image
Login / Sign Up

Tak Hanya Cari Keuntungan, LMAN Juga Berikan Manfaat Pembangunan

Atikah Umiyani

Image

Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari saat ditemui dikantornya untuk melakukan wawancara khusus di Jalan Cimandiri, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018). Menurut Dirut LMAN Rahayu mengatakan Meski usianya terhitung muda, tetapi Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) memiliki peran penting terhadap terwujudnya pembangunan proyek strategis nasional. Ke depannya LMAN berharap bisa semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui optimalisasi aset negara. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pengelolaan aset negara memiliki dinamika yang menantang. Di awal pembentukan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), mandat utama yang diberikan adalah sebagai operator Pengelola Barang dalam mengoptimalkan aset negara yang dianggap belum terutilisasi secara optimal (underutilized) dan yang tidak digunakan/dimanfaatkan atau mangkrak (idle).

Aset negara idle atau aset underutilized mengakibat hilangnya potensi manfaat (opportunity loss) yang menjadi beban negara. Besaran potensi manfaat, baik manfaat finansial dan non finansial yang dapat diperoleh apabila aset tersebut berhasil dimanfaatkan, diinvestasikan, maupun ditukar (asset swap) dengan prinsip highest and best use, adalah cukup signifikan.

Selain opportunity loss, pengelolaan aset idle juga menimbulkan double inefficiency karena masih dialokasikan dan dibebankan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/D) berupa biaya pemeliharaan dan perawatan serta pengadaan aset baru penunjang pelaksanaan tugas sehari-hari pemerintah. Dalam hal semakin bertambah jumlah aset idle, maka semakin tidak efisien dan tidak optimalnya Pemerintah dalam pengelolaan aset.

baca juga:

Kendati demikian dalam melaksanakan optimalisasi aset, terdapat 2 (dua) jenis tantangan utama yaitu regulatory constraint dan institutional constraint. Tim Ekonomi Akurat.co mempunyai kesempatan untuk mewawancarai Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari untuk mengetahui sudah sampai sejauh mana perkembangan pengelolaan aset negara sampai saat ini, agar dapat memantu dalam keuangan negara. Berikut hasil lengkap wawancara dengan Rahayu Puspasari

LMAN Kinerja. AKURAT.CO

Fungsi dan tugas LMAN sendiri apa, bisa dijelaskan?

Oke bagus tuh, visi nya LMAN itu clear ya, menjadi pengelola dan penggerak optimalisasi aset negara untuk kepentingan publik. Keywordnya pengelola, aset negara, pendorong optimalisasi aset negara, jadi belom tentu asetnya itu di LMAN, tapi kita mencoba dari fungsi aksesoris kita itu mendorong supaya berbagai pihak itu bisa mengoptimalisasi aset negara. Dan keyword yang ketiga itu kepentingan publik, jadi, kalau kita bicara kepentingan publik aset itu tidak semata-mata untuk kepentingan komersil tapi sebaik-baik manfaat aset itu bisa juga untuk kepentingan non komersial seperti manfaat social, nah itu visi dari adanya LMAN

Dirut LMAN Rahayu Puspasari yang Muda dan Enerjik. AKURAT.CO/Sopian

Bagaimana Indikator untuk mengukur kinerja LMAN?

Jadi kalau bicara bagaimana kita mengukur keberhasilan LMAN wujudkan visi dan misinya berarti kita mengukur manfaat dari optimalisasi aset negara tersebut. Bagaimana cara melihat manfaatnya? kalau di LMAN ada beberapa kriteria pertama manfaat keuangan, finansial, aset tersebut kita diptimalkan bisa menghasilkan penerimana bagi negara, tapikan ga semua aset itu nature nya untuk komersial kan, ada aset-aset yang peruntukannya bukan untuk komersil.

Contoh kalau aset itu cocoknya untuk perkantoran pemerintah, aset itu cocoknya misalnya untuk sekolah gitu, nah kalo seperti itu kita tidak akan paksakan itu untuk jadi aset komersil, nah yang untuk manfaat non komersil ini kinerjanya diukur melalui manfaat ekonomi nya. Jadi kalau misalnya nih LMAN dulu dalam sejarah diserahkan rumah sakit dalam kondisi mangkrak misalnya oleh LMAN rumah sakit ini ada di daerah yang tidak mungkin dikomersilkan, nah maka LMAN akan bekerja sama dengan PEMDA , kita minta PEMDA bersama perangkat PEMDA entah BUMDnya untuk optimalkan aset tersebut, mengutilisasinya, tapi kita set CPI nya, IKUnya, rumah sakit itu harus dilakukan harus ada standarisasinya, harus memenuhi standar pelayanan kesehatan seperti apa harus ada pemeliharaannya tiap tahun harus dilaporkan ke kita dan seterusnya.

Terus yang lain misalnya cara mengukur apakah LMAN sudah menjalankan misi dengan publik, salah satu aset LMAN itu kan kilang minyak, kilang LNG, inikan berarti kita bicara ketahanan energi dan fiskal karena kalo itu diekspor maka mempengaruhi neraca pembayaran. Nah oleh karenanya kita mengukur manfaatnya seberapa kilang itu bisa beri support kepada ketahanan energi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kita dan seterusnya.

Jadi LMAN ketika mengukur keberhasilan publiknya juga menggunakan parameter yang saya sebutkan tadi.

Ada penugasan-penugasan baru dari Pemerintah untuk LMAN selama lembaga ini berdiri?

Betul, LMAN itukan berdiri 16 Desember 2015 jadi sebentar lagi kita mau ulang tahun ketiga pembentukan nya nih, nah waktu itu baru tiga bulan dibentuk LMAN itu langsung dapat mandat baru untuk menjadi wakil pemerintah dalam pengadaan tanah Proyek Strategis Nasional (PSN). Jadi kita yang mendanai, kita tuan tanahnya. Nah penugasan itu baru di saat LMAN baru berdiri dan yang terlibat stakeholder itu banyak sekali kan disitu baru tugas yang baru diberikan berbeda dari amanat pendirian awalnya kira kira seperti itu.

Dirut LMAN Rahayu Puspasari yang Muda dan Enerjik. AKURAT.CO/Sopian

Dengan mandat yang begitu besar bagaimana cara pengelolaannya?

Mandat itu amanah, mandat itu tanggung jawab jadi tidak bisa ditolak gitukan, nah memang waktu awal dimana tiga bulan kita sedang siapkan organisasi nya disaat yang sama kita juga harus sudah bisa menunjukan kinerja aset kelola kita jadi waktu itu pada saat yang sama waktu itu dapat tugas PSN, wah itu berat sekali.

Berat kenapa? karena ini hal baru kita juga belajar sementara tata kelolanya belum settle jadi waktu itu kita menyiapkan perangkat peraturannya perpresnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK)nya, menyiapkan sdm, itu semuanya bareng itu, wah energinya luar biasa, itu salah satu momen saya susah tidur waktu awal awal pendirian itu, tapi ya kita hadapi karena dapat banyak support terutama dari pimpinan kita menteri keuangan dan dirjen kami. Nah support itu saya pikir memudahkan LMAN untuk menjalankan perannya, dan menurut saya sekarangpun ini sudah berjalan mengalami learning curve yang terus menerus, artinya pmbelajaran itu terus berlangsung sampe sekarang ruang untuk improvement juga untuk LMAN masih sangat luas. 

Memang secara kelolaan aset sekarang ini seberapa besar?

Sampai hari ini portofolio LMAN kalo boleh disebut itu nilai asetnya, diluar tanah PSN, sebesar Rp29,9 triliun, ini data per kuartal III 2018. Nah aset ini bentuknya ada beberapa, satu dalam bentuk properti bangunan seperti, ruko gedung perkantoran, even rumah tinggal yang berasal dari akibat hukum contohnya eks BTPN yang merupakan tanggungan Bank Indonesia, adalagi aset berupa apartemen. Kemudian kita juga mendapat mandat untuk kelola dua kilang LNG, di Arun dan juga di Bontang, itu dari portoflio aset yang kita kelola. mungkin desember kita juga sudah rilis datanya lagi. 

Strategi pengelolaannya bagaimana, khususnya pada aset-aset mangkrak yang belum terjangkau?

Jadi sebenernya gini, yang menarik dari LMAN itu adalah ini pengalaman pertama banyak sekali first time nya, banyak sekali, terus aset yang di okupasif, first time urus dokumen. Firs time, waktu itu keluarkan 106 sertifikat untuk apartemen, banyak pertama kalinya, dan gimana untuk aset yang sulit? tapi memang kita tidak tahu itu impossible atau tidak kalau belum kita coba, dan beberapa yang kita fikir tidak bisa ternyata bisa.

Sebanyak 106 kita langsung sertifikatkan atas nama pemerintah RI atau Kementerian Keuangan, tapi yang penting LMAN itu punya target, setiap aset yang masuk kita profile permasalahannya. Apa masalah fisik, masalah administrasi masalah hukum, baru optimalkan. Nah kadang kalau aset itu sederhana kalau cuma masalah dokumen, misalnya satu atau dua bulan selesai, tapi kalau aset dengan permasalahan hukum yang besar, nah itu bisa membutuhkan banyak waktu, itu berbeda-beda tergantung case nya dan makin hari LMAN makin belajar mengatasi masalah aset itu, dan satu persatu masalah itu kita tuntaskan.

Tadinya waktu awal oh ini yang pertama, kita ada bangunan di Cikini, sekarang sudah jadi itu untuk LPDP. Ada penghuni liar itu sudah 12 tahun, mangkrak itu, dan untuk mengusirnya tidak bisa langsung ngusir kan, kita harus melakukan pendekatan-pendekatan tertentu sampai terakhir baru represif. Jadi challenge nya dari berbagai perspektif dari berbagai sudut. Dan LMAN itu bagaimanapun instansi pemerintah jadi tetap mengedepankan tata kelola, tapi juga memberikan solusi untuk isu aset-aset yang mangkrak ini. 

Tantangan terberat mengelola aset-aset negara ini?

Oke, tantangan terberat yang masalah paling besarnya dari sisi aspek hukum, terutama kalau aset itu sebenarnya dari sejak kita terima status hukumnya sudah tidak jelas, tapi masuk kategori aset negara. Nah itu menurut saya cukup besar, tapi kita coba terus. Yang kedua menurut saya, bagaimana kita penuhi ekspetasi aturan main yang ada dipasar properti denganketerbatasan aturan main di pemerintah. Itu challenging ketika mitra mau kerjasama dengan kita. Mereka minat kerjasama 50 tahun, kami hanya bisa beri 15-30 tahun, nah itu kan challenge, nah hal-hal seperti itu biasanya kita komunikasikan ke deregulator, dengan harapan ke depan ada perubahan deregulasi, dengan harapan kedepan LMAN bisa lebih fleksibel. 

Adakah Aset yang diprioritaskan oleh LMAN untuk pengelolaannya?

Oh ada, pertama LMAN akan prioritaskan satu, aset-aset yang sifatnya memberikan recent income supaya secara keuangan LMAN itu bisa sustain dan mandiri gitu, tidak harus biaya operasional kita disupport APBN kan. Nah kita pokoknya gimana kelola dana PSN, kemudian dana pembentukan di awal sudah sebut saja quote n quote modal awal LMAN supaya bergulir, dan LMAN sendiri operasionalnya bisa hidup dari uang itu. Jadi, yang pertama kita lakukan adalah memprioritaskan recent income aset-aset yang bisa berikan penerimaan yang berkesinambungan, yang kita utamakan.

Kedua adalah aset-aset yang memberikan atau ketika aset-aset yang kita profile aset komersil, sebenarnya sama dengan yang pertama tadi, supaya bisa menghasilkan recent income dan sifatnya iconic. Untuk iconic itu apa bisa sekaligus mempromosikan showcase-showcase nya LMAN, ini loh ada LMAN, jadi misalnya ya tadi yang saya contohkan, aset Danadyaksa Cikini itu, nanti semua aset LMAN namanya pake Danadyaksa, itu kita ingin perlihatkan. Itukan bekas ruko, ada tiga tempat ruko kemudian kita switch, kita buat jadi coworking space yang akan digunakan untuk kantor LPDP. Nah itu kita ingin promote iconic-iconic aset itu, iniloh LMAN seperti ini, sukses story nya seperti ini.

Kemudian yang ketiga, kita ingin memprioritaskan aset-aset yang berikan dampak multiplier, yang banyak mempengaruhi, bukan saja hajat hidup orang banyak, tapi juga ketahanan energy. Ini kan menjadi bagian seperti KEK Lhokseumawe, jadi kita ingin mendorong aset-aset itu supaya optimal. Begitu juga LNG Arun dan Bontang, kami mencoba beri perhatian supaya cepat lebih optimal lagi utilisasi asset, baik yang LNG maupun non LNG. 

Boleh disebutkan aset-aset yang lainnya?

Kita kan asetnya belum banyak-banyak banget ya, menurut saya kalo yang prioritas saya kira tadi rata-rata sudah saya sebutkan, adalagi rencana kita mau aset kita mau ganti tema, kemudian kita tingkatkan fungsi dan juga nilai tambahnya. Salah satunya adalah aset LMAN yang ada di kawasan Rasuna, dulu esk Upindo itu kita ingin optimalkan menjadi gedung perkantoran yang ikut mensupport kehidupan bisnis di segitiga emas. Kemudian kita punya tanah di Bandung, lokasi cukup bagus, kita ingin support itu untuk hotel budget, karena disana demand nya masih cukup bagus. Tanggunglah kalau aset itu kan, given ya, bukan dari awal memprospek, jadi ya kita optimalkan dengan skema-skema yang memungkinkan. 

Dirut LMAN Rahayu Puspasari yang Muda dan Enerjik. AKURAT.CO/Sopian

LMAN Berperan penting di Proyek Strategis Nasional (PSN) bisa dijelaskan?

Salah satu kunci pembangunan infrastruktur atau lokomotif, adalah penyediaan tanah, kalau tidak ada tanahnya tidak bisa dibangun itu, jalan tol, pelabuhan, double track kereta api, bendungan, itukan PSN semua tidak bisa dibangun, kecuali ada tanahnya. Nah dulu sudah ada evaluasi bahwa masalah tanah di Indonesia cukup serius sehingga merupakan the bottleneck PSN.

Pengadaan tanah, ketika LMAN lahir, tugas LMAN itu adalah berikan jaminan bahwa tanah itu akan tersedia tepat waktu, karena dananya ada, dialokasikan di LMAN. Kalau dulu kan tanah siap tapi uangnya belum siap, atau uang siap tanahnya yang belum siap, kejar-kejaran begitu kan bisa bertahun-tahun kan. Sekarang pernah di exercise dulu proses yang 5 tahun bisa di squish jadi 7 bulan, untuk supaya bisa percepat pengadaan tanah dan berikan kepastian, dan pembangunan pun bisa on schedule.

Tentunya LMAN tidak sendirian, PSN itu kan kolaborasi, ada Badan Pentanahan Nasional (BPN), ada Kementerian PUPR, ada LMAN, ada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan terutama jangan lupa ada badan usahanya sendiri. Nah kolaborasi ini bagus dan makin kuat dengan adanya LMAN yang jamin ketersediaan dana dan ketepatan pengadaan tanah tadi, itu dari sisi PSN. 

Alokasi Anggarannya berapa untuk menyokong PSN?

Di tahun 2016 kita waktu itu dapat Rp16 triliun, 2017 kita dapat Rp32,05 triliun, di 2018 kita dapat Rp35 triliun. Di 2019 proses APBN kemarin pengusulan Rp22 triliun. Kenapa turun? Ya kan ini target massive nya waktu di 2017 dan 2018, rencananya untuk di jalan tol, sama bendungan, kemudian pelabuhan, jalur kereta api, itu yang saya ingat.

Perbedaan skema pendanaan lahan untuk PSN sebelum dan setelah ada LMAN apa?

Kalau dulu itu kan anggaran merupakan anggaran kementerian lembaga, karena anggaran kementerian dan lembaga berarti dia masuknya itu ke anggaran modal. Kalau masuk ke belanja modal berarti range untuk eksekusinya cuma satu tahun, hanya ditahun yang bersangkutan. Bisa dibilang misal DIPA diterbitkan bulan Desember maka pencairannya baru Maret, berarti range dia untuk eksekusi dana cuma Maret sampai Desember aja, itupun Desember tidak sampe akhir, jadi berat sekali untuk kementerian lembaga kejar target antara dana dengan eksekusi di lapangan.

Sekarang skemanya diubah, pembiayaan, alokasi dananya merupakan pembiayaan investasi pemerintah yang berada di LMAN, kalo pembiayaan investasi dia tidak mengenal spektrum satu tahun jadi dia bisa dieksekusi di tahun tahun berikutnya. Kalau ada perubahan prioritas proyek, sepanjang masih ada di pipeline, yang sudah ditetapkan dan masih disektor yang sama itu dimungkinkan untuk dilakukan, yang tadinya sama sama 10 ini bisa nih jadi 17 dengan 3, karena prioritas, ini memungkinkan dilakukan dengan skema yang baru. 

Dirut LMAN Rahayu Puspasari yang Muda dan Enerjik. AKURAT.CO/Sopian

Untuk realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pengelolaan aset sendiri bagaimana, lalu target kedepannya? 

Di 2018 kalau properti kita targetkan Rp351 miliar, tapi capaiannya Alhamdulillah tahun ini bisa dapat Rp854,9 miliar dari properti aja, dari aktivitas properti, bukan termasuk treasury aktivitinya pendanaan tanah tadi. Kadang gini loh, kita tidak menyangka, kita banyak belajar perkirakan bakalan lama, ternyata tidak, sehingga bisa lebih cepat menghasilkan terus PNPB. Untuk LNG itu juga bagus kinerjanya, jadi Alhamdulillah lah, penopang terbesarnya LNG untuk peningkatan pertumbuhan.

Sedangkan untuk target 2019, saya belum rilis, karena belum disetujui DJKN. Yang jelas jauh naik, akan lebih besar, karena kita lebih confidence, ekspetasi sampai akhir tahun PNBP masih akan bertambah Rp10 miliar lagi lah. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

DPR Puji Kinerja Keuangan Kementerian ESDM

Image

Ekonomi

Asosiasi E-commerce Tegaskan Selalu Tertib Berikan Data Impor ke Pemerintah

Image

Ekonomi

Menkeu AS Tegaskan Parlemen Akan Sepakati Kenaikan Plafon Utang

Image

Ekonomi

Obsesi Jadi Orang Kaya? Intip Harta Dari Deretan Orang Terkaya di Dunia

Image

News

Untuk Posisi Menteri Jokowi, Golkar Siapkan Kader Milenial dan Selenial

Image

Gaya Hidup

INFOGRAFIS Social Climber, Penyakitnya Para Milenial?

Image

Ekonomi

Koperasi Bisa Jadi Solusi Keuangan Bagi Milenial dan Startup

Image

Ekonomi

Kemenkeu Ungkap Fakta Baru Soal Lapindo

Image

Ekonomi

Kemenkeu Pastikan Penerimaan Dari Cukai Plastik Untuk Biaya Pengelolaan Sampah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Nasib RUU Minerba di Ujung Tanduk?

RUU Minerba sangat penting dan urgen untuk segera diselesaikan lantaran terkait dengan tata kelola hilirisasi industri minerba ke depan.

Image
Ekonomi

Soal RUU Minerba, DPR Lempar Bola Ke Pemerintah

Belum ada sinkronisasi terkait daftar isian masalah dari Pemerintah yang dalam hal ini oleh Kementerin ESDM, Kemeperin, Kemenkeu Kemendagri.

Image
Ekonomi

Makin Panas! Jababeka Tak Mau Ubah Hasil RUPST Meski Ada Kontraktor yang Menolak

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menyatakan, pernyataan keberatan tiga kontraktor tidak akan mengubah hasil keputusan RUPST.

Image
Ekonomi

Merasa Dirugikan, 3 Kontraktor Tolak Perubahan Dirut dan Komisaris Jababeka

Tiga kontraktor proyek PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menyatakan penolakan terhadap adanya pergantian Direktur Utama perseroan.

Image
Ekonomi

Usai Berdamai, Bos Garuda Undang Rius Review Seluruh Fasilitas Garuda Indonesia

Garuda Indonesia mengundang youtuber asal Indonesia Rius Vernandez dan tunangannya Elwiyana Monica mengulas seluruh fasilitas.

Image
Ekonomi

Suku Bunga BI Turun Akan Banyak Lagi Pelonggaran Moneter

Penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia merupakan sinyal dari akhir kebijakan moneter ketat.

Image
Ekonomi

Akhirnya, BEI Cabut Suspensi Saham Jababeka

Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mencabut penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA).

Image
Ekonomi

IHSG Lanjutkan Penguatan Berkat Pemotongan Suku Bunga

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat pagi (18/7/2019) dibuka menguat 0,41% atau 26,35 poin ke 6403,29.

Image
Ekonomi

Terpengaruh Penurunan Suku Bunga Global, Rupiah Melesat 0,32 Persen

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan akhir pekan, Jumat (19/7/2019) melanjutkan penguatannya hingga 0,32%.

Image
Ekonomi
Seleksi Anggota BPK RI

Ombudsman Harap Calon Anggota BPK Miliki Integritas yang Teruji

Laode Ida mengharapkan calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI adalah sosok yang memiliki integritas kuat dan teruji.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Yunarto Sedih Karya yang Disebut Anies 'Luar Biasa' Dibongkar

  2. TGPF Salahkan Novel dan KPK, ICW: Sangat Logic!

  3. Bikin Merinding, Bocah 4 Tahun Asal Australia Ini Mengaku Reinkarnasi Putri Diana

  4. Cerita Kakek 94 Tahun Asal Indonesia Diundang Raja Salman ke Tanah Suci

  5. Soal Bambu Getah Getih Anies, Komut Adhi Karya: Benda Paling Menganggu Akhirnya Dibongkar

  6. Perobohan Bambu Getah Getih, Tsamara: Setengah Miliar Dikeluarkan dan Kini Hancur

  7. Ustaz Tengku Zulkarnain Cuitkan Soal Pengemplang Pajak, Ditanggapi DJP Eh Dihapus

  8. Sang Ibunda Tak Kecewa Atas Beredarnya Foto Syur Cinta Laura

  9. Kritik Pedas Syamsuddin Haris Hasil Kerja TPF Novel: Bagaimana Kita Percaya Jenderal Polisi Bisa Pimpin KPK

  10. Anyaman Bambu Seharga Rp550 Juta Dibongkar Karena Rusak, PDIP: Dulu Katanya Tahan Lama!

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik