image
Login / Sign Up

Hore! Kredit Motor dan Mobil Kini Tak Pakai DP

Dhera Arizona Pratiwi

Image

Ilustrasi - Bursa Motor | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan terbaru terkait uang muka (down payment/DP) pembiayaan kendaraan bermotor (mobil dan motor) pada perusahaan pembiayaan (multifinance). Aturan menyebutkan DP kendaraan bermotor diturunkan menjadi 0 persen dari sebelumnya dipatok paling kecil 5 persen dari harga jual.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang diterbitkan pada 27 Desember 2018 lalu yang dipublikasikan dalam situs resmi OJK pada kemarin, Kamis (10 Januari 2019).

Dikutip Akurat.co, di Jakarta, Jumat (11/1/2019), ketentuan DP 0 persen tersebut dijabarkan pada Pasal 20 Bab IV tentang Uang Muka Pembiayaan Kendaraan Bermotor. DP yang bisa diberikan harus disesuaikan dengan tingkat rasio kredit macet (Non Performing Financing/NPF) perusahaan pembiayaan tersebut.

baca juga:

Beriku kutipan lebih lengkapnya:

(1) Perusahaan Pembiayaan yang memiliki Tingkat Kesehatan Keuangan dengan kondisi minimum sehat dan mempunyai nilai Rasio NPF Neto untuk pembiayaan kendaraan bermotor lebih rendah atau sama dengan 1% (satu persen) dapat menerapkan ketentuan besaran Uang Muka Pembiayaan Kendaraan Bermotor kepada Debitur sebagai berikut:
a. bagi kendaraan bermotor roda dua atau tiga, paling rendah 0% (nol persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan;
b. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Investasi, paling rendah 0% (nol persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan; atau
c. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Multiguna, paling rendah 0% (nol persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan.

(2) Perusahaan Pembiayaan yang memiliki Tingkat Kesehatan Keuangan dengan kondisi minimum sehat dan mempunyai nilai Rasio NPF Neto untuk pembiayaan
kendaraan bermotor lebih tinggi dari 1% (satu persen) dan lebih rendah atau sama dengan 3% (tiga persen) wajib menerapkan ketentuan besaran Uang Muka Pembiayaan Kendaraan Bermotor kepada Debitur sebagai berikut:
a. bagi kendaraan bermotor roda dua atau tiga, paling rendah 10% (sepuluh persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan;
b. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Investasi, paling rendah 10% (sepuluh persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan; atau
c. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Multiguna, paling rendah 10% (sepuluh persen) dari harga jual kendaraan yang yang bersangkutan.

(3) Perusahaan Pembiayaan yang memiliki Tingkat Kesehatan Keuangan dengan kondisi minimum sehat dan mempunyai nilai Rasio NPF Neto untuk pembiayaan
kendaraan bermotor lebih tinggi dari 3% (tiga persen) dan lebih rendah atau sama dengan 5% (lima persen) wajib menerapkan ketentuan besaran Uang Muka Pembiayaan Kendaraan Bermotor kepada Debitur sebagai berikut:
a. bagi kendaraan bermotor roda dua atau tiga, paling rendah 15% (lima belas persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan;
b. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Investasi, paling rendah 15% (lima belas persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan; atau
c. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Multiguna, paling rendah 15% (lima belas persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan.

(4) Perusahaan Pembiayaan yang tidak memenuhi Tingkat Kesehatan Keuangan dengan kondisi minimum sehat dan mempunyai nilai Rasio NPF Neto untuk pembiayaan kendaraan bermotor lebih rendah atau sama dengan 5% (lima persen) wajib menerapkan ketentuan besaran Uang Muka Pembiayaan Kendaraan Bermotor kepada Debitur sebagai berikut:
a. bagi kendaraan bermotor roda dua atau tiga, paling rendah 15% (lima belas persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan;
b. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Investasi, paling rendah 15% (lima belas persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan; atau
c. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Multiguna paling rendah 20% (dua puluh persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan.

(5) Perusahaan Pembiayaan yang mempunyai nilai Rasio NPF Neto untuk pembiayaan kendaraan bermotor lebih tinggi dari 5% (lima persen) wajib menerapkan ketentuan besaran Uang Muka Pembiayaan Kendaraan Bermotor kepada Debitur sebagai berikut:
a. bagi kendaraan bermotor roda dua atau tiga, paling rendah 20% (dua puluh persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan;
b. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Investasi, paling rendah 20% (dua puluh persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan; atau
c. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Multiguna, paling rendah 25% (dua puluh lima persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan.

(6) Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Investasi harus memenuhi kriteria paling sedikit sebagai berikut:
a. merupakan kendaraan angkutan orang atau barang yang memiliki izin yang diterbitkan oleh pihak berwenang untuk melakukan kegiatan usaha tertentu; atau
b. diajukan oleh orang perseorangan atau badan hukum yang memiliki izin usaha tertentu dari pihak berwenang dan digunakan untuk kegiatan usaha yang relevan dengan izin usaha yang dimiliki. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Pemilu 2019

Gandeng Partai Koalisi, PDIP Targetkan Kursi DPR di Jakarta Bertambah

Image

News

Polisi Tetapkan Pemilik Kapal Motor yang Karam di Kapuas sebagai Tersangka

Image

Iptek

Gandeng Panasonic, Toyota Kembangkan Baterai Mobil Listrik

Image

News

Kapal Motor di Kapuas Karam, SAR Kirim 2 Tim Lakukan Pencarian

Image

News

Polda Metro Jaya Buru Dua Buronan Kasus Narkoba dengan Modus Abon Lele dan Teri Medan

Image

News

Kapal Motor di Kapuas Karam, 12 Orang Hilang

Image

News

Kelebihan Muatan, Kapal Motor di Kapuas Karam

Image

News

Fraksi PKS: Jalan Berbayar Bukan Solusi Kemacetan di DKI Jakarta

Image

News

DPRD Minta Pemprov DKI Gandeng Perusahaan Berpengalaman Terkait Pengadaan ERP

komentar

Image

1 komentar

Image
demo satria

wah jalanan bisa tambah macet ni kalo kredit ga pake dp

terkini

Image
Ekonomi

Food Street Patriot Candrabhaga, Manjakan Pengunjung Dengan Spot Instagram dan Alunan Musik

Ada kebutuhan untuk tempat-tempat wisata baru yang layak untuk dijadikan foto instagram sekaligus menikmati beragam kuliner.

Image
Ekonomi

Pemberlakuan Tarif Tiga Ruas Tol Jateng Dibarengi Diskon

diskon tarif tol dikenakan pada cluster yang terdapat ruas jalan tol baru

Image
Ekonomi

Kejar Target Ekspor USD3 Miliar, Pengusaha Industri Mebel dan Kerajinan Akan Gelar Ajang Ini

HIMKI sendiri terus mendorong anggotanya untuk terus menggenjot ekspor produk-produk unggulan mereka.

Image
Ekonomi

Bos BreadTalk, Pribadi Pemalu yang Pernah Jadi Sersan Mayor

Sebelum menjadi pengusaha sukses, George Quek mempunyai latar belakang yang sederhana.

Image
Ekonomi

AS Pertimbangkan Sanksi Terhadap Produsen Minyak Terbesar Venezuela

AS sedang mempertimbangkan sanksi terhadap ekspor minyak mentah Venezuela.

Image
Ekonomi

Gairahkan UMKM, Teh Pucuk Harum Gandeng Pemkot Bekasi Gelar Festival Kuliner

Seiring banyaknya pelaku usaha khususnya penjual makanan di Kota Bekasi, akhir-akhir ini muncul pula permasalahan.

Image
Ekonomi

TKA Asal Tiongkok Operasikan Pembangkit Listrik Perusahaan Semen

Semua izin kerja karyawan kontraktor tersebut adalah sepenuhnya tanggung jawab dari PT Shandong Licun Power Plant sesuai ketentuan hukum.

Image
Ekonomi

IHSG Berakhir Menguat, Kapitalisasi BEI Mencuat

Data rata-rata perdagangan harian juga ditutup positif pada pekan ini.

Image
Ekonomi

Gapki Gandeng PVMA Perkuat Pangsa Pasar Kelapa Sawit di Pakistan

Isu kesehatan yang mencuat di Pakistan sejak dua tahun terakhir karena langkah kebijakan "Punjab Food Authority (PFA).

Image
Ekonomi

Menko Darmin Sebut Bandara NYIA Beri Manfaat Bagi Masyarakat Sekitar

Menko Darmin : Bandara NYIA beri manfaat bagi masyarakat sekitar.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Wali Kota Cirebon Nasrudin Aziz Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019

  2. Ricuh di Tanah Abang, Pengamat: PKL Berani Serang karena Tahu Kelemahan Satpol PP

  3. Habiburokhman: Jangan Ada Pihak-pihak yang Mempolitisasi Pembebasan

  4. Doa Dedeh Sebelum Ketemu Jokowi: Lihat TV, Yakinkanlah Ya Allah, Pertemukan dengan Presiden

  5. Tuai Banyak Cibiran, Foto Liburan Syahrini Ini Diduga Editan

  6. PDIP Minta Publik Beri Ahok Kesempatan Nikmati Urusan Pribadinya

  7. Ini Dia, Sejumlah Vitamin yang Bisa Cegah Jerawat Meradang

  8. Giggs: Saya Tidak Terkejut Apa yang Solskjaer Lakukan

  9. Pemerintah Tawarkan Rumah Subsidi Seharga Rp130 Juta Bagi Tukang Cukur

  10. Pengaruh Erick Thohir, Milenial Lebih Banyak Memilih Jokowi-Ma'ruf

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat