image
Login / Sign Up

Berita Populer Sri Mulyani Tuai Pujian hingga Indonesia Jadi Ekonomi Terbesar Kelima di Dunia

Ade Miranti

Image

Mentri Keuangan Sri Mulyani bernyanyi bersama kelompok musik Angklung Gitamara Atara di area panggung Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Indonesia di Pavilion, Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10/2018). Sri Mulyani menyumbangkan suaranya dengan membawakan lagu karya Frank Sinatra berjudul My Way di sela rangkaian acara Indonesia Indonesia Monetary Found 2018. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Rabu (5/12) lalu, usai sidang kabinet di Istana Negara Jakarta, menyampaikan bahwa penerimaan negara 2018 secara outlook, melampaui target APBN tahun ini. Dari usahanya tersebut, konsultan Saiful Mujani memuji atas kinerja Srimul.

Pada 2030 mendatang, Indonesia diprediksi bakal memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kelima mengalahkan negara-negara ASEAN lainnya termasuk Eropa. Prediksi ini dilakukan oleh lembaga jasa konsultan Pricewaterhouse Cooper (PwC).

Mencuatnya isu “Beredel” yang bakal dilakukan capres Prabowo Subianto ketika nanti menjabat sebagai presiden, para media nasional pun mulai mempertanyakan nasib bisnis media nantinya jika kondisi itu menjadi nyata.

baca juga:

Jumat (7/12) kali ini, Akurat.co telah merangkum beberapa berita menarik untuk dibaca, antara lain:

1.Penerimaan Negara Lampaui Target, Peneliti SMRC Akui Kecerdasan Sri Mulyani

Kementerian Keuangan menyebutkan Penerimaan Negara 2018 diperkirakan mencapai Rp1.936 triliun. Angka tersebut melebihi dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp1.894 triliun.

Penerimaan negara yang tinggi ini mendapat Pujian dari Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melalui postingan Twitternya. Bahkan, Saiful juga mengakui kecerdasan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Pintar juga ibu kita ini nyari uang dari rakyat memang. Mau dari mana lagi? Negeri ini bubar tanpa Pajak dari rakyat. Kita ngerti dan ikhlas bayar asal nggak dikorup aja bu@Smindrawati,” cuitnya diakun @Saiful_mujani, Kamis (6/12).

Baca berita selengkapnya, klik di sini

2. Tinggalkan Negara-negara ASEAN Bahkan Eropa, Indonesia Bakal Miliki PDB Terbesar Ke-5 di Dunia

Lembaga konsultan jasa Pricewaterhouse Cooper (PwC) baru saja merilis prediksi untuk ekonomi paling kuat di dunia pada tahun 2030. Dari prediksinya tersebut, Indonesia pada tahun 2030 mendatang bakal menempati peringkat kelima menjadi Negara dengan ekonomi Terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Indonesia mampu melampaui Negara se-Asia Tenggara, semisal Malaysia pada 2030 berada diperingkat ke-25, Filipina peringkat ke-24, dan Thailand peringkat ke-22. Sementara, China tetap menduduki chart pertama hingga tahun itu.

Prediksi perekonomian ini dilakukan melalui Purchasing Power Parity (PPP) yang digunakan oleh para ekonom makro untuk menentukan produktivitas ekonomi dan standar hidup di antara Negara-Negara dalam periode waktu tertentu.

Baca berita selengkapnya, klik di sini

3. Kesepakatan Paris Terancam Gagal Akibat Banyaknya Deforestasi

Tercapainya tujuan dari Kesepakatan Paris untuk perubahan iklim, yang disepakati pada 2015, terancam gagal karena deforestasi terus terjadi setiap tahun. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Yayasan EcoNusa Indonesia, Yayasan Madani Berkelanjutan dan KKI-Warsi Melda Wita Sitompul melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (5/12).

Melda menyayangkan negara-negara pemilik tutupan Hutan alam yang luas, seperti Indonesia, Brasil, Republik Demokratik Kongo, Peru, Kolombia dan Myanmar, tidak memiliki rencana untuk sepenuhnya menghentikan deforestasi dan degradasi Hutan dalam NDC (Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional) mereka.

"Rencana pengurangan emisi yang tercantum dalam NDC keenam negara tersebut pada kenyataanya masih mengandung deforestasi terencana yang tinggi. Di beberapa negara, tingkat deforestasi bahkan direncanakan akan terus meningkat hingga 2030," kata dia.

Baca berita selengkapnya, klik di sini

4. Menakar Nasib Bisnis Media Jika Prabowo Terpilih Memimpin Negara

Masyarakat dihebohkan dengan Jurnalis yang dipersekusi oleh capres Prabowo Subianto karena media nasional enggan memberitakan aksi Reuni 212 pada Minggu (2/12) lalu, membuat sejumlah warganet, JurnalisPolitikus, dan juga pengamat Ekonom berkomentar.

"Beredel", kalimat yang pernah dirasakan sewaktu era Orde Baru (Orba), membuat para media khawatir. Kebebasan pers tak dapat dimiliki, yang hanya kepatuhan kepada pemerintah untuk memberitakan hal-hal yang bersifat positif.

Dulu, media tak sebanyak sekarang, hanya media pembela pemerintah yang diperbolehkan tayang. Jika masa itu terjadi lagi dan capres Prabowo terpilih memimpin RI, kekhawatiran media cuma satu, yakni nasib bisnis media yang dijalankan.

Baca berita selengkapnya, klik di sini

5. Melamar Kerja Gak Sesuai Jurusan Tapi Bisa Diterima, Kok Bisa?

Cari kerja nggak sesuai Jurusan, tidak masalah. Justru Perekrut sebenarnya tidak melihat dari sisi Jurusan. Namun, kebanyakannya sih Perusahaan selalu mencari pekerja yang sesuai bidangnya atau Jurusannya.

Dikutip dari situs pencari kerja Urbanhire, ada beberapa alasan Perusahaan mau menerima Pelamar beda Jurusan, antara lain:

Bekerja Tidak Sesulit Belajar di Kampus

Ini jadi alasan utamanya. Karena, kenyataannya teori dan praktek di lapangan justru berbeda. Selama mengenyam bangku pendidikan, pastinya asupan teori lebih banyak diserap. Beda ketika bekerja, lebih mengandalkan praktek ketimbang teori.

Baca berita selengkapnya, klik di sini []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Muslimah Jepang Ungkap Praktik Keislaman yang Beda dengan di Indonesia

Image

News

Ini Pidato Lengkap Grace Natalie di Surabaya tentang Poligami yang Bikin Geger

Image

News

Pro Kontra Poligami Setelah Ucapan Grace Natalie

Image

News

Berita Populer Kritik Dahnil Soal Aturan Jilbab hingga Istilah Politik yang Bikin Mahfud MD Pusing

Image

Hiburan

Sudah Empat Kali Menikah, Tio Pakusadewo Punya Calon Istri Lagi?

Image

Hiburan

Pernah Bikin Ibunya Menangis, Donny Damara Minggat dari Rumah

Image

Ekonomi

Kembangkan Ekonomi, Ternate Tebar Pesona ke Investor

Image

Hiburan

Putus dari Densu, Dita Soedarjo Akui Tak Siap Jadi Istri Aktor

Image

News

Juarai Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta Dapat Uang Pembinaan dari Bank DKI

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Berkah Asian Games, Industri Perhotelan RI Bakal Prospektif

Bahkan, sejumlah pihak menyebutkan suksesnya perhelatan ajang empat tahunan tersebut sebagai salah satu industri prospektif ke depannya.

Image
Ekonomi

Dapat Bantuan 601 Unit LTSHE, Boven Digoel Tak Lagi Gelap

Kementerian ESDM kembali membagikan bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) sebanyak 601 unit bagi warga Kabupaten Boven Digoel.

Image
Ekonomi

SFI IPO, 250 Juta Lembar Saham Disebar ke Publik

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO akan dipergunakan untuk meningkatkan setoran modal ke Perusahaan Anak KFI (Kemfood).

Image
Ekonomi

IKM Tenun dan Makanan Riau Kian Prospektif

Industri kecil dan menengah (IKM) di Provinsi Riau masih menjadi sektor andalan dalam menunjang roda perekonomian masyarakat setempat.

Image
Ekonomi

Targetkan 12 Juta Penumpang, AP II Bakal Kembangkan Bandara Kuala Namu

Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandar Udara Internasional Kuala Namu akan melakukan pengembangan.

Image
Ekonomi

Jelang Nataru, Harga Telur di Surabaya Rp 25.000 per Kilogram

Harga telur terus merangkak naik dari harga Rp 19 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogramnya.

Image
Ekonomi

Optimisme Jokowi Sambungkan Jalan Tol 2.700 Km dari Lampung Hingga Aceh

Ambisi untuk membangun Tol Trans Sumatera pun berlanjut hingga ke provinsi bagian utara Pulau Sumatera, yakni Aceh.

Image
Ekonomi

Optimalkan Layanan, Bandara Soetta Terus Bebenah

Bandara Soetta terus bebenah diri guna mengoptimalkan pelayanan kepada pengguna jasa transportasi udara yang masuk dan keluar di bandara itu

Image
Ekonomi

Peluang Korsel Tanamkan Investasi di Indonesia

Beragam peluang investasi menjanjikan ditawarkan Menko Luhut dalam kunjungannya ke Korea Selatan.

Image
Ekonomi

Pengamat Sebut Pajak Daerah Jawa Tengah Hanya Naik 2,61 Persen

Pengamat Undip : pajak daerah Jateng dalam kurun waktu 5 tahun terakhir hanya meningkat 2,61 persen

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Bela Grace, Dara Sarankan Romahurmuziy: Jangan Diputar, Jangan Dibelokkan Ini ke Masalah Keyakinan

  2. Spanduk Filivhiena Andalusia Disobek-sobek, Guntur Romli: Segitu Takutnya Ya ke PSI

  3. Bekas Jerawat Masih Menganggu? Atasi dengan Campuran Dua Bahan Ini

  4. Peneliti: Dalam Waktu Singkat China Jadi Raksasa Ekonomi Dunia

  5. Pernyataan Romahurmuziy Dianggap Sudutkan PSI dan Benturkan dengan Jokowi

  6. Atribut Demokrat Dirusak, Erick Thohir: Kami Sangat Menyayangkan Kejadian Itu

  7. Jokowi Foto Bareng Wartawan, Boni Hargens: Zaman SBY Juga Ada tapi Tak Dipersoalkan

  8. Di Papua, Grace Ditanya Soal Poligami: Bagi Kader yang Tidak Sejalan, Saya Mohon Maaf

  9. Angin Puting Beliung dan Hujan Deras Robohkan Rumah-rumah Warga di Sumba Timur

  10. Sandiaga Sesumbar Saat Jadi Wagub Mampu Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Nataru

Available

fokus

Kaleidoskop 2018
Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Isu PKI Serang Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Problematik Pemilih Perumahan Mewah

Image
Awalil Rizky

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Sosok

Image
Ekonomi

Buka-Bukaan Alasan Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Amin

Image
Ekonomi

Intip 10 Milenial yang Berpotensi Berada di Deretan Orang Terkaya Selanjutnya

Image
Ekonomi

Kalah dengan Transportasi Online, Bos Blue Bird Terlempar dari Daftar Crazy Rich RI