image vape
Login / Sign Up

Seakan Tiada Habisnya, Perang Ekonomi Iran-AS Masih Berlanjut

Andi Syafriadi

Indepth

Image

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani | EPA

AKURAT.CO Pemerintahan Amerika Serikat dibawah nahkoda Donald Trump menyebut sanksi yang diterapkan kepada Iran kali ini merupakan tindakan sanksi terbesar yang pernah dilakukan.

Dimana presiden Iran, Hassan Rouhani menyebutnya sebagai tindakan 'perang ekonomi' dengan menyatakan bahwa negaranya akan menang.

Diketahui, Sanksi Ekonomi berat yang dikenakan terhadap Iran pada hari Senin (5/11/2018) lalu oleh Amerika Serikat merupakan bagian dari keputusan Trump pada bulan Mei 2018 lalu untuk meninggalkan perjanjian nuklir Iran tahun 2015 (JCPOA). Dimana Trump menggambarkan sebagai bencana terbesar yang pernah dibuat.

baca juga:

Tak tanggung-tanggung sanksi yang dijatuhkan oleh AS terhadap Iran dikatakan dapat merusak tatanan Ekonomi negara tersebut, di antaranya, Industri minyak, perkapalan, dan perbankan Iran. Tak hanya itu saja, berkat sanksi yang dilayangkan oleh AS mata uang Iran dikabarkan semakin melemah akibat sanksi tersebut.

Diketahui pelayangan sanksi tersebut oleh Trump bertujuan untuk menghentikan tindakan yang dianggapnya tidak dapat diterima Iran di Timur Tengah.

Lalu Bagaimana Respon Iran

Iran menuduh Amerika Serikat bahwasanya mereka bermuka dua dan sudah melanggar hukum internasional karena mengingkari kesepakatan yang dicapai. Tidak hanya dengan Iran tetapi terhadap lima negara besar lainnya (Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Jerman).

Disebutkan negara-negara tersebut masih mendukung perjanjian tersebut dan validitasnya ditegaskan kembali oleh resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Presiden Rouhani menyatakan bahwa negaranya akan 'dengan bangga melanggar' sanksi yang diberlakukan kembali dan Iran akan terus terlibat dalam “perang ekonomi” dengan Amerika Serikat. Sejalan dengan penekanan pesan pembangkangan, militer Iran menguji rudal baru sebagai bagian dari sistem pertahanan udara dalam jam latihan yang besar setelah diterapkan sanksi.

Menurut menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif, mengkritik keras sanksi yang dijatuhkan oleh Trump. Dimana Javad menyatakan sanksi tersebut hanya akan memperkuat apa yang disebutnya sebagai isolasi Amerika Serikat.

Kemudian Sektor apa saja yang terkena Dampak Signifikan akibat Sanksi AS kepada Iran ?

1. Perbankan 

Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan penjatuhan sanksi baru terhadap 20 entitas (perusahaan) Iran, termasuk empat bank. Gelombang sanksi ini bagian dari imbas penarikan diri Washington dari perjanjian internasional tahun 2015 soal program nuklir Iran.

"Jaringan yang berbasis di Iran ini dikenal sebagai Bonyad Taavon Basij (Basij Cooperative Foundation), dan terdiri dari setidaknya 20 perusahaan dan lembaga keuangan," menurut pernyataan departemen keuangan.

Diketahui Empat bank terkemuka yang menjadi bagian dari 20 entitas yang dijatuhi sanksi AS antara lain Bank Mellat, Sina Bank, Parsian Bank, Mehr Eqtesad Bank. Sedangkan ada lima perusahaan investasi yang juga terkena dampak dari sanksi AS antara lain; Negin Sahel Royal Company dan Mehr Eqtesad Financial Group.

Keputusan Departemen Keuangan Amerika ini keluar setelah perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, menegaskan bahwa Washington belum akan mengubah pendiriannya terhadap sanksi Iran.  

2. Minyak

Sejumlah perusahaan minyak Iran dan koneksi asing serta anak perusahaan mereka dikabarkan masuk kedalam Black List Amerika. Mike Pompeo mengklaim bahwa 20 lebih negara pengimpor minyak telah memotong impor minyak mereka dari Iran ke titik nol, dengan nilai USD 2,5 miliar dolar atau setara sekitar Rp 36,7 triliun.

Pompeo mengancam bahwa AS akan memberikan hukuman untuk setiap negara yang terus membeli minyak dari Iran, akan tetapi AS memberikan pengecualian pengabaian sementara untuk delapan negara termasuk Cina, Italia, Yunani, dan Turki.

Diketahui akibat Sanksi yang menyasar Sektor Ekspor minyak Iran merosot hingga satu juta barel/hari sejak Presiden Trump menarik diri dari perjanjian Nuklir 2015 (JCPOA) dan menerapkan kembali sanksi putaran pertama, menempatkan tekanan pada sektor yang menyumbang sekitar 60% dari keseluruhan pendapatan negara.

3. Penerbangan

Hanya satu maskapai yang masuk dalam 700 daftar sanksi Departemen Keuangan, yakni maskapai nasional Iran Air. Selain perusahaan itu sendiri, lebih dari 65 pesawat individualnya telah dijatuhi sanksi karena dimiliki oleh pemerintah Iran.

Sebelumnya pemerintah AS menargetkan 31 pesawat yang dioperasikan oleh lima maskapai penerbangan Iran lainnya. Namun AS kembali mengklaim maskapai penerbangan tersebut menggunakan pesawat mereka untuk mengangkut senjata ke pasukan milisi yang didukung Teheran di Suriah dan Lebanon.

Bagaikan Angin Lalu, Iran Tegaskan 'Tak Gentar dengan Sanksi AS'

Beberapa waktu lalu, pemerintah Iran membantah akan melakukan pembicaraan mengenai sanksi dengan Amerika Serikat, dimana sebelumnya AS sudah menjatuhkan sanksi kepada Iran karena menolak merevisi kesepakatan nuklir.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwasanya tidak ada rencana pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat, ia pun juga tidak berencana bertemu dengan Menlu AS Mike Pompeo di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Tidak, tidak ada rencana pertemuan, kami akan tetap pada pendirian kami, kami tidak takut," ujar Javad.

Presiden Iran Hassan Rouhani membantah tawaran AS mengadakan pembicaraan tanpa syarat, bantahan tersebut muncul beberapa jam sebelum Washington memberlakukan sanksi baru. Ini sehubungan dengan keputusan Presiden Donald Trump mundur dari perjanjian pada 2015 mengenai program nuklir Iran.

"Mengenai tawaran baru-baru ini oleh Trump, sikap resmi kami telah diumumkan oleh presiden dan saya. Amerika Serikat sama sekali tidak menunjukkan ketulusan," Tegas Javad.

AS Kembali Pertimbangkan Sanksi Tambahan terhadap Iran.

Pemerintah Amerika Serikat, dikabarkan tengah mempertimbangkan kembali penerapan sanksi tambahan terhadap Iran, dimana sanksi tersebut akan kembali menargetkan bidang ekonomi negara Timur Tengah tersebut.

Menurut seorang pejabat senior pemerintahan AS menyatakan bahwa pelayangan sanksi AS terhadap Iran yang menargetkan ekonomi negara tersebut belum pernah diberikan sejak pertama kalinya negara AS menerapkan sanksi terhadap Iran tahun lalu.

Diketahui AS bermaksud menindaklanjuti kebijakan atas Iran dengan sejumlah sanksi baru, sejalan satu tahun setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

“Kami ingin menerapkan dampak yang lebih sigfnifikan, dimana kami ingin agar pelaku bisnis harus terus berpikir kerja sama dengan Iran adalah ide yang buruk pada saat ini,” ujar pejabat senior tersebut.

Pemerintah AS dikatakan dapat menerapkan sanksi tambahan untuk Iran dalam beberapa pekan mendatang. dimana negara tersebut menargetkan sanksi yang diberikan berdekatan dengan satu tahun peringatan penarikan AS dari kesepakatan nuklir Iran.

“Semakin banyak yang kami dapat lakukan menjelang peringatan (penarikan AS dari perjanjian), maka itu akan lebih baik,” pungkas pejabat tersebut.

Namun, Pejabat tersebut mengakui masih diperlukan waktu yang lumayan lama untuk menambahkan sanksi terbaru yang menargetkan ekonomi Iran. Departemen Keuangan AS saat ini juga dikatakan sedang mengupayakan hal itu dilakukan segera. disebutkan bahwa salah satu target potensial dalam sanksi ini disebut adalah mengubah keringanan terhadap delapan pembeli sumber minyak Irak yang pernah diterapkan pada November tahun lalu.

Mengubah ketentuan keringanan tersebut akan membuat terbatasnya ekspor minyak Iran, yang selama ini dikenal sebagai produsen keempat terbesar negara anggota OPEC. AS dikatakan akan terus mengupayakan agar tidak lagi ada ekspor minyak dari negara itu. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Indonesia Tidak Alami Deindustrialisasi Pak Prabowo

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Kartu Truft Jokowi dari Prabowo

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

CEK FAKTA: Jokowi Bangun Ekonomi RI Secara Indonesia-sentris

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Sering Sebut Emak-emak Sebagai Standar Kondisi Ekonomi, Sandi Dikepret Jokowi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

CEK FAKTA: Benarkah Kemiskinan dan Ketimpangan Semakin Meningkat?

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Sandi Janji Genjot Kewirausahaan di Sektor Ekonomi Syariah

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Ma'ruf Bantah Soal Ekonomi Syariah Harus Lebih Difokuskan

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi Klaim Ingin Perjuangkan Kemandirian Ekonomi Indonesia

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi: Tak Hanya Bertumpu Pada Pertumbuhan, Tapi Juga Pemerataan Ekonomi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

BPK Minta K/L Komitmen Tindaklanjuti Rekomendasi Temuannya

BPK mengharapkan komitmen Kementerian atau Lembaga (K/L) dalam menindaklanjuti rekomendasi terkait temuan dalam LKPP.

Image
Ekonomi

Diduga Melanggar Aturan Dalam Bisnis Mobil, MPHTI Minta Carsome Taat Aturan

MPHTI meminta kepada BKPM untuk melakukan investigasi kepada Carsome yang diduga telah melakukan kegiatan usaha yang bertentangan.

Image
Ekonomi

Jelang HUT DKI, Pakar Agraria Harap Daerah Kampung Jakarta Tak Digusur

Pakar Agraria Noer Fauzi Rachman berharap kampung dan masyarakat marginal tidak digusur dan mendapat perlindungan agraria agar tetap eksis.

Image
Ekonomi

2 Perusahaan Logistik Kerja Sama Bangun PLB di Medan

Perusahaan jasa logistik DHL Global Forwarding bersama penyedia logistik lokal PT Samudera Raya Berjaya telah membuka PLB di Medan.

Image
Ekonomi

PGN dan KRAS Kerjasama Soal Pengembangan Energi

PGN dan KRAS kerjasama pengembangan energi yang saling menguntungkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

Image
Ekonomi

Masuki Era Industri 4.0, Perusahaan Harus Pintar Mengoptimalkan Talenta Digital

Dalam menghadapi era Industri 4.0, perusahaan harus lebih cerdas dalam mencari dan mempertahankan talenta digital.

Image
Ekonomi

BI Kunjungi PT Mark Dynamics Indonesia Cari Potensi Pertumbuhan Ekonomi

MARK adakah salah satu perusahaan di Sumut yang saat ini cukup menjadi perhatian, terutama setelah menjadi perusahaan yang telah go public.

Image
Ekonomi

BI Perkirakan Ekonomi Triwulan II 2019 Tumbuh Landai

Bank Indonesia menyebutkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 akan cenderung melandai.

Image
Ekonomi

PT Pembangunan Jaya Ancol Bagikan Dividen 37,96 Persen Dari Total Laba 2018

pemegang saham Perseroan juga menetapkan laba ditahan sebesar Rp138,58 miliar atau sebesar 62,04 persen dari perolehan laba 2018.

Image
Ekonomi

Bos Lippo Sambut Baik Rencana Pemindahan Ibu Kota

John meyakini Jakarta akan tetap menjadi pusat perekonomian Indonesia. Meski ada pemindahan ibu kota.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Misteri Isi Amplop Cokelat dari Saksi Tim Prabowo-Sandi kepada Hakim MK

  2. Saksi Prabowo-Sandi dari Boyolali Ini Mengaku Mendapat Ancaman Pembunuhan Pasca Pencoblosan

  3. Bisa Sial, Jangan Pernah Taruh 5 Barang Ini Dibawah Bantal Tidurmu

  4. KPU Tak Tanggapi Kesaksian Saksi Prabowo Karena Dinilai Tak Relevan

  5. Surat Undangan SD di Malang Ini Jadi Bahasan Warganet, Ada Apa?

  6. Pesawat Malaysia Airlines MH17 Ditembak Jatuh, 4 Orang Resmi Jadi Tersangka

  7. China Gembosi AS dengan Cara Unik Ini

  8. Di Depan Hakim MK, BW Sebut Pemilu Tahun ini Pemilu Terburuk

  9. Jawaban Muter-muter, Saksi Tim Hukum Prabowo-Sandi Kena Semprot Hakim MK

  10. Viral! Isu Kenaikan Tarif Listrik Saat Sidang MK, Menteri Jonan Pastikan Hoaks

Available

fokus

Sampahmu
Demam Vapor
Jalan Pulang
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Image
M. Rifki Fadilah

Jalan Terjal Rezim Bunga Murah

Image
Achmad Fachrudin

Menguak Tabir Kerusuhan 21-22 Mei

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
Ekonomi

Mengenal Sosok Warrenn Buffet-nya Indonesia

Image
Hiburan

8 Potret Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Dampingi Jokowi, Resmikan Tol hingga Touring

Image
News

Jadi Sorotan, 5 Fakta Arief Hidayat Hakim Mahkamah Konsistusi Sidang Sengketa Pilpres 2019