image banner ramadan
Login / Sign Up

Pengurangan Ekspor Karet, Solusi atau Pil Pahit yang Harus Ditaati?

Rizal Mahmuddhin

Indepth

Image

Petani Karet di Tapanuli Tengah | AKURAT.CO/Damai Mendrofa

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) sepakat untuk mengurangi ekspor karet alam sebesar 98.160 ton mulai 1 April 2019 selama empat bulan ke depan. Langkah tersebut  diambil sebagai upaya untuk memperbaiki tren harga karet dunia yang masih berada di tingkat rendah.

"Indonesia sepakat memenuhi komitmen dengan mengurangi ekspor karet 98.160 ton selama empat bulan. Perangkat yang memastikan bahwa Indonesia akan comply dengan mengeluarkan Keputusan Menteri Perdagangan," kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri beberapa waktu lalu.

Kasan menyebutkan kebijakan penurunan volume ekspor Indonesia ini diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 779 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Agreed Export Tonnage Scheme ke-6 untuk Komoditi Karet Alam.

baca juga:

Dalam Kepmendag, dengan pengurangan ekspor karet sebesar 98.160 ton, jumlah komoditas karet alam yang dapat diekspor sampai empat bulan atau 31 Juli 2019 sebesar 941.791 ton. Rinciannya adalah untuk bulan April sebesar 256.863 ton, bulan Mei sebesar 245.015 ton, bulan Juni sebesar 173.880 ton dan Juli 2019 sebesar 266.033 ton.

Adapun pengurangan ekspor karet melalui skema kebijakan Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) ke-6 ini merupakan hasil keputusan dari pertemuan International Tripartite Rubber Council (ITRC) yang diinisiasi tiga negara produsen karet, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Selain Indonesia, Malaysia juga akan mengurangi ekspor karet alam sebesar 15.600 ton. Selama empat bulan ke depan, ekspor karet Malaysia sebesar 357.535 ton, dengan rincian pada April sebesar 92.527 ton, Mei sebanyak 92.125 ton, Juni sebanyak 84.718 ton, dan Juli sebanyak 88.165 ton.

Sementara itu, Thailand mengurangi ekspor karet sebesar 126.240 ton, namun baru efektif berlaku mulai 20 Mei sampai 19 September 2019, mengingat Negara Gajah Putih tersebut memerlukan waktu setelah keputusan akhir pemilihan umum.

Jumlah ekspor karet alam Thailand setelah pembatasan adalah sebesar 1.388.137 ton. Pada bulan pertama, Thailand akan mengekspor sebanyak 417.788 ton, kemudian bulan Juni sebanyak 343.311 ton. Lalu, bulan Juli sebanyak 312.256 ton dan terakhir pada bulan Agustus sebanyak 313.256 ton.

Sebagaimana diketahui, dalam kebijakan AETS ke-6 ini, disepakati pengurangan volume ekspor karet alam sebesar 240.000 ton selama empat bulan dari ketiga negara sesuai dengan porsi ekspor masing-masing negara.

Kesepakatan ini sesuai hasil pertemuan khusus pejabat senior International Tripartite Rubber Council (ITRC) pada 4-5 Maret 2019 di Bangkok, Thailand.

Pil Pahit yang Harus Ditaati

Menanggapi hal tersebut, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) menyatakan  akan siap mentaati peraturan baru tersebut.

"Perusahaan anggota Gapkindo Sumut akan menjalaninya, walau bisnis semakin berat dirasakan," ujar Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah dikutip dari Antara, Kamis (11/4/2019).

Ia menjelaskan, ekspor karet alam yang dibatasi adalah jenis RSS (HS 400121), TSR/SIR (HS 400122), Mixture Rubber (HS 400280) dan Compound Rubber (400510, 400520, 400591, 400599).

Menurut Edy, dalam surat Keputusan Menteri Perdagangan, pada DIKTUM ke-8 disebutkan bahwa pelanggaran terhadap pelaksanaan pembatasan ekspor melalui skema Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Pelaksanaan AETS adalah pil pahit bagi pabrik crumb rubber.Tetapi yah harus dijalankan," katanya.

Menurut Edy, pengurangan ekspor itu menimbulkan dua hal negatif bagi perusahaan. Pertama berkurangnya profit atau keuntungan karena volume penjualan berkurang. Kemudian kerugian yang kedua adalah beban keuangan perusahaan yang semakin berat.

Kondisi itu mengacu pada selama periode pembatasan, pembelian tetap normal seperti biasa karena khawatir tidak dapat barang dari petani/pedagang pengumpul atau agar pabrik bisa beroperasi normal.

"Harapannya harga ekspor bisa naik pasca AETS yang disepakati negara produsen.Harga karet TSR 20 di bursa 30 Maret 2019 masih 1,43 dolar AS per kg," ujarnya.

Produksi Karet Perlu Digenjot

Sementara itu, lembaga kajian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai produksi karet nasional masih perlu digenjot karena potensi ekspor komoditas tersebut cukup besar.

Peneliti CIPS Arief Nugraha dalam keterangan tertulis di Jakarta, mengingatkan berdasarkan data organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO), pada tahun 2017 Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar kedua dunia setelah Thailand.

"Sayangnya komoditas karet Indonesia memiliki beberapa permasalahan. Permasalahan yang pertama adalah produktivitas," papar Arief Nugraha.

Data FAO 2017 menunjukkan, Thailand sebagai penghasil karet terbesar dunia memiliki produksi karet sebesar 4.600.000 ton dan diikuti oleh Indonesia yang berada di peringkat kedua dengan produksi sebesar 3.629.544 ton.

Sementara itu Vietnam berada di urutan ketiga dengan 1.094.519 ton. Di antara ketiga negara ini, Indonesia memiliki lahan karet yang paling luas.

Arief menjelaskan, berdasarkan luas lahan tahun 2017, Indonesia berada di peringkat pertama dengan luas area sebesar 3.659.129 ha. Sementara Thailand berada di peringkat kedua dengan luas sebesar 3.146.330 ha dan peringkat ketiga ada Malaysia dengan luas lahan 1.081.889 ha.

Sedangkan untuk luas lahan, Vietnam berada di peringkat 7 dunia dengan luas lahan 653.213 ha.

"Melihat perbandingan luas lahan ini, produktivitas karet Indonesia masih bisa ditingkatkan karena Indonesia yang memiliki lahan paling luas dunia. Dengan lahan seluas itu, setidaknya produktivitas karet Indonesia dapat menyamai Thailand," ungkap Arief.

Menurut dia, salah satu hal yang memengaruhi produktivitas karet Indonesia adalah umur pohon karet di Indonesia yang tergolong sudah tua.

Umur pohon karet biasanya sudah lebih dari 10 tahun dan tidak produktif, sehingga saat ini tanaman karet di Indonesia dinilai membutuhkan peremajaan dengan perlunya ditanam klon-klon yang unggul.

"Klon adalah pembuatan bibit tanaman dengan tujuan untuk mendapatkan sifat-sifat yang unggul dari induknya. Saat ini, lanjutnya, dari total keseluruhan luas lahan karet, baru sekitar 60 persen yang baru menggunakan tanaman klon unggul. Sementara di Thailand sudah 100 persen menggunakan klon yang unggul," ucapnya.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Menteri Basuki Dorong Ekspor Jembatan Girder Baja

Image

Ekonomi

Pemerintah Pakai Isu Nasib Petani Lawan UE Terkait Diskriminasi Sawit?

Image

Ekonomi

BI Optimis Ekonomi Jateng Tumbuh Lebihi Ekspektasi

Image

Ekonomi

Ekonom dan Bankir Kompak Sebut Neraca Perdagangan Akan Kembali Defisit

Image

Ekonomi

Produk Indonesia Cetak Potensi Transaksi USD1,5 Juta di NPE

Image

Ekonomi

Perjanjian Dagang Internasional Tidak Mampu Selesaikan Masalah Ekspor Impor Indonesia

Image

Ekonomi

Menteri Bambang: Lambatnya Perekonomian Maluku Karena Ketergantungan pada Sektor Primer

Image

Ekonomi

Ekonomi Ala Jokowi Vs Prabowo

Ini Bukti Jokowi Dukung Pertumbuhan Ekonomi Digital

Image

Ekonomi

Pamekasan Dibidik Jadi Sentra Pengembangan Garam

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Tingkat Pengunjung Grand Indonesia Menurun Drastis Terimbas Aksi Demo

PT Grand Indonesia memperkirakan tingkat pengunjung ke mal Grand Indonesia saat aksi massa 22 Mei mengalami penurunan drastis. "Mungkin me

Image
Ekonomi

Menakar Program Infrastruktur Pasca Jokowi Terpilih Lagi

Pada tahun 2019 pemerintah mematok angka belanja modal di level Rp180 triliun.

Image
Ekonomi

China Desak Anggota SCO Tingkatkan Kerja Sama Hadapi Ketidakstabilan Global

Menghadapi ketidakstabilan dan ketidakpastian di dunia, para anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) harus meningkatkan kerja sama.

Image
Ekonomi
Indepth

Permasalahan Neraca Perdagangan yang Tak Kunjung Kelar

Adapun dalamnya defisit neraca perdagangan ini lebih disebabkan oleh neraca migas yang juga mencatatkan defisit migas sebesar USD1,49 miliar

Image
Ekonomi

Jalan Tol Jadi Alasan Maskapai Kurangi Pengajuan Tambahan Penerbangan

Jumlah pengajuan tambahan penerbangan di bandara AP I hanya 1.628 atau menurut drastis dibanding tahun lalu yang tercatat 5.245 penerbangan.

Image
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di 2020, Core: Kalau Tidak Ada Terobosan Sulit!

Secara realistis di tengah melemahnya dimensi ekonomi global, maka pertumbuhan 5,6 persen sangat sulit tercapai.

Image
Ekonomi
Indepth

Menilik Tantangan Berat Jokowi di Periode Kedua

Terpilihnya Jokowi kembali bukanlah hal yang mengejutkan. Namun dirinya sekarang membawa tugas yang kami berat.

Image
Ekonomi

Huawei Diblacklist Perusahaan AS Kecewa dengan Ulah Trump

Pengamat Ekonomi Richard Wolff dari University of Massachusetts, mengatakan, tindakan Amerika Serikat yang memasukan Huawei dalam daftar hi

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Perbaiki Jalur Mudik Bekasi

Perbaikan jalan dilakukan di sejumlah titik kerusakan jalan yang akan dilalui pemudik saat arus mudik

Image
Ekonomi
Indepth

Mendaur Ulang Wacana Usang: Pindah Ibu Kota!

Wacana pindah ibu kota sebenarnya sudah tercetus sejak lama, bahkan dimulai semenjak era kolonial Belanda.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Berburu Kuliner di Festival Ramadan Nusantara di Depok

  2. Untuk Sementara, Kemenkominfo Nonaktifkan Fitur Gambar dan Video di Medsos

  3. Pemerintah Batasi Akses Sosial Media untuk Tangkal Hoaks, Tompi: Itu Smartmove

  4. Tak Lagi Gunakan Android, Huawei Punya HongMeng OS

  5. Selama Puasa, Armand Maulana Selalu Request Masakan Ini ke Istri

  6. Rustam: Kenapa Gak dari Dulu-dulu Akses Hoaks di WhatsApp Ini Dibatasi

  7. Ustaz Abdurrahim: Saya Sebenarnya Sudah Muak Seperti Ini, Saya Tadi Salat Tarawih Kena Gas Air Mata, Gak Enak

  8. Terbaik di Dunia, Kubu Raya Segera Garap Potensi Wisata Hutan Mangrove

  9. Apa yang Baru dari Xiaomi Mi Band 4?

  10. Jadi Minoritas, Ini 10 Selebriti Dunia yang Jalani Puasa

Available

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Available

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
News

7 Potret Menkopolhukam Wiranto Terjun ke Lapangan, dari Bencana Poso hingga Temui Pasukan RI di Lebanon

Image
News

Hangat Banget, 6 Momen Kebersamaan Tutut Soeharto dengan Keluarga

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Mesra Chairul Tanjung dan Istri