image
Login / Sign Up

Arsitektur Bangunan Tanggap Bencana Adopsi Budaya Lokal

Dhera Arizona Pratiwi

Image

Melihat lebih dalam untuk mempelajari cara hidup Suku Baduy Dalam | AKURAT.CO/Aji Nurmansyah

AKURAT.CO Arsitektur yang tanggap bencana dapat dilakukan dengan mengadopsi dan memelihara kearifan budaya lokal. Adapun contohnya seperti rumah tradisional berbahan kayu yang cocok untuk wilayah rawan gempa.

"Kalau kita mau belajar yang paling banyak yang sudah dilakukan oleh masyarakat kita adalah rumah-rumah tradisional. Sering kali rumah tradisional atau rumah adat itu dia berada pada posisi yang lebih tepat," kata arsitek Yu Sing dalam kuliah umum Arsitektur yang Tanggap Bencana di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, dilansir dari Antara, Jumat (7/12).

Posisi yang tepat, menurut Yu Shing, misalnya rumah itu tidak berdiri di tempat yang memang akan terkena banjir atau karena sering mengalami gempa maka bangunannya harus fleksibel dengan menggunakan material-material alam.

baca juga:

"Kalau pun dia akan terkena banjir dia tahu, maka dia akan membuat tiang yang tinggi atau bangunannya terapung," katanya.

Ia mengatakan arsitektur tanggap bencana sangat bergantung pada jenis bencana yang harus disikapi, misalnya ketika terjadi bencana, maka rumah itu akan relatif mampu untuk bertahan atau kalaupun rusak tidak sampai membunuh orang yang tinggal di dalamnya.

Yu Sing menuturkan arsitektur tradisional sesungguhnya mencerminkan bagaimana warga membangun rumah dalam upaya mereka untuk menyikapi dan hidup bersama-sama dengan alam. Sehingga, warga pada awalnya memang sudah beradaptasi pada keadaan alam dan bencana.

Namun, saat ini sudah banyak warga yang meninggalkan kearifan lokal dan mulai membangun rumah dengan tembok dan beton tanpa memperhatikan konsep ketahanan terhadap bencana.

Karena keterbatasan biaya, warga membangun rumah tidak layak huni dan tidak sesuai standar untuk menghadapi bencana padahal bencana sering terjadi di Indonesia seperti gempa.

"Karena tidak cukup biaya, mereka membuat tembok seadanya, sehingga strukturnya tidak tahan gempa," lanjutnya.

Sebagai contoh, rumah yang dibangun tidak sesuai standar tahan bencana telah menelan banyak korban jiwa seperti yang terjadi di Lombok pada 2018.

Material industri memang dapat digunakan untuk membangun bangunan tanggap bencana, namun menurutnya, biaya yang dibutuhkan akan jauh lebih besar, dan ekonominya akan berputar pada ekonomi pemodal kuat yang memiliki industri-industri itu, sehingga mengembangkan sistem ekonomi kapitalisme.

Berangkat dari permasalahan itu, maka kesadaran akan pentingnya arsitektur tanggap bencana dengan memanfaatkan dan mengelola material alam harus dibumikan untuk menghindari banyak korban saat terjadi bencana.

"Kita harus kembali kepada alam, menjadi manusia tropis dan kembali mengelola alam," tutur Yu Sing yang merupakan lulusan S1 Arsitektur Institut Teknologi Bandung.

Untuk pengembangan arsitektur tanggap bencana berbahan material alam seperti kayu, maka hal yang juga harus diperhatikan adalah ketersediaan bahan baku sehingga pengelolaan alam harus dilakukan dengan baik dan berkelanjutan.

Ketika kesadaran akan pentingnya pemanfaatan material alam, maka secara tidak sadar kepedulian terhadap pengelolaan alam akan bertumbuh karena untuk menjamin ketersediaan bahan baku dari alam.

Selain itu, teknologi pemanfaatan potensi alam untuk pembangunan arsitektur tanggap bencana juga harus dikembangkan dari waktu ke waktu. Ia mengatakan di luar negeri, dengan teknologi, bangunan dapat dibuat 70-80 lantai dengan kayu. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Olahraga

MotoGP

MotoGP akan Digelar di Indonesia Mulai 2021

Image

Ekonomi

Studi: Bangunan Gedung Hijau Hemat Energi 30-80 Persen

Image

Gaya Hidup

Bangunan Berusia 92 Tahun Ini Disulap Jadi Hotel yang Ramah Lingkungan

Image

News

FOTO Lahan Ditempati Pemulung, Pemprov DKI Batal Bangun Kantor Damkar

Image

News

Upaya Bakamla Dalam Skema Pemisahan Lalu Lintas Selat Sunda dan Lombok

Image

Ekonomi

FOTO Semrawutnya Izin Membangun Gedung Bertingkat di Jakarta

Image

Gaya Hidup

Tempat Paling Terlarang di Beijing Segera Dibuka untuk Wisatawan

Image

Gaya Hidup

Festival

Sebentar Lagi, Mandalika Siap Gelar Festival Pesona Bau Nyale

Image

News

FOTO ESAI Jalan Berliku Rumah Penuh Sejarah di Cimanggis, Depok

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Warga Perbatasan Ingin Jokowi Lanjutkan Terus Nawacita

Tokoh masyarakat perbatasan Indonesia - Malaysia di Kecamatan Badau, menginginkan terus dilanjutkannya program nawacita Joko Widodo.

Image
Ekonomi

Beri Akses Energi Berkeadilan, ESDM Resmikan SPBU Kompak di Bolakme

BBM Satu Harga ke 117 di SPBU KOMPAK 86.995.18 Desa Lani Timur, Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua.

Image
Ekonomi

Perry Harap Bank Tak Naikkan Suku Bunga Kredit, Pengamat : Iklim Positif Dorong Bisnis

Menurutnya, hal ini justru dapat mendorong iklim bisnis lebih positif.

Image
Ekonomi

WIKA Jajaki Peluang Proyek Pembangunan Infrastruktur di Papua Nugini

WIKA bakal jajaki berbagai proyek pembangunan infrastruktur untuk melebarkan bisnisnya di Papua Nugini (PNG).

Image
Ekonomi

Sambangi Yogyakarta, Menteri Rini Kunjungi Balai Pemberdayaan Masyarakat Milik AP I

Menteri Rini kunjungi Balai Pemberdayaan Masyarakat milik AP I di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (21/2/2019).

Image
Ekonomi

Harga Tiket Pesawat Mahal Karena Dolar AS Menguat

Harga tiket pesawat yang mahal bukan disebabkan oleh harga Avtur yang tinggi, melainkan fluktuasi kurs rupiah terhadap Dolar AS.

Image
Ekonomi

Astindo: Wisata Indonesia 'Kepayahan' Berkat Tiket Pesawat Mahal dan Bagasi Berbayar

Wakil Ketua Umum Astindo Rudiana mengatakan bahwa kenaikan harga tiket penerbangan domestik telah mempengaruhi aktivitas travel agent.

Image
Ekonomi

Meski Ada Pemilu, BCA Optimis Pasar KPR Indonesia Tetap Sehat

PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) memprediksi pasar Kredit Perumahan Rakyat (KPR) tahun ini bagus, meskipun ada tantangan pemilu.

Image
Ekonomi

Said Didu 'Berkicau' Saat Jokowi Wacanakan Bagi-bagi Lahan Milik BUMN ke Rakyat

Said Didu meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan kembali pembagian lahan.

Image
Ekonomi

BCA Belum Turunkan Suku Bunga Kredit, Ini Alasannya

Kredit Konsumer merupakan fasilitas kredit yang di berikan oleh pihak bank yang diperuntukan untuk konsumsi secara pribadi.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Sudirman Said Diramal Bakal Berakhir Seperti Ratna Sarumpaet

  2. 8 Potret Cantiknya Almira Yudhoyono yang Telah Beranjak Remaja

  3. Siswa yang Melawan Gurunya di Yogyakarta, Ternyata Pernah Tidak Naik Kelas

  4. 5 Fakta Perjalanan Karier Sudirman Said, dari Aktivis Antikorupsi hingga Tuai Kontroversi

  5. Tak Ada Pagar, Peserta Munajat 212 Injak Rumput di Sekitar Monas

  6. Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

  7. Sakit Kanker Paru, Sutopo Purwo Nugroho Pakai Barang ini Setiap Hari

  8. Bila Ada Kampanye, Bawaslu Tak Segan Bubarkan Acara Munajat 212

  9. Curigai Ada Pertemuan Freeport di Ruang Kerja Istana, Andi Arief Malah Kena Kepret

  10. Dua Lipa Bikin Karpet Merah Brit Awards 2019 Bergairah

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Available

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
News

10 Potret Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Mencuri Perhatian

Image
News

8 Potret Paundrakarna, Cucu Soekarno yang Jadi Artis

Image
News

Dari Aktor hingga Wagub, 5 Fakta Perjalanan Karier Deddy Mizwar