image
Login / Sign Up

Dari Keripik Tempe, Mama Tina Raup Omzet Puluhan Juta per Hari

Andi Syafriadi

Image

Kripik Tempe Mama Tina |

AKURAT.CO Pembuat Tempe asal kebayoran Baru, Jakarta Selatan, meraup rezeki dengan membuat Kripik Tempe yang dilabeli dengan merek Mama Tina. Diketahui, Kripik tempe Mama Tina sudah lama diproduksi sejak tahun 2011 oleh Martina, atau yang biasa dipanggil Mama Tina, bersama dengan Suaminya, Pak Abdullah.

Ide memproduksi keripik tempe tersebut diawali ketika Martina beserta Suaminya merasakan penjualan tempe segar, yang diproduksi setiap harinya, kurang laku di pasaran. Biasanya Martina dan Abdullah memproduksi tempe mentah dengan jumlah kedelai yang diolah, per hari menghasilkan sampai dengan 100 Kg, ternyata ada sisa 30 Kg tempe yang tidak laku.

Sehari-harinya Abdulah berjualan tempe segar di Pasar Santa, Kebayoran Baru, namun sayangnya, usaha yang telah dirintis sejak tahun 1990an tersebut terkendala karena ada pengalihan arus untuk pejalan kaki. Meskipun lokasi Pasar Santa terbilang cukup strategis, namun karena pengaturan ini ternyata berpengaruh banyak pada menurunnya jumlah pengunjung di Pasar tersebut.

baca juga:

Martina merasa kecewa dan semakin hari semakin tidak yakin dengan usaha yang dijalani oleh suaminya, dimana setiap harinya Abdulah banyak membawa pulang tempe yang tidak laku.

Kala itu Ibu dari 4 orang anak ini merasa letih karena hasil penjualan tempe yang dijual oleh Pak Abdulah dirasa kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga ditambah sekolah anak-anak.

 "Saya sudah pesimis, dan sudah malas mau usaha tempe. Tiap hari produksi, tiap hari banyak yang dibawa pulang, mau rugi terus berapa banyak dan berapa lama lagi," ujar Martina (Mama Tina), saat di interview soal ini oleh tim Akurat.co, Selasa (8/1/2019).

Namun ketika harapan mulai pupus, Martina dan Pak Abdullah mendapat telepon dari keponakannnya yang ternyata juga membuka usaha tempe di Magelang.

"Bu'Le (Bibi), coba bikin tempe yang di tipisin, jadi Bu'le beli aja kacang sekilo habis itu ditepung sama disaguin lalu di goreng setelah itu dikemas," ujar Mama Tina seraya mengingat masa lalu ketika Keponakannya menelpon.

Martina menambahkan, dia selalu terus mencoba agar mendapat kripik tempe yang standar ketebalan, tingkat kematangan dan rasanya pas. Awalnya dalam uji coba pembuatan kripik tempe Martina mencoba menge-tes rasa ke teman dan Saudara, sampai akhirnya pas dan dapat berlanjut ke tahap selanjutnya.

Sejurus dengan semakin bertambahnya minat konsumen terhadap produk olahan tempe ini, Abdulah bersama keluarga pun akhirnya berembug dan memutuskan untuk memberi nama produk kripik tempe ini dengan nama “Mama Tina” yang diambil dari Nama istri Pak Abdulah, Martina.

Pada akhirnya hingga tahun 2018 lalu penjualan dari produk kripik tempe mama Tina semakin meningkat omzetnya. Martina menyebutkan sehari saja bisa sekitar 60 kilo pengiriman. "Alhamdulillah, sampai saat ini pengiriman kripik tempe ini bisa mencapai 60 kilo," ujar Martina.

Per bungkus keripik tempe adalah 200-250 gram, sehingga bila terjadi pengiriman sebanyak 60 kilogram per hari maka ada ratusan bungkus yang terjual ke masyarakat. Omzetnya pun bila dihitung sudah mencapai puluhan juta per hari.

Martina juga menyebutkan, Ia tak khawatir apabila resepnya di contoh orang lain. Pasalnya yakin kalau rezeki dari-Nya sudah diberikan masing-masing. Sehingga sampai saat ini dia bersama usahanya masih tetap eksis dan tetap bersaing dengan produk-produk makanan yang lain.

Sebagai Informasi, Kripik tempe mama Tina ini dijual per bungkus seharga Rp.15.000 (Harga Normal dari Martina langsung) dengan 4 varian rasa berbeda, ada yang Balado, Original, BBQ dan Sapi Panggang. Kripik Tempe Mama Tina ini juga dipasarkan di platform E-Commerce (Bukalapak, Tokopedia dll) dengan kisaran Harga 15 hingga 20 ribuan. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

Iptek

Bukalapak Dorong Pelaku UKM di Kepulauan Bangka Belitung untuk Go Digital

Image

Iptek

Rumah Sahabat Desa, Celah Bisnis Penghubung Kota dan Desa

Image

Ekonomi

Tenang, BRIsyariah Siap Bantu Pensiunan ASN Yang Ingin Wirausaha

Image

Olahraga

Juventus 0-0 AC Milan

Babak I: Juventus Kesulitan Tembus Gawang Milan

Image

Ekonomi

Kebijakan Energi Nasional Minim Infrastruktur

Image

Ekonomi

Pemanfaatan Gas Bumi Dalam Negeri Belum Maksimal

Image

Olahraga

Final Supercoppa Italia 2018-2019

Lawan Milan di Final, Marchisio Minta Juventus Waspada

Image

Ekonomi

Sejarah Berdirinya Hero Supermarket di Indonesia

Image

Ekonomi

Si Umang Tawarkan Jajanan Mie Lidi-lidian Khas Anak 90an

komentar

Image

2 komentar

Image
Resta Apriatami

mesti dicoba nih

Image
Gethya SN

Wahh pasti enak banget nih rasanya sampe2 banyak yang beli..

terkini

Image
Ekonomi

Menkeu dan Menkominfo Uji Coba Proyek KPBU Palapa Ring Tengah

Tes sinyal Palapa Ring Tengah ini di lakukan di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Image
Ekonomi

Rumah Sakit Kemitraan NU dan Lippo di Magelang Resmi Beroperasi

RSU NU-Lippo ini memang untuk memberdayakan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Image
Ekonomi

Jelang Debat Pilpres Ke-2: Isu Pangan akan Memanas, Ekonom Ingatkan Kedua Paslon Capres Berhati-Hati Semasa Populisme Kampanye

Image
Ekonomi

Bupati Lamandau Layangkan Surat Cinta ke Dubes Malaysia Soal Tunggakan Koperasi

Tunggakan itu kan menyangkut hajat hidup ribuan masyarakat tergabung di sembilan koperasi.

Image
Ekonomi

Jokowi Kunjungi Rusun Pondok Pesantren Darul Arqam, Santri: Saya Pikir Ini Seperti Hotel

Image
Ekonomi

Pemerintah Sediakan 100.970 Listrik Rumah Tangga di Jawa Barat

Pemberian sertifikat sambungan listrik gratis kepada 30.937 rumah tangga tidak mampu di Kabupaten Garut.

Image
Ekonomi

Soal Utang, Anggota BPK Achsanul Sayangkan BUMN Tidak Memiliki Investment Company yang Kuat

Image
Ekonomi

Gun Romli Sindir Prabowo Soal Gaji Gubernur Disangkutpautkan dengan Luas Wilayah: Haiti-Haiti Jangan Bohong Terus

Image
Ekonomi

Sambut Debat Pilpres ke-2, Ini Harapan Pengamat Energi

Persoalan terkait ketahanan energi nasional bisa diselesaikan.

Image
Ekonomi

KEK Singosari Diharapkan Dorong Perekonomian Malang Raya

Rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari diharapkan mampu mendorong perekonomian wilayah Malang Raya.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Puji Jawaban Joko Widodo di Debat Pilpres 2019, Tompi Matikan Kolom Komentar

  2. Kehidupan Baru Rahaf al-Qunun, Wanita Arab Saudi yang Kabur dari Keluarga

  3. Dibebaskan Jokowi, Abu Bakar Ba'asyir Pilih Habiskan Waktu Bersama Keluarga

  4. Masuk ke Mesin Daur Ulang Plastik, Hanya Bagian Kaki yang Tersisa dari Pria Ini

  5. Media Australia: Debat Calon Presiden Indonesia seperti Robot

  6. Debat Pilpres Perdana Usai, Nafa Urbach Ingatkan Masyarakat Tetap Damai

  7. BPJS Kesehatan : Banyak Masyarakat Indonesia Hanya Mampu Bayar Iuran Kelas Tiga

  8. Lupa Copot Plat Nomor Korban Sebabkan Dua Pelaku Pencurian Ditangkap Polisi

  9. Marak Ritel Terpuruk, IKEA Tawarkan Promo Produk Hingga 70 Persen

  10. Prabowo Ingin Naikkan Tax Ratio Untuk Gaji ASN, Ini Kata Pengamat

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat