image pemilu
Login / Sign Up

Kemenkop dan UKM Diharapkan Fokus Lakukan Reformasi Total Koperasi

Andi Syafriadi

Image

Gedung Kementerian Koperasi dan UKM | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Kementerian Koperasi dan UKM diharapkan fokus pada upaya reformasi total koperasi termasuk memperbaiki kelembagaan koperasi yang ada sesuai dengan capaian Kemenkop dan UKM hingga 2018 lalu yang melakukan reformasi total perkoperasian.

"Sejak pemerintahan Jokowi-JK berjalan 4 tahun lalu, capaian kontribusi koperasi PDB naik cukup signifikan dari 1,7 persen menjadi 4,48 persen dari jumlah koperasi sebanyak 152 ribu dan 26 juta angggota sesuai data BPS 2018 lalu. Sementara jumlah pengusaha meningkat hingga 3,39 persen," ujar Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Menurutnya, pencapaian reformasi perkoperasian perlu diapresiasi dan ini pertanda ada perbaikan dalam kualitas koperasi hanya saja masih sangat disayangkan misi reformasi total tentu belum seperti yang diharapkan. Dimana masih ada potensi 80.000 an koperasi yang tinggal papan nama dan ini sebaiknya segera saja dibubarkan.

baca juga:

"Ini perlu dilakukan agar citra koperasi segera dapat dilihat dan masyarakat dapat mengetahui sebetulnya mana yang disebut sebagai sungguh-sungguh koperasi dan atau hanya rentenir berbaju koperasi dan koperasi abal-abal," imbuhnya.

Upaya pembubaran segera ini diperlukan untuk merombak paradigma masyarakat yang selama ini berpandangan minim terhadap koperasi. Menurutnya seharusnya ini jadi titik fokus utama dari Kemenkop dan UKM dan dikerjakan dalam jangka waktu yang singkat.

"Namanya saja rehabilitasi, kalau terlalu lama namanya bukan rehabilitasi lagi. Jadi, nanti kalau sudah tinggal 70.000 an lagi tinggal dipilah mana yang memang perlu direorientasi dan didorong pengembangannya," katanya.

Sementara itu, Kemenkop dan UKM masih banyak menyisakan banyak pekerjaan rumah di tahun 2019 ini diantaranya pembubaran koperasi abal-abal maupun belum selesainya perundang-undangan perkoperasian pasca dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Selain banyak sekali regulasi-regulasi sektoral yang sebetulnya menghambat perkembangan Koperasi seperti perpajakan, terdapat pula banyak regulasi sektoral yang menghambat perkembangan koperasi dan membuat koperasi menjadi kerdil hingga tidak bisa masuk di lintas bisnis modern.

Contohnya UU Rumah Sakit, UU Perpajakan, UU BUMN, UU Perbankkan, UU Penanaman Modal dan bahkan ke tingkat Permen seperti misalnya Permendes tentang BUMDes yang tidak berikan opsi bagi badan hukum koperasi. Upaya untuk pengembangan koperasi juga agak tertinggal, seharusnya Kemenkop dan UKM itu juga sudah masuk ke sektor-sektor strategis seperti misalnya layanan publik dan juga pengembangan koperasi basis teknologi informasi.

Dalam hal pengembangan wirausaha juga perlu dilakukan perombakan total dalam paradigma lantaran saat ini pelaku usaha masih didominasi oleh pengusaha mikro dan gurem. Sehingga pihaknya pun menyarankan agar Kemenkop dan UKM didorong untuk digabung dengan Kemenkop dan BUMN atau diangkat naik menjadi Kementerian Koordinator Ekonomi Rakyat dengan koordinasikan sektor-sektor yang ada. Pasalnya, ini agar sesuai dengan misi kemandirian dan kegotong royongan dan bukan agar ekonomi rakyat tidak terus jadi slogan tapi tindakan nyata.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menegaskan pihaknya tetap fokus terhadap upaya reformasi total koperasi. Meliadi menambahkan, pihaknya telah meluncurkan program reformasi total koperasi meliputi reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan koperasi. Reorientasi dilakukan dengan mengubah paradigma pengembangan koperasi dari kuantitas ke kualitas, sementara rehabilitasi dilakukan dengan mendata dan memperbarui data koperasi melalui Online Data System (ODS).

"Semua kebijakan itu telah mendorong naiknya kontribusi koperasi terhadap PDB dari 3,10 pada 2016 menjadi 4,48 persen pada 2017. Angka itu naik signifikan dibandingkan pada 2014 sebesar 1,71 persen," ujar Meliadi.

Rasio wirausaha di Indonesia pada 2016 juga meningkat menjadi 3,10 persen per populasi penduduk, jika dibandingkan tiga tahun sebelumnya yang hanya 1,65 persen. Pihaknya juga telah menerapkan sejumlah program untuk mendorong perkembangan koperasi dan UMKM diantaranya memangkas suku bunga pinjaman KUR menjadi 7 persen pertahun, selain juga memangkas pajak UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen.

Kebijakan ini diharapkan akan mendorong koperasi dan UMKM agar semakin berkembang usahanya. Kementerian Koperasi dan UKM juga bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain diantaranya Kementerian Keuangan, Kementerian Desa dan PDDT, serta Kemenkominfo.

"Selain itu juga mengembangkan kemitraan dengan tiga perusahaan e-commerce seperti Go-pay, T-cash dan T-money, marketplace, dan Bukalapak. Semuanya bekerja sama untuk meluncurkan kredit Usaha Mikro (UMi). Dengan transformasi digital, bisa dilayani dengan kredit UMI," katanya.

Di sisi lain, Kementerian Koperasi dan UKM telah meluncurkan sistem aplikasi android yang mudah digunakan yakni Kemenkop Center dengan tampilan yang menarik sehingga masyarakat bisa mengunduh aplikasi ini untuk memperoleh informasi terkini dari Kementerian Koperasi dan UKM termasuk jumlah koperasi dan program terbaru kementerian.

"Kami juga menyediakan laporan keuangan mikro Lamikro untuk UKM yang merupakan aplikasi berbasis android dan bisa diunduh secara gratis dari Google Play," pungkasnya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber:

berita terkait

Image

News

TKN Bakal Bongkar Kebohongan Data Prabowo

Image

News

Menag Tak Penuhi Panggilan KPK, Jubir: Kita akan Jadwalkan Ulang

Image

News

Ada Agenda Lain, Menag Batal Diperiksa KPK

Image

Hiburan

Berperan Jadi Petinju, Lukman Sardi Sempat Salah Urat

Image

News

KPK Panggil Menag Lukman Hakim Terkait Kasus Suap Eks Ketum PPP Rommahurmuziy

Image

Ekonomi

Kemenkop Terus Tingkatkan Kinerja dan Kapasitas SDM Pelaku KUMKM

Image

Ekonomi

Dinas Koperasi Bali: KUD Harus Revitalisasi Diri

Image

Ekonomi

FOTO UMKM Manfaatkan Penjualan Produk Lewat Online

Image

News

FOTO Rapat Komisi VIII Pembahasan Penambahan Kuota Haji

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Wall Street Malah Melempem di Tengah Laporan Kinerja Emiten

Wall street turun ketika para pelaku pasar meneliti lebih banyak laporan laba perusahaan-perusahaan emiten dengan hasil beragam.

Image
Ekonomi

KAI Antisipasi Titik Rawan Jelang Arus Mudik Lebaran

jalur yang harus diantisipasi adalah lokasi titik rawan dan langkah apa saja yang harus disiapkan.

Image
Ekonomi

Pemerintah Pakai Isu Nasib Petani Lawan UE Terkait Diskriminasi Sawit?

SPKS menilai pemerintah belum merealisasikan janji untuk menyejahterakan dan memberdayakan petani sawit.

Image
Ekonomi

Diklaim Banyak Masalah, Pasar Bakal Respon Negatif Hasil RUPSLB Antam?

Dua kasus besar di LM Pulo Gadung ini berpotensi mengurangi kepercayaan pelaku pasar.

Image
Ekonomi

Antam Rombak 2 Nama Dewan Komisaris

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merombak susunan manajemen. Dalam RUPST yang digelar hari ini.

Image
Ekonomi

Antam Bagi-bagi Dividen Rp306 Miliar

Antam Bagi-bagi Dividen Rp306 Miliar

Image
Ekonomi

BTN Dorong Kampus Beradaptasi dengan Era Industri 4.0

Dalam menghadapi disruption tersebut, diperlukan sebuah terobosan dalam leadership style dan cara memimpin organisasi.

Image
Ekonomi

Investasi Bakal Buat Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran Membaik

peningkatan investasi guna mengurangi defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

Image
Ekonomi

Ikuti Perkembangan Zaman, Pameran Kerajinan Inacraft Akan Manfaatkan Sistem Online

Inacraft merupakan salah satu pameran kerajinan tertua di Indonesia.

Image
Ekonomi

Garuda Indonesia Utak-atik Direksi dan Komisarisnya

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah merombak beberapa jajaran direksinya.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Prabowo Kembali Deklarasi Kemenangan, Polisi Terjunkan Ribuan Aparat Gabungan

  2. Dipo Latief Beli Perlengkapan Bayi, Nikita Mirzani: Gua Lempar

  3. Ngotot Menang Pilpres, Ini Sumber Data Penghitungan Suara Prabowo-Sandi

  4. Abdillah Toha Heran Liat Tokoh Berakal Sehat Sebut Pemilu Ada Kecurangan

  5. Cerita Kusnandi Lihat Ayahnya Diserang Kelompok Timur di Depan Diskotek Wedea

  6. Boikot Nasi Padang Viral karena Jokowi-Ma'ruf Kalah di Sumbar, Ini Kata Andi Arief dan Yunarto Wijaya

  7. Ajakan Boikot Nasi Padang, Habib Ali Alhinduan: Kalau Kalian Lapar, ke Tol Aja Sana Makan Semen

  8. Tengku Zulkarnain Singgung Pemilu Ada Kecurangan, Warganet: Kompor Lagi...

  9. Tokoh Tionghoa: Komando Sudah Diberikan, Lawan Kecurangan

  10. Sony Sumarsono Meninggal Usai Mempersiapkan Pemilu

Available

fokus

Buruh Nasibmu Kini
Pemilu 2019
Revolusi Museum
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menyikapi Polemik Proses Penghitungan Suara

Image
Aji Dedi Mulawarman

Jangan Percaya Prediksi

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Image
Sunardi Panjaitan

Merawat Indonesia Kita

Available

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

10 Gaya Santai Valencia Tanoesoedibjo yang Tetap Cetar

Image
News

Traveling hingga Goyang Zumba, Ini 7 Potret Santai Dahlan Iskan

Image
News

6 Fakta Sofyan Basir, Dirut PLN yang Kini Jadi Tersangka KPK