image pemilu
Login / Sign Up

Menteri PUPR Tagih Penjelasan Anies Soal Naturalisasi Sungai, Apa Itu?

Rizal Mahmuddhin

Image

Busa limbah yang dibuang dari saluran pompa air kali Item Kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/12/2018). Kali item yang menjadi perhatian karena bau dan kotor ini disebabkan oleh berbagai faktor terutama dari limba industri rumahan dan juga pembungan sampah oleh warga. Pemerintah Kota Jakarta Utara menguji coba penanaman eceng gondok di kali penghubung wilayah Sunter, Jakarta Utara. Uji coba dilakukan demi memastikan manfaat eceng gondok dalam mengatasi kali yang kotor dan bau. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Basuki Hadimuljono menagih penjelasan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait naturalisasi sungai.

Dikatakan Basuki, pihaknya sempat mengundang Anies untuk membahas persoalan naturasasi sungai ini secara komprehensif, namun yang datang justru stafnya dan tidak mengerti banyak terkait ide yang dicetuskan oleh Anies tersebut.

"Mas iki diundang, yang datang stafnya, dia enggak ngerti. Jadi kami mau undang lagi," kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

baca juga:

Ia menyatakan siap menjalankan konsep naturalisasi. Namun pihaknya, dalam hal ini melalui jajarannya di Ditjen Sumber Daya Air belum memahami naturalisasi yang dimaksud Anies.

Lebih lanjut dikatakan, meski pengerjaan pelebaran sungai dan pembangunan turap  dilakukan Kementerian PUPR, namun pekerjaan itu sangat tergantung pada Pemprov DKI.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mewacanakan program naturalisasi sungai untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Ibukota.

"Salah satunya (solusi) ada soal naturalisasi sungai. Bagaimana sungai itu bisa mengelola air dengan baik, bagaimana mengamankan air tidak melimpah, tapi juga ekosistem sungai dipertahankan," kata Anies dikutip dari Tempo.co, Rabu(20/3/2019).

Kendati demikian, ia tak menjelaskan konsep naturalisasi tersebut secara konprehensif dan rinci.

Lantas apa itu normalisasi sungai yang dimaksud?

Menurut pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, terdapat perbedaan antara normalisasi dan naturalisasi sungai.

Normalisasi atau pemasangan dinding beton, membuat aliran air semakin kencang ke hilir. Proyek ini relatif lebih cepat selesai dan terlihat dampaknya.

Sementara terkait naturalisasi sungai adalah pembenahan sungai dengan alamiah, yakni pembuatan tebing sungai dengan tanah yang ditanami pohon. Dengan begitu, air menyerap ke dalam tanah dan tidak seperti normalisasi.

Lebih lanjut dijelaskan, normalisasi hanya membuat aliran air semakin kencang dan mempercepat sedimentasi lumpur di sungai, sedangkan naturalisasi memberikan manfaat utamanya terhadap ekosistem dan ketersediaan air tanah.

Bukan tanpa konsekuensi, meski naturalisasi lebih ekonomis dan praktis, namun untuk melihat dampak manfaatnya memerlukan waktu yang cenderung lebih lama. Ini berbeda dengan normalisasi yang manfaat bisa langsung dirasa.

“Setelah dilakukan (normalisasi), bisa langsung terlihat, tapi naturalisasi membutuhkan waktu kurang lebih lima tahun,” ujar Nirwono.

Berkaca pada negara-negara di Eropa, semula mereka menggalakan normalisasi sungai. Namun, sejak tahun 1990-an, negara-negara empat musim tersebut mulai membongkar beton di sisi sungai pada beberapa ruas dan melakukan naturalisasi.

Naturalisasi sungai juga mulai diadaptasi Sydney sejak tahun 2007. Kesadaran bahwa normalisasi lambat lain hanya akan membuat lingkungan semakin rusak, akhirnya mereka  beralih dengan naturalisasi.[]

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Bawaslu DKI Akan Pelajari Laporan Dugaan Kesengajaan Salah Input Data KPU

Image

News

Pemilu 2019

Bawaslu DKI Terima 160 Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu pada Hari Pencoblosan

Image

Ekonomi

Simak Nih, Aktivitas Menguntungkan Bagi ke-12 Zodiak di Hari Sabtu

Image

News

Pemilu 2019

M Taufik Tidak Yakin PSI Masuk DPRD DKI Jakarta

Image

News

Pemilu 2019

Yakin Gerindra Jadi Pemenang Pemilu, M Taufik Ingin Jadi Ketua DPRD DKI

Image

News

Pemilu 2019

Ingin Jadi Oposisi di DPRD DKI, Bestari Barus Sebut Caleg PSI 'Keliru'

Image

Ekonomi

5 'Pekerjaan Ringan' yang Dibutuhkan Para Miliarder

Image

News

Pemilu 2019

Pengamat: Tak Ada Salahnya Sandi Kembali Jadi Wagub DKI, Masalah Gengsi Politik Aja

Image

News

Pemilu 2019

Jika Sandiaga Jadi Wagub DKI Lagi, Pengamat: Dia Turun Kasta Dong

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pasca Libur Panjang IHSG Berpotensi Menguat, Intip Saham-saham Pilihan

Ada peluang terjadi penguatan kembali pada IHSG hari ini.

Image
Ekonomi

4 Alasan Besar Anak Muda Selalu Memimpikan Kerja di BUMN

Bekerja di BUMN tentunya masih menjadi mimpi bagi sebagian orang, nah dilansir dari laman cermati.com ternyata berikut keuntungannya.

Image
Ekonomi

Yuk Intip, Gaya Berpakaian Para CEO Muda Zaman Now

Berikut ini baju yang sering di gunakan para pebisnis muda dalam keseharian mereka.

Image
Ekonomi

BPJS Kesehatan Bayar Utang Klaim Hingga Rp37 Miliar

Pembayaran dalam bentuk dana kapitasi kepada FKTP ini serta klaim tagihan rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo.

Image
Ekonomi

Kementerian BUMN: Banyak Perempuan yang Mendedikasikan Dirinya di Perusahaan-perusahaan Negara

Sesmen BUMN Imam Apriyanto Putro : menyebut para Kartini itu perlu menghadapi tantangan sebagai pemimpin.

Image
Ekonomi

Kalah Bersaing, Amazon Tutup Toko Onlinenya di Pasar China

Amazon berencana untuk menutup toko online-nya di China karena menghadapi persaingan ketat dari rival lokal Alibaba dan JD.com

Image
Ekonomi

Jajaran Direksi Perempuan Blue Bird, 'Nyupirin' Penumpang di Hari Kartini

Untuk mendukung emansipasi dan kesetaraan kaum perempuan, jajaran manajemen perempuan Bluebird, turut menjadi pengemudi taksi.

Image
Ekonomi

5 Miliader Indonesia Ini Kaya Raya dari Usaha Sektor Pertanian

Berikut 5 orang terkaya di Indonesia yang berbisnis pertanian

Image
Ekonomi

6 Cara Mengatur Keuangan Bagi Kamu yang Sudah Berumah Tangga

Jangan sampai ada istilah bokek diakhir bulan karena anggaran besar-besaran keluar di awal bulan.

Image
Ekonomi

Kiara: Negara Belum Akui Peran Perempuan Nelayan

Peran perempuan hari ini masih belum diakui oleh negara

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. MUI Minta KPI Hilangkan Siaran Quick Count, Denny: Mending Nasihati Prabowo Terima Kekalahan

  2. Tuding Lembaga Survei Sebagai Alat Kebohongan, Prabowo Ditantang Ketua Persepsi

  3. Sudah Dilaporkan, Warganet Samakan Kasus Istri Andre Taulany dengan Ahmad Dhani

  4. Jubir Timses Prabowo: Coba Tanya Polisi Kira-kira Laporan BPN Prabowo Jalan Gak

  5. Komunitas Emak Emak Pendukung Prabowo Bersiap Laporkan Istri Andre Taulany ke Polisi

  6. Gara-gara Petugas KPPS Bantu Coblos Surat Suara, TPS Ini Harus Pemungutan Suara Ulang

  7. Pagi Ini, Gunung Agung Erupsi Kolom Abu Dua Ribu Meter

  8. Minta Quick Count Dihilangkan, Akhmad Sahal: MUI, Hargai Ilmu! Jangan Berubah Jadi MJI

  9. Hailey Baldwin Hidupkan Kembali Tren Dad Shoes

  10. Klaim Kemenangan Pilpres, Syamsuddin Tantang Kubu 02 Tunjukkan Datanya

Available

fokus

Pemilu 2019
Revolusi Museum
Angkutan Tempoe Doeloe
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menyikapi Polemik Proses Penghitungan Suara

Image
Aji Dedi Mulawarman

Jangan Percaya Prediksi

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Image
Sunardi Panjaitan

Merawat Indonesia Kita

Available

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

Pemilu 2019

Paranormal Jelaskan Pertanyaan Benarkah KPU Curang?

Image
News

5 Potret Ganteng Cakra Yudi, Politisi Muda yang Jarang Tersorot Media

Image
News

7 Potret Kemesraan Pengantin Baru Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan Suami