image banner ramadan
Login / Sign Up

Pembentukan Holding BUMN, Menguatkan atau Membuat Goyah Perekonomian?

Atikah Umiyani

Indepth

Image

Gedung Kementerian BUMN | BUMN.GO.ID

AKURAT.CO, Pembentukan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menjadi pembicaraan hangat pasca dibahas dalam debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden putaran kelima yang digelar Sabtu (13/4/2019). Saat itu, Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno membacakan surat penolakan holding BUMN Penerbangan yang didapatkannya sewaktu mendarat di Bandara Soekarno Hatta.

"Pertanyaan ke kami adalah sebuah surat yang disampaikan kepada kami. Intinya surat ini berbunyi saya memohon dengan sangat, bila kelak Prabowo-Sandi mendapat amanah Allah SWT menjadi pemimpin negeri ini, tolong holding BUMN sektor penerbangan dibatalkan," kata Sandiaga dalam Debat Kelima Pilpres di Hotel Sultan.

Dijelaskan Mantan Wakil Gubernur ini, ada sejumlah pihak yang khawatir dengan adanya pembentukan holding BUMN Penerbangan tersebut. "Saya memohon dengan sangat, bila kelak Prabowo-Sandi mendapat amanah Allah SWT menjadi pemimpin negeri ini, tolong holding BUMN sektor penerbangan bagi karyawan perusahaan kami terancam terlempar dari status BUMN, dan meresahkan kami dan keluarga kami," jelas Sandiaga.

baca juga:

Dalam kesempatan yang sama, Calon Presiden Pasangan Nomor Urut 02 Prabowo Subianto juga melontarkan sebuah pernyataan bahwa BUMN saat ini sedang goyah, padahal menurutnya BUMN merupakan benteng terakhir perekonomian Indonesia. Ia juga menyebutkan bahwa telah terjadi sejumlah persoalan di perusahaan pelat merah tersebut, mulai dari pembentukan holding hingga salah kelola perusahaan-perusahaan milik negara.

Ketua Umum Gerindra tersebut juga menilai rencana Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk pembentukan holding merupakan langkah yang kurang tepat dan sia-sia selama tidak dikelola dengan baik.

Pembentukan Holding agar BUMN bisa melangkah ke depan

Menanggapi hal tersebut, Calon Presiden Petahana Joko Widodo memberikan jawaban soal pengelolaan BUMN yang sesungguhnya saat ini. "Kebijakan membentuk holding BUMN akan membuat badan usaha milik negara bisa berkembang dan berani 'keluar kandang', bahkan akan ada 'super holding'," jelasnya.

Diungkapkan Jokowi, pemerintah bakal terus membentuk induk-induk perusahaan BUMN di berbagai bidang, mulai dari migas, tambang, konstruksi, hingga perdagangan dan sektor lainnya. Selain itu calon presiden nomor urut 01 itu juga menegaskan bahwa BUMN ke depan harus berani 'keluar kandang', menjadi pionir membuka pasar, jejaring sehingga swasta bisa mengikuti.

"Dengan membentuk induk perusahaan, BUMN akan lebih mudah mencari modal sehingga bisa menggarap proyek-proyek besar, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri," paparnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyebutkan bahkan saat ini sejumlah BUMN konstruksi mulai menggarap proyek pembangunan jalan tol, properti di sejumlah negara di Timur Tengah. "Kalau semua dilakukan, ekonomi kita menjadi besar dengan semua yang kita lakukan itu, di mana swasta ikut di belakangnya, ini namanya Indonesia Corporation. Semua ketarik, ekonomi kita menjadi besar," tegas Jokowi.

Lantas, kinerja BUMN meningkat pasca Holding terbentuk?  

Data membuktikan bahwa kinerja BUMN secara keseluruhan dari waktu ke waktu terus menunjukkan peningkatan. Hal itu dibuktikan dari data Kementerian BUMN, bahwa indikator-indikator kinerja perusahaan milik negara selama 2018 meningkat signifikan, mulai dari laba, ekuitas, belanja modal (capital expenditure/capex), hingga kontribusi terhadap APBN seperi pajak, pendapatan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.

Sebagai informasi, hingga 31 Desember 2018, total aset BUMN menembus angka Rp8.092 triliun, melonjak Rp882 triliun atau sekitar 12 persen dibanding aset pada 2017 sebesar Rp 7.210 triliun. Sementara untuk total laba, juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp 188 triliun dari laba 2017 sebesar Rp 186 triliun.

Sementara untuk jumlah setoran dividen BUMN di era pemerintahan Jokowi-JK atau selama tiga tahun terakhir ini juga cenderung meningkat. Bila dilihat tahun pertahun, maka pada 2015, dividen BUMN yang disetorkan ke pemerintah sebesar Rp37,6 triliun, naik tipis dari target APBN-P 2015, yakni Rp36,957 triliun. Sedangkan pada 2016, dividen yang disetorkan sebesar Rp37,1 triliun, naik dari proyeksi APBN Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp31,164 triliun.

Kemudian di tahun 2017, pemerintah menerima dividen senilai Rp43,9 triliun, naik dari target APBN 2017 sebesar Rp41 triliun. Kemudian pada akhir semester I-2018 realisasi dividen BUMN sebesar Rp35,52 triliun, atau meningkat 13 persen dari semester I 2017.

Menteri BUMN Rini M Soemarno juga mengungkapkan bahwa kinerja positif ini akan dijaga dan ditingkatkan agar BUMN dapat terus melayani negeri, menjadi agen pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Ini sebagaimana tertuang dalam amanah konstitusi bahwa BUMN harus menjadi agen pembangunan dan agen penciptaan nilai. Ini Wujud nyata kontribusi BUMN dalam pembangunan tercermin dari peningkatan konektivitas darat, laut dan udara," tegas Rini.

Asal tahu saja, di era Pemerintahan Jokowi-JK memang ada beberapa Holding yang terbentuk. Beberapa holding tersebut diantaranya Holding BUMN Pertambangan, Holding BUMN Migas dan yang segera terbentuk yakni Holding BUMN di sektor infrastruktur dan konstruksi yang saat ini tengah memasuki tahap finalisasi. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Rintangan Ekonomi Ini Akan Menghadang Jokowi Pasca Menang Pemilu Lagi

Image

News

Aksi 22 Mei

Mahfud MD: Prabowo Tempuh Jalur Hukum, Bukan Jalur Jalanan

Image

News

Pemilu 2019

Bertemu Jokowi di Istana, Ini yang Disampaikan Zulkifli Hasan

Image

Ekonomi

Indepth

Mendaur Ulang Wacana Usang: Pindah Ibu Kota!

Image

News

Aksi 22 Mei

Redam Aksi Lanjutan, Pengamat Anjurkan Jokowi-Prabowo Bertemu

Image

News

Pemilu 2019

Bawaslu Apresiasi Langkah Prabowo-Sandi Ajukan Gugatan Sengketa Pilpres ke MK

Image

Hiburan

Aksi 22 Mei Ricuh, Glenn Fredly: Shame On You Prabowo & Sandy!

Image

News

Prabowo ke Massa: Saya Minta Saudara Pulang dan Hindari Tindakan di Luar Hukum

Image

Hiburan

Usai Pengumuman KPU, Tompi Ucapkan Selamat untuk Jokowi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Tingkat Pengunjung Grand Indonesia Menurun Drastis Terimbas Aksi Demo

PT Grand Indonesia memperkirakan tingkat pengunjung ke mal Grand Indonesia saat aksi massa 22 Mei mengalami penurunan drastis. "Mungkin me

Image
Ekonomi

Menakar Program Infrastruktur Pasca Jokowi Terpilih Lagi

Pada tahun 2019 pemerintah mematok angka belanja modal di level Rp180 triliun.

Image
Ekonomi

China Desak Anggota SCO Tingkatkan Kerja Sama Hadapi Ketidakstabilan Global

Menghadapi ketidakstabilan dan ketidakpastian di dunia, para anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) harus meningkatkan kerja sama.

Image
Ekonomi
Indepth

Permasalahan Neraca Perdagangan yang Tak Kunjung Kelar

Adapun dalamnya defisit neraca perdagangan ini lebih disebabkan oleh neraca migas yang juga mencatatkan defisit migas sebesar USD1,49 miliar

Image
Ekonomi

Jalan Tol Jadi Alasan Maskapai Kurangi Pengajuan Tambahan Penerbangan

Jumlah pengajuan tambahan penerbangan di bandara AP I hanya 1.628 atau menurut drastis dibanding tahun lalu yang tercatat 5.245 penerbangan.

Image
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di 2020, Core: Kalau Tidak Ada Terobosan Sulit!

Secara realistis di tengah melemahnya dimensi ekonomi global, maka pertumbuhan 5,6 persen sangat sulit tercapai.

Image
Ekonomi
Indepth

Menilik Tantangan Berat Jokowi di Periode Kedua

Terpilihnya Jokowi kembali bukanlah hal yang mengejutkan. Namun dirinya sekarang membawa tugas yang kami berat.

Image
Ekonomi

Huawei Diblacklist Perusahaan AS Kecewa dengan Ulah Trump

Pengamat Ekonomi Richard Wolff dari University of Massachusetts, mengatakan, tindakan Amerika Serikat yang memasukan Huawei dalam daftar hi

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Perbaiki Jalur Mudik Bekasi

Perbaikan jalan dilakukan di sejumlah titik kerusakan jalan yang akan dilalui pemudik saat arus mudik

Image
Ekonomi
Indepth

Mendaur Ulang Wacana Usang: Pindah Ibu Kota!

Wacana pindah ibu kota sebenarnya sudah tercetus sejak lama, bahkan dimulai semenjak era kolonial Belanda.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Berburu Kuliner di Festival Ramadan Nusantara di Depok

  2. Untuk Sementara, Kemenkominfo Nonaktifkan Fitur Gambar dan Video di Medsos

  3. Pemerintah Batasi Akses Sosial Media untuk Tangkal Hoaks, Tompi: Itu Smartmove

  4. Tak Lagi Gunakan Android, Huawei Punya HongMeng OS

  5. Selama Puasa, Armand Maulana Selalu Request Masakan Ini ke Istri

  6. Rustam: Kenapa Gak dari Dulu-dulu Akses Hoaks di WhatsApp Ini Dibatasi

  7. Ustaz Abdurrahim: Saya Sebenarnya Sudah Muak Seperti Ini, Saya Tadi Salat Tarawih Kena Gas Air Mata, Gak Enak

  8. Apa yang Baru dari Xiaomi Mi Band 4?

  9. Terbaik di Dunia, Kubu Raya Segera Garap Potensi Wisata Hutan Mangrove

  10. Jadi Minoritas, Ini 10 Selebriti Dunia yang Jalani Puasa

Available

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Available

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
News

7 Potret Menkopolhukam Wiranto Terjun ke Lapangan, dari Bencana Poso hingga Temui Pasukan RI di Lebanon

Image
News

Hangat Banget, 6 Momen Kebersamaan Tutut Soeharto dengan Keluarga

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Mesra Chairul Tanjung dan Istri