image banner ramadan
Login / Sign Up

Pertarungan Sengit Dua Decacorn Transportasi Online, Mitra dan Konsumen Untung atau Buntung?

Aji Nurmansyah

Indepth

Image

Seorang pengemudi ojek online (Ojol) membawa bendera merah putih saat aksi demonstrasi di depan gedung Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (23/4). Aksi perjuangan Driver Ojek Online Indonesia untuk menuntut regulasi serta tarif yang layak dan manusiawi bagi para mitra pengemudi online. Aksi yang juga dilakukan disejumlah daerah ini menuntut kesejahteraan bagi para pengemudi ojol. Mereka juga mengeluhkan tarif ojol yang hanya Rp1.600 per kilometer. Apalagi, tarif itu belum dipotong pajak 20 persen saat penerimaan uang tarif dari aplikator | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Transportasi online marak beberapa tahun belakangan, bahkan dalam waktu singkat sontak menjadi favorit masyarakat Indonesia khususnya di daerah perkotaan. Transportasi online roda dua dan roda empat dianggap mampu membelah kemacetan di kota besar seperti Jakarta. Serta membuat perjalanan menuju tempat kerja menjadi lebih nyaman.

Melihat begitu besarnya potensi transportasi online tersebut bermunculan beberapa perusahaan rintisan yang bergerak dibidang industri ride hailing itu. Khusus di Indonesia misalnya, kemunculan Go-Jek tergolong fenomenal dimata masyarakat Indonesia. Karena dianggap solusi dari masalah klasik masyarakat perkotaan yakni macet, belakangan muncul beberapa pesaing dimana menyasar industri yang dibidang yang sama. Sebut saja Uber dan Grab sendiri. Belakangan Uber berhasil diakusisi Grab, alhasil tinggal dua pemain besar di industri transportasi online tersebut.

Meski memiliki pesaing namun star up besutan Nadiem Makarim ini tetap tangguh dan terus melaju. Ungkapan 'yang pertama akan akan selalu melengenda' sepertinya pantas disematkan pada Go-Jek. Lambat laun Go-Jek semakin menancapkan pengaruhnya di Indonesia, bahkan ke Asia Tenggara.

baca juga:

Go-Jek perlahan-lahan sampai pada puncak keemasan. Untuk diketahui, lebih dari 70 persen masyarakat Indonesia sudah kenal dengan start up asli Indonesia ini. Go-Jek begitu diminati bahkan sempat membuat industri transportasi konvensional seperti taksi goyang dan teriak-teriak. Meski kemudian mulai menata strategi digital sehingga bisa menyusul ekspansi Go-Jek.

Perlahan tapi pasti Go-Jek mulai menguasai pasar Indonesia hadir diberbagai Provinsi dan kota-kota besar bahkan belum lama ini Gojek melakukan ekspansi ke Asia Tenggara. Core bisnisnya pun mulai merambah industri lainnya yang berkaitan seperti Industri makanan, UMKM hingga jasa antar barang.

Kesuksesan Go-Jek bukan tanpa pesaing. Sebab ditempel ketat oleh Grab. Seakan tak ingin kehilangan momen Grab terus melakukan berbagai terobosan hingga pada akhirnya Uber berhasil diakuisisi. Masuknya Uber ke dalam manajemen Grab tentu saja membuat kompetisi semakin sengit. Masing-masing menjual promosi gila-gilaan seakan tidak kekurangan uang. Masing-Masing ingin menunjukkan kekutan modal dan ingin menjadi yang terbaik.

Seiring waktu berjalan CB Insight memasukkan Go-Jek dalam daftar The Global Unicorn Club di urutan ke 19 start up dunia dengan valuasi mencapai USD 10 Miliar.

Tak mau kalah Grab melalui, CEO Grab Anthony Tan yang sejak awal sudah menyatakan diri menjadi Decacorn kemudian merilis rencana ekspansi di Asia Tenggara dengan target pendanaan total mencapai sebesar USD6,5 miliar atau setara Rp90,6 triliun sampai akhir 2019 dari pendanaan Softbank.

Peneliti Indef Nailul Huda menilai persaingan Gojek dan Grab memasuki babak baru dimana saat ini persaingan lebih agresif dalam menarik konsumen. Menurutnya pasca Go-Jek dinobatkan sebagai decacorn serta merta membuat gebrakan dengan pemberian voucher dan potongan diskon melalui layanan Gopay. Tak mau ketinggalan Grab tancap gas dengan meningkatkan layanan pembayaran melalui OVO yang sudah mulai digunakan melalui aplikasi.

"Saya melihat mereka saling menggeser satu sama lain, namun kentara mereka ingin menyingkirkan pesaingnya masing-masing sebab secara bersamaan menerapkan kebijakan predatory pricing. Bisa jadi dimasa depan hanya akan berdua atau malah berkolusi," katanya.

Aroma Persaingan Tak Sehat Makin Sengit

Harapan terwujudnya iklim bisnis dan industri ride-hailing yang sehat di Asia Tenggara nampaknya jauh panggang dari api. Sebab semakin sulit direalisasikan.

Apa pasal? ambisi Grab yang baru-baru ini mengumumkan sumber pendanaan baru dari Softbank sepertinya diarahkan untuk mematikan kompetisi. Grab menargetkan pendanaan total sebesar USD6,5 miliar atau setara Rp90,6 triliun sampai akhir 2019. CEO Grab Inc Anthony Tan, terang-terangan mengatakan Grab ingin empat kali lebih besar dari pesaing utamanya GO-Jek. Baik di Indonesia maupun seluruh Kawasan Asia Tenggara pada akhir tahun ini.

"Saya bertemu Masayoshi-san (CEO Softbank) minggu lalu dimana dia memberikan dukungan yang tidak terbatas untuk memperkuat pertumbuhan kami," dikutip dari Blomberg (8/4/2019).

Sebagian ahli menilai kedua decacorn ini masih memberlakukan cara-cara kuno dimana masing-masing mengejar target dengan sistem predatory pricing (jual rugi). Hal ini berpotensi terjadi monopoli.

Lantas bagaimana sisi persaingan tersebut bisa masuk ranah KPPU, Komisioner KPPU, Kurnia Toha menilai meski mendapatkan tambahan investasi cukup besar dan Grab diperdiksi akan semakin besar namun sejauh ini masih belum melanggar hukum persaingan usaha.

Pendapat berbeda justru diungkap Pengamat Ekonomi Yanuar Rizky yang menilai masuknya investasi baru SoftBank sebesar USD1,4 miliar pada putaran pendanaan seri H GRAB Inc sebagai aksi konglomerasi dengan tujuan menciptakan monopoli di industri ojek online Asia Tenggara. Monopoli makin kentara dengan menerapkan tarif serendah-rendahnya bagi konsumen dengan harapan kompetitor tidak mampu bersaing.

"Itu arahnya konglomerasi bagaimana menguasai pasar dengan bakar duit mencapai harga serendah-rendahnya. Di satu sisi menguntungkan kosumen tapi di sisi lain ketika tidak ada saingan bisa seenaknya menentukan harga," katanya.

Dampak Perang Tarif, Konsumen dan Mitra Untung atau Buntung?

Lantas bagaimana dengan nasib konsumen dan mitra pengemudi yang mengantung nasib pada Go-Jek dan Grab. Nasibnya terombang ambing dengan aroma tak sehat pertarungan dua Decacorn transportasi online Asia Tenggara ini?

Peneliti The Indonesian Institute Muhammad Rifki Fadilah menilai dengan Grab yang memberlakukan sistem predatory pricing atau harganya rendah. Alih-alih untuk kepentingan konsumen sebetulnya ini cara mereka membuat saingannya Go-Jek lama-lama mati dan Grab bisa menjadi satu-satunya penguasa pasar atau monopoli.

Hal ini bisa saja terjadi dengan catatan jika pihak Go-Jek tidak mampu menahan gempuran dari pihak Grab dengan investasi yang seimbang juga. Untuk itu diperlukan pihak pemerintah untuk terus menjaga iklim persaingan yang sehat. Jangan sampai merusak pasar dan menguntungkan sepihak.

"Saya bilang dampaknya bisa jadi perang tarif. Alih-alih memurahkan tarif supaya konsumen senang padahal ada maksud tertentu. Ini yang harus dihindari. Peran pemerintah di sini diperlukan untuk mencegah hal-hal yang merusak pasar tadi," katanya.

Senada dengan itu Ekonom Indef Nailul Huda menjelaskan bahwa sejatinya industri transportasi online merupakan industri berbentuk two-sided market. Dimana ada dua sisi yang saling terhubung yaitu konsumen dan mitra pengemudi yang menjadi network platform kedua platform itu.

Secara alamiah kedua platform online ini akan lebih memprioritaskan konsumen dibanding mitranya. Konsuemen untuk sesaat akan diuntungkan namun tidak jika salah satu decacorn berhasil dihancurkan.

Di sisi lain yang paling menderita adalah mitra pengemudi. Sebab platform abai dalam membayar mitranya. Ia menduga nasib mitra pengemudi nampaknya akan dikorbankan demi perang tanding kedua decacorn Asia Tenggara ini.

"Nasib mitranya nampaknya akan dikorbankan untuk mengambil keuntungan bagi perusahaan aplikasi transportasi online ini," pungkasnya.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Pemilu 2019

Hasil Akhir Rekapitulasi Nasional, Jokowi-Ma'ruf Unggul di 21 Provinsi dengan 85.036.828 Suara

Image

News

Pemilu 2019

Personel Keamanan Tangerang Siapkan Pengamanan Jelang 22 Mei

Image

News

Pemilu 2019

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Kembali Juara di Provinsi Maluku

Image

News

Delapan PSK yang Kena Razia Positif HIV, Mereka Mau Diobati Dulu Sebelum Dipulangkan

Image

Ekonomi

Pabrik yang Tua serta Kualitas Tebu Pengaruhi Produksi Gula

Image

News

Pemilu 2019

Aksi 22 Mei, TNI-Polri Sebut TNI Siagakan 34 Ribu Personel

Image

News

Rayakan Ulang Tahun Jakarta ke- 492, Jakarta Fair Kemayoran Digelar 40 Hari

Image

News

LBHM Kecam Polri Karena Memecat Anggotanya Karena Orientasi Seksual

Image

News

Prabowo Subianto Minta Polisi Tak Tahan Permadi Karena Usia

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pabrik yang Tua serta Kualitas Tebu Pengaruhi Produksi Gula

Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyarankan pemerintah serius berfokus dalam merevitalisasi

Image
Ekonomi

Efek Perang Dagang Indonesia Dorong Penguatan Sistem Perdagangan WTO

Indonesia mendorong penguatan sistem perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang disampaikan melalui Pertemuan Menteri Perdagangan A

Image
Ekonomi

Kemenhub Diminta Atur Besaran Tarif Promo Ojek Online

Kementerian Perhubungan diminta untuk melarang aplikator transportasi ojek daring (ojol) menerapkan tarif promo yang berlebihan.

Image
Ekonomi

Pemerintah Bakal Hidupkan Kembali Industri Galangan Kapal di Batam

Pemerintah Kota Batam ingin menghidupkan kembali industri galangan kapal.

Image
Ekonomi

RISED: Mayoritas Masyarakat Tolak Kenaikan Tarif Baru Ojol

Sebanyak 75 persen konsumen menolak penerapan tarif baru ojek daring berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019.

Image
Ekonomi

Kapolri Ingatkan Pelaku Industri RI agar Taat Hukum Jalankan Bisnis

Kapolri Tito Karnavian mengingatkan para pelaku industri agar tidak melanggar hukum dalam menjalankan bisnisnya.

Image
Ekonomi

MIAP Ungkap Sebab Beredarnya Barang Palsu di Situs e-Dagang

Ratusan portal e-Dagang bermasalah yang merugikan pemilik merek dagang hingga pengguna akhir atau konsumen.

Image
Ekonomi

Persiapan Mudik Astra Infra Siapkan 4 Fasilitas Cegah Kemacetan, Apa Saja?

Astra Infra akan kembali menyiapkan fasilitas layanan mudik untuk tahun ini.

Image
Ekonomi

Unika Atma Jaya Dukung Ketahanan Pangan Indonesia dengan Gelar Festival

Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam menjamin ketersediaan dan pemerataan bahan pangan Indonesia.

Image
Ekonomi

Hadirnya FastGo Vietnam Bisa Redakan Perang Tarif Transportasi Online

Munculnya taksi online FastGo Vietnam dapat menghapus perang tarif.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. KPU Dan Bawaslu Setuju Batalkan Perhitungan 62 Ribu Surat Suara PSU Kuala Lumpur

  2. Puluhan Ormas Lintas Agama Dan Etnis Deklarasi Tolak "People Power"

  3. Ajaib, Lirik Lagu Kasidah Era 90-an Ini Tepat Ramal Kejadian Masa Sekarang

  4. Ratna Ungkap Konferensi Pers Inisiatif Prabowo, Guntur Romli: Memanfaatkan sebagai Kampanye Politik

  5. Calon Bidadari Kompleks Ini Kompak Pakai Mukena Bergaya Anti Mainstream

  6. Tolak Undangan Stasiun TV Tanggapi Terorisme, Mustofa: Sorry, Saya Nggak Mau Ikuti Gendang Mereka

  7. Bela SBY dan Ani Yudhoyono, Jansen: Teruslah Serang Kami jika Kalian Meyakini Prabowo Bisa Menang!

  8. Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2019, Sandiaga Pilih Bekerja untuk Masyarakat

  9. Demi Tegaknya NKRI, Kematian Ratusan Petugas KPPS Diminta Diusut Tuntas

  10. Anak Buah Anies Baswedan Instruksikan RSUD Siaga Tampung Korban Unjuk Rasa 22 Mei

Available

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Available

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Sejumlah Fakta Imam Malik dan Pemikirannya Menyoal Pajak

Image
News

Bak Pasangan Muda, 5 Potret Romantis Gubernur Sulses Nurdin Abdullah dan Istri

Image
News

5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!