image pemilu
Login / Sign Up

Pengamat: Koperasi Seharusnya Jadi Tulang Punggung UMKM

Andi Syafriadi

Image

pengamat koperasi Suroto, saat menjadi narasumber dalam penyusunan bahan Renstra Kementerian Koperasi dan UKM 2020-2024, di Jakarta Selasa (12/2/2019). | Andoy

AKURAT.CO Koperasi seharusnya menjadi backbone (tulang punggung) dari pengusaha mikro yang jumlahnya mencapai puluhan juta pengusaha. Pasalnya UMKM khususnya usaha mikro, merupakan pengusaha yang rentan karena pembinaannya dilakukan secara individual, demikian pengamat koperasi Suroto, menyampaikan.

"Mereka sangat rentan, kadang hasil jualannya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari sehingga modalnya habis, sehari buka besoknya libur. Ini yang harus diayomi dan diwadahi dalam bentuk koperasi, sehingga pembinaannya bisa dilakukan secara kelembagaan," ujar Suroto saat menjadi narasumber dalam penyusunan bahan Renstra Kementerian Koperasi dan UKM 2020-2024, di Jakarta, seperti dalam keterangan resminya (13/2/2019).

Suroto yang juga Ketua Asosiasi Kader Sosio ekonomi Strategis (Akses) mengatakan, dari sisi regulasi, juga harus ada kebijakan yang mendorong perkembangan koperasi sebagai salah satu pelaku perekonomian Indonesia.

baca juga:

"Kuncinya adalah keberpihakan, bagaimana mendorong regulasi yang sektoral supaya tidak mengunci perkembangan koperasi di tanah air, misalnya insentif fiskal," ujarnya.

Ia memberi contoh bagaimana mengguritanya bisnis NTUC di Singapura yang kini menguasai 73 persen pasar ritel di negeri singa itu, yang membuat raksasa ritel seperti Carrefour dan Gelael protes, jawaban pemerintah Singapura gampang saja, kalau dua perusahaan itu mau seperti NTUC maka diharuskan badan hukumnya berubah menjadi koperasi.

Kenapa NTUC di Singapura mendapatkan insentif fiskal yang membuatnya cepat berkembang? hal itu menurut Suroto karena NTUC sudah melaksanakan keadilan dengan melakukan redistribusi sehingga mendpaat insenti fiskal sebagai hak moralnya.

Faktor ketiga yang harus menjadi perhatian adalah, di era revolusi induri 4.0 saat ini, koperasi mau tak mau harus mengakselerasi diri mengikuti peerkembangan dan kebutuhan di era digital.

"Kenapa koperasi sekarang terkesan tidak updatable, hal itu antara lain karena habitat dan ekosistemnya tidak mendukung kesana," ujar Suroto, yang juga Ketua Umum Kosakti itu.

Ekosistem Bisnis Sementara itu Rendy Saputra CEO Keke Busana mengatakan, arah kebijakan koperasi ke depan sebenarnya sederhana saja, yaitu mendorong koperasi berbasis sektor riil untuk bisa membangun ekosistem bisnis yang dimiliki bersama.

Misalnya petani banyak mengalami kesulitan dalam menjual padi, kalaupun laku seringkali tempat penggilingan padi harganya jatuh, nah misalkan ada 100 petani kalau bersama -sama membangun rice milling, selanjutnya dengan produksi yang lebih besar, maka akan lebih mudah memasarkannya baik keluar maupun untuk kebutuhan anggotanya sendiri.

"Petani kan banyak yang belum sampai ke tahap sana, disini perlu adanya edukasi bagaimana mengubah pola pikir petani agar bisa menciptakan sendiri ekosistem bisnisnya dengan cara melakukan industrialisasi yang dilakukan secara bersama-sama," ujarnya.

Dimata Rendy, koperasi saat ini adalah ibarat sebuah puzzle yang hilang. Karena trend sekarang adalah banyak orang berkelompok misalkan 50 atau 100 orang kalau melakukan bisnis bersama, nah mereka bingung wadahnya itu apa, karena kalau secara sembunyi-sembunyi mereka bisa di katakan bisnis gelap.

Disinilah, lanjut Rendy, kebutuhan akan koperasi itu muncul. Kita perlu melakukan banyak edukasi kepada mereka maupun yang saya bilang tadi ke petani produsen bahwa koperasi adalah wadah usaha yang tepat untuk trend bisnis saat ini. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

FOTO Peran Pengusaha Perempuan di Era Ekonomi Digital

Image

Ekonomi

Baru 30 Persen Kaum Hawa Manfaatkan Teknologi Untuk Berbisnis

Image

Ekonomi

Jokowi Buka Pameran Kerajinan Terbesar Indonesia, Inacraft 2019

Image

Ekonomi

Dari Bupati Sampai Menteri Bisa Cabut Izin Perusahaan Perkebunan yang Nakal

Image

Ekonomi

Pengusaha Nakal Tak Alokasikan 20 Persen Lahan Sawit Untuk Petani? Ini Ganjarannya

Image

Ekonomi

Kemenkop Terus Tingkatkan Kinerja dan Kapasitas SDM Pelaku KUMKM

Image

Ekonomi

Dinas Koperasi Bali: KUD Harus Revitalisasi Diri

Image

Ekonomi

FOTO UMKM Manfaatkan Penjualan Produk Lewat Online

Image

Hiburan

Alasan Melahirkan di Singapura, Nikita Mirzani: Biar Lebih Canggih Aja

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Gelaran Telkomsel Indonesia International Motor Show Ditargetkan Mampu Raup Transaksi Rp4 Triliun

Pameran diharapkan bisa menyerap sekitar 5000 pengunjung.

Image
Ekonomi

Awas! Kenaikan Harga Pangan Saat Ramadan

Justru peningkatan konsumsi pangan itu terjadi saat Ramadan

Image
Ekonomi

Membuka Usaha Dimulai dari Mengetahui Minat dan Kecintaan

Memulai usaha harus mengetahui minat dan passion terhadap sesuatu.

Image
Ekonomi

Baru 30 Persen Kaum Hawa Manfaatkan Teknologi Untuk Berbisnis

Perempuan saat ini masih dominan tinggal di pedesaan ketimbang di kota. Tidak heran kaum perempuan masih begitu minim dalam hal internet.

Image
Ekonomi

BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6 Persen

RDG BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Ratenya sebesar 6 persen.

Image
Ekonomi

Cepat Cuan, 4 Hal Ini Perlu Dipertimbangkan sebelum Memilih Reksa Dana

Jangan nunggu kaya buat investasi

Image
Ekonomi

Hadiri Groundbreaking, Menkeu Harap Energi Panas Bumi Meningkat

Sri Mulyani mengatakan bahwa groundbreaking ini merupakan suatu langkah dan tahap penting.

Image
Ekonomi

Astra Tebar Dividen Rp8,6 Triliun

Dividen interim sebesar Rp60 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp2,4 triliun.

Image
Ekonomi

Buka Pameran Telkomsel IIMS, Menperin: Roadmap Revolusi Industri 4.0 Andalkan Otomotif

Menperin mengapresiasi pameran otomotif yang diklaim terbesar dan berskala internasional tersebut.

Image
Ekonomi

Masuk Prolegnas Tahun 2018, RUU SDA Masih Belum Rampung

Regulasi mengenai sumber daya air masih terkesan carut-marut.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Kalah Hitung Cepat, 4 Kandidat Presiden Ini Ucapkan Selamat atas Kemenangan Rivalnya

  2. Edy Rahmayadi: Siapa Cepat Menghadap Allah, Dialah yang Paling Bahagia

  3. Benarkah Hair Styling Bikin Rambut Rontok?

  4. Ketika Tokoh Tionghoa Pekik Takbir di Acara Syukuran Prabowo-Sandiaga

  5. Media Dilarang Meliput Pidato Prabowo di Acara Deklarasi Kemenangan

  6. Yunarto: Quick Count dan Real Count Abal-abal Akan Terjawab

  7. Bom Paskah Sri Lanka, Istri dan Anak Pelaku Ikut Ledakkan Diri

  8. Jawaban Menohok Budiman Sudjatmiko ke Warganet: Jokowi Bangun Indonesia, Bukan Elektabilitasnya

  9. Tidak Terlihat di TMII, Ternyata Sandi Kawal Penghitungan Suara di Jakarta Selatan

  10. Beda Dari yang Lain, Tata Letak Pintu Rumah Ini Aneh Banget

Available

fokus

Buruh Nasibmu Kini
Pemilu 2019
Revolusi Museum
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menggugat Sistem Pemilu 2019

Image
Ujang Komarudin

Saatnya Rekonsiliasi

Image
Achmad Fachrudin

Menyikapi Polemik Proses Penghitungan Suara

Image
Aji Dedi Mulawarman

Jangan Percaya Prediksi

Available

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

5 Potret Yane Ardian, Istri Wali Kota Bogor Bima Arya yang Curi Perhatian

Image
Hiburan

10 Potret Nadine Kaiser, Anak Menteri Susi yang Bikin Susah Kedip

Image
News

5 Potret Keseruan Sesi Foto Menteri Susi Pudjiastuti saat Dijepret Darwis Triadi