image
Login / Sign Up

Gagal Paham Jika Tuding Unicorn Penyebab Keluarnya Uang ke Luar Negeri

Anggi Dwifiani

Debat Pilpres 2019

Image

Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/9). Pada penutupan perdagangan akhir pekan, IHSG mampu menguat 24,80 poin atau 0,4 persen menjadi 5.857,119 poin. | ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

AKURAT.CO Tuduhan terhadap unicorn atau perusahan rintisan bidang informasi dan teknologi (start up) dalam negeri bervaluasi di atas USD1 miliar dolar AS yang menjadi penyebab semakin banyak uang mengalir ke luar negeri dinilai gagal paham, menurut Peneliti Senior Bursa Efek Indonesia Poltak Hotraredo.

"Termasuk anggapan bahwa keuntungan yang dicapai unicorn Indonesia pun bakal banyak lari ke luar negeri akibat jumlah investasi asing cukup besar," katanya saat dimintai pendapatnya di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Ia justru memperkirakan sejumlah unicorn Indonesia baru akan memetik keuntungan sekitar 10 tahun mendatang. Selain itu, rata-rata pembagian imbal hasil (yield) deviden hanya berkisar 2-3 persen per tahun. "Jadi, bagaimana caranya bisa membawa uang ke luar negeri? Justru, yang ada uang luar negeri masuk ke Indonesia," kata Poltak.

baca juga:

Lagi pula, lanjut dia, investor yang menanamkan modal ke unicorn Indonesia merupakan kelas dunia sehingga, investasi yang masuk ke mereka tersebut tak seberapa jika dibandingkan dengan dana kelolaan mereka yang sangat besar. Sebaliknya, katanya, dana asing yang masuk ke unicorn Indonesia dalam bentuk dolar Amerika Serikat tersebut kemudian dikelola dalam bentuk rupiah.

Oleh karena itu, katanya, perlu dipahami juga bahwa sistem investasi dan struktur di dalam start up berbeda dengan perusahaan biasa. Pendiri startup memiliki peranan sentral dalam semua penentuan keputusan di internal, karena menjadi satu-satunya yang paling paham genetik dari perusahaan tersebut.

"Masuknya investor asing tak lantas mengubah perusahaan itu menjadi milik asing dan menggeser pendiri dari posisi pengendali. Justru, sosok pendiri yang menjadi daya tarik investor asing," ujarnya, yang dilansir dari Antara.

Menurut Poltak, empat start up dengan kategori unicorn di Indonesia memang memiliki daya tarik sehingga mendorong minat investor asing untuk masuk karena mereka tersebut menggunakan teknologi baru yang berdampak pada efisiensi dan efektivitas. Keempat unicorn itu adalah Tokopedia, GoJek, Traveloka, dan Bukalapak.

Bagi investor asing, tambah dia, Indonesia adalah pasar besar karena memiliki penduduk berjumlah 256 juta jiwa dan sangat kompleks. Ekonomi Indonesia pun sedang tumbuh positif sehingga, bila banyak investasi bisa masuk ke unicorn di Indonesia, bukan tak mungkin akan bisa menguasai pasar Asia Tenggara yang populasinya 560 juta jiwa.

"Unicorn di Indonesia ini rajanya Asia Tenggara. Kalau bisa masuk ke pasar Indonesia yang kompleks, pasti bisa masuk ke negara lain," kata dia.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, khawatir jika jumlah unicorn Indonesia terus bertambah akan membawa dampak negatif. Alasannya, jika jumlahnya semakin banyak, maka akan mengakibatkan uang Indonesia yang tersedot ke luar negeri juga semakin besar.

Bahkan ada yang menganggap masuknya investor asing ke unicorn Indonesia mengakibatkan statusnya berubah menjadi perusahaan asing karena berimbas terhadap komposisi pemegang saham. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Ma'ruf Amin: Orang Bisa Jualan Lewat Online karena Ada 'Tol Langit'

Image

News

KPK Tangkap Direktur Krakatau Steel di Kediamannya di BSD City

Image

Video

VIDEO Kehadiran Shelter Ojol di Depok

Image

Ekonomi

PTPN XI Siap Kaji 19 Hasil Penelitian di Bidang Perkebunan

Image

Ekonomi

Dolar AS Kembali Gesit Imbas Polemik Brexit

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Rektor UIC Sebut Banyak Survei Abal-abal Menjelang Pemilu 2019

Image

Hiburan

Bayinya Diberi Nama Gopay, Orangtuanya Dapat Kejutan Spesial dari Gojek

Image

Iptek

GoJek Ditolak Lagi Ekspansi di Filipina, Ini Tanggapan Kominfo

Image

Ekonomi

BEI Terus Rayu Keempat Unicorn RI untuk IPO

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Terus Tambah Bendungan dan Dukung Revitalisasi Sungai

Dari total Kementerian PUPR Tahun 2019 sebesar Rp 110,73 triliun, alokasi anggaran sumber daya air sebesar Rp 39,7 triliun.

Image
Ekonomi

BI: Sudah Ada Relaksasi, Bank Harusnya Agresif Salurkan Kredit Sejak Awal

Bank Indonesia meminta industri perbankan untuk lebih ekspansif dalam mengucurkan kredit.

Image
Ekonomi

3 Fakta Tersembunyi di Balik Polemik Tarif Ojek Online

Ternyata ada tiga fakta menarik dari perang tarif dan permintaan kenaikan tersebut perlu diketahui.

Image
Ekonomi

Rupiah Sulit Menguat Signifikan Tahun Ini

Kalau dilihat FDI (foreign direct investment) percentage kita naiknya 2,0 ke 2,1 terhadap PDB (produk domestik bruto).

Image
Ekonomi

Indonesia Kena 'Banjir Bandang' Modal Asing, Kok Bisa?

Ada beberapa alasan Indonesia kebanjiran aliran modal asing. Salah satunya adalah terkait kondisi eksternal.

Image
Ekonomi

10 Wilayah Ini Bakal Jadi Pusat Pengembangan Logam di Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya akan memfokuskan pengembangan sentra logam di di beberapa wilayah Indonesia.

Image
Ekonomi

Pemerintah Dorong Keterlibatan Swasta Bangun Infrastruktur

Keterlibatan swasta membawa dampak daya ungkit/leverage dari hasil investasinya, sehingga keuntungan dapat digunakan untuk pembangunan.

Image
Ekonomi

Kementerian BUMN Dukung Langkah KPK Terkait OTT Direktur Krakatau Steel

Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PT Krakatau Steel sehubungan dengan penangkapan 1 direktur oleh KPK

Image
Ekonomi

Misbakhun Desak Menkeu Segera Pangkas Pajak Korporasi Sesuai Kebijakan Jokowi

Meski penurunan pajak dalam jangka pendek akan mengurangi pemasukan bagi APBN, namun ada efek jangka panjang yang lebih positif.

Image
Ekonomi

IKM Logam Berkontribusi di Rantai Pasok Industri Otomotif Nasional

Industri Kecil dan Menengah (IKM) siap berkontribusi dalam rantai pasok industri otomotif nasional.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Dinkes Siapkan 202 Jenis Obat untuk Korban Banjir Sentani

  2. Ketua RT Tempat Tinggal Jokowi di Solo Dilantik Jadi Sekertaris Daerah

  3. Ditagih Modal Oleh Warga, Anies: OKE OCE Memang Enggak Ada Dananya

  4. Terpotret saat Menguap, Foto Cewek Ini Diedit Aneh-aneh oleh Warganet

  5. ATM dalam Kamar Ramyadjie Priambodo Hanya Bisa Tarik Pecahan Rp50 Ribu

  6. Anda Peserta Tax Amnesty? Selain SPT, Ini yang Perlu Anda Laporkan

  7. Profesor Standford Ungkap Ternyata Bekerja Berjam-jam Tidak Ada Gunanya

  8. Begini Jadinya Kalau Caleg Pasang Atribut Kampanye di Pohon

  9. Cerita Dua Perempuan Mabuk Usai Pesta di Klub Malam

  10. 10 Potret Cakka Nuraga, Finalis Idola Cilik yang Kini Hijrah

Available

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Available

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Image
Video

VIDEO Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Sosok

Image
News

Serius Berpolitik, 10 Gaya Blusukan ala Dina Lorenza

Image
News

8 Potret Penampilan Mufidah Kalla yang Tetap Modis di Usia 76 Tahun

Image
News

Curi Perhatian, 10 Potret Gubernur Jatim Khofifah saat Terjun ke Lapangan