image
Login / Sign Up
Image

Awalil Rizky

Anggota Pokja Kesinambungan Fiskal Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat akan mengikuti Rapat Panja Badan Anggaran di ruang Bangar, Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10/2018). Rapat lanjutan panja ini membahas dana transfer ke daerah dan dana desa dalam RUU APBN TA 2019. Dalam rancangannya Dana Kelurahan yang hendak digelontorkan pemerintah mulai 2019 ternyata bukan murni program baru. Perintah memberikan dana khusus untuk kelurahan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini penerimaan negara akan melampaui target APBN 2018, yaitu sekitar Rp 1.936 triliun berbanding Rp1.894 triliun. Diklaim sebagai pertama kalinya penerimaan negara melebihi target APBN. Pernyataan tanggal 5 Desember lalu itu bahkan sudah merevisi prakiraan Pemerintah sendiri bulan sebelumnya (dalam APBN Kita edisi Nopember) yang masih Rp1.903 triliun.

Untuk menilai apakah hal tersebut merupakan suatu prestasi dari kinerja Pemerintah, maka perlu diperiksa dan dicermati beberapa hal dan rincian. Diantaranya yang akan dibahas berikut.

Pertama, Pelampauan target APBN bukan yang pertama kalinya. Pada tahun 2008, realisasi Pendapatan Negara jauh melampaui APBN, yaitu Rp982 triliun berbanding Rp781 triliun atau sebesar 125,62%. Sedangkan tahun 2018 hanya sebesar 102,18%. Pada tahun 2018 tak ada APBNP, sementara tahun 2008 bahkan lebih tinggi dibanding APBNP 2008 sebesar 109,68%.

baca juga:

Kedua, rincian dari perolehan pendapatan tersebut. Ternyata yang jauh melampaui target adalah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diprakirakan mencapai Rp349,2 triliun berbanding target yang sebesar Rp275,4 triliun. Sedangkan penerimaan perpajakan tak akan mencapai 100% dari target Rp1.618,1 triliun. Penyebab kenaikan PNBP bisa dikatakan tak berhubungan dengan prestasi atau kinerja pemerintah, melainkan karena faktor eksternal yang kebetulan menguntungkan dalam konteks ini.

PNBP yang melampaui target terutama disebabkan oleh: Harga minyak (ICP), harga batubara acuan (HBA), dan kurs rupiah. Asumsi ICP dalam APBN sebesar USD48 per barel, sedangkan realisasi hingga Oktober telah mencapai USD69,18. HBA rata-rata tahun 2018 hingga Oktober mencapai USD99,72 per ton, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang USD84,22 per ton. Realisasi kurs hingga Oktober di kisaran Rp14.250 dan akan sekitar Rp14.400 hingga akhir tahun, berbanding asumsi APBN sebesar Rp13.400.

Ketiga, fenomena pelemahan rupiah yang berdampak signifikan. Realisasi kurs rupiah amat jauh dari asumsi dalam APBN. Nota Keuangan APBN 2018 (halaman III.2-3) merinci tentang prakiraan perhitungan risiko akan hal ini. Tiap pelemahan Rp100 dari asumsi, pendapatan negara akan bertambah sekitar Rp3,8 sampai dengan Rp5,1 triliun. Dampaknya terhadap surplus atau defisit memang hanya sekitar Rp1,5 – Rp1,6 triliun, karena dampak kenaikan pada belanja. Dalam konteks klaim di atas, maka pelemahan rupiah menambah pendapatan sekitar Rp38 – Rp51 triliun. Dengan demikian, prakiraan realisasi seluruh pendapatan 2018 yang melampaui target sebesar Rp41 triliun dapat saja dikatakan hanya karena hal ini.  

Keempat, perkembangan kinerja pendapatan secara keseluruhan pada era pemerintahan Jokowi. Pendapatan Negara memang cenderung meningkat selama era tahun 2004 - 2018, hanya sempat turun sedikit pada tahun 2009 dan 2015. Laju kenaikan pendapatan tiap tahunnya berfluktuasi. Dalam era Jokowi bahkan sempat turun pada tahun 2015, dan hanya naik sedikit pada tahun 2016. Peningkatan laju kenaikan signifikan terjadi pada tahun 2017 dan tahun 2018. Namun, perlu dicatat bahwa rata-rata kenaikan per tahun dalam era 2005 – 2009 adalah sebesar 17.56%, dan pada era 2010 – 2014 sebesar 12.94%. Sedangkan pada era pemerintahan Jokowi yang telah direalisasi, tahun 2015 – 2018 hanya sebesar 5,93% per tahun, atau jauh lebih rendah.

Kelima, penerimaan perpajakan memang mengalami peningkatan pada era Jokowi, namun dengan laju yang lebih lambat dibanding era sebelumnya. Selama era 2015 – 2018, kenaikan penerimaan perpajakan rata-rata sebesar 7.89% per tahun. Sedangkan pada era 2005 – 2009 sebesar 17.97% per tahun, dan era 2010 – 2014 sebesar 13.21% per tahun. 

Keenam, pertumbuhan penerimaan perpajakan bukan lah prestasi. Lajunya sedikit dibawah atau hanya setara laju PDB menurut harga berlaku, sehingga tax ratioturun pada tahun 2015 dan 2016, dan hanya sedikit membaik pada tahun 2017 dan 2018. Akan tetapi tetap masih di bawah tahun 2014. Tax ratio dalam arti luas, yang memasukkan penerimaan SDA tahun 2018 akan sekitar 12,20%, sedangkan tahun 2014 sebesar 13,70%. Tax ratio dalam arti sempit, yang hanya menghitung penerimaan perpajakan, tahun 2018 sekitar 11,09%, sedangkan tahun 2014 sebesar 11,36%.

Penjelasan di atas menunjukkan kinerja pemerintahan Jokowi dalam pendapatan negara tidak cukup baik, dan justeru lebih buruk dibanding sebelumnya. Pada tahun 2018 memang terjadi perbaikan, namun disertai berbagai catatan kritis, yang bahkan mengindikasikan buruknya perencanaan pemerintah pada banyak aspek APBN. Misalnya, tambahan posisi utang yang juga jauh melampaui target.[]

(Tulisan ini disadur dari awalilrizky.blogspot.com dengan seizin penulis)

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Akrobat Politik Cak Imin

Image

News

Rektor Asing dan Mental Inlander

Image

News

Kolom

Megawati Centris dan Tantangan PDI-P

Image

News

Kolom

Pemindahan Ibukota: Perspektif Lain

Image

News

Kolom

Keharusan Perombakan Kepemimpinan PPP

Image

News

Kolom

Variable Aneh di Pertemuan Elit

Image

News

Kolom

Format Baru Munas Golkar

Image

News

Kolom

Tafsir Pertemuan Megawati-Prabowo

Image

News

Kolom

Evaluasi Kinerja Partai Politik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Hadapi Musim Kemarau, Kementan Pacu Pengembangan Varietas Cabai Unggul

Kementan terus melakukan berbagai upaya untuk mengamankan pasokan cabai terlebih saat musim kemarau.

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

Kemenperin Klaim Fokus Kembangkan SDM Industri Unggul

Pembangunan SDM sebagai kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia dimasa depan.

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

Meriahkan Hari Kemerdekaan, The Sultan Hotel Gelar Fashion Show Batik

The Sultan Hotel & Residence Jakarta menggelar sebuah agenda pegelaran Fashion show batik dan promosi makanan khas rasa lokal.

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

Tak Mau Kalah, Gojek Dan Mitranya Turut Rayakan Kemerdekaan

Jutaan mitra yang memanfaatkan teknologi untuk hidup lebih baik merupakan elemen penting penggerak ekonomi digital.

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

MIND ID Jadi Identitas Baru Holding BUMN Tambang

Mind ID Identitas baru ini merupakan hadiah persembahan untuk Indonesia yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

Ini Dia 7 Pahlawan Ekonomi Indonesia

Berikut ini Pahlawan di bidang ekonomi yang dikutip dari berbagai sumber

Image
Ekonomi

Ekowisata Mangrove Bantu Perekonomian Masyarakat Pasir Putih

Keberhasilan ini mendorong perusahaan untuk melakukan replikasi di Desa Pasir Putih Karawang.

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

Ancaman Perang Dagang Dan Resesi Ekonomi Hantui Perekonomian Tanah Air

Resesi ekonomi global sangat terasa di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang cenderung stagnan.

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

Pedagang Burger Ketiban Rejeki Saat Lomba 17-an

Penjual burger telur kebanjiran pembeli karena berjualan di dekat perlombaan RW.004 Pasar Anyar Kelurahan Tangerang, Kota Tangerang saat har

Image
Ekonomi
HUT Ke-74 RI

Arti Merdeka Bagi Guru Honorer, Cerdas Muridnya Sejahtera Gurunya

Presiden menyatakan anggaran pendidikan tahun 2020 dialokasikan mencapai Rp 505, 8 triliun naik dari tahun 2019 yang hanya Rp492,5 triliun.

Available
Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Jokowi Keluarkan Ponsel saat Pidato, Istana: Itu Gimmick Presiden untuk Sampaikan Substansi

  2. Kenakan Kebaya, 5 Potret Menawan Istri Pejabat Dampingi Suami di Sidang Tahunan MPR

  3. Potret Keren Susi Pudjiastuti dan Srikandi Indonesia Saat Hadiri Sidang Tahunan MPR RI

  4. Foto Anak Pelajar Tolong Polisi Cianjur yang Terbakar Viral

  5. Babak I: Timnas Indonesia Ketinggalan Empat Gol dari Myanmar

  6. Ini Rentetan Usaha Umar Kei dan Silsilahnya Bersama Jhon Kei

  7. Mahfud MD Sebut Indonesia Bisa Bubar Tahun 2030

  8. Din Syamsuddin: Indonesia saat Ini Menyimpang dari Cita-cita Pendiri Bangsa

  9. Indonesia U-16 Menang Tipis atas Montenegro di Myanmar

  10. Di Hadapan MPR, DPR, DPD, Jokowi Pamer: Saya Yang Pimpin Lompatan Kemajuan!

Available

fokus

HUT Ke-74 RI
Ekonomi Indonesia, Merdeka?
Kemarau Dahsyat
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Merdeka atau Mati

Image
Achmad Fachrudin

Akrobat Politik Cak Imin

Image
Girindra Sandino

Pesan Pidato Politik Megawati, Fragile Coalition dan Loyalitas Jokowi Terhadap PDIP

Image
Girindra Sandino

Keterlibatan ASN dalam Pilkada Jangan Dianggap Sepele Bung!

Available

Wawancara

Image
Iptek

Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia

Image
Iptek

GIIAS 2019

Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Sosok

Image
News

Diduga Korupsi, 7 Fakta Sepak Terjang Karier Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Image
News

Potret Keren Susi Pudjiastuti dan Srikandi Indonesia Saat Hadiri Sidang Tahunan MPR RI

Image
News

Kenakan Kebaya, 5 Potret Menawan Istri Pejabat Dampingi Suami di Sidang Tahunan MPR