

Saat ini Pertamina sedang memperkuat kinerja pengolahan dengan terus mengembangkan operasional 6 kilang eksisting.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Meski Diremehkan, Timnas Indonesia Berpeluang Lolos dari Grup G

  2. 5 Fakta Menarik Turkmenistan, Negara Kaya Migas namun Dilanda Hiperinflasi

  3. Pembakaran Studio Animasi Kyoto Ingatkan 6 Pembunuhan Massal Tersadis di Jepang

  4. 7 Potret Menggemaskan Anak Artis saat Naik Sepeda, Bikin Gemas!

  5. 10 Pesona Minati Atmanegara, Awet Muda di Usia 60 Tahun

  6. Gerindra Minta Masyarakat Tak Salahkan Anies Soal Pembongkaran Getih Getah di HI

  7. Sekilas Mirip Kawasaki Ninja, Kendaraan Pria Ini Bikin Geger Warganet

  8. Cetak Gol Saat Lawan Persebaya, Ferdinand Dapat Pujian Dari Pelatih

  9. Siap-Siap, Bumilangit Cinematic Universe Akan Rilis Superhero Indonesia!

  10. Taruh Modal Rp600 Juta, Arie Untung Ngaku Gak Dapat Untung Bisnis Sama Pablo Benua

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik