image
Login / Sign Up
Image

Fahmy Radhi

Pengamat Ekonomi Energi UGM dan Mantan Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas

Pansus Pertemuan 'Rahasia' Jokowi-Moffett

Image

Calon Presiden RI nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) menyapa pewarta sebelum melakukan debat kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat kedua calon presiden tersebut akan mengusung tema energi, pangan, lingkungan, serta infrastruktur. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Pernyataan Sudirman Said, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dicopot Presiden Joko Widodo, tentang pertemuan “rahasia” antara Presiden Joko Widodo dengan Executive Chairman Freeport McMoRan James R Moffett pada 6 Oktober 2015, menjadi bola liar, yang menghebohkan. Tidak hanya heboh di dunia maya dan dunia fana, tetapi juga menyulut kalangan DPR untuk mewacanakan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Freeport. Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu, mewacanakan pembentukan Pansus terkait pertemuan “rahasia” Jokowi-Moffet dalam proses keputusan divestasi 51,2% saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Pertemuan Jokowi-Moffet, yang dihebohkan media sebgai pertemuan “rahasia”, sebenarnya pernah diungkap oleh Sudirman Said pada November 2015, namun tidak terjadi kehebohan sama sekali pada saat itu. Kalau sekarang pernyataan Sudirman Said tentang pertemuan itu menjadi heboh disebabkan paling tidak oleh ketiga faktor. Pertama, momentum pernyataan Sudirman Said berdekatan dengan tahun politik Pilpres 2019. Kedua, posisi Sudirman Said bukan lagi sebagai mantan Menteri ESDM, melainkan sebagai Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ketiga, berbeda dengan pernyataan pada November 2015, Sudirman Said kini terkesan mendramatisir pernyataannya tentang pertemuan “rahasia” Jokowi-Moffet.

Dramatisasi itu tampak dari pengungkapan Sudirman Said yang lebih mengendepankan adanya adanya pertemuan “rahasia” Jokowi-Moffet ketimbang subtansi pertemuan. Kalau pun Sudirman Said mengungkapkan subtansi pertemuan, diungkapkan sepotong-potong, tidak secara utuh, sehingga menimbulkan multi tafsir. Tidak bisa dihindarkan dramatisasi itu menimbulkan kehebohan berkelanjutan hingga kini. Padahal, subtansi pertemuan itu, yang sudah pernah diungkapkan sebelumnya, sesungguhnya biasa-biasa saja, tidak ada hal yang baru.

baca juga:

Memang Sudirman Said tidak mengatakan sebagai pertemuan “rahasia” Jokowi-Moffet, namun Sudirman Said mengatakan bahwa pertemuan secara diam-diam antara Jokowi dan bos Frreport di Indonesia menjadi cikal bakal keluarnya surat tertanggal 7 Oktober 2015 dengan nomor 7522/13/MEM/2015. Isi surat itu sebenarnya sangat normatif, yang berisi rencana perpanjangan operasi freeport di Indonesia, sejauh Undang-undang Indonesia memungkinkan perpanjangan itu.

Pada saat itu Moffet memang membutuhkan semacam surat jaminan izin ekspor konsentrat dan perpanjangan operasi Freeport. Surat itu dibutuhkan oleh Moffet untuk mendongkrak harga saham Freeport McMoren (FCX), induk PTFI, di Bursa Wall Street New York, yang lagi terpuruk pada titik nadir. Pada awal 2013, harga saham FCX masih bertengger sekitar US$ 62 per saham. Pada perdagangan awal Oktober 2015, harga saham FCX terpuruk menjadi sekitar US$ 8,3 per saham, sempat semakin terpuruk lagi menyentuh sekitar US$ 3,96 per saham. Salah satu sentimen penyebab penurunan harga saham FCX itu adalah tidak adanya kepastian izin ekspor konsentrat dan perpanjangan KK Freport dari pemerintah Indonesia. Pada saat itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa perundingan perpanjangan KK Freeport baru akan dilakukan pada 2019, atau 2 tahun sebelum KK berkahir, seperti yang diatur oleh Undang-udang.

Pernyataan Sudirman Said sesungguhnya secara tersirat juga mengatakan bahwa subtasi pembicaraan Jokowi-Moffet hanya sebatas pada permintaan semacam surat jaminan izin ekspor konsetrat dan perpanjangan operasi Freeport, yang dibutuhkan untuk kembali menaikkan harga saham FCX. Tidak ada pembahasan sama sekali terkait pembelian saham Freeport, seperti yang heboh di media masa baru-baru ini. Pasalnya, Jokowi pada saat itu kekeuh untuk tidak membicarakan perpanjangan operasi Freeeport, termasuk tidak membicarakan pembelian saham PT FI.

Hanya, surat, dikeluarkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said dengan seizin Jokowi, berdampak menurunkan bargaining posistion Tim Perunding Divestasi 51,2% Saham Freeport. Namun, setelah Pemerintah Indonesia berhasil melakukan divestasi 51,2% saham Freeport, setelah 51 tahun hanya menguasai 9,36% saham Freeport, apa pun subtansi pembicaraan Jokowi-Moffet dan surat Sudirman Said sudah tidak relevan lagi, sehingga tidak perlu dihebohkan.

Memang usulan pembentukan Pansus merupakan hak konstitutional yang melekat pada anggota DPR RI. Namun, dalam kondisi tersebut, tidak ada urgensi bagi Komisi VII DPR RI untuk membentuk Pansus terkait pertemuan Jokowi-Moffet. Pasalnya sudah tidak relevan dan tidak terkait secara langsung terhadap keputusan divestasi 51,2% saham Freeport, sehingga hanya wasting time alias buang-buang waktu saja. Akan lebih bermanfaat dan produktif kalau Komisi VII DPR RI merampungkan Perubahan UU Migas, yang sudah delapan tahun belum juga selesai, ketimbang membentuk Pansus pertemuan Jokowi-Moffet. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Kementan Lepas Ekspor 37.000 Metrik Ton Minyak Goreng Sawit ke China

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

YLKI: Debat Cawapres Lebih Mirip Adu Visi Misi Menteri

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Belum Dikelola Maksimal, Indef Sarankan Perbanyak Riset Untuk Petani

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

KIP Kuliah Disarankan Gunakan Skema Student Loan Tenor Panjang dan Bunga Rendah

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Isu Ketenagakerjaan Menyasar Pekerja Urban Tapi Mengabaikan Pekerja Migran

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Gaya Kedua Tim Kampanye Saling Puji Masing-masing Kandidat

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Duel Gagasan, Ma'ruf dan Sandi Kompak Pasrahkan Penilaian Kepada Masyarakat

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Indef: KIP Kuliah Program Bagus, Tapi Perlu Dipikirkan Anggarannya

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Seberapa Berhasilkah Program OK Oce Kebanggaan Sandi?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Berita Populer Sandiaga Sindir Cawapres Petahana Soal Pengangguran hingga Program Ok Oce yang Gagal Ditawarkan Lagi

Menemani aktivitas bekerja, Akurat.co telah memilih berita menarik agar menambah informasi para pembaca.

Image
Ekonomi

Jasa Marga Kantongi Laba Bersih Rp2,2 Triliun

Jasa Marga mencatatkan laba bersih Rp2,2 triliun pada 2018 ditengah ekspansi bisnis jalan tol.

Image
Ekonomi

Dorong Pertumbuhan Perdagangan Indonesia, Lazada Luncurkan Shoppertainment

Lazada bukan sekedar saluran pemasaran produk namun merupakan elemen dan infrastruktur penting untuk mentransformasi bisnis di era digital.

Image
Ekonomi

Kemenhub Pastikan Aturan Ojek Online Segera Terbit

Meski demikian, masalah tarif masih terus difinalisasi karena belum mencapai titik temu antara pemerintah, aplikator, dan mitra pengemudi.

Image
Ekonomi

Penumpang Tak Keberatan Tarif MRT Dipatok Rp8.500

MRT lebih cepat dari kereta biasa dan lebih menunjang untuk penyandang disabilitas.

Image
Ekonomi

Pasokan dan Permintaan Hotel di Bali Diprediksi Meningkat Tahun Ini

Prediksi ini seiring dengan perkiraan membaiknya perekonomian, khususnya pada sektor pariwisata.

Image
Ekonomi

Tingkatkan PAD, Kabupaten Jembrana Akan Maksimalkan Perikanan dan Pertanian

Pemerintah Kabupaten membutuhkan stimulus termasuk bantuan dari pemerintah pusat dan Kementerian untuk meningkatkan pendapatan.

Image
Ekonomi

Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Sektor Pertanian dan Perikanan

Dukungan dari Kementerian Pertanian sebesar Rp650 juta berupa alat mesin pertanian (Alsintan) pra dan pasca panen.

Image
Ekonomi

Mentan Beri Bantuan 1,7 Juta Batang Bibit Kopi untuk Taman Toraja

Mentan menyalurkan bantuan bibit kopi unggul untuk Kabupaten Tanah Toraja dan Toraja Utara.

Image
Ekonomi

Bos Mandiri Akui Tengah Incar Dua Bank Untuk Diakuisisi

Apabila ada kesempatan bank size besar dijual di Indonesia maka perseroan tentu akan melihat peluang itu.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Pengamat: Ma’ruf Amin Diluar Dugaan Mampu Imbangi Sandiaga

  2. Lionel Messi Pertontonkan Magis di Laga Kontra Real Betis

  3. Nobar Debat Cawapres, Emak-emak: yang Disampaikan Sandi Aspirasi Masyarakat dari 1500 Titik Kunjungan

  4. Hat-trick James Rodriguez Sempurnakan Pesta Gol Bayern Muenchen

  5. Harga Sembako Dijadikan Alat Kampanye, Pedagang Pasar Tentukan Pilihan Ke Jokowi-Ma'ruf

  6. Empat Fakta Penyataan Sandi yang Disorot Publik

  7. TKN Nilai Pernyataan Ma'ruf Soal Stunting Buat Sandiaga Tak Kuasai Masalah

  8. BPN: Sandiaga Tampil Dengan Pernyataan Genuine Ciri Khasnya

  9. Anies Luncurkan Aplikasi Jakarta Aman, Pengamat: Mubazir, Lebih Baik Kembangkan Qlue

  10. Brighton Tantang Manchester City Usai Menang Adu Penalti

Available

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor
Available

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Image
Hendra Mujiraharja

Perez Memalingkan Muka dari Mourinho untuk Zidane

Image
Hervin Saputra

Seberapa Kuat "Tradisi Indonesia" di All England?

Available

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

10 Fakta Alfito Deannova, Presenter Berita yang Mencuri Perhatian di Debat Cawapres

Image
News

Jadi Caleg DPR RI, Begini 10 Potret Keseruan Choky Sitohang Blusukan

Image
News

Terpaut Usia 31 Tahun dari Suami, 5 Fakta Wury Estu Handayani Istri Ma'ruf Amin