image angkutan jadul
Login / Sign Up

Selalu Ditentang Eropa, Berikut 4 Fakta Komoditas Sawit Andalan Indonesia

Ade Miranti

Image

Petani menimbang kelapa sawit di Kinali, Pasaman Barat, Sumatra Barat, Sabtu (1/12/2018). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, sektor kelapa sawit menghadapi penurunan harga crued palm oil (CPO) sebesar 24 persen, dari 636 dolar AS per ton menjadi 485 dolar AS per ton hingga akhir Oktober 2018. | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

AKURAT.CO Adanya gerakan kampanye hitam “black campaigne” yang digalakan oleh Uni Eropa (UE) terhadap produksi sawit termasuk Indonesia menurut para analis dapat memicu perang dagang.

Ditambah lagi pembelian harga minyak sawit secara global diprakirakan akan menurun sepanjang tahun 2019 ini.

Berikut beberapa fenomena sektor sawit yang terjadi sepanjang tahun lalu hingga kini, diantaranya:  

baca juga:

A. Uni Eropa Picu Perang Dagang dengan Negara-negara Penghasil Sawit

Minyak kelapa sawit muncul sebagai titik api dalam potensi perang dagang antara Uni Eropa dan beberapa negara berkembang terbesar di dunia penghasil sawit. Ini setelah UE memberlakukan batasan yang lebih ketat terhadap energi bahan bakar yang terbuat dari sawit.

Komisi Eropa pada hari Kamis (14/3/2019), resmi akan melarang jenis biofuel dari minyak kelapa sawit yang diperhitungkan dalam RUU, dengan kategori energi yang merusak lingkungan. Indonesia dan Malaysia, yang memasok 85 persen dari sawit dunia, telah memperingatkan bahwa mereka siap untuk membalas sikap diskriminatif Eropa.

Harga minyak sawit pun telah turun 18 persen sejak awal 2018 karena kampanye oleh kelompok-kelompok lingkungan untuk mengurangi penggunaan sawit dalam bahan bakar.  Walaupun ada pembatasan, UE masih memberikan beberapa pengkecualian untuk petani plasma dalam mengekspor minyak, namun asoiasi sawit merasa pengkecualian seperti itu tidak berguna.

B. Indonesia Konsisten Perjuangkan Sawit di Eropa

Indonesia dan sejumlah negara pengekspor minyak sawit utama Thailand, Colombia, Nigeria dan Malaysia mendapat dukungan positif terkait pembuktian bahwa kampanye "sawit kotor" justru bertentangan dengan pencanangan tujuan pembanguhan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs).

Dilansir dari Antara, Sabtu(2/2/2019), dubes Indonesia untuk Swedia Bagas Hapsara mengatakan bahwa Indonesia konsisten untuk tetap memperjuangkan isu kelapa sawit di Eropa.

KBRI Stockholm dan Royal Institute of Technology (KTH), mengadakan seminar mengenai kontribusi tanaman pertanian khususnya sawit yang dihadiri sekitar 100 peserta yang mewakili institusi pemerintah, akademisi, pengambil kebijakan, produsen sawit, industri dan LSM.

Bagas menjelaskan, kajian ilmiah salah satu universitas terkemuka di Stockholm, Royal Institute of Technology (KTH) menyebutkan ternyata kelapa sawit tidak merugikan lingkungan asal dilakukan dengan terukur dan seimbang. Bahkan sesuai dengan tujuan pembangunan PBB, pengembangan kelapa sawit justru mengurangi kemiskinan.

C. India Pangkas Tarif Impor Sawit dari Asean, Terutama Malaysia dan Indonesia

Ternyata, perang dagang sektor sawit ini juga dilakukan oleh India, selain Uni Eropa. Pemerintah India pada Selasa (1/1/2019), secara efektif memangkas tarif impor minyak mentah dan minyak kelapa sawit. Hal ini sebagai bentuk mematuhi fakta perdagangan preferensialnya dengan negara-negara Asia Tenggara.

“Tarif impor minyak kelapa sawit mentah, yang berasal dari Malaysia, Indonesia dan anggota lain dari ASEAN dipotong menjadi 40 persen dari 44 persen,” kata Dewan Pusat Pajak Dan Bea Cukai Tidak Langsung (CBIC).

Tarif impor minyak kelapa sawit telah diturunkan menjadi 45 persen dari 54 persen, jika diimpor dari Malaysia, dan menjadi 50 persen, jika diimpor dari anggota ASEAN, termasuk Indonesia.

Sementara itu, India adalah importir minyak kelapa sawit terbesar dunia, Indonesia adalah produsen utama minyak nabati, khususnya kelapa sawit, diikuti oleh Malaysia. Minyak kelapa sawit menyumbang sebagian besar dari total impor minyak nabati India setiap tahun.

Menurut lansiran dari Times Now News (1/1), CBIC mengatakan bahwa pemotongan itu dimaksudkan untuk memberikan konsesi tarif lebih dalam untuk barang-barang tertentu yang diimpor dari ASEAN. Ini semua berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas India-ASEAN dan Malaysia di bawah Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif India-Malaysia (IMCECA). Pemotongan tarif telah berlaku sejak 1 Januari 2019.   

D. Pembelian Minyak Sawit Global Akan Menurun Sepanjang 2019

Pembelian minyak sawit secara global diperkirakan mengalami penurunan untuk sepanjang 2019 ini. Hal ini karena pembeli utama, yaitu Uni Eropa, China, dan India, telah meningkatkan minyak pengganti kelapa sawit kepada biji-bijian domestik dan ketidakpastian kesepakatan dagang AS - China.

Pedagang-pedagang India memperkirakan Impor minyak kelapa sawit akan datar hingga sedikit lebih besar tahun ini, dengan latar belakang rekor produksi Minyak biji yang akan meningkatkan pasokan minyak nabati dalam negeri.

Di Uni Eropa, importir minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia, pembeli menghindari minyak karena kekhawatiran akan kerusakan lingkungan akibat budidaya kelapa sawit, sementara perang dagang Washington-Beijing telah menyebabkan ketidakpastian atas potensi permintaan di pasar terbesar ketiga di China.

Minyak sawit berjangka Malaysia tergelincir hampir delapan persen pada Februari karena tertekan oleh meningkatnya persediaan dan penurunan permintaan. Permintaan di bawah rata-rata yang berkelanjutan di pasar-pasar utama diperkirakan akan membuat harga bertahan, kata tiga pedagang. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Nasdem Protes Harga Tiket MRT Dinaikkan Sepihak oleh Anies dan Pras

Image

Ekonomi

JK Ancam Balas Eropa Jika Terus Boikot Sawit Indonesia

Image

Ekonomi

Hadapi Isu Negatif Sawit, Apkasindo Siapkan Auditor ISPO

Image

Ekonomi

Harga Minyak Merosot karena Perlambatan Ekonomi

Image

Ekonomi

Ketua DPR: Concern Uni Eropa terhadap Sawit Bukan untuk Pelestarian Lingkungan

Image

Ekonomi

Bamsoet: DPR Sangat Kecewa Terhadap Uni Eropa Soal Diskriminasi Sawit

Image

Ekonomi

Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Stabilkan Kembali Harga TBS

Image

Ekonomi

Berita Populer Akibat Kecelakaan Boeing Kecerdasan Buatan Dipertanyakan hingga Indonesia Bakal Ekspor Bus ke Bangladesh

Image

Ekonomi

Indonesia - India Akan Bertemu Untuk Tingkatkan Perdagangan Sawit

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

IHSG Loncat ke Zona Merah

IHSG justru melemah 0,19 persen atau 12,402 poin ke level 6.457,963.

Image
Ekonomi

UMKM Binaan Pertamina Tembus Omset 500 Juta

Sebanyak 12 UMKM kain mitra binaan Pertamina mencatat omset sekitar Rp500 juta.

Image
Ekonomi

Jokowi Klaim Pemanfaatan Blok Rokan Sepenuhnya Untuk Rakyat

Blok Rokan untuk sebesar-besarnya kemakmuran bangsa dan negara, khususnya masyarakat Riau dan lebih khusus lagi masyarakat Dumai.

Image
Ekonomi

Okupansi Hotel di Pontianak Anjlok 40 Persen

Ada penurunan harga tiket pesawat agar tidak berdampak juga pada tingkat hunian di hotel.

Image
Ekonomi

Jokowi Tegaskan Tiga Kartu Saktinya Akan Diluncurkan di 2020

Ketiga kartu itu adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Prakerja dan Kartu Sembako Murah.

Image
Ekonomi

Perkembangan Industri Halal Indonesia Masih Minim

Indonesia tidak masuk dalam 10 besar industri makanan dan minuman halal, pariwisata, mode busana, media dan rekreasi.

Image
Ekonomi

Pengamat Prediksi Kurs Rupiah Stabil Jelang Pesta Politik

Hal tersebut juga dinilai terkait dengan adanya kondisi pelambatan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat.

Image
Ekonomi

Risiko Utang Publik di Negara Berkembang, Terkendali

Utang-utang publik secara keseluruhan di negara-negara berkembang utama berada pada tingkat yang relatif rendah pada 2018.

Image
Ekonomi

IHSG Ada Ruang Menguat

Stochastic dan RSI berada di area netral.

Image
Ekonomi

Wall Street Menguat Walau Masih Ada Pesimisme Soal Perekonomian

Ini di tengah inversi kurva imbal hasil yang mulai mendatar, mengimbangi beberapa pesimisme tentang pertumbuhan ekonomi.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Bolehkah Anak Pakai Make Up?

  2. Kerap Dipasangkan di Film, Ini 10 Potret Persahabatan BCL dan Reza Rahadian

  3. Warganet Ini Beri Bukti King of YouTube Indonesia Beli Subscriber, Atta Halilintar: Polres Mana Maunya?

  4. Sapa Warga Pakai Bahasa Aceh, Jokowi: Sejak Saya Tinggal di Aceh, Hanya Belajar Peuhaba

  5. Eks GRPG Alihkan Dukungan Hingga Harapan Ahok Usai Diresmikannya MRT

  6. 4 Fakta Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo Subianto yang Jadi Politisi

  7. Keluhan Ratna Soal Kamar Rutan Dijawab Polisi: Kita Membangun Berdasarkan Peraturan Menteri

  8. Bandit Jalan Tol Medan Jebak Korban Pakai Mancis dan Wanita

  9. Sebagian Warga Kecewa Jokowi Kampanye di Hotel, Awalnya Dikira di Stadion

  10. Di Sidang Ratna, Polisi Buka Rahasia Bagaimana Pihaknya Mengumpulkan Barang Bukti

Available

fokus

Angkutan Tempoe Doeloe
Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Available

kolom

Image

FOTO Kampanye Terbuka di Bali Prabowo Sapa Pendukungnya

Image
Muh Tunjung Nugroho

Basis Pajak dan Penurunan Tarif PPh

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Jais Darga: Pelukis Indonesia Harus Lebih Agresif

Image
Gaya Hidup

Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Image
Video

VIDEO Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Sosok

Image
News

Gelar Kelas Kecantikan hingga Pemeriksaan Kesehatan Gratis, 5 Gaya Kampanye Berfaedah ala Andy Budiman

Image
Olahraga

Conor McGregor

McGregor: Petarung UFC yang Penuh Kontroversial

Image
News

Dari Resepsionis hingga Duta Besar, 4 Fakta Perjalanan Karier Tantowi Yahya