image
Login / Sign Up

Chatib Basri Sebut The Fed Biang Kerok Goyahnya Rupiah

Ade Miranti

Image

Petugas teller bank Mandiri KCP Jakarta saat menunjukan uang dolar di salah satu kantor cabang Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2019). Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan terhadap rupiah. Posisi rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat di level RP 14.080 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (4/1/2019) yang bergerak di angka Rp 14.225. Penguatan nilai tukar rupiah imbas dari faktor global dan domestik. Faktor global yaitu melemahnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang mitra dagang utama. Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) sempat menyebut penguatan rupiah imbas aliran masuk dana asing seiring lelang surat utang negara (SUN) yang digelar pemerintah pada 3 Januari lalu. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Neraca perdagangan sepanjang 2018, meski masih mengalami defisit sebesar USD8,57 miliar namun tidak mempengaruhi stabilitas rupiah. Padahal, selama ini, banyak ekonom mengira jika neraca perdagangan yang defisit menjadi faktor pelemahan kurs rupiah. Nyatanya faktor tersebut terbantahkan.

Ekonom Chatib Basri punya penjelasan mengenai stabilnya nilai tukar rupiah tersebut. Menurutnya, kurs rupiah akan melemah jika neraca pembayaran secara keseluruhan mengalami defisit. Dengan alasan modal portfolio yang digunakan untuk menutupi defisit dalam current account keluar akibat kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) atau kejutan eksternal lainnya.

“Karena itu, saya katakan sekali lagi, dalam soal nilai tukar, isu utama kita adalah dominasi arus modal portfolio dari luar yang mudah berpindah tempat. Seperti kita tahu arus modal portfolio amat peka kepada gejolak eksternal seperti kebijakan The Fed atau kejutan eksternal lain,” ujar Chatib seperti dikutip pada akun Facebooknya, Kamis (17/1/2019).

baca juga:

Apalagi The Fed tidak seagresif pada tahun lalu membuat keputusan menaikkan suku bunga acuannya. Dia memperkirakan, kurs rupiah bakal goyah bila dibarengi dengan keputusan The Fed menaikkan suku bunganya.

“Saat ini, karena The Fed tampaknya akan “bersabar” dalam menaikkan suku bunga. Maka, walau defiist neraca dagang mencapai rekor terdalam, namun dampak terhadap rupiah ternyata terbatas. Dampak terhadap rupiah akan sigfnikan jika defisit perdagangan ini dikombinasikan dengan keputusan The Fed. Jika The Fed menjadi agresif dalam menaikkan bunga, maka rupiah akan terdampak,” ujarnya.

Chatib juga menyarankan agar pemerintah melakukan financial deepening, perlunya Foreign Direct Investment (investasi langsung luar negeri), sehingga arus modal masuk tak mudah keluar. Juga memperkuat argumen tentang perlunya penerapan reverse tobin tax atau tobin tax. Dan yang paling penting perlunya reformasi di sektor riil, seperti undang-undang ketenagakerjaan, serta iklim investasi.

“Tanpa itu semua maka Indonesia akan terus terperangkap dalam isu stabilitas versus pertumbuhan. Dengan ICOR 6.1, maka untuk tumbuh 6 persen, dibutuhkan rasio investasi/PDB sebesar 36-37 persen, padahal tabungan domestik/PDB 32-33 persen. Artinya dengan pertumbuhaan 6 persen, defisit current account akan menjadi 4 persen,” paparnya.

“Sebaliknya, kalau kita memilih stabilitas dengan fokus pada current account deficit, maka pertumbuhan ekonomi hanya akan tumbuh 5-5,5 persen. Bila kita memilih pertumbuhan ekonomi, maka current account deficit akan naik, akibatnya rupiah melemah. Lalu pasar keuangan terganggu,” jelasnya.[]

 

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Berita Populer 2050 Defisit Migas Bakal Membengkak hingga Keresahan Prabowo Soal Unicorn Bakal Terbukti

Image

Ekonomi

Hingga Januari 2019, Defisit APBN Sentuh Rp45,8 Triliun

Image

Ekonomi

Misbakhun Jelaskan Alasan Target RPJMN 7 Persen Belum Tercapai

Image

Ekonomi

Faisal Basri Minta Mentan Jangan Berkilah Soal Defisit Pangan

Image

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Beragam Karena Kekhawatiran Perundingan Perdagangan

Image

Ekonomi

Perundingan Perang Dagang Buat Emas Semringah

Image

Ekonomi

Kinerja Walmart dan Perundingan Perang Dagang Buat Wall Street Bergairah

Image

Ekonomi

Pertamina: Defisit Migas Tahun 2050 Membengkak 24.398 MMSCFD

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Bengong, Dua Bulan Jelang Pemilu Ekonomi Indonesia Malah Menguat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Sindir Sudirman Said, Menteri Jonan: Kalau Mantan Sebaiknya Ga Usah Komentar

Sebab, Jonan yang pernah menjabat sebagai menteri perhubungan tidak pernah sekalipun berkomentar akan sesuatu hal buruk.

Image
Ekonomi

Menteri Jonan Bantah Jokowi Bertemu dengan Bos Freeport 'Diam-diam'

Pada pertemuan 14 Oktober 2016 silam, justru Jokowi memandatkan tugas perebutan tambang emas Freeport ke tangan Indonesia.

Image
Ekonomi

PMPRI Apresiasi Pemerintah dalam Peningkatan Ekonomi Rakyat

Peningkatan anggaran KUR di tahun 2019 menjadi Rp140 triliun dari yang sebelumnya hanya Rp123 triliun merupakan bentuk keseriusan pemerintah

Image
Ekonomi

Perluas Layanan, UUS Bank Sinarmas Hadir di Banda Aceh

Kantor cabang Bank Sinarmas syariah Banda Aceh ini dibuka terhitung sejak tanggal 11 Februari 2019.

Image
Ekonomi

Bank Danamon Akan Terbitkan Obligasi Hingga Rp3 Triliun, Jika...

Danamon akan menerbitkan surat utang perusahaannya mencapai Rp 2-3 triliun.

Image
Ekonomi

Ratusan Warganya Keracunan, Pemerintah Mongolia Ancam Tutup Bisnis KFC

KFC terancam ditutup oleh pemerintah Mongolia karena 247 warganya melaporkan gejala keracunan.

Image
Ekonomi

Duh! Di 2018 Laba Bank Danamon Hanya Mampu Tumbuh 7 Persen

PT Bank Danamon Indonesia Tbk membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp3,9 triliun pada tahun 2018.

Image
Ekonomi

Janji Kenaikan Gaji Kepala Desa Setara dengan PNS, Tinggal Kenangan?

Jokowi berjanji akan menyetarakan gaji kepala desa dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Dorong Komitmen Perusahaan Jasa Konstruksi Terapkan K3

Untuk meningkatkan jumlah ahli K3 diselenggarakan sertifikasi Ahli K3 yang diikuti oleh tenaga kerja konstruksi level direksi dan manajerial

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Rampungkan Pembangunan 77.326 Unit Rumah

Kementerian PUPR optimis pembangunan rumah akan terus meningkat seiring realisasi Program Satu Juta Rumah di Indonesia.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. 7 Negara yang Rakyatnya Paling Rajin Beribadah, Ada Indonesia!

  2. Di Lapangan Bola, Siapa Berani Menekel Presiden George Weah?

  3. 5 Potret Kedekatan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Cucu, Manis Banget!

  4. 10 Pesona Krisdayanti di Usia 43 Tahun yang Seolah Tak Pernah Menua

  5. Kepada Kyai Ma'ruf Amin, Raffi Ahmad Mengaku Sudah Hijrah

  6. Akun Palsu Serang Pemerintah, Ferdinand: Saya Tidak akan Pernah Mengkritik dengan Kalimat Kasar

  7. JK Jujur Jika Bertolak Belakang Dengan Presiden Jokowi Demi Pembangunan

  8. Kubu Pendukung Prabowo Pertanyakan Pemegang Saham Mayoritas Unicorn

  9. Fahri Hamzah: Orang Ngomong Idiot Aja Dipenjara, Nih Aku Ngomong Sontoloyo!

  10. Survei LSI: Hanya Ada 7 Parpol yang Lolos ke Parlemen

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Bola Panas Logistik Pemilu 2019

Image
Hervin Saputra

Bisakah Kebenaran Mengalahkan Budaya Curiga dalam Kasus Jokdri?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Putaran Kedua: Panggung Milik Siapa?

Available

Wawancara

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Sosok

Image
News

Dari Aktor hingga Politisi, Ini 5 Fakta Perjalanan Karier Rano Karno

Image
News

10 Aksi Susi Pudjiastuti di Atas Perahu, Menantang Laut

Image
News

7 Potret Ketegaran Ani Yudhoyono Jalani Pengobatan Kanker Darah