image
Login / Sign Up

Dolar AS Masih Belum Bergairah karena Kebijakan The Fed

Anggi Dwifiani

Image

Petugas teller bank Mandiri KCP Jakarta saat menunjukan uang dolar di salah satu kantor cabang Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2019). Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan terhadap rupiah. Posisi rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat di level Rp 14.080 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (4/1/2019) yang bergerak di angka Rp 14.225. Penguatan nilai tukar rupiah imbas dari faktor global dan domestik. Faktor global yaitu melemahnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang mitra dagang utama. Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) sempat menyebut penguatan rupiah imbas aliran masuk dana asing seiring lelang surat utang negara (SUN) yang digelar pemerintah pada 3 Januari lalu. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa pagi WIB (8/1/2019) masih belum bergairah.

Hal ini karena investor mata uang berspekulasi bahwa kenaikan suku bunga akan melambat tahun ini setelah pernyataan "dovish" ketua Federal Reserve AS minggu lalu.

Pasar valuta asing global menjalani hari pertama minggu ini dengan perdagangan yang tidak menentu, karena kenaikan suku bunga lebih sedikit di tahun ini akan menyebabkan lebih banyak uang panas atau "hot money" mengalir di pasar, seperti lansiran dari Xinhua.

baca juga:

Ini akan memangkas keunggulan komparatif greenback terhadap mata uang utama lainnya, terutama yang memiliki fungsi sebagai mata uang "safe haven" seperti franc Swiss. Dolar AS kehilangan 0,7 persen terhadap franc Swiss pada Senin (7/1/2019).

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada Jumat (4/1) bahwa "tidak ada jalur yang telah ditentukan" untuk kenaikan suku bunga serta The Fed akan bersabar dan mengawasi suara-suara pasar keuangan.

"Seperti biasa, tidak ada jalur yang ditetapkan untuk kebijakan," kata Powell, bersama dengan pendahulunya Janet Yellen dan Ben Bernanke pada pertemuan tahunan American Economic Association di Atlanta pada Jumat (4/1/2019).

"Dan khususnya dengan angka inflasi yang diredam itu telah kita lihat, kita akan bersabar ketika kita memantau untuk melihat bagaimana ekonomi berkembang," kata Powell.

Dia menambahkan bahwa bank sentral AS tidak akan ragu untuk menyesuaikan rencana pengurangan neraca, jika itu menyebabkan masalah di pasar. Itu berarti mengubah program pembelian obligasi besar-besaran yang awalnya dilaksanakan pada akhir 2008 untuk menyelamatkan sistem keuangan AS yang jatuh.

Naiknya harga minyak juga mengangkat beberapa mata uang terkait komoditas, karena minyak mentah AS dan minyak mentah Brent memperpanjang kenaikan mereka. Dolar Australia memperpanjang kenaikan hampir 0,4 persen terhadap greenback.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,54 persen menjadi 95,6675 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1478 dolar AS dari 1,1398 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2769 dolar AS dari 1,2740 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7142 dolar AS dari 0,7116 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,60 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,52 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9794 franc Swiss dari 0,9864 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3296 dolar Kanada dari 1,3394 dolar Kanada.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Bupati Nunukan Sambut Baik Rencana Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Image

Ekonomi

Perang Dagang

China Peringatkan AS Tak Tambahkan Tarif Bulan Depan

Image

Ekonomi

Pemerintah Perlu Berikan Insentif untuk Mendorong Kreativitas Pelaku Ekonomi di Era Industri 4.0

Image

News

Berhubungan Seksual di Hutan, 1 Wanita dan 5 Pria Lansia AS Ini Diseret Kepolisian

Image

News

Polri Selidiki Pelontar Kata Umpatan Berbau Rasisme kepada Mahasiswa Papua

Image

Hiburan

Dikawal Ketat, RAN Sempat Takut Manggung di Istana Presiden

Image

News

Polri Dalami Peran Korlap Aksi Massa Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Image

Iptek

SAFEnet Protes Langkah Kominfo Blokir Akses Internet di Papua

Image

Ekonomi

Kebijakan Fed dan BI Soal Suku Bunga Buat Rupiah Bersorak

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pembangunan Underpass Bandara NYIA Capai 74,3 Persen

Hingga pertengahan Agustus 2019, progres konstruksi underpass sepanjang 1,3 km yang dibangun di bawah bandara tersebut mencapai 74,3 persen.

Image
Ekonomi

Australia Kebanjiran Pengungsi 'Kaya' dari Hongkong

Australia melihat ada minat tinggi dalam program visa khusus millionaire dari penduduk kaya Hong Kong

Image
Ekonomi

Kemarau Panjang, Perry Optimis Inflasi Tepat Sasaran Hingga Akhir Tahun

Inflasi hingga akhir tahun 2019 tetep dalam sasaran yakni titik tengah di bawah 3,5 persen.

Image
Ekonomi

Pengusaha Bakal Rugi Rp50 Triliun Jika Pemerintah Kekeuh Segerakan Larangan Ekspor Bijih Nikel

Hal itu berpengaruh terhadap progres pembangunan fasilitas smelter dan dipastikan akan menjadi mangrak.

Image
Ekonomi

FKSPI Sebut Pengawas Intern Mampu Dukung Pencegahan Korupsi di BUMN

FKSPI dukung upaya pencegahan berbagai bentuk tindak pidana korupsi di lingkungan BUMN dengan mengembangkan whistleblowing system.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

China Peringatkan AS Tak Tambahkan Tarif Bulan Depan

Kementerian Perdagangan China memperingatkan Amerika Serikat agar tidak meningkatkan perang perdagangan lebih lanjut.

Image
Ekonomi

Gelar Pertemuan Bilateral, Menko Luhut Tawarkan Peralatan Militer Hingga Sawit

Kedua pemimpin juga berbagi pengalaman dalam menghadapi diskriminasi sawit dari Uni Eropa.

Image
Ekonomi

Pemerintah Perlu Berikan Insentif untuk Mendorong Kreativitas Pelaku Ekonomi di Era Industri 4.0

Pemerintah dinilai perlu mendorong kreativitas pelaku ekonomi agar menghasilkan produk yang bersaing

Image
Ekonomi

BlueScope Gandeng Yayasan Nurani Dunia Bangun Kampung Ilmu di Purwakarta

Tak hanya membangun gedung-gedung sekolah, beragam infrastruktur desa juga dibangun dan melibatkan warga di Tegalwaru Purwakarta.

Image
Ekonomi

Pengamat: Kaltim Penuhi Semua Aspek Jadi Ibu Kota Baru Indonesia

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan pemerintah salah satunya soal pengamanan tanah bahwa yang akan digunakan untuk ibu kota baru.

Available
Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Perlukah UAS Minta Maaf? Ini Dua Pandangan Berbeda Yunarto dan Budiman Sudjatmiko

  2. Hubungi Wagub Papua Barat, Sandiaga Uno Tawarkan Bantuan

  3. Juru Masak Dembele Sebut Kehidupan Sang Pemain "Gila"

  4. Indahnya Toleransi, Nenek Muslim Ini Hadiri Pentahbisan Cucunya Sebagai Pendeta

  5. Kemenkominfo Blokir Internet di Papua, Kecurigaan Aparat Bertindak Represif Akan Semakin Besar

  6. Timnas U-23 Uji Coba Lawan China, Yordania, dan Arab Saudi

  7. Ronaldo: Zaman Sekarang, Pemain Termahal Tak Perlu Skill Luar Biasa

  8. Makin Seksi, 10 Pemotretan Aurel Hermansyah Di Bali Bikin Panas Dingin

  9. Punya Duit Rp2 Jutaan, Dua Smartphone Ini Paling Worthed Dibeli

  10. 5 Negara Paling Doyan Makan Mi Instan, Indonesia Jadi Runner Up

Available

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Available

kolom

Image
Andre

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Adek Berry, Memahami Kehidupan saat di Daerah Konflik

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Sosok

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya