image banner ramadan
Login / Sign Up

BPS Perlu Adopsi Pendekatan Multidimensi dalam Mengukur Kemiskinan

Wayan Adhi Mahardika

Image

Warga melintas di pemukiman kumuh yang menyatu dengan area pemakaman etnis Tionghoa di kawasan Kebon Nanas, Jakarta, Selasa (17/7/2018). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), presentase kemiskinan di Jakarta menurun sebanyak 3,57 persen atau 373,12 ribu jiwa. Data tersebut dihimpun sejak September 2017 hingga Maret 2018. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Lembaga kajian kebijakan fiskal, sosial dan pembangunan berkelanjutan, Prakarsa mengatakan pemerintah harusnya mengadopsi sistem indeks kemiskinan multidimensi dalam (IKM) dalam mengkaji tingkat kemiskinan di Indonesia.

Pasalnya selama ini organisasi itu menilai kemiskinan di Indonesia masih diukur melalui satu dimensi saja, yakni dimensi rata-rata pengeluaran per kapita per bulan. Pengukuran ini lebih dikenal dengan pengukuran dimensi moneter.

"BPS memandang kemiskinan sebagai ketidakmampuan seseorang dari sisi ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar sehingga penduduk miskin didefinisikan sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan (GK)," ungkap Direktur Eksekutif Prakarsa, Ah Maftuchan, di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

baca juga:

Sementara itu menurutnya kemiskinan bukan semata terkait konsumsi atau pengeluaran namun lebih dari sekadar kekurangan uang. Mengukur kemiskinan melalui dimensi pendapatan saja tidak cukup mewakili keadaan  kaum miskin.

Menurutia harusnya, kelompok miskin tidak diukur sebatas pada uang yang mereka miliki, tetapi juga masalah  kurangnya akses pendidikan, akses kesehatan, tempat tinggal, akses air bersih dan lain sebagainya.

"Pendekatan multidimensi juga diyakini lebih mencerminkan keadaan riil kelompok miskin. Melalui Indeks Kemiskinan Multidimensi (IKM), masalah kemiskinan akan terlihat lebih holistik dan detail sehingga dapat diketahui berbagai dimensi yang berkontribusi terhadap terjadinya kemiskinan," imbuhnya.

Data resmi yang dirilis oleh BPS menunjukkan  bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2018 sebanyak 25,67 juta orang (9,66 persen dari total penduduk Indonesia). Sedangkan kondisi September 2017 yang berada pada angka 10,12 persen (26,58 juta orang). Dari September 2017 – September 2018, sebanyak 0,91 juta orang berhasil dientaskan dari garis kemiskinan.

Sedangkan perhitungan IKM Pada periode 2015-2018, hasil penghitungan menunjukkan bahwa 2015, penduduk miskin multidimensi mencapai lebih dari 34 juta orang  (13,53 persen). Pada 2016, penduduk miskin multidimensi turun menjadi 30 juta orang (12 persen).

Pada 2017 terjadi penurunan yang sangat signifikan, penduduk  miskin multidimensi tahun 2017 mencapai 24,9 juta orang (9,56 persen). Pada 2018, jumlah penduduk miskin multidimensi turun menjadi 21,5 juta orang atau sekitar 8,17 persen dari total penduduk Indonesia.

Menurut Maftuchan pendekatan IKM dapat menjadi  komplemen dari pengukuran kemiskinan moneter  yang dilakukan oleh BPS. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Impor RI Februari 2019 Naik 10,31 Persen Jadi USD13,49 Miliar

Image

Ekonomi

Ekspor RI Maret 2019 USD14,03 Miliar Naik 11,71 Persen

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

CEK FAKTA: Prabowo Klaim China Mampu Hapus Kemiskinan Hanya dalam 40 Tahun

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

CEK FAKTA: Benarkah Kemiskinan dan Ketimpangan Semakin Meningkat?

Image

Ekonomi

Pesta Politik Serta Rilis Data Ekonomi Jadi Obat Kuat IHSG

Image

Ekonomi

3 Daerah Ini Jadi PR Berat Pemerintah Terpilih dalam Pengentasan Kemiskinan

Image

Ekonomi

Ditargetkan Tumbuh 9 Persen, Industri Kosmetik Harus Terapkan Teknologi Digital

Image

Ekonomi

Produk Kerajinan Unggulan Yogyakarta 'Nongol' di Pameran Ini

Image

Ekonomi

Menlu Retno Diskusi Sawit dengan Menlu Belanda 

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Setelah Google, Infineon Tangguhkan Hubungan Bisnis dengan Huawei

Pembuat chip Jerman Infineon ikut - ikutan menangguhkan pengiriman produknya ke Huawei Technologies.

Image
Ekonomi

Lakukan Penghematan Besar-besaran, Ford Akan Pangkas Gaji Karyawannya 10 Persen

Langkah produsen mobil No.2 di dunia ini merupakan langkah restrukturisasi besar-besaran untuk berhemat.

Image
Ekonomi

75 Persen Konsumen Tolak Penerapan Tarif Baru Ojol

Pemerintah agar tidak membaca animo yang salah karena tidak terjadi perubahan tarif yang dirasakan masyarakat karena tertahan oleh praktik

Image
Ekonomi

Sempat Vakum, Genflix Siapkan Strategi Ini untuk Menangkan Pasar

Genflix yang merupakan layanan portal dan aplikasi streaming kreasi anak bangsa Indonesia, akan mulai memenangkan pasar kembali.

Image
Ekonomi

Milenial Harus Tahu! 3 Alasan Investasi Reksa Dana ala Tasya Kamila

Tidak hanya bebas ribet, dana investasi di reksa dana dikelola oleh manajer investasi sehingga dana tersebut dapat dikelola dengan baik

Image
Ekonomi

Pabrik yang Tua serta Kualitas Tebu Pengaruhi Produksi Gula

Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyarankan pemerintah serius berfokus dalam merevitalisasi

Image
Ekonomi

Efek Perang Dagang Indonesia Dorong Penguatan Sistem Perdagangan WTO

Indonesia mendorong penguatan sistem perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang disampaikan melalui Pertemuan Menteri Perdagangan A

Image
Ekonomi

Kemenhub Diminta Atur Besaran Tarif Promo Ojek Online

Kementerian Perhubungan diminta untuk melarang aplikator transportasi ojek daring (ojol) menerapkan tarif promo yang berlebihan.

Image
Ekonomi

Pemerintah Bakal Hidupkan Kembali Industri Galangan Kapal di Batam

Pemerintah Kota Batam ingin menghidupkan kembali industri galangan kapal.

Image
Ekonomi

RISED: Mayoritas Masyarakat Tolak Kenaikan Tarif Baru Ojol

Sebanyak 75 persen konsumen menolak penerapan tarif baru ojek daring berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Ratna Ungkap Konferensi Pers Inisiatif Prabowo, Guntur Romli: Memanfaatkan sebagai Kampanye Politik

  2. Tolak Undangan Stasiun TV Tanggapi Terorisme, Mustofa: Sorry, Saya Nggak Mau Ikuti Gendang Mereka

  3. Bela SBY dan Ani Yudhoyono, Jansen: Teruslah Serang Kami jika Kalian Meyakini Prabowo Bisa Menang!

  4. Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2019, Sandiaga Pilih Bekerja untuk Masyarakat

  5. Kondisi Terbaru, Ani Yudhoyono Diizinkan Pulang ke Apartemen di Singapura

  6. Anak Buah Anies Baswedan Instruksikan RSUD Siaga Tampung Korban Unjuk Rasa 22 Mei

  7. Di Sela 'Ketegangan' Menunggu Pengumuman KPU, Sandiaga Uno Membedah Buku Sastra 'Hikayat Suara-Suara'

  8. Kisah Robert F. Smith, Konglomerat Negro yang Lunasi Ratusan Miliar Rupiah Utang Para Mahasiswa

  9. Relawan Prabowo Syukuran Kemenangan dengan Makan Nasi Padang Ramai-ramai

  10. Kalau Aksi People Power Niatnya Gulingkan Pemimpin yang Sah, Polisi Bertindak

Available

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Available

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Sejumlah Fakta Imam Malik dan Pemikirannya Menyoal Pajak

Image
News

Bak Pasangan Muda, 5 Potret Romantis Gubernur Sulses Nurdin Abdullah dan Istri

Image
News

5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!