image pemilu
Login / Sign Up

Kaji Ulang IEU CEPA Harus Dilakukan Atas Dasar HAM, Bukan Karena Sawit

Rizal Mahmuddhin

Image

Kasubdit Tata Kelola e-Business, Direktorat e-Business Kementerian Kominfo, I Nyoman Adhiarna (paling kiri) Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti (kedua kiri), dan pengamat ekonomi INDEF Bhima Yudistira (kanan) dalam diskusi RCEP di Kemayoran Jakarta, Jumat (27/10). | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi menilai bahwa tidak seharusnya alasan sawit menjadi dasar kaji ulang rencana kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan Uni Eropa dibawah Perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Hal ini sangat tidak adil bagi rakyat Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ), Rachmi Hertanti, menyatakan bahwa Seharusnya kaji ulang kerjasama IEU CEPA dilakukan berdasarkan penilaian dampak comprehensive yang akan ditimbulkan terhadap kehidupan masyarakat baik secara ekonomi, hak asasi manusia, sosial, dan budaya.

“Alasan Pemerintah Indonesia untuk mengkaji ulang IEU CEPA karena sawit telah mencederai keadilan sosial seluruh Rakyat Indonesia, karena diplomasi sawit dalam kebijakan perdagangan internasional Indonesia hanya merupakan kepentingan segelintir elit dan oligarki yang selama ini memonopoli bisnis sawit,” tegas Rachmi, Jumat(21/3/2019).

baca juga:

Menurut Rachmi, isi dalam perundingan IEU CEPA aspeknya sangat luas, tidak hanya sekedar bicara perdagangan komoditas ekspor-impor Indonesia, tetapi juga menyangkut aspek kehidupan masyarakat terkait hak kekayaan intelektual, pertanian dan pangan, kesehatan dan akses obat murah, pendidikan, ekonomi digital, dan lain-lain. Sehingga melakukan penilaian dampak atas Hak Asasi Manusia sebelum dan selama perundingan Perjanjian FTA memang harus dilakukan kajiannya oleh Pemerintah Indonesia.

“Oleh karena itu, kaji ulang IEU CEPA itu harus didasarkan oleh analisis dampak terhadap Hak Asasi Manusia, dan bukan Sawit,” tukasnya.

Senada, Lutfiyah Hanim, Peneliti dari Koalisi, menilai bahwa diplomasi sawit di dalam perjanjian perdagangan Internasional Indonesia telah menukar guling kepentingan sawit dengan hak petani. Hal ini berkaca pada pengalaman Perjanjian Indonesia-Europe FTA (EFTA) yang telah ditandatangani oleh Indonesia pada 2018 yang lalu.

“Diskon tarif sawit sebesar 20-40 persen yang didapat oleh Indonesia dalam Perjanjian Indonesia-EFTA adalah capaian paling buruk. Hal ini karena diskon tariff ini harus dibayarkan dengan pengorbanan petani Indonesia atas aturan perlindungan paten atas benih pertanian untuk korporasi asal Swiss, Sygenta, dan tentunya berdampak langsung terhadap kerugian bagi petani dan kedaulatan pangan Indonesia,” tegasnya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Menko Darmin Paparkan Hasil Upaya Diplomasi ke Uni Eropa

Image

Ekonomi

Perjanjian Dagang Internasional Tidak Mampu Selesaikan Masalah Ekspor Impor Indonesia

Image

Ekonomi

IMF: Brexit Tanpa Kesepakatan Akan Mengerikan!

Image

Ekonomi

Indepth

Menabuh Genderang Perang Dagang Karena Sawit, Solusi atau Bumerang?

Image

Ekonomi

Soal Brexit, Uni Eropa: Jangan Buang-buang Waktu, Inggris!

Image

Ekonomi

Penundaan Brexit hingga 31 Oktober, Penuh dengan Keterpaksaan?

Image

Ekonomi

IGJ Kritisi Wacana Pemerintah Sasar Pasar Ekspor Non-tradisional

Image

Ekonomi

Uni Eropa - Inggris Sepakati Penundaan Brexit

Image

Ekonomi

Polemik Sawit Terus Bergulir, Indonesia Suarakan Keberatan ke UE

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Dukung Agropreneur Muda, Kementan Gelar MIA Expo

Kemenatan menyelenggarakan The 1st Millennial Indonesian Agropreneurs (MIA) Expo dengan bertemakan Millenial

Image
Ekonomi

Partai Komunis Dukung Penuh Pemerintah China untuk Terus Menstimulus Ekonomi

Partai Komunis China (PKC) akan mempertahankan dukungan kebijakan penuh untuk ekonomi yang masih alami perlambatan.

Image
Ekonomi

China Tepis Tudingan Miring Jalur Sutra Sebagai Jebakan Utang

China secara gamblang menolak kritik atas inisiatif besar-besaran Belt and Road (BRI) atau jalur sutera sebagai perangkap utang.

Image
Ekonomi

Perang Dagang AS-UE Rugikan Produk Keju Belanda

Keju terancam dengan tarif AS yang diumumkan administrasi Trump pada 8 April

Image
Ekonomi

CIA Tuding Intelijen China Danai Bisnis Huawei

Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA, menuduh Huawei didanai oleh intelijen pemerintah China.

Image
Ekonomi

Depan Investor Inggris, Wimboh Sampaikan Peluang Investasi di Indonesia

Wimboh jelaskan update tentang perekonomian Indonesia dan mengundang investor Inggris untuk mendorong investasinya di pasar keuangan Indon

Image
Ekonomi

Hari Kartini, Pertamina Bagi-bagi Diskon Bright Gas

Pertamina berikan diskon pembelian LPG jenis Bright Gas dalam menyambut Hari Kartini yang jatuh pada, Minggu (21/4/2019).

Image
Ekonomi

Pasca Kebakaran, Bandara Ngurah Rai Sudah Beroperasi Lagi Sejak Pagi

Pasca kebakaran yang terjadi Jum'at (19/4/2019), terminal keberangkatan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mulai beroperasi.

Image
Ekonomi

Fink: Ekonomi Global Takkan Jatuh dalam Resesi

Dalam 12 belas kedepan, ekonomi global tidak menunjukan tanda - tanda resesi, ungkap Kepala Eksekutif BlackRock Inc, Larry Fink pada Sabtu.

Image
Ekonomi

Dolar AS Semakin Terjerembab, Kenapa?

Mata uang Amerika Serikat, dolar AS, meluncur pada akhir perdagangan pada Jumat (Sabtu pagi waktu Indonesia).

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Langkah Jitu Ini Atasi Lipatan Sepatu agar Sneaker Terlihat Baru Lagi!

  2. Klaim Menang, Guru Besar Psikolog UI: Prabowo Sulit Menerima Realita

  3. Banyak Petugas KPPS Gugur karena Kelelahan, Mahfud MD Setuju Pemilu Serentak Dikaji Ulang

  4. Ketahuan Curang, Tiga Pelari China Disanksi Seumur Hidup

  5. Jika Sandiaga Jadi Wagub DKI Lagi, Pengamat: Dia Turun Kasta Dong

  6. Polisi Bakal Ungkap Kasus Pelemparan Tinja di Rumah Pendukung Jokowi

  7. Kejanggalan Jumlah Suara di 9 TPS, Kesalahan atau Kecurangan KPU?

  8. Awalnya Ingin Beri Harapan ke Presiden Terpilih, Refly Harun: Dua-duanya Menang, Enggak Ada yang Kalah

  9. Dianggap Merusak Bahasa Indonesia, Atta Halilintar: Aku Nggak Maksa Orang Ngomong Itu

  10. Teddy: Satu Cara Mengalahkan Jokowi adalah Kudeta dengan Kerusuhan

Available

fokus

Pemilu 2019
Revolusi Museum
Angkutan Tempoe Doeloe
Available

kolom

Image
Aji Dedi Mulawarman

Jangan Percaya Prediksi

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Image
Sunardi Panjaitan

Merawat Indonesia Kita

Image
Achmad Fachrudin

Merayakan Puncak Ritual Politik 2019

Available

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

Pemilu 2019

Paranormal Jelaskan Pertanyaan Benarkah KPU Curang?

Image
News

5 Potret Ganteng Cakra Yudi, Politisi Muda yang Jarang Tersorot Media

Image
News

7 Potret Kemesraan Pengantin Baru Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan Suami