image
Login / Sign Up

Fintech dan Sisi Gelap Pembiayaan Macet yang Renggut Korban

Dhera Arizona Pratiwi

Indepth

Image

Ilustrasi Financial Technology (Fintech) | AKURAT.CO

AKURAT.CO Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2019 mencatat, tingkat rasio pinjaman macet (non performing financing/NPF) dari perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending melonjak tajam ke angka 3,18 persen. Padahal, akhir tahun 2018 rasio NPF masih berada di kisaran 1,45 persen, kemudian naik pada Januari 2019 menjadi 1,68 persen.

Peningkatan rasio pinjaman macet tersebut dibarengi dengan kenaikan jumlah pinjaman fintech yang disalurkan kepada masyarakat. Per Februari 2019, outstanding fintech mencapai Rp7,05 triliun atau meningkat 605 persen secara year on year (yoy). Sedangkan pada akhir tahun 2018, outstanding fintech sebesar Rp3,9 triliun.

“Memang tinggi sekali angkanya dibanding perbankan. Namun itu harus diwaspadai. Fintech lebih tinggi risikonya dibanding perbankan,” ucap Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Santoso Wibowo dalam media briefing Market Update Triwulan I di Gedung OJK, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

baca juga:

Sebagai perbandingan, data OJK memperlihatkan kredit macet (non performing loan/NPL) perbankan per Februari 2019 berada pada level aman yakni 2,59 persen. Artinya, besaran tersebut masih berada dalam ambang batas (threshold) ketentuan OJK yakni 5 persen.

Untuk itu, OJK pun meminta agar seluruh perusahaan fintech yang sudah terdaftar secara resmi di OJK untuk segera membentuk informasi data pengguna/debitur seperti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

“Mereka harus punya semacam SLIK, mereka harus punya di dalam asosiasi fintech itu semacam informasi debitur. Dan mereka sudah punya komitmen kalau engga salah asosiasi fintech mau membuat semacam SLIK. Jadi mereka bisa bertukar informasi untuk mencegah terjadinya NPF yang besar. Tapi itu perlu waktu,” jelasnya.

Namun demikian, Santoso menyampaikan, rasio pinjaman macet fintech masih bisa ditekan ke angka yang lebih rendah. Hanya saja, hal tersebut dipastikan membutuhkan waktu. “Berapa lama? Harusnya kalau teknologinya sudah bagus, ya cepat. Tapi kembali lagi itu kan mereka yang akan membentuk sendiri,” paparnya.

Fintech Klaim Pinjaman Macet di Bawah 1 Persen

Amartha, perusahaan fintech P2P lending yang fokus membantu perempuan pengusaha mikro di pedesaan, mengklaim mampu menjaga tingkat kredit macetnya di kisaran satu persen. Bahkan, persentase pembayaran pinjaman tepat waktu (on time repayment) terbilang tinggi yakni mencapai 97,5 persen per akhir Maret 2019. 

Vice President Amartha Aria Widyanto mengaku tidak main-main dalam menjaga tingkat kredit macetnya agar tetap rendah. Sebab, pihaknya tidak ingin memberi solusi masalah dengan membuat masalah baru.

“Makanya kami turunkan ribuan anggota tim di lapangan untuk mendampingi dan mengedukasi ibu-ibu mitra Amartha seminggu sekali, agar mereka bisa mengelola pinjaman dengan baik dan membantu supaya usahanya berkembang,” ujarnya dalam keterangan resminya yang diterima Akurat.co, Jakarta, Rabu (3/4/2019).

Sementara itu, Co-Founder & CEO PT Investree Radhika Jaya Adrian Gunadi menyatakan, sejak awal berdiri, NPF-nya ada di level 0 persen. Menurutnya, hal ini karena kualitas UKM yang didanai Investree semakin baik.

"Kami selalu menargetkan angka kredit macet tidak lebih dari 1 persen. Untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, Investree akan melakukan analisis, seleksi, dan persetujuan berdasarkan sistem credit-scoring yang modern terhadap setiap pinjaman yang diajukan," kata Adrian melalui keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Adrian menerangkan, selektif dalam artian memiliki kriteria debitur berupa perusahaan yang memiliki tagihan ke perusahaan-perusahaan terkemuka (terbuka, BUMN, multinasional, dan lembaga pemerintahan). Mereka harus memiliki rekam jejak yang jelas untuk dipercaya oleh perusahaan-perusahaan besar dalam mengerjakan suatu pekerjaan/proyek, serta dilakukan verifikasi atas invoice atau tagihan tersebut. 

"Yang kami bisa janjikan adalah kami telah menjalankan berbagai upaya untuk meminimalisasi risiko pinjaman, namun tentu tidak dapat menghilangkan risiko pinjaman sepenuhnya, risiko pembayaran telat ataupun wanprestasi tetap ada," tuturnya. 

Kemudian, Akseleran, fintech P2P lending yang menyalurkan pinjaman produktif kepada para pelaku usaha (UKM) tingkat menengah ke atas dengan minimal sebesar Rp75 juta dan maksimal sebesar Rp2 miliar ini mengaku rasio kredit macetnya masih di kisaran angka 0,5 persen.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan mengatakan, sepanjang tahun 2018, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman sebesar Rp210 miliar, atau 105 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp200 miliar kepada lebih dari 400 pinjaman.

Sisi Gelap Pinjaman Macet yang Renggut Korban

Pinjaman online kini semakin menjamur, memudahkan dan bisa diakses oleh siapa saja dan kapan saja. Hal ini yang membuat masyarakat semakin tergoda untuk menjajal pinjaman online ini.

Bagaimana tidak, syaratnya pun terbilang cukup mudah dan tidak rumit layaknya perbankan, misalnya saja peminjam/debitur tidak perlu repot-repot datang ke bank, besaran nilai pinjamannya tidak perlu besar, persayaratannya mudah, hingga bunga pinjaman yang ditawarkan relatif kecil.

Kendati demikian belum lama ini pada Februari 2019, seorang sopir taksi, Zulfadhli (35), mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Ia diduga karena terlilit utang online dari fintech, dan tak mampu membayar.

Hal tersebut diketahui lantaran pria tersebut meninggalkan sepucuk surat sebelum melakukan aksi bunuh diri. Dalam surat itu, Zulfadhli meminta maaf kepada anak dan istrinya. Ia juga meminta OJK dan pihak berwajib memberantas pinjaman online yang ia sebut sebagai jebakan setan. 

OJK pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh pinjaman online. Masyarakat juga diminta selalu kroscek status perusahaan pinjaman online/fintech tersebut melalui Call Center OJK di 157 atau mengecek melalui situs resmi OJK www.ojk.go.id.

“Dari situ masyarakat bisa bertanya sebelum melakukan pinjaman online, bagaimana perusahaannya, terdaftar atau tidak. Masyarakat juga bisa menanyakan apa yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pinjaman online,” Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo, Selasa (12/2/2019).

Hingga akhir November 2018, OJK telah menghentikan kegiatan 404 fintech yang tidak terdaftar atau ilegal. Meski banyak fintech yang ditutup, ia mengaku banyak pula bermunculan fintech-fintech baru. Hal ini menjadi konsen OJK dalam pengawasan, khususnya terkait perlindungan konsumen. 

Fintech ini seperti jamur di musim hujan. meskipun sudah ditutup namun usaha fintech ini tidak berhenti, terus bermunculan usahanya," jelasnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

OJK Berkomitmen Jalankan Pembiayaan Berkelanjutan untuk Topang Pertumbuhan Ekonomi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Sandiaga Kembali Jual Saham Saratoga Jelang Debat Pamungkas, Ada Apa?

Image

Ekonomi

Amar Bank Dorong Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia

Image

Ekonomi

BCA Ogah Ikut-ikutan Bikin Fintech Lending Seperti Bank BUMN

Image

Ekonomi

Sektor Komersial Pendongkrak Utama Portofolio Kredit Bank Jatim

Image

Ekonomi

Mampu Tekan NPL di 0,3 Persen, Apa Rahasia Akseleran?

Image

Ekonomi

Ingin Punya Deposito? Sebaiknya Perhatikan Lima Hal Ini

Image

Ekonomi

Jika Fintech Asing Terlalu Dibebaskan, Data Nasabah dan Pemain Lokal Terancam

Image

Ekonomi

Pengamat Nilai Persyaratan Izin BI untuk Wechat Pay dan Alipay, Tepat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Provider 3 Perluas Jaringan Komunikasi Layani Arus Mudik Lebaran

Perusahaan telekomunikasi 3/Three Indonesia telah merampungkan sekitar 4.000 titik BTS (base transceiver station)

Image
Ekonomi

Unilever Raup Omzet Rp41,8 T Investor pun Kecipratan Dividen

UNVR berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp41,8 triliun sepanjang 2018.

Image
Ekonomi

Usai Pengumuman Pemilu Sektor Properti Kembali Bergairah

Hasil Pemilu telah membangkitkan optimisme para pelaku industri properti. Pasalnya, pelaksanaannya yang berlangsung aman meningkatkan percay

Image
Ekonomi

Maknai Hari Kebangkitan Nasional, KLHK Tekankan Makna Gotong Royong

Gotong-royong sebagai kunci persatuan dan kesatuan bangsa.

Image
Ekonomi

Targetkan Fee Based Income Tumbuh 52 Persen, Ini Strategi BNI Syariah

BNI Syariah menargetkan Fee Based Income (FBI) sebesar Rp115 miliar sampai akhir 2019 atau tumbuh 52 persen dibandingkan tahun lalu.

Image
Ekonomi

Masih Mahalnya Harga Tiket Berimbas Menurunnya Jumlah Penumpang Pesawat Mudik Tahun Ini

Pertumbuhan penumpang pesawat penerbangan domestik turun hampir dua kali lipat.

Image
Ekonomi

Songsong Era Digital Alibaba Gandeng Kadin Latih Pelaku Usaha Indonesia

Alibaba menggandeng Kadin untuk pelatihan pemanfaatkan inovasi teknologi digital

Image
Ekonomi

Jelang Lebaran, BRI Ajak Nasabah Bertransaksi Non Tunai

Jelang libur dan cuti bersama lebaran 2019, BRI fokus meningkatkan transaksi non tunai.

Image
Ekonomi

Pengoperasian Dua Jembatan Temanggung Upaya Perlancar Arus Mudik 2019

Kedua jembatan ini sesungguhnya masih ada beberapa yang sangat vital untuk dikerjakan di Kabupaten Temanggung

Image
Ekonomi

Program 1 Juta Rumah Sudah Terbangun 318.835 Unit Masih Jauh Dari Target

Kementerian PUPR mencatat capaian Program Satu Juta Rumah per Mei 2019 sudah mencapai Program Satu Juta Rumah mencapai angka 318.835 unit.

trending topics

terpopuler

  1. Penerawangan Paranormal: Rakyat Indonesia Tidak Gila Semua, Bahkan Persentase Kaum Waras Saya Yakin Masih Dominan

  2. Jelang 22 Mei, Moeldoko: Ada Anjuran Bawa Bambu Diikat Bendera Merah Putih, Bambunya Kan Bambu Runcing, Itu Tidak Boleh

  3. Diduga Banyak Petugas KPPS Meninggal Karena Racun, Christine Hakim: Itu Hoax

  4. Jenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma, Prabowo Bawakan Nasi Padang

  5. Uskup Bogor: Saya Berterimakasih Saudara-saudari Beragama Islam Menerima Undangan Kami Buka Puasa di Tempat Ini

  6. Massa Aksi 22 Mei Sudah Berdatangan dari Daerah, Polisi Siaga

  7. 8 Potret Anak Arumi Bachsin dan Emil Dardak yang Lucu Abis

  8. KPK Temukan Kerugian Negara Ratusan Miliar dalam Korupsi Pengadaan Kapal

  9. KPU Umumkan Jokowi-Ma'ruf Menang di Sumut, BPN Tuding Kapoldanya Terlibat

  10. Jadi Ibu Idaman, 10 Potret Alyssa Soebandono Momong Anak

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
News

6 Potret Romantis Menteri Eko Putro Sandjojo dan Istri yang Jarang Tersorot Media

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Fakta Al-Auza'i, Yatim Penggagas Ilmu Ekonomi Syariah

Image
News

5 Fakta Menarik Romadhony Putra Pratama, Mahasiswa yang Lolos Jadi Anggota DPRD Kaltim