image banner ramadan
Login / Sign Up

Hasil Quick Count Jadi Berkah Perekonomian Indonesia

Ade Miranti

Indepth

Image

Pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin (kiri) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (kanan) bersalaman jelang debat visi, misi dan gagasan di panggung debat capres dan cawapres kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat penutup kali ini mengusung tema Ekonomi, Kesejahteraan Sosial, Keuangan, Investasi dan Industri | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Lebih dari setengah tahun kedua kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden bertarung untuk merebut hati masyarakat agar memilih mereka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) yang sudah terlaksana pada 17 April lalu.

Usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, sampel penghitungan suara pemilih masih terus berjalan hingga hasil akhir 22 Mei mendatang. Namun, untuk saat ini, hasil penghitungan suara secara cepat (quick count), pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin masih unggul tipis dari kubu lawannya.

Ternyata, hasil dari quick count tersebut berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Terutama sentimen positif para investor. Itu dapat dibuktikan dengan adanya pola gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir ini yang terus menguat alias berada di zona hijau.

baca juga:

Hasil Quick Count Beri Sentimen Positif ke Investasi

Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service menyebut hasil quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei mendukung investasi dan stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Anushka Shah, Wakil Direktur-Analis Senior Sovereign Risk Group Moody Investors Service menilai hasil quick count sementara akan mendukung stabilitas pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Terutama didasari oleh bauran kebijakan yang dilakukan calon presiden petahana tersebut. "Hasil jajak pendapat cepat sejauh ini menunjukkan masa jabatan kedua bagi Presiden Jokowi. Perkembangan ini akan mengarah pada lingkungan kesinambungan kebijakan, dengan fokus baru reformasi yang menandai masa jabatan pertamanya," ujarnya dalam keterangan resmi (18/4/2019).

Shah mengatakan hal itu juga termasuk pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM), serta pengurangan prosedur birokrasi secara bertahap. Menurut Shah, bauran kebijakan tersebut akan mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Selanjutnya, lingkungan pertumbuhan yang stabil akan mendorong stabilitas pasar keuangan. Sedangkan di pasar keuangan, nilai tukar rupiah naik dengan pembukaan pada 14.000 per USD, naik 0,57 persen dari penutupan sebelumnya. Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun turun tipis menjadi 7,598 persen. Indeks saham Jakarta naik 1,5 persen.

Pasar Saham pun Bergairah

Grup riset dari Bank DBS juga memperkirakan aliran modal asing akan semakin membanjiri pasar saham Indonesia hingga mendorong IHSG ke level 6.900 pada tahun ini, atau melesat dari ekspetasi sebelumnya. Karena sentimen positif investor menyikapi hasil hitung cepat Pemilu Presiden 2019.

"Kami menegaskan peringkat 'Overweight' kami untuk Indonesia, dan meningkatkan target IHSG kami dari 6.500 menjadi 6.900 berdasarkan atas perkiraan keuntungan 16 kali dalam 12 bulan ke depan," kata Joanne Goh, Equity Strategist dan Philip Wee, FX (Foreign Exchange) Strategist dari DBS Group Research mengirimkan kesimpulan analisisnya yang diterima Akurat.co.

Joanne, yang merujuk pada hasil hitung cepat oleh lima lembaga survei di Indonesia, memperkirakan Joko Widodo sebagai petahana didampingi Ma'ruf Amin sebagai calon Wakil Presiden, kemungkinan besar akan memimpin Indonesia selama 2019-2024.

Jika itu terjadi, pelaku pasar berharap stabilitas perekonomian terjaga dan reformasi struktural perekonomian terjadi.

"Pemodal dapat mengetahui apa yang bisa diharapkan berdasarkan atas rekam jejak periode pertama Joko Widodo. Pembangunan infrastruktur akan berlanjut, disertai rencana lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia," ujarnya.

Stabilitas Ekonomi Makro Terjaga

Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) pun juga menilai stabilitas makro ekonomi tetap terjaga sepanjang Pemilu 2019.

“Masa pemilu kali ini semua stabilitas makro ekonomi relatif terjaga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan yang menang pasangan 01 atau 02, pasar sudah mengantisipasi jauh-jauh hari,” kata peneliti Indef, Bhima Yudhistira.

Dia menjelaskan siapapun yang menang dalam Pemilu 2019, pelaku pasar lebih berfokus pada stabilitas keamanan dan saat ini masih terbilang kondusif.

“Di beberapa tempat cukup kondusif, yang kita beritakan cukup rawan sejauh ini berjalan cukup lancar, mungkin ada beberapa TPS yang surat suara belum sampai atau habis, menurut saya itu minor tidak berdampak signifikan,” katanya.

Kondisi tersebut, menurut dia, yang menyebabkan kepercayaan pelaku pasar cukup bagus, salah satunya tren IHSG positif naik, meskipun investor asing cenderung menahan beli bersih (net buy) selama pemilu, namun itupun dinilai tidak berlangsung lama.

Bhima menuturkan kepercayaan asing juga didorong Indonesia masih menjadi pasar yang prospektif dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata lima persen di tengah guncangan perekonomian global. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Pemilu 2019

Personel Keamanan Tangerang Siapkan Pengamanan Jelang 22 Mei

Image

News

Pemilu 2019

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Kembali Juara di Provinsi Maluku

Image

Ekonomi

Pabrik yang Tua serta Kualitas Tebu Pengaruhi Produksi Gula

Image

News

Ketika Orang-orang Bahas Kemungkinan Terburuk 22 Mei, Jokowi Tetap Cool

Image

News

Pemilu 2019

Daftar Caleg DKI Jakarta yang Melenggang ke Senayan

Image

News

FOTO Jokowi Resmikan Bendungan Rotiklot di NTT

Image

News

Kopassus Sudah Siaga Amankan 22 Mei

Image

News

Pemilu 2019

Jelang Pengumuman Hasil Penghitungan Suara, Jalan Imam Bonjol Ditutup

Image

News

Pemilu 2019

Di Kuala Lumpur, Davin Kirana Raup Suara Tertinggi, Disusul Hidayat Nur Wahid

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pabrik yang Tua serta Kualitas Tebu Pengaruhi Produksi Gula

Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyarankan pemerintah serius berfokus dalam merevitalisasi

Image
Ekonomi

Efek Perang Dagang Indonesia Dorong Penguatan Sistem Perdagangan WTO

Indonesia mendorong penguatan sistem perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang disampaikan melalui Pertemuan Menteri Perdagangan A

Image
Ekonomi

Kemenhub Diminta Atur Besaran Tarif Promo Ojek Online

Kementerian Perhubungan diminta untuk melarang aplikator transportasi ojek daring (ojol) menerapkan tarif promo yang berlebihan.

Image
Ekonomi

Pemerintah Bakal Hidupkan Kembali Industri Galangan Kapal di Batam

Pemerintah Kota Batam ingin menghidupkan kembali industri galangan kapal.

Image
Ekonomi

RISED: Mayoritas Masyarakat Tolak Kenaikan Tarif Baru Ojol

Sebanyak 75 persen konsumen menolak penerapan tarif baru ojek daring berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019.

Image
Ekonomi

Kapolri Ingatkan Pelaku Industri RI agar Taat Hukum Jalankan Bisnis

Kapolri Tito Karnavian mengingatkan para pelaku industri agar tidak melanggar hukum dalam menjalankan bisnisnya.

Image
Ekonomi

MIAP Ungkap Sebab Beredarnya Barang Palsu di Situs e-Dagang

Ratusan portal e-Dagang bermasalah yang merugikan pemilik merek dagang hingga pengguna akhir atau konsumen.

Image
Ekonomi

Persiapan Mudik Astra Infra Siapkan 4 Fasilitas Cegah Kemacetan, Apa Saja?

Astra Infra akan kembali menyiapkan fasilitas layanan mudik untuk tahun ini.

Image
Ekonomi

Unika Atma Jaya Dukung Ketahanan Pangan Indonesia dengan Gelar Festival

Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam menjamin ketersediaan dan pemerataan bahan pangan Indonesia.

Image
Ekonomi

Hadirnya FastGo Vietnam Bisa Redakan Perang Tarif Transportasi Online

Munculnya taksi online FastGo Vietnam dapat menghapus perang tarif.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. KPU Dan Bawaslu Setuju Batalkan Perhitungan 62 Ribu Surat Suara PSU Kuala Lumpur

  2. Puluhan Ormas Lintas Agama Dan Etnis Deklarasi Tolak "People Power"

  3. Ajaib, Lirik Lagu Kasidah Era 90-an Ini Tepat Ramal Kejadian Masa Sekarang

  4. Ratna Ungkap Konferensi Pers Inisiatif Prabowo, Guntur Romli: Memanfaatkan sebagai Kampanye Politik

  5. Calon Bidadari Kompleks Ini Kompak Pakai Mukena Bergaya Anti Mainstream

  6. Tolak Undangan Stasiun TV Tanggapi Terorisme, Mustofa: Sorry, Saya Nggak Mau Ikuti Gendang Mereka

  7. Bela SBY dan Ani Yudhoyono, Jansen: Teruslah Serang Kami jika Kalian Meyakini Prabowo Bisa Menang!

  8. Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2019, Sandiaga Pilih Bekerja untuk Masyarakat

  9. Demi Tegaknya NKRI, Kematian Ratusan Petugas KPPS Diminta Diusut Tuntas

  10. Anak Buah Anies Baswedan Instruksikan RSUD Siaga Tampung Korban Unjuk Rasa 22 Mei

Available

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Available

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Sejumlah Fakta Imam Malik dan Pemikirannya Menyoal Pajak

Image
News

Bak Pasangan Muda, 5 Potret Romantis Gubernur Sulses Nurdin Abdullah dan Istri

Image
News

5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!