image pemilu
Login / Sign Up

Perjuangan Indonesia Agar Minyak Sawit Setara dengan Minyak Nabati Lain di Eropa

Rizal Mahmuddhin

Image

Petani menimbang kelapa sawit di Kinali, Pasaman Barat, Sumatra Barat, Sabtu (1/12/2018). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, sektor kelapa sawit menghadapi penurunan harga crued palm oil (CPO) sebesar 24 persen, dari 636 dolar AS per ton menjadi 485 dolar AS per ton hingga akhir Oktober 2018. | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

AKURAT.CO Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendukung dan siap berjuang bersama pemerintah di berbagai forum internasional agar produk minyak sawit (CPO) Indonesia ditempatkan setara dengan minyak nabati lain di pasar Uni Eropa (UE).

Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono menilai sejak awal, UE tidak punya niat baik terkait rancangan aturan "Delegated Regulation Supplementing Directive of The EU Renewable Energy Direcyive II" yang diajukan pada 13 Maret 2019.

"Sebelumnya, UE berjanji memberikan kesempatan bagi Indonesia dan Malaysia untuk memberikan masukan hingga 17 Maret, namun secara sepihak menyetujui sendiri kebijakannya pada t 13 Maret," kata Mukti melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Ia mengatakan perluasan pasar ekspor sawit akan dilakukan melalui negosiasi dengan negara importir di luar UE seperti India, Pakistan, Tiongkok, dan Afrika.

GAPKI juga mendukung langkah pemerintah untuk menggugat Delegated Regulation yang disahkan Komisi Uni Eropa ke organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO).

Menurut Mukti, ada beberapa keuntungan jika gugatan disampaikan melalui WTO, salah satunya karena kebijakan WTO selalu mengacu pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam SDGs, ada 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa/PBB atau United Nations (UN) sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan bumi di antaranya pengentasan masyarakat miskin.

"Indonesia dan Malaysia akan memperjuangkan industri sawit sebagai komoditas yang menjadi sebagai sumber mata pencarian dan sumber pengentasan kemiskinan," katanya.

Sementara itu, Sekjen Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Bambang Aria Wisena menegaskan bahwa pelaku industri sawit nasional tetap pada sikapnya menolak keputusan Komisi Eropa. Alasannya, metodologi penelitian yang digunakan Komisi Eropa tidak fair karena cenderung memberatkan komoditas sawit.

Menurut dia, seharusnya putusan itu lahir dari kajian yang komprehensif. Misalnya perlu ada perbandingan antara CPO dengan minyak bunga matahari, minyak kedelai, atau rapeseed oil.

Sementara dalam draf Delegated Regulatio tersebut, minyak sawit (CPO) diklasifikasikan sebagai komoditas yang tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi terhadap lingkungan, sedangkan minyak kedelai asal Amerika Serikat masuk dalam kategori risiko rendah.

"Dibandingkan minyak nabati lain, sawit punya banyak keunggulan. Mengutip kajian International Union for Conservation of Nature (IUCN), sawit lebih hemat 9 kali lipat dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lain dalam penggunaan lahan," kata Bambang.

Selain itu, kelapa sawit memiliki produktivitas 3,8 metrik ton (MT) per hektare per tahun, sedangkan rapeseed oil hanya 0,6 MT dan minyak kedelai 0,5 MT per hektare per tahun.

Di sisi lain, pemerintah secara konsisten berupaya meningkatkan keberlanjutan komoditas tersebut dengan mengeluarkan beragam regulasi, seperti melakukan peremajaan menggunakan bibit yang lebih unggul, sehingga tidak memerlukan perluasan lahan. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

RI Disebut Deindustrialisasi, JK: Itu Tidak Benar!

Image

Ekonomi

Jokowi dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Bangun Industri Dalam Negeri, Jokowi Targetkan Hapus Defisit Neraca Dagang

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jurus Jokowi Kembalikan Neraca Perdagangan Indonesia

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Prabowo: Negara Lain Industrialisasi, Kita Deindustrialisasi!

Image

Ekonomi

Darmin: Biaya Kampanye Hitam Sawit di UE 5 Kali Lebih Besar Dibanding Coca Cola

Image

Ekonomi

Negara-negara Ini Bisa Hidup Tanpa Asing Seperti Ucapan Prabowo, Apa Saja?

Image

Ekonomi

Perjanjian Dagang Internasional Tidak Mampu Selesaikan Masalah Ekspor Impor Indonesia

Image

Ekonomi

IMF: Brexit Tanpa Kesepakatan Akan Mengerikan!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Paskah

Bebas Membengkak! 4 Tips Bikin Paskah Tetap Asyik Sekaligus Berhemat

Daripada beli telur yang sudah dihias, yang tentu saja akan menambah harga dari telur biasa, lebih baik melibatkan anak-anak untuk menghias

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Dorong Generasi Milenial Miliki Rumah Layak Huni

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus mendorong generasi milenial untuk dapat memiliki rumah yang layak huni.

Image
Ekonomi

Dana Stimulan dan Santunan Tahap Satu Tsunami Palu Telah Ditransfer

Jika dana stimulan dan santunan duka tahap satu itu diberikan kepada sekitar enam ribu korban.

Image
Ekonomi

Operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Dihentikan Akibat Kebakaran

Hal ini dilakukan karena pihak pengelola bandara harus mematikan aliran listrik untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang lebih fatal.

Image
Ekonomi

Jalur Sutra China, Mampu Mendorong Investasi dan Perdagangan Global

Belt and Road Initiative mampu mendongkrak investasi dan perdagangan global.

Image
Ekonomi

Derita Konsumen Pesawat Udara, Tiket Mahal Ditambah Tarif Bagasi Terlampau Tinggi

Harga yang ditawarkan maskapai masih tetap tinggi.

Image
Ekonomi

USMCA Hanya Berpengaruh Sedikit pada Perekonomian AS

Komisi Perdagangan Internasional AS memperkirakan produksi kendaraan AS menurun jika USMCA diterapkan.

Image
Ekonomi

Kerajinan Kuda Lumping Khas Tulungagung jadi Primadona Pasar Mancanegara

Kerajinan jaranan atau kuda lumping "senterewe" khas Tulungagung, Jawa Timur, diminati banyak penggemar benda seni mancanegara.

Image
Ekonomi

UE Tambahkan Tarif untuk Produk Pesawat hingga Tas dari AS

Uni Eropa (UE) menambah rincian atas daftar penambahan tarif impor AS untuk USD20 miliar barang - barang AS.

Image
Ekonomi

Menteri Susi Terjun Lakukan Operasi Illegal Fishing di Laut Natuna

Pemerintah memiliki tujuan yang sama untuk memberantas illegal fishing dari perairan Indonesia.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. KNPI Siap Hadapi Gerakan Inkonstitusional yang Ingin Dilakukan Oleh Siapapun

  2. Kejutan dari PSI, Masuk Empat Besar di Jakarta

  3. Prabowo Jawab Salam Netizen di Instagram

  4. Rekor, Pendapatan Lenovo Mencapai US $50 Miliar

  5. Sejumlah Pengamat Internasional Sudah Prediksi Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin

  6. Pengamat Prediksi Gerindra dan Prabowo akan Ditinggalkan Partai Koalisi

  7. Turunkan Tensi Politik, Relawan Milenial Jokowi-Ma'ruf Ajak Semua Unsur Bersatu

  8. Charta Politika: Pelaporan Hasil Quick Count ke Polisi Salah Alamat

  9. Hitung Cepat Menangkan Jokowi-Ma'ruf, Pengamat Sarankan Sandiaga Jadi Wagub Lagi

  10. Curhat Pengelola Bumdes dan Petani Pisang Soal Manfaat AMMDes

Available

fokus

Pemilu 2019
Revolusi Museum
Angkutan Tempoe Doeloe
Available

kolom

Image
Aji Dedi Mulawarman

Jangan Percaya Prediksi

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Image
Sunardi Panjaitan

Merawat Indonesia Kita

Image
Achmad Fachrudin

Merayakan Puncak Ritual Politik 2019

Available

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

7 Potret Kemesraan Pengantin Baru Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan Suami

Image
News

5 Politisi Muda yang Aktif Banget di Sosial Media

Image
News

8 Potret Romantis Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Istri di Berbagai Kesempatan